
Hai readers, i am back!!
Ternyata cerita ep 104 dan 105 nyantol di review editor lamaaaa banget. Jadi ya kalau episode ini muncul bisa barengan sehingga seakan akan bikinnya langsung crazy up. Ya udah ga pa pa lah...
Jangan lupa untuk like, gift dan Vote ya. Kalau bisa sih sekalian di share kan supaya ceritanya bisa di ketahui oleh yang lain. Wk wkw kw , makasih buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Happy reading!!
***
" Makan dulu? Aku panaskan sebentar lauk malam kemarin ya mas? Katanya kamu mau makan di rumah besar." sindir Anin pada Valen tapi begitu melihat wajah mendung
suaminya ia menyesal mengingatkan suaminya kepada kejadian kemarin malam yang ingin ia lupakan.
" Maaf, mas!! Aku ambilkan makan disini saja ya? Sebentar!" kata Anin sambil terburu keluar dari kamar tanpa menunggu jawaban dari suaminya itu.
Sedangkan Valen hanya bisa tersenyum melihat punggung istrinya berlalu. Valen langsung jalan tanpa menggunakan apa apa ke arah kamar mandi. Dan setelah keluar dari kamar mandi, dia menengok ke arah box bayi anak anaknya dan menatap anak kembarnya yang masih terlelap dengan tatapan sayang.
Pipi mereka yang chubby dan wajah tampan mereka membuat dirinya gemas dan ingin membangunkan mereka dengan cara menciumi wajah mereka dengan gemas.
__ADS_1
" Mas, ini udah aku bawain makanan loh... " kata Anin yang membawa sepiring nasi dan lauk yang banyak buat Valen melotot kaget.
" Sayang ini sudah dini hari, masa mas makannya banyak banget." tanya Valen dengan kaget.
" Hi hi hi, tadi kan mas kecapean. Perlu banyak energi yang masuk dong!" katanya dengan manja. Valen tambah gemas dengan mommynya anak anak. Kalau ga pas masa nifas gitu, pasti Valen menyerang. Toh anak anak kembarnya tertidur nyenyak.
" Mommy menggoda ya."
" Ya ampun dady.. kapan digodanya ? Lha disuruh makan kok malah dikatain menggoda. Sini mommy suapin aja." kata Anin sambil menarik Valen untuk duduk di sofa dekat box baby mereka, supaya dia bisa menyuapi suaminya itu dengan lebih mudah.
Vallen hanya menurut untuk duduk dan kemudian menikmati disuapi istrinya.
Vallen yang sedang mendapatkan petuah-petuah dari istrinya itu hanya bisa mengangguk anggukkan kepalanya artinya dia menyetujui apa yang dikatakan oleh istrinya itu, tapi karena mulutnya penuh dengan makanan yang dimasukkan oleh istrinya itu maka dia hanya bisa menganggukan kepalanya saja.
" Iya sayang!" jawabnya kemudian. dan Anindya sangat senang karena Vallen benar-benar menghabiskan makanan yang dia bawa tadi. Artinya apa yang dia lakukan tadi tidak sia-sia. Ia juga melihat bahwa suaminya mood-nya kembali seperti biasa. Mungkin efek dari melihat si kembar dan kemudian menikmati makanan serta perutnya kenyang menjadikan mood dari suaminya itu kembali.
" Besok mungkin aku akan mengambil cuti dulu, beberapa pekerjaan yang bisa aku lakukan di rumah akan aku lakukan di sini saja. Aku lagi malas di rumah besar, karena mengingatkanku pada kejadian kemarin. Nanti untuk urusan pekerjaan-pekerjaan yang tidak bisa Aku tinggalkan yang membutuhkan tanda tanganku langsung aku akan menyuruh Revan datang kemari untuk mendapatkan tanda tanganku." jelas Vallen selesai mengunyah makanannya dan menelan itu. Vallen sudah menyelesaikan makan di waktu dimana banyak orang yang sudah tidur nyenyak, karena jam di kamar Vallen menunjukkan pukul 3 dini hari. Sedangkan Anindya setelah suaminya menyelesaikan makan malam yang terlambat itu dia langsung membereskan nya dan hendak menurunkan piring kotor serta wadah minum yang sudah kotor ke dapur.
__ADS_1
" Sayang, Emangnya kamu tidak lapar? Bukankah kamu tadi habis menyusui kedua jagoan kita ya? biasanya kamu kan kalau sudah menyusui pasti lapar?" tanya Vallen dengan nada khawatir, dia tidak ingin kalau istrinya itu sakit gara-gara menahan lapar. Bahkan Vallen sempat marah ketika Anindya ingin melakukan diet menjaga pola makan dengan bantuan dokter gizi. Bagi Vallen tubuh istrinya itu sangat pas di dalam genggaman nya. Jadi dia sangat tidak setuju Kalau Anindya ingin melakukan diet mengecilkan pinggang nya seperti waktu sebelum dirinya memiliki anak.
Dengan bentuk tubuhnya yang seperti ini saja Anindya tampak menarik dan seksi, dia tidak mau sampai Anindya ya terlalu terlalu cantik dan menarik kaum Adam. Ia ingat bahwa rivalnya untuk mendapatkan Anindya itu sangat banyak bahkan saat mereka mengetahui bahwa Anindya sudah memiliki suami saja mereka masih melancarkan usaha usahanya untuk mendapatkan hati Anindya. Anindya yang sekarang ini pun masih terlihat montok. Maka Valen tidak rela sampai Anindya melakukan diet yang membahayakan Anindya sendiri dan juga mengurangi asupan makanan dan gizi buat 2 jagoannya yang masih menyusu kepada mommynya.
" Mommy mau makan buah aja ya, dad!! Soalnya habis ini mau tidur. Takutnya ntar anak anak minta ASI, pas subuh nanti." kata Anin sambil berlalu.
" Biar anak anak sama perawat mereka saja. Untuk apa aku membayar perawat sampai 2 orang kalau masih saja kamu yang kesusahan dan mengurus semua hal sendirian?" tanya Vallen yang nadanya sudah lebih tinggi dari yang tadi. Vallen menganggap bahwa Anindya juga butuh istirahat, butuh punya waktu bersamanya. Untuk apa dia sudah membayar 2 perawat dengan harga yang mahal karena dia mengambil 2 perawat itu dari rumah sakit miliknya. Jadi standartnya sebetulnya bukan lagi babysitter tapi memang perawat yang memiliki keahlian khusus di bidang kesehatan yang biasanya untuk membantu Dokter
" Iya daddy, nanti anak anak aku taruh di kamarnya, supaya perawat bisa jagain Liam dan Lios. Aku juga sudah memeras ASI untuk kebutuhan mereka kok. Stok ASI di freezer juga masih banyak. Jadi mommy bisa jagain bayi besarnya mommy." kata Anin dengan nada sarkas.
" Mommy emang ga nyetok ASI buat anak anak? Kalau mau meres ASI, daddy bisa bantu loh.." sontak Anindya langsung berdiri dan membawa piring-piring kotor keluar dari kamar untuk menaruhnya di dapur. Dia sengaja melakukan hal itu karena suaminya sudah dalam mode mesum. Anindya meninggalkan suaminya yang masih tertawa lirih karena takut kalau dia tertawa terbahak anak-anaknya bakal terbangun mendengar suara tawa dari daddy nya yang menggelegar.
.
.
.
__ADS_1
TBC
up lanjut lagi kok... tenang!! Review agak lama nih, tolong bantu dengan banyakin vote, gift dan like yaaa.