
" Ini biodatanya, Tuan!" kata sang manajer sambil menyerahkan biodata pegawai baru yang sudah ia bawa di tangannya.
Awalnya Gustav tidak terlalu memperhatikan biodata pegawai baru yang diserahkan oleh manajernya. Karena bagi dirinya yang lebih penting adalah kemampuan orang tersebut dalam bekerja. Mungkin kalau dirinya bisa mewawancarai mungkin dirinya bisa lebih tahu kemampuan orang yang diterima oleh manajernya itu.
Tapi dirinya tertegun saat melihat gambar foto orang yang melamar bekerja di cafe hits. Ini adalah orang yang dia cari. Ini adalah gadis yang sama yang tadi bersitegang dengan asisten dan juga sopir pribadinya.
" Siapa namanya?" tanya Gustav dengan nada senang. Matanya bahkan berbinar binar melihat foto yang ada di tangannya itu. Senyum gadis itu sangat mempesona.
" Oh Gadis itu namanya Nana Yondra, Katanya sih dia itu gadis yatim piatu yang tidak memiliki keluarga. disinipun dia hanya mengontrak di sebuah rumah kecil dekat Villa Eden." jelas manajernya tanpa ada rasa curiga. Pikir manajernya, Gustav hanya sekedar ingin tahu saja tentang pegawai baru yang sudah diterima oleh manajemen dari kafe hits.
Hal yang aneh lainnya yang diamati oleh asisten pribadinya itu adalah Gustav kemudian menggosok-gosokkan kedua belah tangannya tanda Dia sangat excited dengan rancangan yang ada di dalam pikirannya yang belum dapat ditebak oleh asistennya itu.
" Ada apa tuan?" tanya Ken melihat Gustav, Tuan mudanya itu hanya senyum-senyum sendiri sambil melihat kearah biodata yang dipegang Gustav saat ini.
" Kamu tidak usah susah-susah untuk mencari data-data pribadi dari gadis yang tadi kita temui di jalan. Karena orang itu sudah menyerahkan data-data pribadinya secara sukarela kepada kita. Jadi meringankan bebanmu sedikit, Ken." kata Gustav dengan senyum tipis yang menghiasi wajahnya. Asistennya pun hanya bisa tertegun melihat Bos mudanya itu tampak gembira hanya dengan mendapatkan data-data pribadi dari gadis yang tadi mengajak dirinya dan juga sopir pribadi bertengkar di tengah jalan.
" Jadi tuan muda sudah mendapatkan data-data pribadi dari Gadis itu ya? Apakah gadis itu yang melamar menjadi pegawai di cafe hits?" tanya asistennya dengan nada hati-hati. Gustav melirik kearah asistennya itu dan hanya menjawab dengan anggukan kepalanya.
" Mau di-interview sekarang juga? Bukannya Gadis itu berarti sekarang sedang trial bekerja di cafe hits?" tanya asistennya laki dengan suara datar seperti biasa.
__ADS_1
" Bagian pramusaji kan?" Gustav sekarang kembali bertanya kepada manajernya tentang posisi yang saat ini ditempati oleh Nana.
" Iya." sahut manajer dari Cafe hits dengan tampang tidak mengerti. Kenapa tiba-tiba Tuan mudanya ini tampak tertarik dengan gadis yang saat ini melamar sebagai pramusaji di cafe hits.
" Aku tidak akan menginterview gadis ini tapi langsung pindahkan saja dia ke Villa kakek. Aku mau dia bekerja sebagai asisten pribadi ku di sana, yang berarti tugasnya hanyalah memantau semua kebutuhan pribadi ku. Buat gajinya 10 kali lipat dengan gaji pekerjaannya yang di sini. Dan jangan lupa buat dia menandatangani kontrak bahwa dia harus bekerja minimal 1 tahun bersamaku atau kalau tidak dia harus mengganti rugi sebesar 1 miliar." kata Gustav sambil menyeringai jahat.
Karena sebetulnya tujuan dia adalah untuk mengikat Gadis itu untuk berada di sekitarnya, dia tidak percaya kalau dirinya tidak bisa menaklukan gadis itu.
Dia melakukannya, karena dia mulai tertarik dengan Nana Si Gadis Misterius. Dia kok tidak yakin bahwa Nana ini adalah seorang yatim piatu, karena aura Gadis itu sangat berbeda dengan gadis cantik lainnya yang biasa ditemui sedang mengejar-ngejar dirinya.
Manajer dan asisten dari Gustav melakukan saja tanpa banyak bertanya, mereka yakin ada sesuatu yang Gustav inginkan dari gadis itu. Terutama sang manajer langsung bergegas memanggil Gadis itu untuk segera menandatangani kontrak yang sudah sejak tadi dipersiapkan dirinya waktu menerima perintah langsung dari sang Big Boss.
" Pak, Tadi kan saya sudah diterima sebagai pramusaji di cafe hits ini kenapa sekarang saya dipindahkan menjadi asisten pribadi dari pemilik Cafe hits?" tanya Nana dengan nada bingung.
" Ya memang Sebenarnya tadi kamu sudah diterima sebagai pramusaji di cafe hits ini, namun ketika saya menceritakan tentang kondisimu sebagai yatim piatu dan juga mengontrak rumah kecil di samping Villa Eden, mungkin Big Boss merasa iba dengan kamu. Kemudian menawarkan pekerjaan yang lebih baik dari hanya sekedar menjadi pramusaji dengan bayaran yang kecil. Akhirnya tuan menawarkan kamu untuk menjadi asisten pribadinya dengan bayaran 10 kali lipat lebih besar daripada gaji di tempat ini. Pekerjaannya pun sangat gampang hanya perlu mempersiapkan kebutuhan kebutuhan pribadi dari Big Boss. Jadi gimana??? Bahkan kamu kan tidak usah menyewa atau mengontrak rumah. Uang kamu bisa kamu simpan untuk kebutuhan kamu sehari-hari." bujuk sang manajer dengan kata-kata persuasif yang meyakinkan Nana untuk segera menandatangani surat kontrak kerja.
Nana pun mengangguk-anggukan kepalanya tanda dia sadar bahwa apa yang dikatakan oleh sang manajer itu ada benarnya, saat ini dirinya bukan lagi seorang Nona muda namun harus benar-benar bekerja menghemat supaya dirinya bisa bertahan selama mungkin dari kungkungan keluarganya yang begitu menyesakkan.
" Baiklah!! Aku akan menandatanganinya segera. Mana pulpennya biar aku bisa langsung menandatanganinya." tata nama sambil tidak lagi membaca surat kontrak yang tertera di sana. diam-diam sang manajer mengulum senyum karena dia bisa mendapatkan tanda tangan Nana tanpa banyak protes lagi. Padahal dia berpikir bahwa Nana ini sangat cerdas tapi rupanya gadis ini masih terlalu muda dan masih sedikit kurang berpengalaman.
__ADS_1
Setelah menandatangani surat kontrak yang dimaksud, Nana Langsung segera bersiap untuk pindah ke Villa yang dimaksudkan oleh sang manajer.
Nana akan diantar oleh supir Cafe menuju Villa yang dimaksud untuk bertemu dengan big bossnya.
"Pak, bosnya udah tua ya?" tanya Nana dengan sedikit kebingungan. Sangat mudah kalau tuannya udah tua. Anggap saja kayak baby sitter gitulah. Kerja gak akan terlalu sulit. Bagaimanapun dirinya nona muda, gak akan segampang itu kalau dirinya mau melakukan menjadi pelayan.
" Ah..masih muda kok, Non! Kabarnya malah tuan mudanya itu sangat hotttttt!" kata sang supir sambil ketawa tawa. Membuat Nana cuman bisa meringis saja.
" Emang kok bisa hot?"
" Tampan gitu lah. Dan denger denger juga masih lajang itu!" gosip sang supir dengan nada pelan, seakan takut kalau ada orang lain yang nguping. Padahal dirinya hanya berdua dengan Nana.
Nana semakin cemas. Takut kalau dia gak bisa mengendalikan dirinya bersama tuan muda yang katanya hot itu. Takut khilaf🤭
.
.
.
__ADS_1
TBC