Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 77.


__ADS_3

Hai readers, ini up ke dua untuk hari ini, thor pernah baca salah satu komentar dari pembaca yang mengatakan bahwa Anindya itu baru sekali sama Valen tapi langsung hamil kembar, itu berarti pembacanya tidak membaca dengan detil, karena Vallen ini melakukannya bukan hanya sekali dong, tapi berkali kali. Lain kali bacanya yang detil dan berulang, nah untuk up kedua ini thor mau kasih bonus 18++ dikiiiiiit. Jadi bagi yang tidak berkenan boleh diskip ya.


Jangan lupa untuk tetap like, gift, dan juga vote yesss!!! Semangat dari kalian membuat Thor semangat untuk meng update cerita. Happy reading!!


***


" Pikirkan saja bagaimana kamu menepati janji." kata Valen sambil tersenyum smirk.


" Eh?! Emangnya aku janji apa sih mas?" tanya Anin dengan wajah polosnya yang menggemaskan. Valen jadi pingin gigit istrinya.


" Mau bantu mas, supaya ga usah puasa." bisik Valen persis di telinga Anin, sambil menggigit cuping telinga istrinya dengan gemas. Anin hanya bisa berteriak kegelian.


" Ha ha ha , ish kalau yang begitu aja kamu bisa ingat sih mas!" tawa Anin menggema. Istrinya tampak cantik dengan tawa khasnya.Valen terbengong sampai akhirnya di cubit Anin dengan manja. Valen lega karena istrinya sudah tidak lagi merengek masalah There lagi. Selain bosan, Valen juga tidak mau sampe tergoyahkan. Puppy eyes istrinya akan buat dirinya goyah, apalagi sampai Anindia melakukan pertukaran pertukaran yang menguntungkan buat Valen, tapi Vallen tetap tidak mau itu terjadi karena dia ingin supaya sepupu dari istrinya itu Jera akan perilakunya yang jahat di masa lalu. Biarlah si Tere itu benar-benar membayar tingkah lakunya yang jahat itu dipenjara.


" Sayang, Aku mengingat akan janji kamu itu karena janji itu adalah hutang! Jadi ini rasanya saat yang tepat bagi Mas untuk menagih hutang. Soalnya singanya udah lama berpuasa, masa nggak ada waktu untuk buka puasa!" kata Valen dengan vulgar. Sampai istrinya itu memukul lengannya dengan kesal. Padahal Anin bersorak dalam.hati. Semenjak kehamilannya, dia sering memikirkan yang iya iya, apakah itu emnag pengaruh dari hormon kehamilannya? Kehamilannya terus yang disalahin padahal dasar Anin sekarang sudah mesum.


" Ya udah kalau gitu, ayo kita ke kamar mandi." ajak Anin dengan wajah sumringah. Sedangkan wajah Valen malah bengong kayak sapi ompong.


" Emang lokasinya harus di kamar mandi ya?" tanya Valen heran, dia sedikit curiga dengan apa yang diminta oleh istrinya apalagi istrinya mengatakannya dengan senyum senyum di wajahnya, semakin mencurigakan! Jujur Valen takut kalau istrinya hanya menggodanya.


" Ish.. mau buka puasa ga?" tanya Anin sambil manyun.


" Iya iya ... mau dong!" kata Valen cepat, takut ntar yang mau bantu malah ga jadi.


" Yuk, kita ke kamar mandi." seru Anin yang sudah bersiap turun dari tempat tidur. Tapi Valen tidak mengijinkan Anindya turun dari tempat tidurnya sendiri, lalu Vallen dengan sigap menggendong tubuh istrinya dan membawanya ke kamar mandi sesuai request.


Sesampainya di kamar mamdi, istrinya meminta untuk di dudukkan di atas kloset. Lalu kemudian istrinya itu dengan santai memberi perintah kepada Valen.

__ADS_1


" Ya udah sekarang buka bajunya dong!" kata Anin dengan santainya membuat kedua bola mata Valen membulat.


" Sayang, mas kan ga mau mandi sekarang. " katanya memelas. Bola mata Anin berputar karena kesal. Emang Valen ini terhitung kudet ( \= kurang apdet) dengan hal hal mesum kekinian macam ini. Apa mungkin karena hilang ingatan itu? pikir Anin dengan positif.


" Mau dibantu buka puasa ga?" tanya istrinya itu dengan nada sinis sambil berkacak pinggang.


" Ya mau dong sayang!!" kata Valen dengan cepat, sinyalmen istrinya bakal ngambek itu terlihat jelas. Makanya Valen tidak mau macam macam. Nanti kalau ga dapet jatah kan malah repot.


" Ya udah kalau begitu cepetan dong!! Buka bajunya." sergah Anin yang mulai kesal melihat suaminya yang lemot.


" Semuanya? Baju doang apa sama celana sekalian?" Tanya Valen meminta perintah secara detil. Anin hanya menatap suaminya dengan wajah datar. Ngeselin kan?


" Semua, jangan ada sisa!" perintah Anin dengan tegas. Sambil melihat suaminya yang mulai melucuti bajunya satu persatu dengan perlahan karena dia masih ragu. Anin malah seperti melihat live striptease, saat tubuh suaminya terpampang nyata di depan mata. Tubuh suaminya yang proposional walau bukan berupa otot otot yang menyembul tapi cukup seksi kalau dilihat lihat. Bahkan Anin sudah tidak sabar, tangannya yang nakal meraba dada suaminya yang sudah tak tertutup apa apa. Bahkan Anin sudah membelai tubuh suaminya itu dengan seduktif.


Valen merasa ada yang berbeda dengan sentuhan istrinya, mungkin karena sudah lama tidak dikasi jatah, sehingga desiran darahnya menggelegak lebih kencang dari biasanya menuju ke satu titik vital utama di tubuh Valen.


" Sayang...?!" suara Valen bergetar menahan rasa yang ingin meledak saat Anin melakukan sesuatu di pusat gairah milik Valen. Tapi Anin tampak acuh dan tetap bekerja secara steady disana.


Valen membelai rambut istrinya yang halus, memeluk bahunya, dan membiarkan istrinya menstimulasi miliknya yang tegang maksimal sampai akhirnya meledak karena sudah mencapai titik ******* paripurna.


Entah dengan siapa Anin belajar seperti ini, mesti di tanyakan sampai jelas. Rasa cemburu dan posesif kembali hadir mengingat banyak sekali yang sering mendekati istrinya.


Memang Anin hanya membantu suaminya saja karena dokter masih melarang dirinya melakukan hubungan suami istri karena mengkhawatirkan kondisi janin yang ada di dalam kandungannya.


Setelah membersihkan tubuh keduanya, Valen kembali menggendong istrinya untuk balik ke tempat tidur.


" Makasih sayang! Kamu pintar banget, by the way belajar dengan siapa?" tanya Valen berusaha menyembunyikan nada cemburu di tone suaranya.

__ADS_1


" Mbah google! Sama mbak Yutub!" sahut Anin enteng.


Seketika lega perasaan Valen mendengar itu, dan ekspresi wajahnya tercetak jelas kalau dirinya lega. Membuat Anin curiga.


" Kok wajahnya kelihatan lega? Emang kenapa? " tanya Anin kemudian.


" Enggak.. mas cuman bangga saja kalau kamu mempraktekan pelajaran di gugel dan yutub sama mas." kata Valen dengan nada santai.


" Ya iyalah, masa aku mau praktek sama siapa? Pacar juga ga punya, langsung dijodohin sama kamu kan, mas!" kata Anin dengan sinis.


" Tapi ga menyesal kan dijodohin sama suami yang tampan.!?" tanyanya dengan posesif.


" Mau menyesal tu emang sama siapa? Kan ga punya yang diidamkan juga." sahut Anin enteng.


" Gimana kalau dengan Pratama?" sontak kecemburuan Valen meningkat, mengingat nama itu, jangan jangan nama itu pernah singgah di hati istrinya seperti kata Pratama kemarin.


Benar saja ekspresi wajah Anin berubah. Valen jadi curiga. Apa benar Anin pernah suka sama Tama?


.


.


.


TBC


Haiz, Valen mengorek luka lama. Habis iya iya kok malah cari masalah. Haduh!!! Valen rese ah!!

__ADS_1


Ditunggu cerita versi Anin besok ya!!Kalau nunggu itu kan rasanya berdebar cemas.


__ADS_2