
" Eh awas mas!" teriak Baby yang langsung cemas melihat ada mobil hitam yang memotong jalan mereka.
Gustav dengan tenang menekan tombol bantuan yng ada di jam tangannya, jam tangannya itu otomatis terhubung dengan ken, dan Ryu asistennya. Jadi ia tek pernah cemas kemana mana sendirian karna ia memiliki back up.
Sejak peristiwa di taman Kunang Kunang, Gustav sudah memerintahkan anak buahnya untuk memantau dirinya dalam jarak sekitar 1 km, jadi mobil nya juga dipasangin GPS sehingga anak buah dari Gustav bisa memantau pergerakan Gustav dan mobilnya jadi bisa menolong Gustav dan baby kapanpun mereka membutuhkan.
Penumpang dari mobil hitam yang memotong Jalan mereka itu segera turun dan mereka semua memakai baju hitam celana panjang hitam dan juga topeng wajah yang berwarna hitam juga. Terlihat jelas kalau mereka sebenarnya akan melakukan hal yang tidak baik terhadap mobil yang dikendarai oleh Gustav dan juga baby.
Gustav Tetap tenang berada di dalam mobilnya dan mengunci mobilnya dengan baik supaya mereka tidak bisa mengganggu baby ataupun dirinya, mungkin orang-orang yang dikirim untuk mengganggu dirinya ini belum mengetahui bahwa mobil yang dipakai oleh Gustav Itu adalah sebuah mobil canggih yang Bahkan katanya saja tidak tembus oleh peluru, dan di dalam mobil itu bisa menembakkan senapan otomatis ke arah depan dan belakang.
Gustav tidak terlalu cemas dengan keadaan saat ini di mana Dirinya hendak dibaca oleh orang namun yang saat ini dia khawatir kan hanyalah kondisi istrinya yang sedang hamil muda, tentunya dirinya tidak mau kalau sampai ada apa-apa dengan anak yang ada di dalam kandungan istrinya itu.
"Kamu telepon ayah Valen dan jangan cemas karena mobil ini sanagt kuat bahkan tidak akan mempan dengan peluru senapan otomatis sekalipun." kata Gustav karena posisi jalan saat ini lebih dekat ke arah rumah Ayah Valen daripada dengan an-nas buahnya yang mungkin Tertinggal saat sekitar 1 km di belakang mobilnya.
"Baik, sebenrnya aku baik baik saja sih mas kalau mas ingin melawan mereka, aku bisa bantu." jiwa pembuat onar yang dimiliki oleh baby meronta-ronta karena dirinya memang sebenarnya tidak suka dengan hal-hal seperti ini, kalau saja posisinya saat ini tidak sedang hamil maka dirinya akan dengan segera keluar dan menantang orang-orang yang menghentikan laju mobil dari suaminya itu.
Baby selalu mengingat bahwa dirinya sudah memiliki ban hitam dalam bidang karateka dan juga martial art, membuatnya Tidak segan untuk melakukan kekerasan Apabila ada seseorang yang mengganggu jalannya.
"Baby, mas tidak suka kalau kamu pamer dengan kekuatan yang kamu miliki, memang saat ini mereka niatnya untuk mengganggu kita namun kalau biasanya kalau kita tidak perlu menggunakan tangan kita sendiri maka kita jangan turun tangan. Masih ada orang yang bisa membantu kita dan juga menguatkan posisi kita, ingat sampai kita melakukan pembelaan sampai kita menang dan kemudian mereka babak belur bisa jadi mereka memperkarakan kita ke kepolisian karena seringkali hal itu digunakan untuk memutar balikan fakta. Tapi beda halnya kalau kita sudah memiliki saksi, akan lebih mudah bagi kita kalau mereka ingin memutar Balikkan fakta, tidak mungkin bisa karena ada saksi yang bisa memberatkan mereka." kata Gustav dengan tenang, padahal orang orang yang diluar itu sudah menggedor-gedor bahkan mencoba memukul kaca dari mobil gustaf menggunakan batu.
"Baiklah mas, baby akan menelepon ayah," kata Baby sambil memencet no ayahnya yang tersave rapi di dalam ponselnya.
Setelah tersambung dengan nomer ayahnya, baby langsung mengatakan kepada ayahnya tentang kondisi yang saat ini dihadapi.
"Ayah, aku sama mas Gustav perjalanan ke arah rumah ayah, namun di tengah jalan aku sama Mas Gustav dihalangi oleh mobil hitam dan juga ada 5 orang yang turun dari sana menggunakan baju hitam dan topeng hitam jam serta berusaha merusak mobil dari Mas gustaf dan menyuruh kami turun." jelas baby sambil menatap kearah kata yang digedor-gedor oleh kelima orang tersebut Bahkan mereka sudah memakai batu untuk memecahkan kaca mobil gustaf namun gustaf hanya menatap mereka berlima itu dengan tatapan tenang karena dia tahu bahwa sekelas peluru saja tidak dapat menghancurkan mobil yang saat ini ini di tumpangi oleh Gustav dan juga baby.
" Black Mask?" seru ayah Valen dengan nada gusar.
"Kamu tenang disitu, ayah segera kesana, kirimkan lokasi dimana kamu sekarang berada." lanjut Ayah Valen dengan nada tergesa karena dirinya hendak segera sampai ke lokasi di mana baby dan juga Gustav berada.
Ayah Vallen tahu persis siapa Black Mask! Black mask adalah sekelas pembunuh bayaran yang biasa di sewa oleh orang-orang kaya untuk melenyapkan dan menyerang musuh-musuh mereka dengan cara yang cepat kilat dan juga mematikan.
__ADS_1
"Iya ayah, aku tunggu!" kata Baby dengan tenang.
"Mas kamu itu di mobil gak punya senjata ya? Kalau dalam keadaan Genting seperti ini kan enak kalau memiliki senjata." kata baby dengan nada merajuk karena dirinya kesal tidak bisa berbuat apa-apa melihat orang-orang itu berbuat anarkis dengan mobil yang ia miliki saat ini Namun baby juga heran kenapa mobilnya sama sekali tidak rusak bahkan ketika dipukul dengan batu kaca mobil dari Gustav itu itu tidak menimbulkan luka apa-apa.
"Lha buat apa? Karena mobil ini kan mobil yang sangat canggih Kok sayang jadi mereka sama sekali tidak akan pernah bisa melewati benteng pertahanan yang dimiliki oleh mobil ini bahkan Apabila ada bom yang meledak di samping mobil ini ini hanya ban nya saja yang pecah namun mobil dan juga kaca mobil ini tidak akan kenapa-kenapa karena memang di desain seperti itu." kata Gustav dengan nada santai melihat orang orang berbaju hitam itu tampak kesal melihat bahwa mobil yang dikendarai oleh Gustav dan juga baby itu tidak bisa diapa-apain.
Mereka, si black mask itu malah terlihat frustasi karena bingung Apalagi yang mereka harus lakukan untuk membobol pertahanan dari mobil tersebut, tanpa melukai orang yang ada di dalam mobil tersebut karena memang itulah perintah dari orang yang menyuruhnya yaitu menangkap wanita dari Gustav dan menyandra nya supaya Gustav bisa dikendalikan.
Tapi karena segala cara sudah dipakai oleh Black Mask tapi tidak bisa membuka bahkan tidak bisa menculik orang yang ada di dalam mobil maka mereka memutuskan untuk memakai senjata api untuk membuka pintu samping sebelah kiri yaitu tempat baby duduk.
Dor dor dor...
Rumah besar keluarga Weston yang hanya berjarak 500 meter dari tempat di mana kejadian perkara ada tentunya mendengar suara tembakan yang sangat keras itu.
Ayah Valen dan juga beberapa pengawal yang terbiasa untuk melakukan hal-hal seperti itu langsung saja menuju ke arah tempat dimana terdengar suara
tembakan senjata api, Ayah Valen hanya berdoa supaya anaknya tidak kenapa-kenapa juga menantunya tidak tertembak. Sesampainya Vallen ke tempat kejadian perkara, ia melihat bahwa 5 orang berbaju hitam dan bertopeng hitam tampak putus asa untuk membuka pintu mobil dan juga memecahkan kaca mobil milik Gustav.
Valen yang memang sudah sangat piawai dalam menggunakan senjata api tentunya bidikannya tidak pernah meleset, sehingga kelima orang tadi tersungkur di jalan dengan luka di kaki dan tangannya.
Valen langsung menyuruh anak buahnya untuk segera mengeksekusi orang-orang tersebut agar bisa diketahui Siapa sebenarnya yang sudah menyuruh kelima orang itu untuk melakukan hal-hal yang buruk kepada anak perempuan satu-satunya dan juga menantunya yang tersayang.
Pengawal dari Vallen yang sudah mengetahui apa yang harus dia lakukan langsung saja meringkus kelima orang itu dan membawa kelima orang itu ke dalam mobil yang sengaja dibawa oleh Vallen untuk membawa barang buruannya.
Saat kelima orang itu sudah dimasukkan ke dalam mobil, tibalah Ken dan juga aak buah dari Gustav ke lokasi kejadian, namun tentu saja Ayah Valen sudah bisa membereskan pengganggu pengganggu itu dalam waktu itu yang sesingkat-singkatnya.
Gustav dan juga baby membuka pintu mobilnya dan menemui Ayah Vallen yang menunggu di luar mobil, dan menatap kagum kepada mobil Gustav yang benar-benar aman ketika ada invansi seperti ini.
"Keren banget mobil kamu, Gus!" puji Valen yang menatap luka luka kecil akibat timpukan batu dan sabetan peluru dari senjata api yang dimiliki oleh Balck Mask tadi.
"Iya yah, sejak kejadian di taman kunang kunang tempo hari, Gustav memperketat penjagaan dengan cara seperti ini karena baby tidak terlalu suka untuk terlalu banyak Bodyguard yang ada disekitarnya maka Gustav sengaja membeli mobil dengan perlengkapan yang kuat mobil ini terbuat dari besi baja yang memang tidak akan mempan dengan peluru bahkan kalau bom mampir di samping mobil maka mobil ini tidak akan terbakar." jelas Gustav dengan nada sumringah melihat ayah mertuanya yang kagum dengan mobil yang ia miliki.
__ADS_1
Ayah Valen menatap mobil itu dengan kagum membuat Gustav langsung berinisiatif untuk menawarkan kepada mertuanya itu apakah mertuanya mau apabila dia membelikan mobil yang sama untuk ayah Valen
"Ayah apakah mau kalau aku pesankan 1 mobil seperti ini buat ayah dan ibu?" tanyanya dengan nada hormat. Ia kagum juga dengan kepiawaian Ayah mertuanya itu dalam memegang senjata api, karena tembakannya tadi tidak ada satupun yang meleset. Bahkan kelima-limanya bisa langsung dibekuk oleh anak buah dari ayah Vallen karena sudah dilumpuhkan langsung oleh ayah Vallen.
" Wah jelas ayah mau..." kata Valen dengan segera, dan melihat anak buah Gustav yang terlambat Dia segera merubah ekspresi wajahnya, menyuruhku untuk segera mengatasi anak buahnya yang terlihat lamban.
"Anak buah kamu harus segera ditangani dengan benar supaya mereka tidak lamban dalam bekerja seperti ini kalau tidak nyawa adalah menjadi taruhannya." kata ayah Valen yang kembali dingin dan kemudian membawa baby ke dalam pelukannya lalu memasukkan baby ke mobil miliknya sendiri untuk Diajak pulang, meninggalkan Gustav untuk mengurus anak buahnya yang yang dinilainya lamban untuk menolong tuannya.
Lalu setelah Ayah Vallen dan baby pergi beserta anak buahnya dari ayah Vallen juga tidak ada, Maka Gustav langsung memarahi asistennya karena dinilainya lamban untuk menolongnya.
"Kenapa terlambat?"tanyanya dengan dingin.
"Tuan, ternyata yang diserang mereka bukan hanya tuan dan nyonya, namun tadi kami juga mendapatkan halangan yang sama, beruntungnya kami bisa melepaskan diri walaupun kami tidak bisa menangkap mereka." kata Ken sambil menundukkan kepalanya, Ia malu karena tidak bisa menolong tuannya.
"Hah? Siapa mereka?" gunam Gustav dengan lirih. Ia bingung kenapa tiba tiba ada gangguan seperti ini, disaat kabar bahagia yang seharusnya bisa membuat hidupnya berwarna, malah banyak cobaan yang menghalangi.
"Kami juga tidak tahu karena kami tidak berhasil untuk menangkap mereka." katanya masih dengan menundukkan kepala.
"Yang menyerang Aku tadi sudah dibawa oleh Mertuaku ke markasnya, Mungkin kita bisa mengorek keterangan dari mereka berlima yang menyerang aku tadi." katanya sambil menyuruh semua orang untuk masuk kedalam mobilnya masing-masing dan pergi ke rumah mertuanya itu supaya bisa segera mengetahui sebenarnya siapa yang menjadi dalang dari kejadian tadi.
.
.
.
TBC
Kira kira siapa yang ada dibalik kejadian tadi ya?
Akan up terus mulai besok 1 hari 1 secara teratur, kalau bisa 2 akan di up sama thor 2 x sehari, kala ada konten vulgar akan di up di maam hari, wk wk dengan sinyal 21++ kalau ada tulisan kayak gitu lebih baik di skip aja ya. Jangan lupa like, komen, dan juga hadiah serta vote ya. Happy reading!!
__ADS_1