
Valen penasaran, dia hanya ingin tahu apa sih sebetulnya hubungan dari laki-laki itu dengan istrinya. Setahunya, dulu istrinya belum pernah memiliki kekasih jadi menurut Anindya, Vallen itu adalah kekasih pertamanya.
Ayah Wili juga sudah menjelaskan kepada Anindya bahwa pada waktu itu ketika penculikan terjadi Vallen belum memiliki kekasih maupun istri. Dan itulah yang membuat Anindya menjadi lega, karena satu-satunya yang membuat Anindya takut pada lah kalau kalau Valen itu memiliki istri pada saat dia kehilangan ingatan. Tapi setelah tahu dari Ayah bawa Vallen ini memang belum memiliki istri maupun kekasih, Anindya menjadi lega.
Akhirnya selama perjalanan ke tempat rahasia itu Erik menceritakan tentang siapa laki-laki yang berwajah menyeramkan itu. Jadi Vallen semakin ingin bertemu dengan laki-laki itu. Maka sesampainya Vallen di Ruang Rahasia milik Erick dia langsung turun dan juga bersiap untuk menginterogasi laki-laki yang bermuka menyeramkan tadi.
Laki-laki yang bermuka menyeramkan itu adalah Pratama. Laki-laki itu dahulu adalah tetangga masa kecil Anindya. Dia sudah mengakui kepada Erik bahwa dirinya memang menyukai Anindya. salah satu penyebab kenapa dia menyukai Anin dia adalah karena bagi dirinya Anindya itu adalah Dewi penolongnya. Bekas luka yang ada di wajahnya itu memiliki sebuah cerita. dahulu semasa masih kecil terjadi perampokan di rumahnya, wajahnya itu tergores pisau dengan sangat dalam dari perampok yang membunuh kedua orang tuanya juga. Anindya lah yang mengetahui kejadian perampokan di rumah Pratama lalu dia memanggil kakek Arka untuk menolong keluarga Pratama tapi karena kondisi waktu itu tidak memungkinkan sehingga yang dapat diselamatkan oleh kakek Arka hanyalah kedua anak itu saja.
Kemungkinan kalau tidak diselamatkan oleh Anindya dua anak itu bakal dibunuh bersama dengan orang tuanya.
Menurut cerita Pratama kepada Erik benih-benih cinta yang dialaminya tumbuh ketika ia melihat kecantikan Anindya dan juga kebaikan hatinya.
Mendengar cerita dari Erik tadi sebetulnya hati Vallen semakin panas, dia geram dengan kelakuan Pratama yang sudah berniat ingin memisahkan dirinya dan juga istrinya. Kalau memang ingin melindungi Anin tidak dengan menculiknya untuk dijauhkan dari dirinya kan?
Jadi saat dia sampai ke ruang interogasi dan melihat wajah Pratama di sana, tangan Vallen menjadi gatal ingin kembali memukuli wajah Pratama yang sudah tampak menyeramkan dengan darah yang memang belum dibersihkan dari tadi.
Untung saja Erik sadar kalau temannya ini masih panas jadi dia tidak membiarkan Vallen mendekati Pratama.
" Yang menyuruh laki laki ini juga sudah kamu tangkap?" tanya Valen kepada Erik. Erik hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanpa menjawab dengan suara. Vallen nampak puas dengan jawaban Erik. Lalu dirinya menatap ke arah laki-laki yang sudah dengan berani menculik istrinya yang sedang hamil. Dan memulai perkataannya..
" Kamu tahu kan kalau Anin itu adalah istriku yang saat ini dia sedang mengandung anakku. Kamu membuat aku hampir kehilangan istri dan anakku." kata-kata Valen ini membuat laki-laki itu menjadi iri karena Vallen memiliki Anindya.
__ADS_1
" Aku mencintainya sama seperti kamu mencintai Dya."
Darah Vallen kembali mendidih mendengar bahwa laki-laki itu memiliki nama panggilan sayang untuk Anindya istrinya.
Sebuah tamparan keras ditujukan ke wajah laki-laki itu karena Valen tidak ingin kalau laki-laki itu memanggil nama Anindya begitu intim.
Plakkk!! Wajah laki-laki itu sampai menoleh ke samping berlawanan dengan arah pukulan Vallen.
" Jangan kamu berani-beraninya memanggil istriku dengan panggilan intim seperti itu." surga nya dengan nada kasar. Tapi laki-laki itu hanya tersenyum sinis dengan ancaman yang diberikan oleh valendra. Laki-laki itu bahkan menatap Valen dengan tajam.
" Kamu bisa tanyakan kepada istrimu itu apakah dia mengenal dengan kakak Tama kesayangannya? Kalau sampai istrimu tahu kalau kamu yang menyakiti Kakak Tama kesayangannya dia pasti akan sangat kecewa kepadamu." katanya dengan nada percaya diri, membuat Valen menjadi sedikit ragu.
Dia tidak mau membuat Anindya istrinya itu kecewa dengan apa yang dia perbuat. Bahkan sebisa mungkin dia menyembunyikan bahwa There yang telah menculiknya. Dia tidak mau kalau sampai Anin kecewa. Bahkan Vallen juga berusaha Anin tidak tahu tentang keinginannya membuat There menjadi gila sebagai hukuman atas perbuatannya yang sudah memerintahkan orang untuk menculik Anindya.
" Coba saja kamu hubungi istrimu dan tanyakan langsung kepadanya." tentang laki-laki itu dengan nada percaya diri yang belum luntur.
" Tidak perlu!! aku tahu kalau kamu memancing emosiku supaya aku menghubungkan kamu dengan istriku kan? Tidak semudah itu! Aku bukan orang bodoh yang bisa kamu manfaatkan untuk menghubungkan kamu dengan istriku. Kalau perlu dia tidak perlu tahu bahwa ada kakak Tama disini! Karena kamu akan kulenyapkan!" kekeh Valen dengan nada riang.
" Sialan!!" umpat laki laki itu melihat Valen tidak terkecoh dengan apa yang dia katakan.
" Bawa laki-laki itu dan juga wanita yang ada di kamar belakang menunggu istriku kemarin, bawa mereka semua ke penjara! Aku tidak mau tahu bagaimana caranya kalian harus membuat orang itu tidak bisa lagi menyentuh istriku." kata Vallen dengan nada dingin.
__ADS_1
" Bagaimana dengan There? Aku sudah membawanya juga, beserta dengan barang bukti-bukti yang diberikan oleh laki-laki itu, rekaman rekaman video dan juga perintah-perintah yang diberikan kepadanya melalui SMS." kata Erik.
" Sebenarnya aku ingin sekali membuat There menjadi gila karena apa yang sudah ia dilakukan terhadap istriku. Tapi tadi ayah melarang aku untuk melakukan itu. Katanya itu akan berpengaruh dengan anak-anakku kelak. Jelas aku tidak ingin anak-anakku terkena imbas dari apa yang dilakukan sekarang. Oleh karena itu aku akan menyerahkan kepadamu, There dengan bukti-bukti dan segala sesuatu yang memberatkan dirinya. Aku ingin dia di penjara seumur hidup. Aku tidak akan lagi turut campur di dalam urusan itu. Kamu uruslah itu sampai selesai." kata Vallen dengan wajah lelah. dia tidak pernah habis pikir kenapa sepupu istrinya itu tidak puas puasnya melakukan hal-hal yang membuat istrinya celaka.
Bagi Vallen ini adalah kesempatan terakhir There untuk bertobat kalau sekali lagi dia melakukan hal yang mengganggu ketentraman rumah tangganya maka Valen tidak akan segan-segan melakukan apa yang sudah dia ancam kan semula yaitu membuat There menjadi gila dan dia akan berusaha supaya There masuk rumah sakit jiwa.
" Bos ingin menemui There terlebih dahulu? " tanya Erik dengan nada menggoda.
" Keep it for yourselves!! " katanya sambil bergidik jijik.
Valen l antas keluar menemui Revan yang juga sudah masuk ke ruangan rahasia itu. Sebenarnya Revan datang untuk memantau apa yang dilakukan oleh Vallen dan melaporkannya kepada ayah. Tapi melihat cerahnya wajah Erik, Revan langsung bisa mengambil kesimpulan bahwa Valen melakukan apa yang tadi dikatakan oleh ayah Willy. Dan Revan bersyukur untuk itu.
" Jangan sampai There tahu kalau aku ada di sini tadi!" pesan Valen yang keluar mengajak Revan, padahal si Revan baru saja masuk.
.
.
.
TBC
__ADS_1
sah 2 ep ya... Jangan lupa like, vote dan gift yaaa!!! Happy reading