
Hai readers, i am back!! Jangan lupa untuk like, gift dan Vote ya. Kalau bisa sih sekalian di share kan supaya ceritanya bisa di ketahui oleh yang lain. Wk wkw kw , makasih buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Happy reading!!
***
Akhirnya mereka bertiga membahas rencana itu dengan santai sambil makan siang. Dan kemudian berpisah di jalan karena Erik hendak menyiapkan keperluannya nanti malam. Sedangkan Revan balik ke kantor dan Valen kembali ke panti.
Sesampainya di rumah, Erik langsung menyiapkan beberapa piranti untuk penyamaran dirinya.
Ternyata dia memakai sebuah topeng tipis yang membuat wajahnya terlihat seperti berjerawat.
Erik berkali-kali mencoba untuk bergaya dengan wajahnya yang baru, dan dia sangat puas karena wajah yang tampan tertutup dengan jerawat dan memang wajahnya jadi berubah menjijikan.
" Aku yakin kalau seandainya Bill Weston melihat wajahku dia pasti tidak akan bisa mengenali aku. Apa aku coba dulu aja Ya jalan-jalan keluar, ke arah tetangga kalau mereka tidak mengenali wajahku berarti memang benar aku tidak bisa dikenali dengan mudah." Erik merasa bahwa idenya itu sangat menarik dan layak untuk dicoba. kalau tetangganya saja tidak mengenali dirinya bisa dipastikan Bill Weston pasti juga tidak akan mengenali dirinya.
Lalu Erik memulai skenarionya dengan keluar dari rumah dan mencoba berbelanja di sebuah warung milik tetangganya.
" Bu mau beli sabun tapi uangnya kurang." kata Erik dengan nada yang berbeda dari biasanya. Dia sengaja berakting semelas mungkin supaya tidak diketahui oleh ibu si penjual warung.
" Ya tidak apa-apa Mas! Masnya boleh bawa dulu saja. Kayak sama orang lain aja." kata ibu si pemilik warung dengan nada santai.
Hal ini membuat Erik menjadi gemas dan kesal, berarti penyamarannya gagal! Terbukti, Ibu ini saja bisa menebak dirinya dengan baik Lalu bagaimana dengan Bill Weston yang terkenal licik?
" Eh.. emang ibu tau siapa saya?" tanya Erik dengan nada gelagapan dia tidak menyangka bahwa ibu pemilik warung itu sangat luar biasa pandai.
" Lah ya tau to mas Erik. Kita kan bertetangga sudah lama, mosok Ibu ndak tahu sama mas Erik yang sudah sering belanja ke sini." sahut Ibu pemilik warung itu dengan nada gamblang. lagi-lahi hal ini membuat Eric kesal karena menurutnya dia sudah berubah dari segi wajah dan penampilan nya saat ini.
" Apa yang bikin ibu bisa mengenali saya ? Padahal saya kan sudah berubah penampilan. Niatnya sih mau ngeprank ibu. Eh malah ketahuan." kata Erik beralasan.
" Mas Erik ini lucu, lah tadi kan mas Erik keluar dari rumahnya sendiri, Lagian bentuk badan sama pakaiannya itu kan yang sering dipakai sama mas Erik. Jadi nggak perlu jadi detektif untuk bisa mengetahui bahwa yang tadi mau beli tapi uangnya kurang itu adalah Erik." kata si Ibu ini dengan logat Jawanya yang kental.
Erik hanya bisa terbengong bengong saja saat si Ibu pemilik warung itu menjelaskan bagaimana dia bisa mengetahui bahwa yang barusan bertemu dengan dia itu adalah Erik.
__ADS_1
Erik menganggap si Ibu pemilik warung ini berbakat untuk menjadi seorang detektif handal. Dia bisa memperhatikan outfit yang saat ini dipakai oleh Erik ternyata adalah outfit yang sering dipakai saat berbelanja ke warung si Ibu ini. Jadi akan lebih baik Kalau nanti dia sedikit berhati-hati mungkin dengan mencukur rambutnya atau memakai pakaian-pakaian yang tidak pernah dia pakai sebelumnya. Juga nantinya Erik akan berusaha untuk mengubah logat menjadi logat Jawa ketimbang Dia memakai logatnya sendiri yang tidak ada nuansa Jawanya.
" Wah, Terima kasih Bu untuk masukannya. sebenarnya Ibu ini punya bakat untuk menjadi seorang detektif, sebenarnya sayang kalau ibu hanya sekedar menjadi pemilik warung saja." kata Erik memprovokasi si Ibu.
" Mas ini sebetulnya bukan bakat jadi detektif tapi karena Ibu sudah terbiasa kepo dengan urusan sekitar. Maklumlah ibu-ibu itu emang kan biang gosip. Seperti ibu-ibu di kampung ini selalu membicarakan mas Erik, hitungannya mas Erik itu adalah kembang desa."
" Loh, kok bisa saya jadi kembang desa? saya kan laki-laki Kok malah jadi kembang desa." sungut Erik dengan nada lesal dikatain kembang desa.
" Maksud ibu, mas Erik itu selalu jadi topik pembicaraan teratas bagi ibu-ibu."
" Oh ya? " Erik merasa tersanjung karena sudah menjadi buah bibir di kalangan ibu-ibu. Walaupun hanya sekedar buah bibir di kalangan ibu-ibu yang penting kan tenar dan menjadi topik pembicaraan, pikir Erik dengan sombong.
" Iya, ibu-ibu di Kampung ini sering membicarakan tentang mas Erik. Kata mereka begini, ganteng-ganteng kok nggak punya istri! Ganteng-ganteng kok jomblo! Truk aja ada gandengannya kok mas Erik tidak punya gandengan. Yang lebih parahnya lagi Mas mereka itu berpikir kalau mas Erik itu tuh ibarat magnet itu bukan tarik-menarik tapi tolak menolak alias Medan magnetnya sama alias homogen." perkataan si Ibu ini bukan hanya melukai harga diri Vallen tapi juga menohok perasaannya. Wajah Erik yang tadinya semringah menjadi mendung tanpo Udan. Dia auto kesal karena si ibu meng ghibah kan dirinya. Meski jomblo, tapi kan dirinya adalah JOJOBA jomblo jomblo bahagia.
Awalnya Erik memuja si ibu dengan segala prediksi yang tepat tadi, memuja karena dipikir si ibu dan geng membicarakan ketampanannya, sekarang berbalik membenci geng si ibu karena ternyata di ghibahin homogen... astagaaaa Erik masih doyan lubang ya... wk wk wk ..
" Bu saya permisi!" kata Erik sok sopan.
" Ga jadi beli!!"
" Lha kenapa? Ga ada duit kan biaa ngutang dulu mas." katanya sambil menyodorkan sabun yang tadi diminta Erik.
" Ga mau!! Nanti saya di ghibahin, udah magnetnya tolak menolak, eh suka ngutang juga. Bye!!" kata Erik dengan nada kesal. Tapi herannya si ibu malah tertawa terbahak bahak membuat Erik penasaran kenapa si ibu pemilik warung itu malah ketawa ketiwi. Bukankah tadi si Erik udah pasang wajah sok keras karena kesal dengan kabar yang diberikan oleh si ibu pemilik warung itu?
" Lha kok ibu malah ketawa ketawa sih. saya ini marah kok malah diketawain. Emang ibu itu mikir apa kok bisa ketawain saya?" banyak murid yang tiba-tiba juga penasaran kenapa si Ibu ini malah mengetawain dirinya.
" Y N T K T S.." jawab si ibu santai.
" Hah? Apa itu?" tanya Erik penasaran.
" Yo Ndak Tau, Kok Tanya Saya...Ha ha ha ha.." sahut si ibu dengan gaya jahilnya.
__ADS_1
Erik semakin kesal dong! Bisa bisanya pria tampan dan modern seperti dirinya bisa kalah dengan seorang ibu-ibu penjaga warung saja? Masa si ibu-ibu lebih gaul daripada dirinya dan ngerti bahasa bahasa slengean.
Karena Kesal si Erik langsung berlalu dari tempat itu. Tanpa pamit... tolong dicatat ya.. tanpa pamit lagi.
Setelah Erik berlalu si Ibu ini hanya bisa berkata dengan lirih, pantesan saja jodohnya jauh lah orang kok sukanya marah-marah. Tampang boleh ganteng, wajah dan penampilan keren, tapi kalau sukanya marah marah kayak begitu ya wanita-wanita pasti lari.
Sedang, Erik yang pulang dengan membawa kegondokan hatinya berusaha meredam kekesalannya dengan mandi dan segera bersiap untuk berangkat ke tempat prostitusi milik Alicia. Mungkin dia akan minum minum tipis disana. Yah maklum kekesalan hatinya harus bisa dihalau dengan bersenang senang.
Sebetulnya dia ingin menunjukan betapa dirinya bisa mendapatkan banyak wanita cantik, dan ingin mengatakan sama semua orang kalau keadaannya saat ini karena ia terlalu pemilih.
Erik juga ingin sekedar icip icip di tempat yang menggelar banyak wanita cantik nan seksi di sana, tapi sahabatnya sudah memperingatkan kalau dia tidak boleh melakukan hal itu. Erik berteriak frustasi.
" Ini semua gara gara si ibu pemilik warung tadi!!" teriaknya kesal. Dan alhasil ibu si pemilik warung tersedak dan berkata.
"Ya ampun.. siapa yang lagi mengata ngatain aku? " gunam si ibu pemilik warung...
.
.
.
TBC
Thor: wk wk wk.. Buuu yang lagi ngrasani kamu adalah Erikkkkk!!!
Erik: Thor .. aku dikasi pasangan dong! 😭dipojokan
Thor: cup cup.. nanti takasi... pasangan sendal kamu yang ilang. ha ha ha
Maaf, abaikan aja yang ini. Thor lagi ga jelas gara gara gajian belum turun dan ini sudah akhir bulan guysss 😭😭😭
__ADS_1
Hibur thor dengan vote, like dan.gift dong!!