Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
S2. Syarat buat Gustav part 4


__ADS_3

Jangan lupa like, komennnnn yang banyak, trus kasi vote dan hadiah juga. Jangan cemas ya guys, semua komen aku baca, walau gak kubalas 1 per 1, dan thank you yang sudah komen dan kulike juga kok. Thor menghargai semua komen kalian... muach muachh...happy reading!!


***


" Maksudnya?"


" Ayah tiri saya adalah Billy Weston..."


" Apaa????"teriak Valen dan Anin bersamaan


" Iya! Dan pada waktu terakhir ayah tiri meninggal adalah saat usia saya masih sekitar 13 atau 14 tahun." jelas Gustav dengan nada tegas tanpa Gentar.


" Jadi.. jadi... paman Billy meninggal?" tanya Valen dengan nada tegas, dan Gustav hanya menjawab dengan mengangguk-anggukan kepalanya saja.


" Kamu yakin?" tanya Vallen lagi dengan pandangan menyelidik. karena setahu Vallen jasad dari Paman Billy tidak pernah ditemukan sampai dengan hari ini. Jadi Vallen juga masih belum bisa percaya 100% kalau Paman Billy sudah meninggal.


" Jelas saya yakin 100% karena yang menemukan Ayah Billy adalah saya sendiri, bahkan Ayah Billy sempat berpesan kepadaku untuk membalaskan dendam terhadap keluarga Weston, karena keluarga Weston sangat tidak adil kepada dirinya." jelas Gustav dengan santai. Sedangkan Valen dan Anindya hanya bisa saling bertatapan kebingungan, apa coba maksudnya Billy Weston dengan mengatakan hal tersebut kepada Gustav mempengaruhinya untuk membalas dendam kepada keluarga Weston.


" Jadi maksud kamu mau menikahi Anak perempuanku satu-satunya itu untuk membalas dendam atas kematian Billy Weston? Ayah tiri kamu?" tanya Valen dengan suara meninggi. Anindya berusaha memegangi lengan dari Vallen untuk tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis seperti memukul Gustav atau melakukan hal yang lain, karena Anindya percaya bahwa si Gustav ini bukanlah orang yang jahat. Bukankah Vallen juga tahu bahwa istrinya itu bisa melihat performa dan pribadi orang lain.

__ADS_1


" Bukan, tadi kan ayah mertua bertanya bagaimana kamu bisa yakin bahwa ayah tiri kamu benar-benar sudah meninggal? Jadi saya menjawab apa adanya, waktu itu memang saya yang memapah Ayah tiri saya dan kemudian Ayah Billy itu meninggal di pangkuan saya, kemudian saya juga yang menyuruh pengawal dan anak buah-anak buah dari keluarga Dimitri untuk membawa ayah tiri saya itu untuk kemudian dimakamkan di pemakaman keluarga disandingkan dengan ibu kandung saya yaitu Tiara Alexa Dimitri." jelas Gustav dengan nada datar dan dingin. Ia mengingat masa-masa di mana dirinya membenci keluarga Weston karena hasutan dari ayah tirinya itu. Padahal dirinya sama sekali tidak memiliki hubungan darah dengan Billy Weston.


" Lalu, apakah kemudian kamu ingin melaksanakan apa yang menjadi perminraan ayah tiri kamu itu?" tanya Anin dengan nada halus.


" Tentu tidak! Kakek tidak pernah mengajarkan untuk membalas dendam. Kakek juga orang pertama yang tidak menginginkan saya untuk membalas keluarga Weston." kata Gustav dengan tegas.


" Tapi kakek kamu juga yang menolak proposal saya tentang pulau pribadi kamu yang dijadikan tempat untuk memoles permata dan batu mulia." sanggah Valen dengan nada kesal.


" Ohhh itu, kakek bukan ingin membalas dendam kepada keluarga Weston. Tapi itu hanya semata-mata supaya saya tidak dekat dengan keluarga Weston sehingga menghindari hal-hal yang mungkin bisa mengiritasi saya terhadap keluarga Weston. Intinya kakek hanya ingin menjauhkan Saya dari keluarga Weston supaya benih-benih kebencian yang sudah terlanjur ditaburkan oleh Billy Weston bisa segera hilang. Seiring berjalannya waktu Kakek selalu menanamkan sesuatu yang baik sehingga pada akhirnya ketika kenyataan terbuka dan saya mengetahui bahwa Bill bukan ayah kandung saya, jadi saya diminta untuk mengurungkan niat saya membalas dendam. Kakek bagi saya adalah segalanya jadi apa yang menjadi keinginan terakhir dari kakek akan saya lakukan yaitu membatalkan perjanjian saya bersama ayah tiri saya." kata Gustav dengan nada sendu. Anindya yang yang mendengar apa yang sudah dikatakan oleh Gustav itu menjadi bangga jika ternyata sang kakek sudah memberi landasan yang baik untuk seorang anak yatim piatu, seperti Gustav. Dan sebelum Valen meneruskan pembahasan tentang pulau pribadi itu, Anindiya sudah langsung mengucapkan selamat sama Gustav, sehingga Valen hanya bisa mangap mangap saja melihat Anin sudah begitu gercep. Anin jujur tidak setuju dengan permintaan mahar Valen.


" Baiklah, kamu lolos 1 persyaratanku. Selamat ya." kata Anin sambil ingin memeluk Gustav sebagai calon menantu kesayangannya. Tapi valen yang sudah berjaga jaga di tengah tengah mereka dan tidak mengijinkan Anin untuk memeluk Gustav. Bahkan ia berdiri di tengah tengah mereka supaya Anin tidak bisa memeluk calon menantunya itu.


" Emang kamu sekarang berubah jadi teletubies? Apa apa dikit pelukan? Sama aku aja kamu ga dikit dikit minta peluk." kata Valen dengan wajah manyun. Anin tertawa melihat Valen yang kesal dengan dirinya. Kelihatannya dia merasa cemburu dengan apa yang sudah dilakukan oleh Anindya kepada Gustav. Padahal Anindya melakukan itu semua karena merasa kasihan kepada Gustav yang tidak memiliki orang tua setelah dirinya dilahirkan ke dunia ini. Berarti kan dari kecil kusta tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu dan juga Sebatang Kara. Apalagi sekarang ketika kakeknya juga sudah meninggal berarti dirinya hanya sendirian saja di dunia ini.


Anindya hanya sedikit menunjukkan rasa simpatinya sebagai seorang ibu dari tiga orang anak, dan menganggap Gustaf juga menjadi anaknya sendiri karena kelak dia akan menikah dengan baby Ly, anak perempuan satu satunya.


" Astaga ayah, sama anak sendiri masa cemburu.. malu tau!!" kata Anin sambil mencubit manja suaminya yang tengah memeluknya itu. Gustav yang melihat seluruh drama yang disajikan oleh Vallen dan juga Anindya menjadi sedikit iri karena dirinya tidak pernah mendapatkan kasih sayang sedikitpun dari Ayah atau Ibu Untung saja kakek Dimitri selalu membagikan kasih sayangnya tanpa henti sehingga dia merasa paling tidak masih ada yang menyayanginya di dunia ini.


" Lalu apa syarat selanjutnya, ibu mertua?" tanya Gustav dengan sopan tapi juga dia ingin segera bisa mengetahui apa saja yang menjadi persyaratannya dan dirinya juga harus bisa memenuhi semua persyaratan yang diajukan oleh ibu mertuanya itu sehingga izin untuk bisa menikahi anak perempuan satu-satunya itu bisa segera terlaksana.

__ADS_1


" Ini hanya sebuah syarat terakhir, Ibu ingin kamu tidak menceritakan bahwa ayah dan ibu sudah memberikan kepada kamu kamu izin untuk menikahi baby Ly, sebetulnya Ibu ingin sedikit memberikan hukuman kepada baby Ly yang berani-beraninya pergi dari rumah tanpa izin. Jadi anggap saja kamu belum menerima izin itu. Ibu meminta agar besok kamu benar-benar melamar Putri kesayangan Ayah Valen itu dengan benar. Jadi nanti setelah makan kamu boleh pulang terlebih dahulu dan besok pagi-pagi sekali baru kamu datang kemari beserta orang-orang yang dituakan di rumah kamu untuk melamar dengan benar, setuju?" kata ibu Anindya dengan wajah sumringah.


" Sayang, kamu kasih ijin?"


" Iyalah!"


" Ayah mertua, apa ayah ingin surat pulaunya sekarang?" tanya Gustav dengan segera, ia tidak ingin syarat ibu mertua gugur gara gara Valen.


" Eh tidak tidak... sekarang kita keluar. Ibu akan siapkan makanan buat semua. Ayo keluaarrr." kata Anin sambil menarik suaminya dengan segera. Sedangkan Gustav berada di depan dekat pintu jadi dirinya yang menarik gagang pintu agar mereka bisa keluar, namun naas ada sesuatu dari luar yang tampaknya bertumpu pada pintu sehingga ikut jatuh ke dada bidangnya saat Gustav membuka pintu dengan cepat.


" Kamu ngapain ada di pintu, sayang?" tanya Gustav kepada orang yang jatuh di pelukannya.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2