
Ini up yang kedua ya. Thor lagi baik hati nih! Langsung 2 sekaligus. Jangan lupa untuk menanam vote dan like serta gift yang banyak. Ditunggu feedbacknya. Happy reading!!!
" Sekarang katakan apa maumu?" tanya Vallen dengan nada dingin setelah mereka sampai ke sebuah ruangan yang diminta oleh Vallen kepada pihak rumah sakit, maklum rumah sakit itu kan milik keluarga Vallen.
" Kami berdua selaku orang tua dari Tere memohon pengampunan dari kamu dan juga Anindya. Kami juga sengaja tidak mengatakan itu kepada Anindya karena kami tahu mungkin Anindya akan berat sebelah kepada Tere. Kami tahu apa yang dilakukan oleh Tere itu bukanlah hal yang baik, bahkan kemarin Om juga sudah memukul Tere pertama kalinya di dalam seumur hidup anak Om itu, agar menjadi peringatan bagi dirinya supaya tidak melakukan hal-hal yang yang menjijikan semacam itu lagi. Tapi tolong Vallen juga memberikan keringanan agar Tere bisa menebus segala salah dan dosa nya itu." kata Dewa sambil kembali bersujud di kaki Valen. dalam hal ini Vallen hanya bisa terdiam dia selagi menimbang-nimbang apakah benar kedua orang yang ada dihadapannya ini benar-benar murni meminta maaf dan meminta pengampunan atau hanya sekedar drama saja.
" Oke kalau hanya itu yang menjadi permintaanmu Saya kira saya bisa mengabulkannya. saya akan mengampuni dia tapi tidak dengan perkara pidana yang sudah diurus oleh pihak Kepolisian. Tere akan tetap ada disana, dan mempertanggungjawabkan semua kesalahan yang sudah dia lakukan. aku tidak peduli juga kalau seandainya jaksa penuntut umum akan memberikan hukuman maksimal untuk dirinya yaitu hukuman mati atau hukuman seumur hidup." kata Vallen dengan nada kejam. Sebenarnya apa yang dikatakan oleh Valen adalah benar, Seharusnya dari dulu Tere itu merasakan bagaimana hukuman yang sebenarnya. sehingga dia tidak akan terkesan mengentengkan tindakan kejahatan yang sering sekali dia lakukan kepada Anindya sebagai sepupunya. tapi karena orang tuanya terlalu memanjakan Tere dan juga nenek sebagai orang yang dituakan malah mengajari Tere hal yang tidak benar.
" Valen, keputusan keringanan hukuman buat Tere itu memang aku pasrahkan kepada kamu, aku sendiri sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi karena memang semuanya adalah kesalahan Tere. Tapi perlu kamu juga tahu bawa nenek juga mengetahui kalau Tere akan melakukan hal-hal seperti itu. Malah kami berdua sebagai orang tuanya tidak pernah tahu tentang hal ini sampai saat di mana Tere masuk ke Kepolisian. Kami sebagai orang tua hanya bisa memohon kepada Vallen berbesar hati untuk bisa memberikan keringanan hukuman agar kami sebagai orang tua juga bisa menebus kesalahan kami. Kami terlalu menyerahkan masalah pengasuhan Tere kepada nenek dan orang-orang lain, kalau seandainya Vallen berbesar hati Untuk meringankan hukuman dari Tere atau bisa membebaskan Tere maka kami bersedia untuk membawa Tere dari Indonesia dan tidak pernah menginjakkan Indonesia lagi sehingga dia tidak ada lagi kesempatan untuk mengganggu hubungan rumah tangga kamu dengan Anindya juga dia tidak bisa lagi mengganggu Anindya." Kata Om Dewa dengan nada lirih, dia sangat tahu bahwa apa yang sudah dilakukan oleh anaknya dan juga keluarganya itu bukan tindakan yang terpuji sama sekali. Dia hanya bisa berharap kalau Vallen membesarkan hatinya untuk bisa mengampuni Tere dan memberi kesempatan pada mereka juga sebagai orang tua Tere menebus kesalahan mereka karena mengabaikan Tere hingga There menjadi anak yang brengsek seperti itu.
Sebelum Vallen bisa menjawab lagi perkataan dan permintaan Dewa kepadanya tiba-tiba pintu ruangan di mana Dewa dan Vallen beserta Ana bertemu, terbuka. Di sana ada Willy juga Revan yang masuk bersamaan tanpa mereka mengetuk pintu, ya Willy Weston adalah pemilik dari rumah sakit serta pemilik dari Weston Group. Jadi sebenarnya sah-sah saja ketika dia masuk ke dalam ruangan dimana Vallen ada. Sebenarnya dia takut kalau Vallen melakukan tindakan yang melawan hukum. Apalagi sekarang posisinya Vallen itu akan memiliki anak. Menurut adat istiadat orang Indonesia, saat orang tua itu akan menantikan buah hatinya mereka tidak boleh melakukan tindakan-tindakan yang bersifat pamali. Maka Willy selalu menjaga Vallen supaya Valen tidak melakukan hal-hal yang akan berimbas kepada anak-anaknya kelak.
__ADS_1
" Ayah?" sapa Vallen dengan nada heran, Kenapa tiba-tiba ayahnya turut masuk ke dalam ruangan dimana dirinya akan memberi pelajaran kepada orang tua daripada Tere yaitu Dewa dan Anna.
Sedangkan kedua orang lainnya yaitu Dewa dan Anna menatap takjub kepada ayah Vallen yaitu Tuan Willy Weston yang memiliki kharisma serta aura kepemimpinan yang begitu kuat.
" Kalian semua duduklah dulu." kata Willy dengan nada bijaksana, dia menyuruh baik Vallen, Revan, Dewa, dan Anna untuk duduk di kursinya masing-masing karena saat dia masuk ke dalam ruangan tiba-tiba ketiga orang itu malah berdiri bersamaan karena terkejut dengan kedatangannya.
" Valen, saya sudah mendengar tentang apa yang menjadi permintaan mereka berdua kepada kamu dan Anindya. Lalu apa yang menjadi respon kamu atau jawaban dari permintaan mereka?" tnya tuan Willy berharap kalau anaknya bisa bertindak bijaksana.
" Lalu bagaimana dengan kalian?" tanya Willy kepada Dewa dan Anna.
Dewa dan Anna saling bersitatap. mereka bingung bagaimana menceritakan kepada Willy tentang kondisi mereka. Tentu saja sebagai orangtua mereka menginginkan agar There mendapatkan pengampunan serta pembebasan dari hukuman. Tapi mengingat apa yang tadi sudah dikatakan oleh Vallen tentu itu bukan hal yang mudah. Tentunya mencoba peruntungan tidak ada salahnya, siapa tahu Tuan Willy akan memberikan pertolongan agar mereka mendapatkan keringanan hukuman untuk anaknya.
__ADS_1
" Maafkan atas kelancangan kami, sebagai orang tua yang turut andil dalam salah anaknya, Kami memohon supaya Vallen memberikan keringanan kepada There atau bisa membebaskan There sehingga kami bisa membawa Tere ke luar negeri dan tidak lagi kembali ke Indonesia supaya kami juga bisa menebus kesalahan kami yang sudah salah dalam mendidik anak. Tapi kalau memang ini tidak diizinkan kami mohon supaya There bisa mendapatkan keringanan hukuman." pinta Dewa dengan nada melas. Dia sudah benar-benar membuang semua harga dirinya supaya bisa mendapatkan pengampunan dari keluarga Weston.
" Untuk melepaskan There Saya rasa tidak mungkin! tidak ada yang bisa menjamin bahwa Tere tidak akan melakukan kesalahan yang sama. malah mungkin ketika Tere keluar dari penjara dia akan merasa bahwa itulah kemudahan dari kebodohan dari Vallen dan juga Anindya. Mungkin Vallen akan bisa membantu kalau seandainya itu hanya sekadar keringanan hukuman, agar There tidak sampai mengalami hukuman seumur hidup ataupun hukuman mati. Apakah itu sudah cukup?" tanya Willy dengan aura yang sabar dan aura kebapakannya yang kental.
.
.
.
TBc
__ADS_1
Apa Dewa puas? Apa kalian readers puas??? wk wk wk sweet komen ditungguuuđź’‹