Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
S2. Rencana Licik 2


__ADS_3

Brakkk tiba tiba pintu ruangan baby dibuka dengan kasar oleh ayah Vallen dan dibelakangnya ada juga dokter yang sudah diperintahkan untuk menolong kondisi baby saat ini.


"Ayah?" panggil Baby dengan suara lemah.


"Ini pasiennya?" tanya dokter itu sambil mendekati Baby dengan cepat dan mengeluarkan stetoskop untuk mengecek kondisi Baby, lalu segera melakukan pertolongan pertama, yaitu mengeluarkan sisa racun yang masih ada di tubuh Baby dan menetralkan dengan suntikan anti racun.


" Dia tadi meminum susu yang kita duga mengandung racun." jelas Valen dengan nada jelas, ia ingin dokter segera memeriksa baby dan juga menyuntikkan anti racun untuk menetralisir racun yang ada berada di dalam tubuh baby.


"Kemungkinan Nyonya tidak kenapa-kenapa karena adanya muntah tadi, karena biasanya orang yang memuntahkan minuman yang tadi dia minum yang mengandung racun akan mengeluarkan racun yang ada di dalam juga, jangan khawatir saya juga sudah menyuntikkan anti racun untuk menetralisir darah di dalam tubuh Nyonya supaya segera bisa pulih kembali." kata dokter dengan tenang.


"Tapi dok, ia juga sedang hamil, bagaimana gitu?" tanya Gustav yang cemas dengan kondisi istrinya yang terlihat lemah.


"Tenang, saya sudah menetralkan darahnya, jadi kalian bisa tenang. Tapi untuk lebih pastinya anda bisa menghubungi dokter kandungan yang biasa memeriksa nyonya, supaya akan ada pemeriksaan menyeluruh supaya kita bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan Nyonya Dan apa saja yang harus diperhatikan lagi." kata dokter itu dengan nada tenang dan tegas.


Tok tok tok...


"Tuan, dokter kandungan juga sudah datang." kata Ken yang masih berada di luar kamar bosnya. Valen langsung bergegas menyuruh dokter untuk segera masuk dan turut memeriksa kondisi Bab.


"Masuklah dok! " perintah Valen menatap dokter perempuan paruhbaya yang dibawa oleh Ken, asisten Gustav.


" Permisi, ada keadaan darurat apa ini?" tanyanya dengan tenang pada Gustav yang duduk di samping Baby.


" Dia keracunan dok!" sahutnya singkat.

__ADS_1


" Sudah dinetralkan racunnya?" tanyanya dengan santai.


" Sudah, oleh dokter Imam," sahut Valen menyebut dokter pertama yang menangani Baby, yang masih berada di ruangan itu juga.


Wajah dokter yang tadinya tenang berubah serius sehingga semua orang yang ada di sana juga mengalami ketegangan akibat pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter kandungan itu.


" Bisa orang yang tidak berkepentingan disini keluar dulu?" tanya sang dokter kandungan dengan nada serius membuat orang yang masuk kecuali Gustav, pada keluar karena instruksi dari sang dokter kandungan.


Valen langsung mengkode Gustav untuk memgurus Baby sedang ia yang sedang dipenuhi badai amarah langsung saja turun untuk menemui kembar, karena kembar sudah ia koordinir untuk mencari siapa pelaku yang sesungguhnya dari drama keracunan di pagi hari. Anin tampak sangat terpukul namun ia tak bisa berbuat banyak, hanya isak tangis saja yang mewarnai paginya ini karena ia merasa bersalah dengan kondisi Baby saat ini. Sebab dialah yang memaksa Baby untuk meminum susu yang telah dibubuhi racun itu. Seandainya ia tadi tak memaksa Baby untuk minum susu itu.


" Tenanglah, Baby akan bertahan, begitupula dengan cucu kita yang ada dalam kandungannya itu," kata Valen yang tahu perasaan dari istrinya sehingga ia memeluk tubuh istrinya dan mencoba menenangkannya.


" Seandainya aku tadi tak memaksa Baby untuk meminum susu itu, kejadiannya tak akan seperti ini," katanya dengan nada sendu.


Tiba tiba, Lios langsung mendekati ayahnya dan berbisik kepadanya. Entah apa yang dibisikkan oleh anak laki lakinya itu, namun seusai bisikan Lios kepada Valen, ia langsunh melepaskan pelukannya pada Anin dan langsung mengikuti Lios, salah satu dari anak kembarnya, dan berpesan pada Anin.


" Kamu kontrol keadaan dari Baby dan aku akan segera kembali. Kabari aku apapun hasil dari pemeriksaan Baby." katanya sambil berlari bersama dengan Lios.


" Ayah...." belum selesai perkataan Anin namun kedua permata hatinya itu sudah berlalu dan menyisakan Anin yang masih bingung dengan suami serta anaknya yang tiba tiba meninggalkannya.


***


Sementara itu, Liam yang sudah menemukan siapa yang berani menaruh racun di minuman adiknya langsung menyuruh Lios untuk menemui ayahnya.

__ADS_1


Walau Liam suka menggoda adiknya, namun sebagai sulung, ia menyayangi adik perempuan satu satunya itu, bahkan ia sangat marah ketika ada yang brrani meracuni adik perempuannya itu.


" Jadi apa yang membuat nyali kamu sangat besar? " tanya Liam dengan nada tenang, namun matanya menyorotkan kebencian dan amarah yang besar dengan laki laki yang merupakan tukang kebun baru. Bagaimana ceritanya seorang tukang kebun bisa memasukkan racun ke dalam susu yang akan diminum Baby?


" Aaampun tuan, ampunnnn saya tidak melakukannya..."


" Jangan bohong atau kalau aku sudah tak sabar, maka aku akan mengkuliti tubuh dekilmu ini." nada suara Liam sudah penuh emosi karena orang itu mengelak kalau ia adalah pelakunya padahal bukti CCTV sudah begitu jelas. Sedang anak buahnya Liam tentu tak tinggal diam karena mereka langsung menghajar wajah orang itu dengan sesuka hati karena melihat kode dari Liam yang ingin supaya orang ini dihajar, memaksa laki laki itu agar bisa mengetahui siapa dalang sebenarnya yang berada di belakang peristiwa ini.


.


.


.


TBC


Siapa sebenarnya dalang dari semuanya ini? Kemungkinan akan up 2x hari ini.


Jadi jangan lupa untuk hadiah, vote dan like yang banyak ya... Komennya juga ditunggu. Spam aja deh, biar banyak komennya, kayak nopel nopel yang terkenal itu loh... he he he


Dahlah!Happy Reading!!Jangan silent reader ya, langsung like dan komen ... hadiah dan juga Vote!!! Vote itu biasanya ada kalau kalian bacanya pakai Mangatoon atau Noveltoon biasa kalau pakai noveltoon lite ga akan keluar tulisan vote.


Yang mau tahu tentang Vote dan Hadiah, biasanya Vote dan hadiah itu ada di depan tempat blurb cerita itu ada. Ditunggu yang mau kasih vote dan hadiah ya... Salam cinta dari Gustav dan juga Baby, muach!

__ADS_1


__ADS_2