Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 82.


__ADS_3

Hai readers, udah update yang kedua untuk hari ini ya. berarti janji autor sudah sah!! Inilah kejutannya! Jangan lupa untuk terus memberikan like, vote dan juga gift yang banyak buat autor.


Ditunggu loh ya!! Happy reading!!


***


" Dasar posesif!!" serunya saat suaminya langsung memeluk tubuhnya dan mengusap perutnya dengan syang.


Valen tidak memperdulikan protes dari istrinya itu, dia semakin gencar menciumi tengkuk istrinya dan berusaha mengelus dan membelai tubuh istrinya.


" Mas, aku belum mandi. Gerah tauk!" protes istrinya yang risih di ciumin oleh suaminya dalam kondisi belum bebersih.


" Olah raga dahulu. Toh nanti juga keringatan lagi. Jadi sekalian aja mandinya." kata Vallen sambil masih gencar menciumi leher dan menurunkan resleting dress milik istrinya.


Bahkan saat ini dress yang dipakai oleh istrinya itu sudah jatuh di lantai. Reaksi Vallen masih seperti dulu, dia sangat mengagumi lekuk tubuh istrinya apalagi yang sekarang mungkin sedikit lebih berisi. Dengan perutnya yang tambah besar juga ukuran dadanya yang dua kali lipat lebih besar daripada dulu, Anin terlihat cantik dan juga menggairahkan. Padahal untuk ukuran dada, sejak dulu istrinya itu memiliki size yang cukup besar dibandingkan wanita wanita dengan ukuran tubuh seperti istrinya itu.


" Mas... " ******* demi ******* lolos dari bibir istrinya yang manis itu. Membuat Vallen lebih bersemangat lagi untuk melancarkan rayuan demi rayuan ke tubuh istrinya. Mungkin karena tengah berbadan dua, hormon istrinya pun meningkat tajam, istrinya bahkan sekarang menyukai hal-hal yang dulunya dianggap tabu oleh dirinya.


Sekarang istrinya bah kan sudah bisa meminta jatah dan juga lebih liar ketika diajak berhubungan intim.


Karena perutnya yang sudah sangat besar maka kalau sedang berhubungan intim, istrinya lebih memilih berada di atas.


Valen sih nurut nurut saja, mau di atas, mau dibawah, mau di samping yang penting bagi Valen adalah dia mendapatkan jatah. Saat ini Valen merasakan tubuh istrinya yang sudah menegang, dia tahu kalau sebentar lagi istrinya akan mendapatkan kenikmatan nya.


Benar saja, tak selang berapa lama, Valen merasa miliknya dipijat dan diremas sehingga ia merasakan kenikmatan yang sama, meski dirinya belum keluar.


Setelah istrinya lemas, Valen mengambil peran untuk memacu dirinya mendapatkan kenikmatan yang sama dengan istrinya. Tak selang berapa lamapun dirinya mendapatkannya dan sesuai janjinya Valen mengeluarkan benihnya itu di luar.

__ADS_1


Valen memang selalu membiarkan istrinya memegang peranan di dalam hubungan intim itu. Dia sadar kalau dengan kehamilan yang sudah 8 bulan lebih ini, membuat istrinya sedikit kepayahan. Tapi Vallen salut kepada Anindya yang selalu mengedepankan suaminya. Dia selalu membuat suaminya ini merasa di atas awan awan saat melakukan hubungan intim.Padahal Vallen tahu kondisi istrinya yang berbadan dua itu menyulitkan dirinya untuk melakukan gaya-gaya ekstrem.


Valen menjatuhkan dirinya ke samping tubuh istrinya setelah membersihkan tubuh istrinya yang terkena cairan cintanya.


" Capek sayang?" tanya Valen dengan penuh sayang, sambil membelai wajah istrinya yang berkeringat. Rupanya pendingin ruangan di kamar itu tidak bisa membuat hawa panas di dalam tubuh mereka itu mendingin, jadi baik Vallen maupun tetap merasakan berkeringat dan kegerahan.


Anindya hanya mengangguk tanpa memberikan jawaban apa-apa. tubuhnya yang tadinya lengket Sekarang tambah gerah plus lengket karena dia juga ketambahan keringat dari olahraga ekstremn ya barusan.


" Mau dimandiin?" tawar Vallen dengan nada Tulus, tapi sebagai seorang istri yang sudah dinikahi cukup lama, istrinya sadar bahwa ada modus-modus tertentu saat suaminya itu menawarkan mandi bersama. Jadi Anindya hanya bisa melirik kearah Vallen suaminya itu dengan tatapan horor.


" Ya ampun sayang! Tatapan kamu itu sudah sangat menuduh sekali, padahal Mas hanya menawarkan kebaikan hati supaya istri Mas ini tidak kecapean dalam mandi. Jadi Mas hanya ingin memandikan saja tanpa berniat apa-apa. Kecuali yang dimandikan ingin memberikan apa-apa kepada yang sudah memandikan sebagai rasa terima kasih." perkataan Vallen tadi Anindya memutar bola matanya dengan kesal. Dia sangat tahu akan tabiat suaminya yaitu bahwa segala sesuatu tawaran yang kelihatannya menarik itu pasti ada perkataan bersayap nya.


Lalu Anindya berusaha turun dari ranjangnya sendiri tanpa dibantu oleh suaminya, dia tahu kalau sampai dia menerima bantuan dari suaminya berarti dia harus bersedia membayar pajak! Padahal dirinya ini sudah kelelahan, dia tahu pajak yang diminta adalah berbuat yang iya iya iya itu di kamar mandi.


Modus mu itu sudah tertebak Mas!!! pikir Anin sambil memutar bola matanya saat suaminya itu hanya terkekeh geli melihat tingkah lakunya.


" Oke oke oke.. mas hanya bantu ga minta apa apa. Ayo. Mas kasihan melihat kamu yang kepayahan gara gara gendong 2 jagoan di perut kamu. " Kata Valen sambil menggendong tubuh istrinya.


" Kagak percayaan amat sih sama suaminya? Emangnya kamu kagak lihat kalau otot suamimu ini bertebaran di mana-mana. Kalau cuman gendong kamu sama 2 anak kita sih masih kuat lah!" kata Vallen sambil menggendong istrinya itu masuk ke dalam kamar mandi.


" Justru karena aku melihat otot kamu itu bertebaran dimana-mana mas makanya aku takut karena otot kamu bertebaran nggak jadi satu di tubuh kamu." sahutnya dengan suara manja Valen semakin gemas dengan istrinya itu.


Vallen langsung menaruh tubuh istrinya itu ke kloset dan dirinya langsung menyiapkan wewangian aroma terapi untuk mandi di dalam bath tube.


Setelah siap Vallen langsung memasukkan istrinya ke dalam bath tube dan dirinya pun segera menyusul ke dalamnya. Mereka hanya mandi saja, sekalipun memang Vallen juga curi-curi pegang bagian-bagian sensitif dari tubuh istrinya. Tapi Vallen juga tahu bahwa mungkin istrinya sudah kecapekan jadi Valen hanya sekedar menggoda goda istrinya saja.


Ting Tung!

__ADS_1


Bel di kamar Valen berbunyi. Valen yang masih ada di dalam kamar mandi bersama dengan istrinya pun terkejut, karena dia tidak menantikan seorangpun datang ke kamarnya saat ini, Bahkan dia juga tidak mengorder layanan kamar. Iya sudah mewanti-wanti kepada seluruh pengawalnya bahwa dia tidak ingin menerima tamu atau gangguan apapun itu, dia rasa ini adalah pengawalnya tapi dengan tujuan apa?


Anindya pun terlihat cemas, Vallen yang tidak ingin istrinya cemas langsung bergegas keluar dan memakai bath robe, agar bisa segera menemui pengawal yang ada di luar pintu kamarnya.


" Mas, hati hati!" peringat Anindya yang masih ada di dalam bath tube. Anindya tidak berani keluar sendiri karena Valen sudah berulang kali menasehatinya agar di kehamilannya yang sudah besar ini dia tidak boleh keluar dari bath tube seorang diri karena ditakutkan kalau dia terpeleset itu bisa berbahaya bagi dirinya dan kandungannya.


Vallen hanya bisa mengangguk dan tergesa-gesa untuk segera bisa membuka pintu kamarnya, dia ingin tahu siapakah pengawal yang berani-beraninya melanggar apa yang sudah dia perintahkan. Di sisi lain Vallen juga merasa bahwa apa yang dilakukan oleh pengawalnya itu berarti urgent.


Krakkk..


Vallen sudah membuka pintu kamarnya dan melihat bahwa ada seseorang yang biasa menjadi kepala pengawal dari seluruh pengawal yang dia bawa. Pandangan Vallen yang sudah tajam dan menusuk membuat pengawal itu sedikit ketakutan, dia tahu bahwa saat ini dia sudah mengganggu kebersamaan tuan muda dengan nyonyanya.


" Maaf tuan ada telepon penting dari tuan Revan."


" Sepenting apakah itu sampai menganggu liburanku.?" tanya Vallen dengan suara datar.


Sang pengawal tidak berani memberikan informasi apa-apa dia takut kalau Valen tambah semakin marah dengan informasi yang akan dia berikan nanti, maka lebih baik dia menyerahkan ponsel miliknya yang tadi ditelepon oleh Revanserta langsung mendiall nomor telepon Bos Revannya itu.


Vallen langsung menaruh telinganya ke ponsel milik pengawalnya itu, dan ketika Revan menjawab dan menceritakan kejadian penting yang harus disampaikan kepadanya, Vallen bak tersengat petir di siang bolong serta tidak menyangka.


" Apa? Kecelakaan??" seru Valen dengan suara keras menggelegar.


.


.


.

__ADS_1


TBC


Siapa yang celaka? Tunggu besok ya gaesss💋💋


__ADS_2