
Hai readers
Welcome back!!! Ini adalah update kedua di hari ini. Dijamin pasti puas kan karena author hari ini updatenya 2 kalii ... Eits!! Jangan lupa untuk tetap like, vote dan juga memberikan gift yang banyak, supaya autornya semakin bersemangat dalam mengupdate cerita. Oh ya sembari menunggu update-an cerita ini bisa cek karya-karya author yang lain.
Ditunggu like, share, vote dan giftnya. Happy reading!!
***
Flashback
Ana membawa sebuah parfum yang diberikan oleh Paman Bill, dan itu memang parfum yang dikhususkan untuk menaikkan gairah **** bagi orang yang memakai dan menghirup aromanya.
Di dalam kamar parfum itu sudah ia semprotkan ke seluruh tubuhnya, ia berharap kalau parfum itu akan membuat Valen luluh kepadanya.
Dia juga sengaja memakai pakaian yang bisa menarik perhatian laki-laki untuk berbuat yang iya-iya kepadanya.
Dia sudah mempersiapkan semuanya dengan sedetil nya, bahkan dia juga sudah menyiapkan kamera handphone untuk merekam kejadian yang akan mereka lakukan di ruang makan dan di ruang tidur dari Ana.
Ana sudah mendengar bahwa hari ini Vallen akan tidur di rumah, bahkan semua pelayan yang ada di rumah besar itu sudah menyiapkan makanan yang banyak dan serba enak. Sebenarnya ini adalah perintah dari Erik, karena Erik sudah gemas dan ingin segera menyelesaikan permasalahan itu secepat-cepatnya.
Semua pergerakan dari Ana itu sudah dipantau melalui kamera kamera yang sengaja disiapkan di seputaran pergerakan Ana. Dan tentunya mereka juga bisa mendengar apa yang diucapkan oleh anak di tempat yang mungkin tidak terlihat oleh orang lain. Tapi Ana lupa kalau kamera yang memantau nya itu selalu bergerak mengikuti dirinya.
flashback end
Anna mendengar suara mobil berhenti di halaman rumah besar. Dia tahu pasti itu adalah Vallen dan juga anak buahnya orang kepercayaannya. Ana memang tidak pernah bisa mendekati Vallen sekarang kalau bukan Vallen yang berada di dekat dirinya.
__ADS_1
Dia memang sudah siap dari tadi bahkan dia sudah memakai pakaiannya itu semenjak sore. Kayaknya ana bakal masuk angin kalau sampai besok ternyata Vallen tidak pulang ke rumah.
Tapi doa para netizen tidak terbukti. Karena Vallen pulang ke rumah besar. Walaupun harus melewati drama panjang dipaksa oleh Erik untuk pulang. Tapi sebelumnya Erik pun sudah memberikan wejangan akan apa yang Valen bakal hadapi di rumah besar. Salah satunya yang harus dihadapi oleh Valen adalah godaan dari Ana.
Erik juga sudah memberikan alat yang disemprotkan di hidung untuk menetralisir bau-bauan yang mengandung obat perangsang itu. Karena mereka sudah merekam di kamera yang mengintai pergerakan Ana kalau Ana bakal melakukan hal itu.
Benar saja apa yang sudah diperingatkan oleh Erik, Valen melihat Ana mendekati dirinya dengan pakaian yang kurang bahan itu. Sekalipun dia sudah memakai semprot hidung untuk menetralisir bau itu, Tapi jujur matanya juga belum rabun jadi dia bisa melihat dengan jelas apa yang sedang disuguhkan oleh Ana di hadapannya.
Jangan lupa bahwa Vallen itu normal. Jadi reaksi tubuhnya pun berkembang secara normal. Sekarang dia disodori oleh seorang wanita cantik yang berpakaian sangat minim dan apa adanya, bahkan apa yang menjadi isi di dada dan tubuh inti dari Ana terlihat jelas disana.
Anna mendekat, tercium bau parfum menyengat yang membuat Valen jadi pusing seketika. Entah parfum apa yang dipakai oleh Anna. Baunya memabukan, Valen seperti dibuat melayang ke awan awan. Untung saja ia sudah menghirup obat penetral jadi ia tidak terlalu tergoda.
Tepatnya dia menahan diri untuk tidak tergoda. Jangan lupa Erik dan kawan kawannya sedang memantau dirinya. Ia tidak mau jadi bahan bullyan mereka kalau sampai ia tergoda. Apalagi kalau sampai rekaman ini jatuh ke tangan Anindya. Dia bisa kacau karena Anin pasti tak bisa memaafkan kesalahan nya yang ini. Tentu saja Ia merasa waktu berjalan begitu lama.
" Mas?.." bisik Anna sendu merayu sambil mendesah seduktif. Ana mendekat, menempel, bahkan menggesek-gesekkan tubuhnya yang hanya ditutupin oleh selembar kain yang sudah seperti saringan tahu alias tembus pandang. Valen pun menyadari bahwa reaksi tubuhnya yang normal itu menjadi panas dingin serta ada bagian yang menegak.
" Anindya?" bisik Valen dengan nada mesra. Dia sengaja melakukan.itu supaya Anna kesal padanya dan sedikit menjauh. Kalau saja dia bisa mendorong tubuh Anna dan memukulnya sampai pingsan mungkin Vallen tidak lagi merasa panas dingin seperti ini.
Tapi benar saja, Ana kemudian merasa panas, kesal dan kecewa karena yang disebutkan oleh Vallen lagi-lagi adalah istri kesayangannya padahal istrinya itu sudah tidak ada di dunia ini. Di dalam hati, Valen bersorak bahagia karena dia bisa menjauhkan tubuhnya yang sudah panas dingin itu dari sumber malapetaka.
" Anindya sudah tidak ada, ini aku Anna..." kata Anna sedikit kesal. Bagaimana pesonanya dikalahkan oleh orang yang sudah meninggal.
" Siapa Anna?" tanya Valen linglung. Anna mendekatkan tubuhnya yang hanya berbalutkan lingerie hitam. Membelai tubuh Valen dan mulai membuka baju di tubuhnya sehingga dadanya terlihat jelas di pandangan mata Valen.
Ya Tuhan Adakah orang yang bisa menolong posisinya saat ini! Dia sangat takut kalau tangannya sampai meraba gunung yang hendak meletus itu. Valen sangat sadar videonya ini akan bisa digunakan oleh Erik untuk mengancam posisi dirinya. Karena Erik bisa saja menunjukkan kepada istrinya dan menyiramkan minyak ke dalam kompor api yang menyala.
__ADS_1
Bukankah Erik biasanya seperti itu. begitu pula dengan Revan yang adalah anak angkat dari ayahnya. Revan bisa membawa video ini ke ayahnya dan membuat dia dimaki-maki oleh ayahnya karena sudah bertindak diluar jalur.
Tubuh Valen sudah sangat tegang dan dia tidak bisa melepaskan diri dari kungkungan Ana, bahkan sekalipun kalau dia mau melepaskan diri, dia tidak bisa melewatkan dan menyentuh dada itu dengan tidak sengaja.
Jadi Vallen memilih untuk diam saja karena gambar di video itu bisa menjadi bukti bahwa dia tidak melakukan tindakan apa-apa selain hanya menerima saja.
" Mas.."
" Anin sayang!" Valen memejamkan matanya, dan dia hanya membayangkan istrinya yang saat ini sedang ada di hadapannya. Tapi dirinya hanya bertindak pasif, sekedar mengumpat kepada Erik beserta teman-temannya yang ada di ruang kontrol kamera pengintai di rumah besar. Vallen berharap bahwa Erik segera datang dan menyelamatkan diri nya dari perilaku Ana, karena bisa saja dia kilap.
Tanpa Valen tahu kalau Erik saat ini sedang tertawa terbahak-bahak bersama dengan beberapa pengawal yang menjadi orang yang menjadi pengawas di ruang kontrol kamera pengintai di rumah besar.
Entah kenapa dia sangat bahagia melihat penderitaan Vallen, karena Erik tahu Vallen sebenarnya tidak terpengaruh dengan parfum yang sudah disemprotkan di tubuh Ana.
Tapi saat Valen memejamkan mata tiba-tiba Erik tidak tega melihat Vallen tersiksa. Erik tahu pasti bahwa adik kecil dari Vallen memberontak melihat hal erotis seperti ini. Bahkan dia juga yakin bahwa pengawal-pengawal nya pun mengalami hal yang sama. Karena dirinya pun juga begitu.. Ha ha ha!
.
.
.
TBC
wk wk wk laki laki pasti gitu yaðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1