Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 109.


__ADS_3

Hai readers, i am back!! Jangan lupa untuk like, gift dan Vote ya. Kalau bisa sih sekalian di share kan supaya ceritanya bisa di ketahui oleh yang lain. Wk wkw kw , makasih  buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Happy reading!!


***


" Bro... tetapi pergerakan kita sedikit terlambat karena rupanya itu sudah bisa ditebak oleh pamanmu atau memang dia menanam mata-mata di seputaran kita sehingga dia bisa mengerti bahwa rencananya sudah bocor." jelas Eric dengan sedikit terbata-bata karena dia tahu Valen pasti merasa shock dan ketakutan karena berarti anak-anak serta istrinya belum aman untuk keluar.


Sedetik kemudian setelah Erik berkata-kata seperti itu, Vallen merasa dunianya kembali runtuh. Karena itu berarti istri dan anak-anaknya belum aman untuk bisa keluar dari tempat ini. Dan ini berlaku juga untuk ayahnya yang masih dalam kondisi belum bisa menolong dirinya sendiri. Ini akan semakin berbahaya buat ayah serta keluarga kecilnya.


" Bagaimana kalian bisa kehilangan jejak dari Paman ku itu.?" tanya Vallen sambil mengacak-ngacak rambutnya karena kesal.


" Tebakanku adanya orang dalam yang membocorkan tentang hal itu. Karena sangat tidak mungkin lagi kalau Paman kamu itu adalah pengikut dari salah satu organisasi gelap yang memang bisa menyembunyikan identitas seperti intelijen polisi. Karena hanya ada dua kemungkinan itu saja yang bisa membuat Paman kamu itu hilang seakan-akan tanpa jejak." kata Revan menjelaskan tentang situasi yang saat ini mereka hadapi.


Tetapi Erik menggeleng-gelengkan kepalanya tanda Dia tidak setuju dengan ucapan yang dikatakan oleh Revan. Dan Vallen saat ini menatap kearah Erik yang rasa rasanya ingin mengungkapkan sesuatu. Entah kenapa Valent sendiri tidak yakin kalau ada orang dalam yang membocorkan tentang hal ini. Makanya dia ingin mendapatkan kemungkinan yang lain yang akan diungkapkan oleh Erik.


" Aku rasa malah kemungkinan yang kedua itu yang lebih mungkin terjadi. Kamu bayangin saja kita sudah benar-benar menseleksi semua pegawai dan juga semua orang yang berkaitan dengan hal ini. Kalau kita ngomong bahwa yang menjadi mata-mata ada orang dari rumah sakit Aku pikir tidak mungkin karena hanya sedikit orang rumah sakit yang tahu tentang penyembunyian pasien atas nama Anindya dan juga pasien atas nama Willy Weston. " kata Erik berusaha menjelaskan pola pikirnya.

__ADS_1


" Begitu pula orang-orang yang ada di rumah besar, poin intinya adalah yang benar-benar mengerti akan hal ini hanya kamu, aku dan juga Dokter Prayogo beserta beberapa orang perawat yang di sewa Vallen-disini. Kalau kita berbicara masalah mata-mata hanya sedikit orang yang tahu tentang apa yang akan kita lakukan. Kita juga bersih dari alat penyadap. Kemungkinan yang berkhianat hanya antara kamu dan aku dan itu tidak mungkin kan? Aku memang mencurigai kenapa dari dulu dia sangat mudah untuk bisa melakukan tindakan-tindakan kejahatan tanpa terendus pihak kepolisian. Kamu bayangkan saja pembunuhan terhadap ibunya Vallen itu merupakan salah satu kasus yang besar tapi itupun tidak terendus oleh pihak yang berwajib. Aku memang mencurigai bahwa dia ikut dalam sebuah organisasi gelap." lanjut Erik dengan berapi-api. Erik merasa bahwa logikanya ini yang paling masuk akal.


Kemungkinan bahwa paman yang saling melakukan kejahatan di dukung oleh organisasi gelap lebih masuk akal dibandingkan adanya mata-mata di dalam rumah Vallen.


" Maksud kamu pamannya Vallen ada hubungannya dengan organisasi seperti mafia begitu?" tanya Revan ingin tahu.


" Tentu saja! Coba kamu bayangin dari dulu pamannya Vallen ini dibuang oleh keluarga karena menjadi Trouble Maker di dalam keluarga Weston. Tanpa adanya uang sama sekali ia bisa merilis sebuah bisnis yang membuat dirinya menjadi jajaran terkaya tanpa dia harus mendapatkan warisan dari keluarga Weston. Sebenarnya ini sudah aku pikirkan dari lama. Ada seseorang yang berdiri dibalik Paman nya Vallen yang memang merupakan orang kuat. Dan aku tidak yakin kalau ada orang baik di belakangnya pamannya Valen karena apa yang dilakukan oleh Paman Bill itu sama sekali tidak merepresentasikan seorang yang mendapatkan dukungan dari orang baik. Ya kan?" jelas Erik lebih lanjut.


Vallen dan Revan diajak oleh Erik untuk berpikir lebih dalam lagi membedah kasus hilangnya pamannya Vallen setelah melakukan kejahatan. Vallen hanya bisa mengangguk-anggukan kepalanya dengan antusias karena dia merasa apa yang diungkapkan oleh Erik itu ada benarnya.


Tapi setelah Erik menjabarkan kemungkinan bahwa paman Bill itu memiliki dukungan besar dari sebuah organisasi mafia, Revan lagi mengkilas balik awal dari munculnya kecelakaan serta Pembunuhan itu memang saat Paman Bill itu sudah diusir dari keluarga Weston. Karena menurut cerita dari ayah angkatnya alias ayah kandung dari Vallen bahwa sebelum Paman Bill itu keluar dari rumah besar, dia sesumbar akan menghancurkan seluruh keturunan dari ayah kandung Vallen itu.


Dia tidak terima dan iri karena memang Willy Weston merupakan anak kesayangan dari kakek Vallen.


" Mungkin saja sih! Terus analisamu jatuh pada organisasi mafia mana yang menurut kamu paling mungkin menjadi dukungan bagi pamannya Vallen." cecar Revan.

__ADS_1


Sedangkan dalam hal ini sebenarnya Vallen hanya diam karena dia juga lagi berpikir di dalam otaknya siapa dan apa motivasi dari orang yang sudah mendukung pamannya itu!


" Aku belum tahu. Sejujurnya pikiran ini muncul ketika tadi kamu mengungkapkan bahwa ada mata-mata di dalam organisasi kita atau dengan kata lain ada mata-mata di antara kita, karena yang mengetahui masalah ini hanyalah kamu dan aku. Kemudian aku kepikiran Kok bisa pamannya Vallen itu lari dan memghilanh setelah dia melakukan kejahatan besar, bahkan tidak terendus oleh pihak Kepolisian.Menurutku ini sedikit aneh kalau dia hanya polosan tanpa dukungan dari orang-orang yang biasa terjebak di dalam urusan gelap seperti ini. Jadi itu kesimpulan setelah aku menelaah masalah yang kita hadapi saat ini. Tiba-tiba Paman Bill menghilang, tiba-tiba jejaknya tidak lagi bisa ditemukan. Ini sungguhan aneh loh!" kembali Erik mengungkapkan kebingungannya atas peristiwa yang dianggapnya aneh ini.


" Coba kamu cari info yang detil tentang organisasi apa yang mungkin mendukung atau diikuti oleh paman Bill. Biasanya kalian para intel kan memiliki akses untuk mendapatkan info A1 macam itu. Kita akan selidiki. Dan kita harus bisa menemukannya." kata Valen sambil mengertakan gigi dan memukul tembok menggunakan tangannya, sehingga tangannya pun terluka.


Revan dan Erik hanya bisa saling berpandangan saja melihat akan hal itu.


.


.


.


TBC

__ADS_1


wk wkw thor lagi stress belum gajian ... udah gajian mini mini masih telat juga... wk wkw wk


__ADS_2