
" Apa? lalu apa yang sakit? Aduh gimana sih cucu Oma ini! Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu tadi habis dipukul oleh ayah mertua kamu! tega-teganya sih Vallen Weston itu memukul cucu Oma yang ganteng ini." Kata Oma Helen dengan nada kesal namun kemudian Oppa Hadi malah tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan dari cucu yang baru saja dia temui ini.
Karena menurut Opa Hadi kejadian itu sangat lucu, dan kalau seandainya Gustav melakukan hal itu kepada anak perempuan satu-satunya juga pasti hal yang sama akan dilakukan Opa kepada Gustav.
" Kamu ini loh pa! Kamu bisa bisanya tertawa terbahak-bahak di tengah kesakitan yang dialami oleh cucu kandung sendiri. Bagaimana bisa kamu melakukan hal itu kepada cucu kamu yang tampan ini! Huh!" protes Oma Helen dengan nada kesal.
Dia tidak terima ketika keluarga Weston memukul cucu yang tampan ini sampai pipinya terlihat sedikit memar. Tadinya sih oma Helen, tidak terlalu memperhatikan hal itu saking senangnya bisa bertemu dengan cucu kandung yang belum pernah dia lihat sampai segede ini.
Pertama-tamanya opa Hadi masih tertawa terbahak-bahak ketika melihat reaksi istrinya yang malah marah ketika melihat kenyataan bahwa Gustav dipukul gara-gara mencium Putri semata wayang dari seorang Vallendra Weston.
Tapi ketika Oma Helen yang masih kesal dengan suaminya, malah bersedekap membuabg muka setelah memukul lengannya dengan cukup keras, Opa jadi harus meluruskan kemarahan dari istrinya itu Karena Dia melihat Gustav memandang dirinya dengan wajah yang tidak enak karena menimbulkan pertengkaran Dari Opa dan oma nya.
Padahal menurut Opa Hadi itu adalah hal yang biasa kalau Vallendra Weston melakukan hal itu kepada cucu kandungnya ini. Sebab yang diperbuat oleh Gustav tadi memang akan membuat orang tua dari si gadis salah paham, mungkin Itulah sebabnya keluarga weston Meminta Gustav untuk bertanggung jawab serta menikahi anak perempuan semata wayangnya itu secepatnya.
" Ma, kamu jangan marah dulu! Bayangin kalau Nia dicium sama Calvin tanpa status? Pasti papa juga akan marah dan memukul pipi dari Calvin sampai memar-memar jauh lebih memar daripada pipi dari cucu kamu yang ganteng ini. Papa kira itu hal yang wajar kalau sampai seorang Weston melakukan hal yang seperti itu mengingat anak perempuannya saja kalau mau keluar dari rumah harus peserta 10-20 pengawal. ini malah disosor sama anak ganteng yang belum jelas statusnya, jelas Ayah dari si gadis marah dong! mestinya yang bener Gustav itu menghalalkan Wilhelmina dulu baru di sosor!" jelas Opa Hadi dengan nada bijaksana miliknya. Membuat hati dari Oma Helen kembali seperti semula karena memikirkan logisnya apa yang tadi diceritakan oleh suaminya itu.
" Kamu juga gitu sih Gustav! Anak perempuan orang di sosor seenaknya saja. Bapaknya marah lah...." kata oma dengan menggeplak sayang lengan kekar cucunya yang tampan itu.
" Aduh, oma! Habisnya cantik banget anaknya. Jadi pengen, padahal Gustav ga pernah pingin mencium gadis gadis lain yang suka berputar di sekeliling Gustav, tapi entah kenapa, Nana berbeda dengan mereka." kata Gustav yang tadinya dingin saat ini bisa terlihat begitu ramah dan begitu terbuka kepada kakek dan neneknya itu.
Oma Hellen sangat ber sukacita saat melihat gustaf yang tadinya dingin saat ini bisa begitu terbuka dan begitu ramah kepada mereka, kehangatan yang diberikan oleh Gustav membuat mereka berdua sebagai keluarga kandung dari Gustav rasa bersyukur karena Gustav mau menerima mereka dengan tangan terbuka.
Mereka pun bertiga terlibat percakapan yang seru seputar Wilhelmina dan juga acara lamaran besok pagi. Dan kecanggungan yang tadinya sempat terlintas di percakapan mereka pada awal awal pertemuan jadi hilang digantikan oleh kemesraan dan juga kehangatan yang timbul dari rasa kasih sayang seorang kakek dan nenek kepada cucu yang belum pernah mereka lihat sejak dari bayi.
__ADS_1
Ryu dan Ken yang melihat interaksi manis dari tuan mudanya itu merasa ikut berbahagia setelah apa yang sudah dialami oleh Tuan mudanya itu sendiri baik sampai sekarang sudah dewasa dan berusia 30-an lebih, mungkin baru kali ini saja mereka melihat senyum tulus dan juga kehangatan yang menyebar melalui Aura seorang Gustav Alexandro Dimitri.
***
Sementara di tempat kediaman keluarga Weston,
" Panggil adik kamu untuk makan malam, Liam!" perintah ibu suri dengan nada lembut kepada Liam anak sulungnya.
" Siap ibu bos!" kata Liam sambil menunjukkan gesture memberi hormat ala polisi.
Anin hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya tanda dia tidak habis pikir dengan candaan yang dilontarkan oleh anak tertuanya itu.
" Dasar, anak manja!" memang benar yang dikatakan oleh Anindya bahwa sekalipun Liam adalah kakak tertua alias paling sulung diantara ketiga anaknya namun kemanjaan Liam kepada Anindya itu tidak pernah berkurang bahkan seringkali Vallen merasa cemburu karena porsinya diambil oleh anak laki-laki sulungnya itu.
" Anak laki laki mu yang paling tua lah. Eh si Lios mana ya? Biasanya ia tidak berada jauh jauh dari Kakak sulungnya itu, kenapa sekarang kelihatannya Lios tidak berada di server yang sama dengan Liam?" tanya Anin sambil mengedarkan pandangannya keseluruh tempat yang bisa dijangkau dengan tatapannya sekarang namun tetap saja dia tidak menemukan anak laki-laki yang satunya lagi.
" Di kamar kali. Lios sekarang disuruh oleh Revan untuk mengurus hotel yang masih ada kaitannya dengan Bagaskara itu loh. Walaupun tidak ada satu orang pun keluarga Bagaskara yang sekarang mengurus hotel yang ditinggalkan oleh kakek Arka. Secara Om Dewa juga sudah meninggal berikut There dan juga Papa serta mama. Cuman tinggal tante Yuli yang sudah sakit sakitan dan Devano. By the way, kenapa Devano tidak mau pulang? Padahal disana pun ia belum menemukan jodohnya?" tanya Valen menanyakan adik iparnya yang tak pernah mau balik ke Indonesia. Dari dulu Dev tidak pernah cocok dengan keluarga Bagaskara jadi dia tidak pernah ingin pulang dan bergabung di Bagaskara.
Anindya hanya mengedikkan bahunya tanda dia juga tidak tahu kenapa adiknya itu tidak pernah mau pulang ke Indonesia. Setiap ditanya atau setiap pada acara yang dilakukan oleh keluarga Bagaskara tidak pernah sekalipun Devano mau ikut turut campur ataupun datang ke acara tersebut.
Anindya pun tidak pernah lelah untuk mengajak adiknya untuk pulang ke Indonesia namun Devano tidak pernah mau sehingga hanya Anindya lah yang kerap kali mengunjungi Devano ke Thailand di mana adiknya itu sekarang tinggal.
" Hmm, ayah.. kira kira Dev mau pulang gak ya kalau baby menikah? Kamu kan tahu Dev paling sayang dengan baby, siapa tahu kalau baby nikah, Dev malah mau pulang!" kata Anindya dengan suara berbisik karena ketakutan kalau nanti baby dengar dengan ucapan yang Anindya soalnya saat ini Baby tahunya Anindya tidak menyetujui hubungannya dengan Gustav.
__ADS_1
" Yaelah, itu kan adik kamu mana Mas tahu tentang itu? Ya mudah-mudahan saja dengan pernikahan Baby nanti si Dev mau pulang!" bisik Valen dengan nada lirih,karena ia ingin menyempurnakan drama dari istrinya untuk menghukum baby yang berani-beraninya minggat dari rumah.
.
.
.
TBC
up ke 2 untuk hari ini..
jangan lupa untuk kasih like dan gift, juga vote serta favorit...
Sebelumnya thor mau kasih promo buku baru author nih... jangan lupa di FAVORITKAN, DI LIKE, DI GIFT DAN JUGA VOTE yessss!!❤❤❤
Jadi ini tentang tuan muda kaya tapi sejak masih kecil diculik dan jadikan anak angkat oleh keluarga yang hendak membalas dendam kepada keluarganya, bahkan sampai hati membunuhnya. Tapi keadilan Tuhan itu nyata, sehingga Alendra bangun tepat sekitar 1 tahun sebelum kejadian pembunuhan dirinya. Ia bisa membalikan hidupnya dari zero to hero. Membalaskan apa yang layak didapat oleh orang orang seperti keluarga angkat dan penculik dirinya.
Jangan lupa dibaca sambil menunggu update dari Gustav dan Nana...
Happy reading!!
__ADS_1