Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 4.


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa saat, Valen pun melenggang dengan


santai ke lift yang akan membawanya ke Lantai 15. Setelah pintu lift terbuka,


ia melihat Revan sudah berjaga di depan pintu keluar menyambutnya untuk segera


membawanya ke ruangan meeting, agar ia bisa memperkenalkan Valen dengan wakil


CEO, orang lama yang masih dipercaya untuk mengoperasikan seluruh perusahaan


Mahkota Horeka sebelum jabatannya berpindah kepada Valen sebagai CEO sekaligus


pemilik saham terbesar di Mahkota Horeka.


“Tuan muda..” sapa Revan dengan hormat sebelum ia memimpin


langkah Valen menuju ruang meeting yang dimaksud.


Valen mengikuti langkah Revan kemana Revan membawanya pergi,


tapi langkahnya sedikit terhenti saat ia melewati sebuah ruangan. Revan sadar


kalau tuan mudanya berhenti secara mendadak saat melewati ruang tunggu tamu,


Revan turut melihat apa yang sedang dilihat oleh tuan mudanya.


“Apakah kamu belum melaksanakan perintahku?” tanya Valen


dengan nada datar, merujuk kepada There yang belum diusir oleh Revan atau pun


bu Susan.


“Sudah! Saya sudah menginfokan hal yang sama dengan ibu


Susan selaku wakil CEO dan pelaksana tugas harian sebelum tuan muda dilantik.”


Katanya dengan penuh hormat.


“Hmm, lalu kenapa wanita sampah itu masih menunggu disana?”


tanya Valen dengan nada ketus.


“Mungkin ibu Susan belum menginfokan kepada sekertarisnya


untuk menolak wanita itu. Karena ibu Susan masih berkonsentrasi untuk meeting


kita tuan muda!’”


Saat Valen masuk diikuti dengan Revan ke dalam ruangan


meeting, sang wakil CEO dan sekertaris direksi hanya bisa melongo, karena CEO


pengganti ini masih muda dan juga tampan, mereka belum pernah melihat orang


yang seperti Valen ini.


“Perkenalkan ini adalah Tuan Muda Valendra Weston yang akan


menjabat sebagai CEO di Mahkota Horeka.” Kata Revan dengan suara tegas


membuyarkan suasana yang tadinya awkward.


“Ehm oh ya, pak Valendra! Saya Susan, wakil CEO yang saat


ini bertanggung jawab sebagai pelaksana tugas harian! Dan ini, Vanya,


sekretaris direksi yang memang mengepalai seluruh sekretaris yang bertugas


untuk membantu kelancaran tugas saya dan juga tugas  bapak CEO kemudian.” Sahutnya menyingkirkan


rasa kagum berlebihan melihat CEO yang baru, sedangkan Valen hanya mengulurkan


tangannya untuk menjabat wakil CEO yang sedang memperkenalkan diri itu.


“  Hmm, saya tadi


sebelum kemari sudah memberikan tugas kepada kalian menyangkut keluarga Kusuma.


Apakah kalian sudah lama menjalin hubungan kerjasama dengan keluarga Kusuma?”


tanya Valen dengan nada dingin.


“Sebenarnya keluarga Kusuma itu baru saja menjalin hubungan


kerjasama dengan Mahkota Horeka berkaitan dengan pembangunan perluasan kantor


Mahkota Horeka, dan ini juga karena diakomodasi oleh pihak Weston grup,


sepertinya Weston grup juga memiliki hubungan kerjasama dengan Kusuma grup, benar


begitu kan pak Revan?” tanya ibu Susan kepada pak Revan selaku perwakilan


langsung dari Weston grup.

__ADS_1


“Iya, benar tuan muda! Mereka bekerjasama di penyediaan alat


berat. Kita kan juga bergerak di bidang konstruksi juga kan tuan!” kata Revan


dengan nada datar.


“Apa tidak ada grup lain yang bisa bekerjasama dengan kita?


“tanya Valen dengan nada malas.


 “APG dan Wijaya grup


bisa juga sih tuan, cuman pemenang tender yang lalu memang Kusuma grup.” Kata


Revan lagi.


“Baik putuskan kerjasama dengan keluarga Kusuma dan jangan


lagi membuat kerjasama dengan mereka. Bayar denda pembatalan kontrak dengan


mereka. Saya tidak mau berhubungan dengan keluarga itu dikemudian hari. Oh ya,


jangan lupa untuk mengusir wanita sampah yang mau minta bertemu dengan ibu


Susan!!  Dan kalau mereka dari keluarga


Kusuma bertanya kenapa kita memutuskan kontrak, bilang saja kita ga sudi


memiliki hubungan kerjasama dengan wanita sampah yang mata duitan dan


berkelakukan seperti ja**ng penggoda!!” kata Valen dengan nada tegas, ibu Susan


mengangguk dengan penuh hormat dan menitahkan sekretaris direksi untuk


menelepon pihak Kusuma Grup dan menyuruh satpam mengusir There, istri Allan


Kusuma dengan tidak hormat dai Kantor Mutiara Horeka.


 “Ibu Susan, agenda


yang harus dilakukan ibu lakukan kedepannya adalah mengumumkan pemindah kuasaan


antara CEO lama ke CEO baru dan dilakukan dengan segera, tapi ingat jangan


pernah ada yang boleh menyebutkan identitas pribadi saya, selaku CEO baru. Saya


juga tetap menugaskan ibu Susan sebagai pelaksana harian dan tentu saja


 “ Yang Kedua, buka


kerjasama baru untuk mengisi kekosongan yang ada, akibat kita membatalkan


kontrak kerjasama dengan Kusuma grup, beri APG dan Wijaya undangan untuk melakukan


tender baru, jangan lupa untuk menyebarkan pembatalan kontrak kita dengan


Kusuma melalui semua media, sehingga akan banyak yang akan mau mengikuti tender


ini.  Untuk Mahkota Horeka, kita juga


membuat gebrakan dengan mencari partner baru yang bisa bekerjasama Dengan


Mahkota Horeka. Tentunya dengan memakai system tender, sehingga kita bisa


mengantisipasi kualitas dan mutu setiap hotel yang ingin bekerja sama dengan


Mahkota Horeka. Tetapkan nilai investasi sebesar 1 milliar rupiah untuk Hotel


yang memenangkan tender untuk bekerja sama dengan Mahkota Horeka. ” Lanjut


Valen kepada ibu Susan, sedang sekretaris direksi mencatat poin meeting hari


ini.


***


Sementara ditempat lain, There yang tidak terima dimaki dan


diperlakukan tidak adil oleh Mahkota Horeka, langsung memasuki mobilnya dan


melajukan mobilnya ke kantor suaminya di Kusuma Grup, ia ingin kejelasan


tentang permasalahan yang dihadapi karena sepertinya ia tidak melakukan


kesalahan apa apa, kok bisa diperlakukan seperti ini baik oleh Mahkota Horeka


maupun Kusuma Grup.


Sesampainya di kantor Mahkota Grup, There langsung naik ke


ruangan suaminya di lantai 10, dan berusaha menemuinya. Tapi Sekretaris Allan


mencegahnya sehingga terjadi keributan.

__ADS_1


 “Ada apa ini ribut


ribut? “ pintu ruangan CEO Kusuma terbuka, ada Allan dan juga Aldi papa mertua


There yang memandang menantunya dengan tatapan sinis.


“Ehm ini pak, tadi bapak kan menginstruksikan saya untuk


tidak menerima siapapun masuk ke dalam ruangan CEO selagi tuan besar didalam…”


kata Anne menjelaskan.


“Sudahlah, kamu There, masuk ke dalam papa mau bicara!”


perintah mertuanya dengan nada dingin.


“Ada apa , pa?” tanya There dengan takut takut


“Apa yang kamu lakukan tadi Mahkota Horeka?” tanya papa


mertuanya dengan nada dingin.


“There tidak melakukan apa apa, Pa! There tadi datang kesana


trus menunggu disana dan tidak melakukan apa apa loh, Pa! Sungguhan! Bahkan


There saja belum ketemu dengan CEO dan wakil CEOnya, begitu tadi There masuk


ketemu sekretaris wakil CEO, disuruh nunggu, trus setengah jam There nunggu,


There diusir oleh satpam satpam Mahkota Horeka sampai ke lobby bawah. Habis itu


Allan teleponThere dan maki maki There. Padahal There bener bener ga tahu apa


apa!” cicit There sambil nangis nangis.


“Oh There ingat. There cuman ketemu sama suaminya Anin.


Katanya ia mau melamar pekerjaan disana. Ya kalau sama si Valen itu, tentu aku


berlaku kayak biasa. Soalnya aku sebel masa dia mau melamar jadi OB disana! Kan


malu maluin keluarga Bagaskara. Eh mana mungkin dia adalah orang berpengaruh di


Mahkota Horeka kan, kak?” lanjut There kepada Allan yang dengan nada ragu. Tapi


dia bener bener hanya bertemu dengan Valen saja, dan tidak ada orang lain yang


ia temui.


“Ah gak mungkinlah kalau cowo miskin itu. Dia kan bukan


siapa siapa, bahkan aku yakin dia juga gak akan mungkin diterima menjadi OB di


Mahkota Horeka.” Kata Allan mencemooh.


“Emang tadi papa dibilang gimana sama sekretaris Mahkota


Horeka ?’” tanya Allan kini kepada papanya, dia juga kesel karena papanya


langsung marah marah kepadanya dan memaki maki dirinya.


“ Dia bilang kalau, Mahkota Horeka dan Weston grup menutup semua


jalur kerjasama dengan keluarga Kusuma, baik yang sudah ada dan yang akan


datang. Termasuk kerjasama yang akan ditanda tangani oleh Mutiara Horeka dan


Kusuma grup minggu depan. Bukan itu saja kerjasama papa dengan Weston juga


diputuskan sepihak, mereka bahkan bersedia bayar denda penghentian kontrak.


Kita bisa rugi besar ini nak! Apalagi kalau orang tahu bahwa Weston memutuskan


kontrak dengan Kusuma grup , bisa bisa top ten perusahaan di seluruh Indonesia


yang bekerja sama dengan Kusuma grup juga menarik semua investasinya. Pusing


papa ini, Lan!”curhat papa Aldi sambil menekan nekan kepalanya yang pening


karena masalah ini.


Sedangkan There dan  Allan juga ikutan pusing kepala karena masalah ini. Bisa bisa Allan dan


keluarganya terancam bangkrut kalau masalah ini tidak segera diselesaikan.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2