
Besok adalah hari ulang tahun dari Wilhelmina Chalyondra Weston yang ke 18. Namun gadis itu malah sudah persiapan untuk melarikan diri.
Semua yang sudah ia siapkan, sudah nangkring manis di dalam kamarnya. Ia tidak bakal membawa apapun yang berasal dari ayah Valen. Dia sudah gerah dengan kenyataan bahwa dirinya selalu ada di dalam kungkungan perlindungan keluarganya.
Di hari ini, sehari sebelum hari ulang tahunnya yang ke-18 dia sudah bersiap untuk melarikan diri. Hari ini ia melarikan diri dengan cara melompati tembok pagar rumah nya.
Biasanya tembok pagar rumahnya itu dijaga oleh beberapa pengawal. Namun karena dirinya memang sudah bersiap-siap untuk melarikan diri, maka dia memberikan minuman dengan alasan minuman itu berasal dari rumah besar, padahal Minuman itu sudah diberi obat pencahar.
Sehingga pengawal-pengawal yang berjaga di situ auto sakit perut, saat mereka sedang sakit perut dan bolak-balik ke kamar mandi, di saat itulah dia keluar dan melompati pagar.
Jangan dikira bahwa Gadis itu tidak bisa melakukan kan hal-hal seperti melompati pagar yang cukup tinggi. Karena baby Li memang sudah berlatih untuk hal-hal yang membutuhkan ketahanan tubuh dan juga martial art, seperti melompati.tembok.dan juga menghajar orang.
Baby Ly tertawa senang karena dia berhasil keluar dari tempat itu, dan dia juga sudah menyiapkan nama panggilan untuk dirinya sendiri dan juga tempat dimana dia akan bersembunyi menjauh dari keluarganya untuk sementara.
Nana Yondra, dipilihnya menjadi nama sementaranya. Dia juga sudah mengumpulkan uang tunai bernilai ratusan juta rupiah yang disimpannya di rekening e walet nomer ponsel yang baru dengan nama Emma, sahabatnya.
Dirinya hanya memberitau seorang temannya yang bernama Emma Walters. Dan dirinya yakin kalau Emma tidak akan membocorkan rahasianya. Emma bahkan juga menolong Nana, nama baru dari baby Ly, untuk bisa mendapatkan pekerjaan di tempatnya yang baru. Emma juga tahu dimana baby Ly akan tinggal.
Nana langsung menemui Emma, saat pertama kali dirinya melarikan diri dari rumah besar Tuan Vallen Weston.
" Emma sehabis ini kakakku dan juga keluargaku pasti akan menemui kamu untuk menanyakan tentang keberadaan aku. Aku peringatkan sama kamu Untuk tidak membocorkan di mana saat ini aku berada. Kalaupun kamu kelepasan ngomong kamu harus segera memberitahukan kepada aku supaya aku bisa melarikan diri terlebih dahulu dari mereka. Kamu mengerti kan?"
Emang mengangguk-anggukan kepalanya tanda Dia Mengerti.
" Tenang aja Li, eh Nana! Aku tidak akan membocorkan rahasia kamu. masa kamu sudah susah-susah harus ketahuan secepat itu. Paling tidak ya 2 bulan deh!" katanya sambil terkikik geli dengan pemikirannya sendiri. Membuat Nana menjadi kesal dengan perkataan dari temannya itu.
" Jangan doain yang seperti itu dong soalnya kan Aku baru saja bahagia karena bisa terlepas dari rumah yang penuh penderitaan itu. Masak malah sekarang kamu kamu doain ya cuman 2 bulan saja."
__ADS_1
" Emangnya kamu kuat kerja di cafe hits itu? kamu kan nggak pernah kerja sekarang kamu mau kerja Emang sanggup, Ly?"cemooh Emma kepada Nana.
" Kamu harus ingat sangat ini Kamu tidak boleh lagi memanggil namaku Ly, tapi memanggilnya harus Nana. Tau enggak? Jangan sampai salah, kalau kamu kelepasan aku bisa susah!" Kata Nana dengan nada marah.
" Iya, Nana!"
" Good!! kita sekarang langsung berangkat ke cafe hits di Lembang itu. soalnya aku sudah janji sama mereka untuk mengantar kamu tepat waktu ke sana. Emang sih kamu mulai bekerja besok tapi apa salahnya kalau kamu perkenalkan dulu dengan mereka." kata-kata Emma sambil mengantar Nana menggunakan mobilnya.
Dia harus segera mengantar anak konglomerat itu pergi dari sini karena bisa jadi pengawal dari Tuan Putri itu sudah menyadari bahwa Tuan putrinya hilang. Jangan sampai Emma tersangkut dengan keluarga konglomerat itu, karena bisa bahaya untuk seluruh keluarga Walters.
***
Sementara itu di tempat lain, Gustav sudah bersiap-siap untuk berangkat ke Villa nya kakek di Lembang.
Sebenarnya Villa kakek itu adalah Villa yang sering ditempati kakek dan dirinya saat weekend.
Namun Gustav tidak mau ke tempat lain selain ke tempat itu. Karena dirinya ingin menyendiri, dia memang ingin mengingat semua perjalanan kehidupannya bersama kakek di sana.
Gustav berangkat dengan sopir pribadi dan asistennya ke Lembang. Dia hanya membawa beberapa perlengkapannya untuk bekerja. Karena dia takut, Apabila ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan dan harus dikerjakan saat itu juga.
Gustav tidak membawa pakaian dan perlengkapan ganti lainnya karena semuanya sudah tersedia dengan lengkap di Villa kakek yang di Lembang.
Sementara dirinya lagi mengecek email dan surat-surat berkas yang harus ditandatangani, tiba-tiba saja mobil di depan mobilnya itu berhenti mendadak.
Untung saja gustaf tidak sedang membuka laptopnya, hanya mengecek email lewat Ponsel pintarnya, jadi tidak ada adegan laptop yang terlempar gara-gara sopir pribadinya mengerem secara mendadak.
Naasnya sopirnya tidak bisa mengendalikan mobil sehingga mobil nya sedikit menabrak mobil yang ada di depannya.
__ADS_1
Gustav memegang keningnya yang seketika pusing gara-gara belum juga apa-apa sudah kena masalah di tengah jalan.
Sebagai seorang tuan muda, sebenarnya dia tidak pernah mengurusi apa yang dilakukan oleh sopirnya.
Tapi saat sopirnya turun untuk memeriksa mobil milik tuannya itu, tiba-tiba terjadi pertengkaran dengan pengemudi mobil yang di depan yang ketabrak tadi.
Seperti biasa adegannya adalah orang yang ketabrak meminta ganti rugi karena mobilnya sedikit lecet akibat tabrakan tadi.
Karena sopir dan asisten pribadinya tidak bisa mengatasi permasalahan yang terjadi kemudian Gustav ikut turun untuk menyelesaikan permasalahan yang telah timbul di sana. Mereka terlibat perdebatan yang cukup alot dengan kedua gadis yang mengemudikan mobil yang ketabrak itu.
Gustav sedikit tercengang melihat salah satu gadis yang tampak menawan walaupun sedang marah-marah kepada sopir dan asistennya.
Sebetulnya Ken, Asisten pribadi Gustav sudah dengan lemah-lembut menjelaskan bahwa mereka akan menyelesaikan dengan memberikan uang untuk mengganti kerusakan yang diakibatkan oleh tabrakan itu. Namun gadis muda itu lebih marah ketika mereka menawarkan sejumlah uang untuk mereparasi mobil yang tertabrak tadi.
" Apa kalian pikir bahwa uang bisa menggantikan semuanya? Kalian tahu tidak kalau sekarang ini sebetulnya adalah waktu dimana Aku masuk kerja dengan kalian menabrak membuat aku jadi tertunda pekerjaannya." kata gadis yang menawan hati Gustav sambil marah-marah sedangkan gadis Yang menyupir malah berusaha menenangkan temannya yang marah-marah itu.
Gustav hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat asisten dan juga sopirnya tidak mampu untuk meredakan masalah yang ada.
" Nona.. Maafkan perilaku dari sopir dan juga sekretaris Saya ini, kalau boleh saya tahu sebenarnya Nona ingin kami berbuat apa? Saya yakin mereka sangat menyesal karena kehilangan kendali saat menyetir. Tapi Bukankah Semua orang bisa melakukan kesalahan yang sama? Mungkin lebih bijaksana kalau kami minta maaf dan sebagai rasa penyesalan dan akan mengganti apa saja yang rusak dari mobil nona." kata Gustav dengan sopan dan penuh hormat, membuat si nona manis yang menawan hati Gustav itu seketika Kehilangan kata-kata dan hanya menatap Gustav dengan pandangan terpesona.
.
.
.
TBC
__ADS_1