Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
Extra part 2


__ADS_3

Gustav masih dengan cemas menantikan anak keduanya ini karena sang dokter masih belum saja memberikan pernyataan apa-apa mengenai anak keduanya berbeda dengan anak pertamanya yang langsung diberitahukan bahwa anak pertamanya itu sehat, laki-laki!


Tapi Gustav masih saja memegang tangan istrinya yang berubah menjadi dingin karena Gustav juga melihat kalau baby merasa cemas dengan anak keduanya sehingga dia malah belum bisa bernafas dengan normal sedangkan baru saja dia melahirkan anak-anaknya itu.


Gustav hanya bisa berbisik lirih kepada istrinya supaya menenangkan perasaan istrinya yang saat ini masih gundah gulanya belum mendengar kabar tentang anaknya yang kedua itu dari dokter yang memeriksanya ini.


"Sabar, anak kedua kita akan tetap berhasil berjuang karena seperti papa dan Mamanya, dia juga pejuang tangguh!" bisik Gustav di telinga Wilhelmina yang tampak tegang ingin mendengar berita apa yang akan disampaikan oleh sang dokter mengingat saat ini sudah terlalu lama sang dokter pengurus masalah anaknya yang kedua namun mereka masih belum kunjung mendengar suara tangisnya yang lancar, Tidak seperti anak pertamanya tadi.


"Huft, akhirnya!" seru dokter dengan nada lega, Setelah itu mereka berdua juga mendengar suara tangisan bayi yang cukup keras namun tidak sekeras yang pertama.


"Selamat tuan dan nyonya Dimitri, anak kalian yang kedua ini adalah berjenis kelamin perempuan, setelah mengalami gangguan pernafasan tadi, Saya kira anak kedua kalian ini cukup kuat untuk berjuang sehingga tetap bersama dengan kita dan kembarannya." kata dokter kandungan ini sambil kemudian menekan-nekan perut dari istrinya untuk mengeluarkan sisa-sisa kehamilan serta menyelesaikan apa yang harus dia selesaikan sekarang.


" Tapi Bagaimana dengan kondisi anak kedua kami dok?" tanya Gustav dengan nada dingin karena kayaknya dokter sedang menyembunyikan sesuatu yang tidak mereka ketahui.


" Kami masih harus melakukan penyelidikan secara berkala mungkin membutuhkan waktu 3 kali 24 jam. Pantauan ini meliputi penyakit gagal nafas yang akan mengikuti perkembangan dari si bayi makanya kita butuh untuk menaruh anak ini dalam pengawasan selama 24 jam penuh oleh suster dan perawat yang akan saya pilih beserta dokter anak yang akan mendampingi proses pengawasan ini. tuan dan nyonya tidak perlu khawatir karena hal ini biasa terjadi kalau kehamilan kembar apa lagi posisi anak yang kedua ini lebih kecil daripada anak yang pertama." jelas dokter kandungan itu sambil membereskan jahitan yang harus dilakukan sebelum dia kembali mengurus anak kedua dari pasangan tersebut.


Tentu saja kedua bayi yang baru lahir itu sudah dibersihkan oleh perawat dan juga suster serta menaruh salah satu bayi yang lebih kecil itu ke dalam inkubator sehingga anak keduanya itu dalam pantauan perawat lebih intens lagi.


Jujur ini membuat perasaan Gustav menjadi tidak enak begitu pula dengan istrinya. Tapi mereka berdua sama-sama berdoa agar anak kedua mereka itu berhasil berjuang sehingga tetap tinggal bersama-sama dengan mereka.


Tak terasa Air Mata Baby mengalir tiba-tiba membuat Gustav menjadi ketakutan Sebenarnya apa yang membuat istrinya menangis.


Dirinya masih setia berada di sana, di samping istrinya, karena tadi mereka sudah berbagi tugas yaitu Apabila anak mereka sudah keluar dari ruang VK maka Ayah Vallen dan juga Ibu Anindya yang akan mengurus selebihnya yaitu mengawasi kedua cucunya itu dengan baik sehingga tidak ada acara drama penculikan atau dan lain sebagainya.


Bukannya mereka ketakutan atau trauma tersendiri namun lebih baik berjaga-jaga daripada mengobati kan?


Setelah dokter dan perawat keluar karena mereka hendak mempersiapkan ruang VIP untuk menyambut baby yang sudah selesai melahirkan maka di ruangan VK itu hanya ada Gustav dan juga baby.


Namun tiba-tiba saja baby merasakan perasaan sedih setelah mengingat kembali apa yang dialami oleh anak keduanya itu.


"Kenapa nangis? Apa ada yang sakit?" tanya gustaf dengan nada cemas namun ia melihat kalau istrinya malah menggeleng-gelengkan kepalanya tanda dirinya tidak merasakan sakit atau apapun yang berkaitan dengan melahirkan.


Namun itu semuanya terjadi karena secara Jujur baby takut kehilangan anak keduanya karena kondisi anak keduanya yang sedikit mengkhawatirkan itu.


"Gak apa apa, mas! Aku hanya khawatir kalau ada apa-apa menyangkut anak kedua kita itu, huh! Jadi bagaimana Mas? Apa nama yang bakal kamu pakai untuk kedua anak kita itu?" tanya baby yang berusaha mengalihkan perhatiannya dari kecemasannya terhadap anak keduanya itu dengan menanyakan nama yang akan dipakai oleh Gustav dalam rangka menamai kedua bayi kembarnya.


" Ayudia Bellona Dimitri, yang artinya gadis berwajah cantik yang kuat, supaya seeprti namanya ia akan menjadi kuat dan bersemangat dalam menjalani hidup, lalu yang cowok akan kuberi nama Abriyal Arestian Dimitri yang artinya laki laki berwajah tampan yang kuat dan meindungi, soalnya aku ingin anakku laki laki akan bisa melindungi adik dan keluarganya kelak." katanya dengan segera, ia sudah benar benar memikirkan tentang itu sehingga dirinya bisa langsung mengatakan kepada istrinya mengenai bayi kembar laki-laki dan perempuan yang saat ini dimilikinya.


"Bagus namanya Mas! Tapi Kenapa kamu tidak memberikan namanya secara kembar tapi berbeda jauh seperti ini?" tanya Baby dengan nada heran.


" Namanya memiliki arti yang sama walaupun jelas pasti tidak bisa berdekatan namanya karena mereka adalah laki-laki dan perempuan jelas artinya akan berbeda. Nanti panggilannya adalah Tian dan Lona." katanya sambil membersihkan kening istrinya itu dari keringat yang tadinya mengucur deras saat melahirkan kedua buah hati mereka.


" Sayang. Kamu tidak usah kuatir karena di dalam nama mereka terselip doa yang selalu aku ucapkan yaitu supaya mereka menjadi anak-anak yang kuat dan tegar menghadapi hidup sehingga mereka bisa berjuang terlebih untuk Lona yang mungkin Kondisinya masih belum baik." kata Gustav sambil menggenggam tangan istrinya dengan penuh rasa sayang. Dirinya juga sangat berterima kasih kepada istrinya itu karena melahirkan anak-anak keturunannya dan juga baby bisa melahirkan dengan selamat.

__ADS_1


"Mudah mudahan Lona akan bisa melewaati masa-masa di mana Dirinya harus berjuang dengan begitu kencang agar bisa menyamai kakaknya dalam mengarungi hidup . . ."


.


.


.


TBC


Doa author Lona bakalan selamat ya gaesss...


Jangan lipa buat selalu baca karya baru thor


yuk simak spill babnya


Hans menunggu Letta yang mandi dengan sabar. Maklum ya, istrinya itu baru saja dewasa, sedangkan dirinya keleewatan dewasa, wk wk wk..


Sembari memainkan hapenya, Hans menscrool layar ponselnya sampai tiba tiba ia kaget karena Afid, asisten pribadinya sekaligus juga sekretarisnya, menghubungi dirinya tengah malam begini. Pasti sangat urgent, mengingat ini adalah malam pengantinnya, ia harap asisten nya tidak lupa akan itu.


" Hmm.." sahutnya dengan nada malas.


" Deera ketemu. Bos ingin interogasi sekarang atau nanti?" tanyanya dengan hati hati karena ia tak mau membangunkan macan yang lagi bobok.


Karena manusia laknat itulah yang mengadu domba atara dirinya dan Nilam yang membuatnya harus kehilangan Nilam untuk selama lamanya. Walau ia belum cinta, dan ketemunya karena perjodohan, ia merasa harus membela martabatnya. Nilam meninggal gara gara sang wanita ja**ng yang brnama Deera itu bikin masalah.


Hans mencebik geram ketika mengingat memorinya tentang hal itu yang membuatnya seketika darah tinggi karena tidak bisa menahan emosi yang ada di dalam dirinya nya.


"Nilamm... arghhh.." keluhannya di dengar dengan jelas oleh Letta yang baru saja keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri dari keringat akibat pesta pernikahannya tadi. Bahkan ia mengganti outfit yanv tadinya berupa piyama menjadi kimono satin.warna pink dan ********** hanya berupa lingerie. Argghh gara gara gaun, ia harus bayar pakai tubuh. Tapi ia juga penasaran.bagaimana rasanya, karena kata teman dan sahabatnya, begituan itu enak. Mereka semua rata rata sudah tak perawan soalnya.


Tapi sejujurnya perkataan Hans yang tadi didengar oleh Letta sungguh membuat hati Letta seperti diremas, nyeri rasanya! Ternyata orang yang notabene sekarang sudah menjadi suami sah dari seorang Aletta malah sekarang masih memikirkan kekasihnya dulu yaitu Nilam yang statusnya adalah ibu kandung dari Aletta.


Kesalah pahaman berlanjut ketika Hans dengan nada dingin dan tatapan penuh rasa sakit berkata dengan Aletta.


"Hmm, Letta aku akan pergi. Kemungkinan sampai pagi menjelang. Jadi kamu tak usah menunggu aku untuk segera beristirahat, okey?" kata Hans tanpa menatap wajah istri kecilnya itu sehingga ia tak menangkap ada gurat wajah sedih dan terluka di sana. Padahal Letta sudah susah susah mengganti outfit dan juga merendahlan diri untuk memakai baju dinas haram yang biasa dipakai untuk menggoda suami.


"Mas... " kata Aletta dengan wajah penuh pengharapan, namun mungkin karena suara Letta terlalu kecil atau emang Hans sengaja tidak mendengarkan apa yang Letta katakan maka Hans hanya tetap berlalu meninggalkan Letta dengan tatapan penuh kesedihan. Dirinya hanya bisa meluruh karena apa yang dilakukan oleh Hans. Menyia nyiakan pengorbannya yang sudah memakai lingerie agar Hans terpesona. Tapi bukannya terpesona Hans malah pergi.


Kenapa rasanya bisa sesakit ini ya Tuhan? Padahal aku ini kan cuman pengantin pengganti, tapi kenapa harus sesakit ini ya Tuhan?


Letta, kamu mesti ngerti posisi kamu, karena kamu tak lebih menjadi wanita pengganti bagi seorang Hans, karena di hatinya hanya ada Nilam yang notabene adalah mama, ibu kandungmu sendiri! Sadarrr!! pikir Letta yang hanya bisa ia ungkapkan dalam hatinya.


Ia menjerit pun percuma, toh tak ada seorang pun yang bisa mendengarkan cerita dan hatinya saat ini. Hanya tembok tembok beku dan isi kamar yang sepi , membuatnya larut dalam rasa sendiri yang menyiksa batin saat ini.

__ADS_1


Aletta mendesah dengan keras.


"Aku harus kuat, bukankah ini demi kakek? Pernikahan ini hanya demi kakek, agar tubuhnya yang kakek yang renta itu tidak akan kesakitan ketika harus berada di penjara dan apa yang aku lakukan ini semata-mata adalah berkorban supaya tubuh ringkih kakekku tidak kesakitan dipenjara. " ia merapal perkataan itu berulang ulang namun ia tahu bahwa nyerinya tak bisa hilang wwalau sebagimanapun ia berusaha untuk merapal mantra itu kuat kuat.


***


Di sisi lain pergolakan batin yang Letta alami juga di alami oleh Hans dengan versi yang berbeda.


"Siallll!!! Dasar Deera baji**an!! Aku pastikan ia akan membayar apa yang harus ia bayar! Karena gara gara Deera, arghhhh! Semuanya gara gra pela*** sialan itu." gunam Hans dengan nada geram. Ia memukul mukul setirnya dengan keras. Hans juga sadar saat ini para bodyguardnya mengikuti mobilnya di belakang dengan jarak yang tak begitu jauh. Asisten pribadinya sangat mengerti apa yang ada di dalam hati dan Apa yang dirasakan oleh Hans saat ini jadi di Afid segera memerintahkan para Bodyguard untuk mengikuti langkah dari si Bos supaya kalau ada sesuatu hal yang buruk, mereka bisa segera menolongnya.


Sesampainya Hans di markas besar yang tesembunyi miliknya, ia segera turun dan meninggalkan mobilnya begitu saja, saking ia ingin menemui Deera dan menginterogasi Ja**ng sialan itu dengan segera.


Amarah dan emosinya yang meluap di dada membuatnya tida lagi bisa berpikir jernih.


Brakkk!


Ia membuka pintu kayu yang biasa dibuat tempat menginterogasi orang orang dan musuh musuh Hans dengan tendangan yang sangat kuat sehingga suara benturan kayu dan tembok menimbulkan suara yang begitu kencang.


"B*tch!! Kena kamu sekarang!!"


"Maaf bos! Lebih baik bos tenang dulu karena ini tidak semudah seperti bayangan bos!" kata asistennya menenangkan karena ternyata ada sesuatu hal yang tidak mungkin di lakukan oleh Hans yang mungkin akan menghancurkan Hans di kemudian hari kalau ini benar.


"Tenang? Bagaimana aku bisa tenang? Dia itu membunuh NIlam!! Dia itu wanita yang penuh dengan liku liku dan manipulatif!!" teriaknya dengan suara kencang di hadapan Afid, dan Afid hanya bisa diam dan membisu.


"Dia hamil bos!" kata Afid dengan suara tenang. Namun efeknya membuat Hans diam mematung.


Duerrr!!!


Hans seakan tersengat aliran listrik. Hans seakan tersambar petir!


"Mungkin itu yang dikatakannya kepada bu Nilam! Selain fakta lain yang membuat bu NIlam tambah terguncang!" jelas Afid dengan suaranya yang tenang.


Tapi Hans mungkin tak terlalu mendengar sisanya. Bagaimana Deera hamil dan tersagkut paut dengannya?Ia tak pernah berhubungan intim dengan Deera kan? Ia tak percaya dengan semuanya itu.


"Bagaimana mungkin?Aku tidak pernah..."


"Oleh karena itu, bos! Kita mesti menyelidikinya terlebih dahulu!jangan gegabah dan tetap waspada. Kita jangan percaya 100% tapi juga kita mesti menyelidiki dengan seksama, siapa yang ada di balik semuanya itu."


"Lalu?Apa lagi yang menjadi faktor Nilam kena serangan jantung?" tanya Hans dengan tatapan menyelidik.


"Katanya bos adalah ..."


cuzz baca langsung bukunya ya...❤❤

__ADS_1


__ADS_2