
" Ya sudahlah, aku akan segera bersiap di kursi kebesaran dan meminta Ken untuk menyiapkan bahan-bahan presentasi dan juga apa-apa saja yang harus ku tahu terlebih dahulu sebelum melakukan rapat bersama pemimpin perusahaan internasional yang seharusnya ditemui oleh Gustav itu!"
kata baby yang langsung saja beranjak untuk mempelajari materi meeting sore ini.
Baby memang sangat menyukai sosialisasi dan juga segala sesuatu yang berhubungan dengan bisnis. bagi baby menghasilkan keuntungan yang besar dengan cara bicara yang Negosiasi adalah sesuatu hal yang tidak pernah dia pelajari di kampus maupun di sekolahnya yang dulu. itu seperti sudah mendarah daging di dalam tubuh baby yang memang Ayah dan Ibunya adalah seorang bisnisman. Memang sih akhir-akhir ini Ayahnya lebih berkecimpung di dunia Underground itu semua karena dia dan Mister Wong bekerjasama untuk membuat Underground side dimana mereka tidak lagi bekerja untuk hal-hal yang jahat namun mereka seperti menjadi di yellow pages bagi dunia hitam dan dunia putih agar informasi-informasi si yang berkeliaran dapat diatur dengan baik oleh Underground site.
Apalagi di dalam Weston group sudah ada Om Revan yang sangat piawai dalam mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan perusahaan keluarga Weston.
Setelah Baby keluar dari ruang rahasia dan duduk di kursi kebesaran Gustav, dia langsung memanggil asisten pribadi Gustav untuk menyerahkan semua materi-materi dari meeting pada sore hari ini, sehingga nantinya dia bisa menguasai percakapan dan juga bisa segera menyelesaikan Meeting itu dengan cepat sebelum suaminya bangun dari tidur.
Nah, nanti saat suaminya nanti bangun mereka tinggal pulang saja ke rumah besar milik keluarga Weston seperti janji dari Gustav untuk menunggu di rumah keluarga Weston sebelum dia berangkat bersama baby ke honeymoon yang sudah direncanakan oleh Opa hadi dan juga Oma Helen.
" Ken masuk dan bawa materi meeting, kapan mereka datang?"
" 15 menit lagi nyonya, pengawalnya sudah sampai di basement untuk clearance area. Saya segera membawakan materi-materi meeting yang diperlukan namun kayaknya nggak sulit kok, karena ini hanya menegaskan perundingan yang sudah dibuat oleh Tuan Muda beserta pimpinan dari Frans and co." kata Ken lagi.
" Oke, aku baca dulu saja kalau begitu." kata Baby sambil mempersiapkan diri. Ia juga menata berkas suaminya yang tadi belum sempat dibereskan.
Tok tok.tok
" Masuk!" sekarang Ken harus mengetuk pintu terlebih dahulu supaya ya tidak terjadi kesalahpahaman seperti di waktu yang lalu ketika melihat Gustav sedang bermesraan dengan baby. tapi hari ini asisten pribadi dari Mustafa bisa menarik nafas lega karena dia melihat Nyonya Dimitri hanya sendirian.
__ADS_1
" Ini nyonya!"
" Hmmh... jelaskan beberapa jadi aku langsung bisa paham soalnya kan waktunya mepet banget untuk aku baca berita setebal ini." kata baby sambil memperhatikan asisten pribadi dari suaminya Itu menjelaskan beberapa bagian yang penting yang perlu diketahui untuk pertemuan pada sore hari ini.
***
Sedangkan di dalam kamar rahasia milik baby dan juga Gustav, tiba-tiba Gustav membuka matanya dan meraba ke sekeliling ranjang tempat dirinya dan juga istrinya tadi bergulat serta bertempur panas, tapi ia tidak menemukan istrinya berada di sampingnya.
Gustav mengira bahwa istrinya pasti sudah lama meninggalkan dirinya sendirian di ranjang besar ini karena sprei di samping sampingnya itu sudah berubah menjadi dingin. Dan tahu kenapa Gustav bisa bangun? karena dia merasakan kedinginan, menurutnya Baby adalah sumber kehangatan bagi dirinya ketika Baby meninggalkan dirinya lama seperti ini rasa dingin pasti segera menyergapnya.
" Baby?" panggilnya dengan suara serak seperti orang yang sedang bangun tidur. Gustav mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan itu dan tidak menemukan istrinya dimanapun ia menatap ruangan itu.
Tapi dia tahu bahwa istrinya pasti masih ada di kantor karena dia melihat tas dan juga pakaian-pakaian nya masih berada disini. Bahkan dia melihat beberapa paper bag ada di samping nakas tempat Gustav sering menaruh barang-barang pribadinya.
Oleh karena itu dia melihat beberapa paper bag dari butik yang biasa tempat ia membeli beberapa pakaian wanita dan juga beberapa dalaman milik baby kemarin.
Gustav dengan langkah malas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya menggunakan setelan jas formal yang sudah ada di wardrobe tempat kamar Rahasianya ini, benar saja dia sudah melihat beberapa pakaian baby yang tergantung manis di sana atau beberapa paperbag yang mungkin belum sempat ditata oleh baby.
" Kemana Baby pergi?" ia langsung melirik kearah ponselnya yang tergeletak di atas nakas samping tempat tidurnya tadi, lalu dia dengan cepat menghubungi Ken, asisten pribadinya untuk menanyakan di mana istrinya berada.
" Maaf tuan, saya di kantor bersama nyonya Dimitri. tadi Nyonya Dimitri sudah membangunkan anda dan katanya anda tidak bisa dibangunkan, jadi Nyonya lah yang mewakili Tuan untuk penandatanganan berkas kerjasama dengan perusahaan internasional Frans and co." jelas Ken, dengan nada yang sama seperti ketika asisten pribadinya itu berbicara dengan istrinya.
__ADS_1
" Frans bertemu istriku?" tanya Gustav dengan nada tidak senang karena dia tahu betul siapa temannya itu. Seorang playboy kelas kakap yang sering meniduri client nya bahkan relasi-relasi bisnisnya yang dianggap cantik.
" Benar tuan, tuan Frans masih disini, saya menjauh sedikit untuk menerima..."
" Aku segera kesana..." potong Gustav sambil bergegas keluar dari ruangan rahasia nya untuk menemani baby istrinya itu agar tidak diterkam oleh rekan bisnisnya yang seringkali memanfaatkan wanita-wanita muda polos seperti baby.
Dengan tidak sabar Gustav langsung membuka pintu ruangan Rahasianya itu dan memunculkan dirinya di tengah-tengah rapat tidak formal yang saat ini dilakukan oleh baby dan juga Frans pemilik dari Frans and co.
" Loh, Gustav? Kata istrimu kamu sakit? Bagaimana keadaan kamu? Wah maaf aku tidak bisa datang untuk menghadiri pernikahan kamu. tapi aku senang kamu memang sangat pandai dalam memilih seorang wanita untuk dijadikan istri, karena istri kamu ini benar-benar cantik!" katanya sambil tertawa terbahak-bahak melihat wajah Gustav yang terlihat pucat gara-gara tatapan mata temannya itu itu begitu memuja kecantikan dari seorang Wilhelmina Weston.
" Ehmm, sebenarnya aku tidak sakit hanya saja aku kelelahan karena habis menggempur istriku sampai dia duluan tertidur daripada aku." kata Gustav dengan raut mengeras dan juga dengan kata-kata yang vulgar sehingga membuat istrinya merona karena malu sedangkan temannya itu menatap dirinya dengan tatapan iri.
Astaga, kira kira apa yang terjadi selanjutnya, baku hantam? atau saling memanaskan suasana? Hmmm... tunggu next episode ya!!
.
.
.
TBC
__ADS_1
Hai hai reders ini up ke 2
Jangan lupa untuk kasih like, gift dan vote. Spam komen yang banyak! Biar aku semangat update. Eh aku like semua komen kalian loh... so happy reading!!