Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
S2. Baby kecewa


__ADS_3

"Baiklah! Kita akan segera memfokuskan diri dan mencari tahu, aku akan berkoordinasi dengan tuan Wong agar ia akan membantu kita di sana." kata Valen sambil mengangkat teleponnya untuk menghubungi tuan Wong.


Gustav menghela nafasnya, perjuangannya melindungi keluarganya akan dimulai hari ini...


rrrt drttt..


Ponsel dari Gustav berbunyi tanda ada telepon masuk dan setelah ia melihat ID caller peneleponnya ia hanya tersenyum karena ternyata istrinyalah yang menelepon dirinya.


"Siapa?" tanya ayah mertuanya dengan nada lirih.


"Baby!" kata Gustav sambil mengangkat panggilan dari istrinya itu, karena khawatir ada yang penting dengan panggilan dari baby itu.


"Mas, kamu dimana sih?" tanya Baby dengan nada manja karena sedari baby tidak melihat suaminya di mana mana, entah karena hormon kehamilannya maka saat ini Baby sangat rindu dengan suaminya Padahal baru saja dia bertemu dengan suaminya.


"Aku di ruang kerja Ayah.."


"Oke aku kesana." katanya smabil memutus telepon.


"Kenapa?" tanya Ayah dengan nada ingin tahu Namun kita banyak mengedikkan bahunya tanda dia sendiri tidak mengerti kenapa istrinya mencari-cari dirinya.


Tiba tiba ada yang mengetuk pintu ruang kerja dari ayah Vallen, dan setelah Gustav membukakan pintu ternyata istrinya lah yang mencari dirinya dan mengetuk pintu dari ruang kerja ayah Vallen.


"Kenapa sayang?" tanya Gustav dengan nada ingin tahu, karena tak biasanya istrinya itu mencari-cari dirinya sampai seperti ini.


"Kangen..." katanya dengan nada manja.

__ADS_1


"Hah? Kan kita baru saja ketemu, .."


"Oh jadi gak suka kalau dicari yang dikangenin sama istrinya? Dan lebih memilih dikangenin sama wanita lain? Oke kalau begitu fix... aku mau marah!" Mana ada coba marah persiapan dulu, tapi Namanya juga wanita, mereka itu selalu benar, dan laki laki haus selalu mengalah. Ayah Valen juga bingung dengan kelakuan Putri yaitu karena tidak biasanya baby itu sangat manja dan kelihatan sangat tergantung dengan suaminya.


"Baby, ada ayah kok ayahnya ga disapa?" tanya ayah Valen dengan nada lembut, ia sangat menyayangi putrinya itu, bahkan kalau diukur secara jujur dia lebih menyayangi putrinya itu dibandingkan kedua anak kembarnya.


"Ayah kok disitu?" tanya Baby dengan ekspresi wajah lucu, Ya tentu saja Ayahnya Ada di situ karena itu adalah ruangan kerja milik ayahnya kenapa malah setelah baby hamil rasa-rasanya baby jadi orang yang pelupa dan manja? Apa jangan jangan cucunya adalah cewe?


"Baby, ini kan ruangan kerja ayah ya? Jadi ya memang Ayah bekerja di sini dan tadi ayah memang memanggil Gustav untuk kepentingan khusus, knapa kamu kok manyun?" tanya ayahnya masih dengan nada lembut.


"Ohh Mas Gustav lama banget ninggalin baby." katanya sambil merajuk namun Gustav hanya diam dan membelai lembut rambut dari istrinya dan dia tidak peduli kalau dia diadukan kepada ayah mertuanya padahal dirinya tidak kenapa-kenapa. Dia membelai sayang istrinya itu meski istrinya saat ini masih dalam mode memusuhi dirinya.


"Tadi kan ayah ada perlu sama Gustav." kata Valen Berusaha menjelaskan.


"Ayah, di baby saat ini itu ada anaknya magusta dan sekarang anaknya Mas gustaf itu kepingin makan kepiting saus Padang. Jad dari tadi Baby mencari Mashita Untuk mengantarkan baby makan kepiting saus Padang di di restoran seperti biasanya yang mengolah kepiting saus Padang dengan rasa yang luar biasa itu. " katanya sambil membayangkan kepiting saus Padang yang menggoda iman.


"Tapi baby tapi kepinginnya makan di sana yah! Gimana dong?' tanya Baby dengan suara memelas.


Ayah dan Gustav hanya bisa saling berpandangan tanpa mengucapkan kata-kata, Padahal baru saja mereka membahas tentang Keinginan mereka untuk membuat baby tinggal dirumah saja supaya lebih aman bagi semuanya apalagi saat ini Baby sedang mengandung keturunan dari keluarga Dimitri.


Eh sekarang baby malah sudah ingin keluar karena ngidam kepiting saus Padang di restoran langganan dari keluarga Weston.


"Gini sayang, orang yang mau mencelakakan kamu itu masih berkeliaran di luar sana Jadi demi keamanan kamu dan anak yang ada di dalam kandungan kamu Mestinya kamu bisa sedikit bersabar dan memberi tahu kepada anak didalam kandungan itu untuk Mau makan kepiting di rumah saja, pokoknya nanti begitu tertangkap orang jahatnya, Mas mau ngajakin kamu keliling Eropa supaya kamu senang dan sekalian baby moon disana." kata gusar sambil mengelus-ngelus rambut istrinya itu agar istrinya mau bersabar dan menerima terlebih dahulu Apabila mereka mengusulkan kepiting saus Padang nya dimakan di rumah saja.


Baby masih cemberut namun dirinya tidak menolak mungkin dia juga ingat bahwa baru saja mobil dari Gustav dihadang oleh 5 orang berpakaian hitam dan bertopeng hitam serta Dari gelagatnya ingin mencelakakan dirinya dan juga suaminya.

__ADS_1


"Yaudah, kalau gitu baby mau pesan kepiting saus Padang, cumi goreng tepung, dan kerang goreng buat makan siang ini." katanya dengan maruk.


"Oke keinginan anak papa akan dipenuhi.." kata Gustav sambil menelepon Ken untuk menyuruh anak buahnya membawakan makanan yang dipesan oleh istrinya itu dan mengawasi pembuatannya supaya ia yakin kalau makanan itu benar benar dalam quality control dan benar benar sehat untuk di konsumsi oleh ibu hamil macam Baby.


"Baby, makanannya Kok banyak banget Emang kamu sanggup makan segitu banyaknya?" tanya ayah Vallen dengan nada lembut seperti biasanya namun rupanya baby salah tangkap dengan apa yang dikatakan oleh ayah Vallen, ia menganggap bahwa ayah Vallen mengatakan bahwa dirinya rakus karena membeli makanan dengan jumlah banyak.


"Ayah, baby gak rakus!" katanya sambil memonyongkan bibirnya 5 centi ke depan, sebenarnya baby jadi tampak lucu dan menggemaskan namun Gustav tidak berani tertawa karena takut kalau istrinya itu akan tersinggung.


"Ayah gak bilang gitu sayang!" kata ayah Valen membela diri.


Namun karena Baby kesal, ia langsung keluar dari ruang kerja ayahnya dan menangis.


Lagi lagi Gustav dan ayah Valen hanya bisa berpandangan dan mendesar dengan kasar.


"Kamu urus dululah istri kamu itu. Sudah tahu masih kecil kamu kawinin, ya beginilah jadinya." Gustav hanya bisa mengelus dada karena ini semua gara gara ayah mertuanya, sudah tahu baby masih sensitif, malah di ajak bicara yang menyinggung, ya gini ini jadinya. Tapi akhirnya dirinyalah yang harus jadi tameng. Nasib nasib..


"Ya udah, yah... Gustav urus Baby dulu." katanya sambil keluar dari ruang kerja ayah mertuanya itu dan mencari baby. Kemana nih Baby?


.


.


.


TBC

__ADS_1


Untung Gustav itu sabar, dan sekarang harus cari Baby kemana coba?


Akan up terus mulai besok 1 hari 1 secara teratur, kalau bisa 2 akan di up sama thor 2 x sehari, kala ada konten vulgar akan di up di maam hari, wk wk dengan sinyal 21++ kalau ada tulisan kayak gitu lebih baik di skip aja ya. Jangan lupa like, komen, dan juga hadiah serta vote ya. Happy reading!!


__ADS_2