Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 55.


__ADS_3

Revan pun bisa bernafas lega karena Anindya sudah tampak bisa dilepas tanpa harus dirinya turut campur tangan di dalam mengelola mahkota horeca Group, Mungkin dia akan sesekali mengecek atau memberi masukan kepada Anindya sebagai CEO yang baru.


Palingan Revan harus kembali menjadi asisten pribadi buat Vallen karena Ayah Valen akan segera mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO di Weston Group.


Tapi bagi Revan itu hal yang sangat mudah karena dia sudah bisa menilai kinerja dari Vallen yang memang sangat pandai sama seperti ayahnya dulu, bahkan mungkin dia memiliki pemikiran-pemikiran yang lebih inovatif dan kreatif dibandingkan ayahnya.


Maklum Valen ini memang dididik khusus oleh kakek Arka untuk menjadi penerus di Bagaskara grup mendampingi Anindya. Akan tetapi karena kakek Arka meninggal terlebih dahulu sebelum mewariskan Bagaskara grup ke tangan Vallen jadi penerusnya yang bodoh itu tidak bisa menjaga kelangsungan Bagaskara grup bahkan membuat Bagaskara grup di ambang kebangkrutan.


Tapi untung saja Valen bisa mengembalikan keadaan sehingga apa yang seharusnya dijaga oleh pewaris dari Arka Bagaskara, yaitu Bagaskara grup masih tetap ada di tangan Anindya, meskipun namanya sudah berubah bukan lagi Bagaskara grup. Valen memiliki pemikiran kalau seandainya nanti Anindya memang sudah bisa dilepas secara total dan memang benar-benar bisa bertanggung jawab sendiri atas mahkota horeca grup maka dia Berencana untuk mengembalikan nama besar Bagaskara grup ditangan Anindya.


Yang pasti saat ini dia ingin mengalir saja bersama dengan istrinya itu. Saat ini Valen tidak memikirkan masalah-masalah perusahaan, yang dia pikirkan saat ini hanyalah Bagaimana dirinya bisa berduaan bersama dengan istrinya, karena saat saat dia berada bersama-sama dengan ayahnya di rumah besar, maka waktunya untuk Anindya bersama dengan Valen lebih sedikit dibanding ketika mereka berada di apartemen berdua. Rencananya hari ini Vallen ingin menculik Anindya dan dan menaruhnya di apartemen, sebelum mereka berdua pulang ke rumah besar.


Ketika rapat gabungan itu selesai, rencananya Valen akan membicarakan hal ini dengan Anindya sebagai istrinya. sapi yang mengesalkan adalah ternyata Anindya harus memimpin rapat bersama dengan Ibu Susan sebagai perkenalan awal CEO baru.


Dengan cueknya Vallen tetap membuntuti istrinya ke dalam ruangan meeting, karena semua pekerjaannya sudah ditangani oleh Revan. Tiba-tiba Revan menarik tangan Vallen dan membawanya keluar dari ruangan meeting.

__ADS_1


" Apa apaan sih?" tanya Vallen dengan nada Ketus, dia kesal karena dia ditarik dengan tiba-tiba tanpa pemberitahuan. Sekretaris dari mahkota horeca sudah menutup ruangan meeting karena mereka hendak memulai meeting saat itu juga. Membuat Vallen tidak bisa masuk ke dalam ruangan meeting karena meeting sudah dimulai.


" Kamu tidak usah ikut-ikutan masuk di dalam ruangan meeting, karena itu sudah urusan dari CEO yang baru dan para pekerjanya. Kamu tidak berhak ada di dalam ruangan meeting karena kamu hanya sebagai pemegang saham terbesar dan bukan sebagai pelaksana Harian dari mahkota horeca Group. Sedangkan orang-orang yang ada di dalam ruangan itu adalah para pejabat pelaksana Harian dari mahkota horeca Group." jelas Revan dengan mendetil karena dia kesal Bagaimana Vallen ini malah membuntuti istrinya kemana-mana, padahal sudah jelas bahwa istrinya itu harus bekerja dan harus bertanggungjawab dengan sendirinya.


Kenyataan ini membuat Vallen lebih kesal lagi karena dia tidak akan bisa untuk berada di apartemen berdua bersama dengan istrinya, sedangkan kalau saat nanti dia pulang dari kantor, Anin pasti tidak mau dan beralasan kalau dia harus menyiapkan makanan sehat untuk ayahnya. Memang ini permintaan dari ayahnya yang menginginkan masakan rumahan sebagai makanan yang ingin ayahnya santap.


Tapi ya bagaimana lagi bukankah ini sudah konsekuensi dari dirinya ketika dia memilih Anindya untuk bekerja di Mahkota horeca untuk menggantikan dirinya.


Revan hanya bisa tertawa melihat kekesalan di wajah Vallen, kira-kira dia bisa mengerti apa yang ada di dalam pemikiran Vallen, tapi Revan juga ingin mengajak Vallen berdiskusi karena Erik baru saja memberikan beberapa tambahan info tentang keberadaan There dan juga nenek yang masih belum bisa move on untuk mengganggu mereka berdua.


" Val, kayaknya kita mesti harus ada meeting tersendiri deh ! Karena akan ada kejutan dari There dan juga nenek, kamu harus segera bersiap-siap karena ini menyangkut keselamatan dari Anindya. r?Rasa-rasanya There mungkin akan melakukan sesuatu yang berbahaya untuk Anindya dan berencana untuk merebut kamu dari Anindya. Sekalipun itu tidak mungkin bisa terjadi kalau kamu tidak membuat dirimu sendiri lengah."


" Makanya kita akan membuat strategi bersama-sama dengan Erik. Siapa tahu Eric ada masukan yang lebih berarti daripada sekedar kita menghancurkan There dan nenek. Aku juga heran kenapa mereka tidak ada kapok kapok nya untuk melakukan kejahatan padahal nenek itu juga sudah dibuat seperti itu kondisi kesehatannya eh masih saja belum puas!" lanjutnya dengan nada yang sedikit geram.


Sebenarnya kegeramannya itu beralasan, dia sudah beberapa kali ini mengatasi nenek yang bertindak diluar batas kepada Anindya dan juga Vallen. Beruntungnya, Revan itu selalu membawa pengawal untuk berjaga-jaga di sekitaran Vallen dan juga Anindya. para pengawal itulah yang melindungi Vallen dan juga Anindya dari perilaku-perilaku pesuruh-pesuruh nenek.

__ADS_1


" Baiklah kalau begitu! Kamu ingin kita meeting di mana ? Kalau bisa secepatnya!" kata Vallen menyanggupi keinginan dari Revan untuk memanggil Erik mengadakan meeting bersama-sama.


" Gimana kalau sekarang saja? Kebetulan Erik tadi memberikan pesan singkat ke ponselku kalau dia ingin bertemu denganku. Kupikir kita bisa langsung bertemu bertiga saja supaya cepat mendapatkan solusi yang tepat untuk mengatasi There dan juga nenek. Kayaknya ini agak sedikit berat ya Bro karena kata Erik, There bahkan menyewa seorang pembunuh bayaran untuk menghabisi Anindya. Makanya hal ini harus segera ditangani dengan tepat kalau tidak nyawa dari istrimu lah yang menjadi taruhannya." jelas Revan dengan nada tegas. Perkataan terakhir dari Revan Itu jujur membuat Vallen lemas kakinya karena dia tidak menyangka bahwa kejahatan There itu sampai dia ingin membunuh istrinya hanya gara-gara dia menginginkan jabatan Anin sebagai istri sah dari Valendra Weston.


" Emang benar benar wanita ja*lang brengsek si There itu. Kupikir akan ada satu cara untuk membuatnya Jera agar dia tidak melakukan kejahatan seperti ini lagi." kata Vallen dengan nada kesal.


" Tumben pikiran kamu langsung connect? Emang apa yang bisa bikin dia jera?" tanya Revan.dengan nada menggoda.


.


.


.


TBC

__ADS_1


Readers, sah ya ?


Yang kemarin minta double up jangan lupa kasi vote dan like yang banyak.!!! See you besokkkkđź’‹ Happy reading!!


__ADS_2