
Hai readers, i am back!! Jangan lupa untuk like, gift dan Vote ya. Kalau bisa sih sekalian di share kan supaya ceritanya bisa di ketahui oleh yang lain. Wk wkw kw , makasih buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update.
Happy reading!!
***
Ketika Valen masuk ke ruangan meeting semuanya menoleh kearah dirinya. Tapi dia tidak malu-malu untuk menunjukkan kepada mereka bahwa dirinya baru saja keluar dari kamar Anindya.
" Wah yang baru nge charge..." goda Revan.
" Nge charge kepalamu peyang! Kedua perawat untuk anakku yang satunya udah mati, yang satunya lagi diinterogasi oleh anak buah tuan Wong. Istriku kepayahan mengurus kedua Anakku karena kalau mereka minta susu kan dua-duanya pada nangis. Sedangkan tangan istriku hanya 2, Tentu saja dia bingung harus ngangkat yang mana duluan. Akhirnya ya sudah salah satu harus aku pegang duluan dan aku gendong supaya tidak nangis. Tadi aku lagi minta tolong sama asisten rumahtangganya Tuan wong agar bisa menolong Anindya memanaskan ASI yang sudah diperas dan sudah dimasukkan ke dalam freezer untuk diberikan kepada anakku kalau bangun pas bersamaan seperti tadi." kata Vallen sambil menoleh ke arah Tuan wong yang sedari tadi juga turut menguping pembicaraan mereka.
" Ya udah langsung aja kamu panggil asisten yang kamu tunjukin Biar mereka menolong Anindya, istri kamu kalau pas menyusui bebarengan seperti tadi. Tapi kamu tadi tidak sempat menyusu juga kan?" goda mr Wong sambil menaik turunkan alisnya mengejek Valen.
" Sah ya... sudah sah!! Jadi menyusu pun gak masalah." sindir Valen dengan nada sarkas.
Semua orang yang ada di tempat itu hanya bisa turut tertawa terbahak .
Kepala pengawal yang meng interogasi perawat-perawat itu masuk dan menginfokan kepada tuan wong mengenai hasil interogasi mereka.
" Tuan, mereka berdua bersih. Tapi penyepidikan di lorong dan rumah besar, ada penyadap yang dilempar di beberapa titik. Pengawal belum selesai menyisir. Tapi mereka sudah mengaktifkan pengacak sinyal sejak kita datang kesana. Jadi kemungkinan ditemukan sangat kecil." lapor kepala pengawal itu dengan nada hormat. Ia takut dengan reaksi mr Wong yang kadang tak tertebak.
__ADS_1
" Hmm, sisir tempat kita dan jangan sampai ada satupun penyadap yang tertinggal. Jangan lupa juga untuk merusak pantulan sinyal. Agar kita tetap tak terdeteksi" perintah mr Wong dengan wajah ganas.
Mr Wong sangat kesal dengan perawat yang tadi sudah ia habisi. Tahu gitu ia siksa dulu jangan dibunuh terlalu cepat.
" Menurut kabar pengawal yang berjaga di rumah besar, ada sepasukan orang yang berjalan menuju ke arah lokasi kita, masih belum dipantau siapakah pasukan itu, apakah Hunter Dead atau bukan, tapi mereka sudah mengirimkan laporan kepada kita baru saja. Saya minta izin untuk membackup rumah besar supaya kita bisa mengetahui apakah pasukan itu datang ke tempat kita atau tidak." kata kepala pengawal itu meminta izin kepada tuan Wong setelah dia mendapatkan pesan singkat dari bawahannya yang berada di rumah besar.
" Kerjakan!! Hancurkan langsung di beberapa titik yang sudah kita beri jebakan. Siapkan bom yang paling besar untuk menghancurkan pasukan itu di tempat. Jangan biarkan mereka masuk ke dalam areal aman kita." kata tuan wong sambil juga mempersiapkan plan B untuk melarikan diri.
" Lalu bagaimana sekarang kita? Apakah kita juga akan pergi dari sini? Atau kita tetap disini?" tanya Vallen dengan nada kebingungan, terus terang saja yang dia kawatirkan adalah Anindya, ayahnya dan juga anak anaknya. Tapi tentu saja dia tidak boleh juga gegabah.
" Tim IT ku lagi mengecek koordinat yang aku kirimkan, kita tunggu saja dengan sabar sampai mereka mendapatkan lokasi dimana koordinat itu berada. Karena kemungkinan Hunter Dead menyembunyikan pamanmu dan juga Alicia. Itu yang tidak boleh lepas dari pengawasan kita. Terus terang saja dendamku kepada Alicia dan Paman kamu harus terbalas. Aku tidak terima karena orang-orang yang setia meninggal gara-gara mereka." kata mr Wong dengan geram.
Tuan Wong menanggapi laporan tersebut dengan mengangguk-anggukan kepalanya tanda dia senang dengan hasil yang diberitakan kepada dirinya itu.
" Hmm bagus. Gimana dengan kinerja tim IT? Kok aku belum dikasi kabar terus?" tanya tuan Wong dengan nada datar dan dingin.
Begitulah Mister Wong saat bersama dengan anak buah dan pengawal-pengawal nya dia selalu berkata-kata dengan nada datar dan dingin.
" Maaf, tuan. Kami terlalu terfokus dengan pencarian alat penyadap dan perbaikan keamanan yang sempat bobol. Kepala pengawal juga sudah menginfokan kepada saya kalau akan menambah titik areal penjebakan lagi supaya tempat menuju ke rumah besar akan lebih aman." kata pengawal itu lagi.
" Panggil saja tim IT kemari!!"
__ADS_1
" Baik tuan!" kata pengawal itu sambil undur diri.
" Gimana dengan rumah utama kamu? Apa sudah beres?" tanya Revan.
Sedangkan Vallen sedang mengurus masalah Erik yang katanya sudah bisa keluar dari rumah sakit.
Tentunya Vallen bertanggung jawab sampai semuanya selesai dengan tuntas. Rumah sakit yang dipakai untuk merawat Eric adalah Rumah Sakit milik Vallen jadi Vallen tidak memiliki kesulitan untuk mengurus Erik walaupun dirinya tidak berada di sana.
Yang susah adalah Apakah Erik tidak akan menjadi sasaran berikutnya karena dirinya saat ini bersembunyi beserta anak-anak dan juga keluarganya.
Bukankah Alicia mengetahui bahwa Erik ada hubungan dengan Vallen. Bisa jadi Erik yang menjadi sasaran berikutnya. Jadi Vallen sedang mengurus Erik agar tetap tinggal di rumah sakit supaya dia ada di dalam pantauan sehingga tidak bisa ditemukan oleh Alicia.
" Sudah, tapi ya gitu karena lokasi rumah besar sudah bocor, dan sudah ada pasukan yang dikirim ke tempat itu jadi koordinatnya pun sudah diketahui oleh pihak Hunter Dead. kepala pengawal ku yang berada di sana akan mempertebal keamanan bahkan menambah areal jebakan supaya saat mereka masuk di titik jebakan itu mereka akan dibumihanguskan oleh bom yang memang sudah tersedia di sana. pantauan CCTV pun lebih di dibanyakin Karena untuk memantau pergerakan orang dari radius 100 km." jelas tuan Wong sambil memikirkan cara-cara lain untuk bisa mempercepat dirinya membersihkan Hunter Dead.
.
.
.
TBc
__ADS_1