Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 100.


__ADS_3

Aishhhh sudah episode 100 aja nih! Tidak terasa kita udah bersama-sama mengarungi 100 episode. Wkwk wk.. Semoga thor bisa selalu memberikan cerita-cerita yang baik dan bermutu untuk kalian semua. Jangan lupa ya Ini hari Senin, jadi ini adalah waktu kalian untuk memberikan vote dan memberikan like sebanyak-banyaknya untuk cerita ini. Gift juga selalu dinantikan oleh autor, untuk menambah semangat menulis tiada lelah. Jangan lupa karena perhatian dan support dari kalian menentukan update untuk cerita ini. Semangatin terus autor dengan hadiah-hadiah dan vote serta like yang menarik dari kalian. Ha ha ha... Happy reading guys!


***


" Bodoh!! Terus apa sih kerjaan kamu di situ, toh hanya urusin satu anak saja. Tujuan kamu di sana bukan hanya untuk mengurus anak itu, yang utama adalah bagaimana kamu bisa menyingkirkan dengan cara menjebak dia. Kalau masalah menyingkirkan anak bayi itu mah gampang! Masalah terbesar kita adalah di Vallen! Maka kamu harus bisa menjebak dia seperti yang aku ajarkan kepada kamu kemarin." kata Bill kepada Anna.


Anna yang kebetulan hari itu memang izin untuk keluar dan menemui Bill di di rumah pribadi milik paman Vallen itu, kembali meradang karena kesal dengan apa yang dikatakan oleh Paman Bill ini. Kesannya tuh dia disalahin melulu, padahal Paman Bill belum tahu alasan sebenarnya kenapa dia belum bisa menjebak Vallen.


" Eh Bill... Bukannya aku tidak mau mengerjakan tugas yang sudah kau berikan kepadaku tetapi karena orangnya yang mau dijebak aja tidak pernah pulang ke rumah. Bagaimana aku bisa melakukan rencana itu kalau orangnya aja tidak ada dan aku juga tidak tahu dia itu tidur dimana. Padahal anaknya sehari-hari tidur bersama dengan mama mertuanya di rumah besar itu. Sedangkan Tugasku hanya selesai sampai anak itu tidur dan membikin kan susu di tengah malam begitu doang! Terus terang aja aku sudah tidak betah dengan pekerjaan yang ada di sana. Kamu tidak tahu rasanya bagaimana bersama anak bayi yang bisanya cuman nangis!" kata Ana dengan suara kesal karena dia merasa disudutkan oleh Paman Bil yang tidak tahu apa-apa.


" Valen tidak pernah pulang rumah?" tanya Bill dengan suara heran


" Ya dalam satu minggu ini dia tidak pernah balik rumah." ucap Anna dengan nada sendu. Dia rasanya sudah jatuh cinta dengan Vallen yang menurutnya sekarang tampak tampan dan menggairahkan.


" Apa?? Emang dia tidak pernah tuh mendatangi anaknya atau menggendong anaknya?" tanya Paman Bil dengan nada heran.


" Eh pak tua, Coba kamu berdiri di posisinya Vallen. Aku yakin kamu juga tidak akan mau melihat anak itu lagi karena dianggapnya anak itu pembawa sial bayangkan ayahnya meninggal di hari yang sama dengan saat dia lahir, kemudian istrinya juga meninggal di hari yang sama, Valen pasti merasa bahwa anak itu membawa sial bagi ayah dan juga istrinya. Aku yakin kalau dia disuruh memilih pasti dia akan memilih untuk menyelamatkan istrinya dibanding menyelamatkan anaknya. Kalau kamu mau tahu, bahkan dia tidak pernah menggendong anak itu, jangankan menggendong melirik saja tidak pernah." kata Ana mengungkapkan asumsinya tentang perilaku Vallen.


" Oh ya? jadi menurut asumsi kamu Valen sangat terpukul dan terpuruk gara-gara kehilangan ayah dan juga istrinya?" kata Bill sambil menatap ke arah Ana.


" Ya iyalah bambang! " kata Ana sambil memutar bola matanya dengan kesal, yang menganggap bahwa Bill itu sangat bodoh.


" Hmm... ternyata dia cukup terpukul juga ya.."

__ADS_1


" Iya, desas desus orang rumah bilang kalau dia sering tidur di kantor dan sering menyibukkan diri dengan kegiatan kantor. Mungkin supaya dia melupakan hal-hal yang berkaitan dengan istri dan ayahnya." kata Ana lagi.


" Pantau terus dia deh! aku akan menyuruh orang-orang ku untuk memantau dari luar, dan kamu tugasnya adalah memantauValen dari dalam rumah dan pas waktu yang paling tepat kamu langsung melakukan rencana jebakan kita terhadap Vallen." Kata paman Bill sambil menggosok-gosokkan kedua belah tangannya. Dia sangat puas dengan hasil yang diutarakan oleh Anna, dia sangat senang ketika mendengar bahwa Vallen itu merasa terpuruk dengan kejadian meninggalnya ayah dan juga istrinya.


" Oke siap!!"


***


" Mas, katanya kamu mengungsikan aku sama ayah supaya mereka bisa melakukan rencana buat kamu." peringat Anin kepada Valen yang asik bercanda dengan anak anaknya yang berbaring di atas ranjang besar milik Anin.


" Ehm, aku malas brada disana, sayang! Lebih asik kalau bersama kalian disini." katanya dengan malas malasan.


" Kapan kita bisa kembali bersama kalau kamu malas malasan gini." kata Anin sambil mencolek hidung suaminya yang mancung. Padahal sebetulnya ia tidak tega dengan suaminya yang kelihatan caoek dan lesu. Juga dia sudah diinfo dengan Erik kalau Valen berlari lari terus maka rencana pelakor itu tidak akan bisa dilakukan padahal ia butuh bukti untuk bisa menahan paman Bill dan juga Anna. Maka Erik memberi misi Anin agar menyuruh Valen untuk pulang ke rumah besar.


" Anak pintar!!" kata Anin mengusap punggung suaminya yang masih tidur tiduran di ranjang kebesaran mereka berdua.


" Hmmh.."


" Kamu makan dulu ya.. aku temani, biar anak anak sama susternya dulu." kata Anin sambil membantu suaminya untuk bangun berdiri.


Valen hanya malas malasan saja menanggapi perkataan Anin.


Dia malas karena sesudah makan ia pasti diusir pulang oleh istrinya. Dan ia tidak mau pulang karena malas bertemu dengan si ja**ng. Ada saja yang dibicarakan oleh Anna untuk menarik dirinya berhadapan dengan wanita itu.

__ADS_1


" Yang, boleh gak kalau malam ini saja aku disini. Aku bener bener lagi tidak mood mengahdapi mereka." kata Valen sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ia ingin segalanya cepet beres tapi ia juga sadar kalau itu tidak mungkin semudah apa yang ia pikirkan.


Anin ikut ikutan menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ia juga tidak mau mengumpankan suaminya kepada pelakor macam itu. Tapi pertimbangan Erik adalah ia bisa segera menyelesaikan masalah dengan lebih cepat.


" Ya udah kamu makanlah dulu. urusan itu nanti aja dipikirkan lagi ya." katanya sambil menarik tubuh suaminya yang lagi malas malasan.


" Asik!!! Jadi aku boleh disini dulu ya malam ini." katanya sambil keluar dari kamar, karena istrinya sudah menarik tubuhnya untuk keluar dari kamar, serta mengkode suster yang berjaga di luar untuk segera masuk ke dalam menjaga anak kembar Anin dan Valen.


Tapi tiba tiba, ada suara yang familiar yang ditangkap oleh gendang telinga Valen, suara yang menurutnya sangat menjengkelkan. Karena dia tahu siapa itu.


" Tidak bisa!! Malam hari ini juga kamu harus balik. Rencana mereka tidak akan terjadi kalau kamu menghindar terus. Ini sudah masuk hari ke 21. Kamu mesti tahu kalau beberapa hari yang lalu Anna bertemu dengan paman Bill!" kata Erik dengan suara ketus.


" Hah? Kenapa kamu gak bilang sama aku?" tanya Valen dengan wajah marah.


.


.


.


TBC


WK WK WK maaf digantung dulu.. malam ini lgs up lagi... hari ini sibuknya ekstra jadi sulit buat update. Maklum kan kita masih kerja di dunia nyata, untung aja malam ini libir kerja. Jangan lupa vote, like dan gift ya.. thank you

__ADS_1


__ADS_2