Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
S2.Gustav pencitraan


__ADS_3

Setelah fitting baju di dampingi oleh head manager yang bertanggungjawab untuk memberikan kepuasan bagi pelanggan VIP yang terdaftar di sana melalui mahkota wedding organizer, maka baik baby maupun gustaf merasa puas dengan baju pengantin yang disediakan untuk mereka berdua.


Kiranya ukuran baju dan kecocokannya itu bener-bener sempurna. Sampai Head Manager yang menangani langsung klien besar mereka itu tersepona eh terpesona dengan baju pengantin yang dipakai khususnya oleh baby.


Wajahnya yang lucu menggemaskan dan masih kekanak-kanakan itu benar-benar menghilang menjadi wanita yang terlihat dewasa anggun dan super Vaganza. Bahkan Gustav sang calon suaminya pun sampai meneteskan ludahnya saking terpesona dengan transformasi baby yang terlihat begitu cantik dan anggun.


Apalagi bila baby memakai pakaian itu dan dipanggil dengan namanya Wilhelmina maka itu sangat pas dan cocok bagaikan putri kerajaan yang sedang memakai baju kerajaannya.


Si Gustav benar-benar harus menahan dirinya sedemikian rupa agar tidak langsung menerkam baby yang tampak begitu cantik dan untuk menegakkan kepemilikannya maka Gustav melingkarkan tangannya persis di pinggang ramping istrinya itu untuk menunjukkan kepada mereka semua bahwa inilah calon istrinya yang nanti sore sudah sah menjadi istrinya.


" Gimana menurutmu, mas? Apakah baju ini kelihatan bagus kalau aku pakai atau tidak?" tanya baby dengan sedikit berbisik karena dia malu kalau sampai Gustav mengatakan bahwa pakaian itu tidak cocok dipakai olehnya.


Sebenarnya baby agak sedikit ketakutan kalau dirinya tidak cocok memakai pakaian-pakaian seperti ini.


" Kamu terlihat sangat cantik dan sangat cocok memakai baju ini bahkan Mas saja pengennya kamu tidak usah keluar pakai baju ini karena pasti nanti mata laki-laki akan tergoda melihat kamu dalam outfit seperti ini." kata Gustav sambil memegang bahu istrinya lalu menatap kesemua detil baju yang diapakai memang benar-benar wah dan layak karena uang yang dihabiskan oleh Gustav pun tidak sedikit untuk membeli pakaian tersebut!


" Ish mas ya,kerjaaannya menggoda baby saja." sungutnya kesal.


" Ha ha ha, kamu kalau marah itu tambah cantik."


" Yang ada kalau aku marah, entar lama lama darah tinggi kalau sudah darah tinggi aku malah kelihatan lebih tua dari kamu lah Mas!" kata baby sambil merajuk karena melihat bahwa calon suaminya ini malah tertawa terbahak-bahak melihat kemarahannya.

__ADS_1


" Ya udah, mas minta maaf. Udah yuk kamu Segera mengganti pakaian kamu itu karena sudah nggak ada keluhan kan jadi kita akan segera datang ke catatan sipil untuk mengurus surat-surat yang sudah disediakan oleh asistenku dan kita kesana cuman tinggal tanda tangan doang!" kata Gustav sambil mendorong tubuh calon istrinya itu perlahan supaya segera mengganti baju pengantinnya itu dengan baju yang tadi dia pakai dan segera datang ke kantor catatan sipil untuk mengurus surat-surat sehingga sore hari ini juga mereka sudah sah menjadi suami dan istri menurut hukum negara.


Dan benar saja setelah baby siap berangkat langsung mereka meninggalkan butik itu dan segera pergi ke kantor catatan sipil dimana mana asisten dari Gustav sudah menunggu mereka dan tanpa mereka harus turun dari mobil, mereka hanya tinggal membubuhkan tanda tangan dan mereka sudah sah menjadi sepasang suami istri.


Sertifikat pernikahan dibawa oleh asisten Gustav untuk kembali distempel dan sebagainya karena berkas-berkas dan seluruh persyaratannya sudah masuk ke Kantor Catatan Sipil.


" Mas.."


" Hmm."


" Kita udah sah?" tanya baby dengan nada malu-malu tapi mau.


" Kalau secara hukum negara dan pencatatan sipil semuanya sudah beres jadi ya kita sudah sah!" jelas Gustav tanpa memalingkan wajahnya dari pandangannya ke depan karena dirinya masih menyetir.


" Ayah sebenarnya sudah mengetahui tentang hari ini namun mungkin Ayah Vallen belum mengatakan kepada kamu tentang masalah keabsahan surat nikah yang dibuat pada sore hari ini. Mas Gustav juga belum tahu apakah Ayah Vallen akan mengijinkan Mas Gustav untuk tidur di rumah besar keluarga Vallen atau boleh membawa kamu ke rumah besar Dimitri. Nanti kita pasrahkan sama ayah Vallen saja ya dan ibu." kata Gustav yang sebenarnya sudah lega karena sudah bisa meningkat seorang Wilhelmina Weston sebagai istrinya yang sah dan satu-satunya.


Baby hanya bisa mengangguk-anggukan kepalanya tanda dia pasrah saja juga dengan keputusan dari ayahnya Karena bagaimanapun ayahnya itu pegang kendali atas dirinya dan juga suaminya yang sah saat ini. Eh sudah boleh Panggil suami kan? Katanya kan sudah sah! Entah kenapa ya waktu bisa memanggil Mas Gustav sebagai suami itu rasanya baby itu kepingin melayang di udara, terus kepingin guling-guling di kasur, terus kepingin salto-salto gitu saking bahagianya.


Tapi tentunya baby tidak bisa melakukan semua itu di hadapan suaminya yang sekarang takutnya nanti si Gustav jadi ilfil melihat kelakuannya yang kemudian salto-salto gara-gara terlalu bahagia bisa menikahi seorang laki-laki tampan, tajir, dan juga body goals banget alias very Athletic.


Baby kan pernah lihat tuh membentuk perutnya dari Gustav yang kotak-kotak kayak roti sobek itu loh! Rasanya Baby Itu kepingin nyicipin untuk mengelus kemudian diputar terus dijilat lalu dicelupin. Kyaaaaaa!!! Kayak apa ya rasanya wik wik wik...

__ADS_1


Ekspresi wajah baby yang berubah-rubah dari senang, kemudian sedikit mesum, kemudian tertawa bahagia, membuat Gustav menebak bahwa istrinya ini sedang melamunkan hal-hal yang jorok!


" Hei.. lagi mikirin apa sih, kok bikin mas Gustav jadi penasaran? Lagi ngelamun jorok ya?" tuduh Gustav sambil menunjuk wajah meaum.istrinya yang polos dan lucu itu.


" Ha ha ha mas Gustav tahu aja. Pasti dulunya kamu seorang paranormal ya?"


" Mas Gustav tidak perlu jadi Paranormal kalau hanya untuk menebak ekspresi wajah kamu yang kelihatan seperti buku yang terbuka! Wajahmu itu sudah terlihat jelas dan tercetak dengan huruf besar! makanya ekspresi wajah kamu itu dikondisikan supaya kamu itu tidak terlihat malu-maluin di hadapan orang!" nasihat Gustav kepada istrinya itu.


" Ngapain harus malu katanya sudah sah ? Berarti kita sudah bisa mengungkapkan semua apa yang ada di dalam pemikiran kita secara jujur dong !! Kalau mas tidak jujur berarti Mas Gustav itu sukanya bohong dan pencitraan. Padahal kalau mau pencitraan itu biasanya kalau mau jadi presiden. Kalau cuman mau jadi suami nggak usah pakai pencitraan, toh nanti semuanya kelihatan!" kata Baby dengan vulgar, sampai Gustav harus menutup wajahnya tanda ia bingung harus bagaimana sama istri kecilnya itu.


.


.


.


TBC


Guys, thor up 1 ya, mudah mudahan awal bulan bisa lebih banyak lagi, soalnya harus up buku baru yang sudah author bikin yaitu Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda


__ADS_1


ayo kasih favorit, like, vote dan juga hadiah.


Plis tolongin thor, itu cerita lagi dalam pantauan para editor, jadi tolong bantuannya ya....untuk memfavoritkan. mengelike dan juga memberikan vote serta memberi hadiah.


__ADS_2