Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
S2. Kejutan Baby


__ADS_3

Pagi itu,  Gustav mengantar Baby ke kampus sebelum menuju ke kantornya. Awalnya Baby tidak mau ke kampus karena merasa bahwa dirinya tidak sepintar saudaranya yang lain. Maka setelah ia menikah ia tidak mau melanjutkan kuliahnya, yang sudah ia sempat masuki sebelum ia pergi minggat dari rumah. Namun itu adalah salah satu prasyarat bagi Baby kalau ingin menikah dengan Gustav.


Baby juga mengambil perkuliahan yang menurutnya mudah dan sudah ia kuasai, yaitu bisnis. Baginya kuliah bisnis akan lebih mudah karena ia memang menyukai bekerja dalam bidang itu.


Mobil berhenti di dekat parkiran kampus.


“Ingat pesanku ya….” Kata Gustav saat melepaskan safety belt Baby.


Baby yang merasa tubuh suaminya condong ke arahnya, timbul jiwa isengnya dengan menggigit daun telinga Gustav dan menjilat cuping telinganya itu dengan seduktif, ini semua karena kepala Gustav berada tepat di depan wajahnya.


“Aww sakit lah sayang!” protes Gustav sambil mengusap telinganya dengan wajah kesal menghadap ke istrinya yang iseng bin jahil itu.


Baby hanya bisa terkekeh riang mendengar protes suaminya itu.


“Soalnya kamu ganteng banget mas, jadinya aku gak tahan, lihat telinga kamu kayak jadi gemes gitu!” kata baby dengan suara yang sangat riang.


“Ingat juga ya mas! Kalau kamu sampai ketahuan flirting sama cewe dengan ketampanan kamu itu, jangan salahkan aku kalau kamu mendapati ular kamu habis ditangan aku.” ancam Baby dengan nada yang masih riang, tapi matanya menyorotkan kekejaman seorang anak mafia terkenal.


“Ehm kalau mau saling gemes gemesan bisa nanti malam saja, sekarang ini yang bener kamu itu kuliah yang bener dan jangan lupakan pesan aku ya! Dan jangan kuatir, suami kamu itu sudah tua, sedangkan kamu masih muda. Yang ada mas Gustavlah yang insecure sama kamu! Jadi jaga mata dan hati!” perintah Gustav sambil mengusap kepala istri mungilnya itu.


“Jauhi orang yang berjenis kelamin laki laki dan jangan dekat dekat sama mereka? Perintah yang sama juga aku katakan kepada kamu ya mas!” kata Baby dengan nada menggoda, ia khatam banget karena suaminya sudah mengatakan itu ratusan kali sampai Baby hafal di luar kepala, begitupula dengan dirinya.


Gustav menghela nafasnya dnegan panjang, ia sangsi apakah istri kecilnya itu bisa melakukan apa yang ia minta, karena istrinya itu sangat supel dan ramah dengan semua orang. Begitu pula dengan dirinya, entah virus posesif ini benar benar menggangu


“Ini serius sayang! Bukan main main,”: kata Gustav dengan raut wajah yang tampak serius sekali, tapi baby bukanlah wanita sembarangan sehingga ia bahkan tidak merasakan cemas ketika Gustav mengintimidasi dirinya seperti ini.


Baby malah mengecup pipi suaminya itu dan melemparkan senyum khas baby.


“Aku kuliah dulu dan sampai jumpa nanti ya.” Kaya Baby sambil membuka pintu mobilnya.


“Baby….” Tapi anak itu malah sudah keluar dan meninggalkan mobil Gustav tanpa menengok ke belakang hanya melambaikan tangan ke pada suaminya itu dengan tingkah menggoda seperti biasanya,. Akhirnya Gustav menyerah dan melambaikan tangan juga membalas kelakuan istrinya sambil membawa mobilnya berjalan menjauh.


Sahabat Baby, si Emily Watson mendekatinya.


“Duh, wajahmu cerah bersinar kayak langit abis ujan. Seperti bohlam lampu ribuan watt.” Goda sahabatnya itu.

__ADS_1


“Aish jangan menggoda, aku tahu maksud kamu soalnya.” Kata baby sambil memutar bola matanya dengan kesal mendengar godaan sahabatnya itu.


“Ehm gimana rasanya belah duren?”


“Enaklah! Kamu pernah ngrasain buah duren gak?” tanya baby.


“Pernahlah!”


“Gimana rasanya?”tanya baby lagi membuat Emily yang sama polosnya menjadi bingung.


“Ya enaklah!”


“Nah, kayak gitu rasanya!” 


Dueng!!  Kalau seandainya mencekik orang itu halal hukumnya maka Emily sudah mencekik sahabatnya iitu. Pertanyaannya apa, jawabannya apa, membingungkan sekali deh!


“Ha ha ha wajah kamu itu kayak kelaparan berat sampai kepingin makan orang!” kata Baby yang menggoda Emily.


“Hmm emang begitu rasanya!”


“Pingin makan kamu yang ngeselin kayak kakak kembar kamu itu!” seru Emily yang super kesal dengan Baby yang menggodanya, membuat baby malah terbahak bahak karenanya.


Lucu sekali rasanya mengerjain sahabat sedari oroknya itu.


Keduanya menlangkah ke dalam kampus mereka dengan langkah ringan, banyak sekali yang akan mereka lakukan di kampus hari ini.


***


Gustav duduk bersama dengan klien bisnisnya, yang bernama Felicia Sunarto, anak perempuan Felis Jewlery membicarakan model baru yang akan di beli oleh Felis Jewelry untuk keperluan Jewelry Show yang akan dihelat akhir minggu ini.


“Sudah lama kita tak bertemu ya, Gus! Aku kangen kita bisa ngafe di kafe biasa sepulang kerja ini.”


“Maaf aku sekarang tidak bisa melakukannya, sehabis ini aku harus menjemput istriku karena yah kamu kan tahu kalau aku baru saja menikah dengan anak keluarga Weston, jadi aku masih kangen kangennya dan tak bisa lama lama berjauhan dengannya.” Jelasnya dengan nada dingin.


Ia tahu Felicia ini sering mengajaknya keluar dan hang out bersama, memang cantik sih, tapi tak ada debaran khusus saat Gustav bersama Felicia.

__ADS_1


" Oh ya aku lupa kalau kamu baru saj menikah dengan Wilhelmina Weston. Padahal aku sudah menunggu kamu sejak lama, malahan kamu menikah dengan orang lain." katanya dengan nada sendu.


"Ehm, aku tidak pernah memberikan sinyal apa apa, bahkan seingatku aku selalu menolak kebersamaan kita, seharusnya kamu sudah tahu dong!" katanya dengan nada semakin dingin. Ia tidak suka dengan suasana sperti ini. Ia menatap Ken yang ada di ruangan yang sama, untuk menghandle masalah ini.


"Tuan muda, maaf ada telepon yang masuk. Ini ibu mertua anda yang menelepon, apakah harus saya katakan..." katanya menkode Gustav agar Gustav bisa lepas dari suasana awkward semacam ini.


"Saya akan meneleponnya kembali sebentar lagi. Kamu silahkan mengantar nona ini dan selesaikan masalah pembuatan model yang ia pinta dengan secepatnya karena jewelry shownya akan diadakan akhir minggu ini, bukan begitu nona Felicia?" tanya Gustav mengkode Feli supaya membicarakan masalah bisnis saja dan tidak ngelantur ke lain hal.


Ia cukup takut, kalau sampai Baby tahu tentang Feli dan beberapa wanita lain yang masih mengejar Gustav padahal mereka tahu kalau dirinya ini udah memiliki istri.


Ketakutan Gustav terjadi juga, karena Ken masih ada di dalam ruangan Gustav, dan Feli juga di dalam, maka Baby masuk tanpa ada orang yang menghalangi, dan baby masuk ketika Feli memaksakan diri untuk bercipika cipiki ria bersama dengan Gustav padahal Gustav sudah mundur untuk menyatakan ahwa dirinya menolak kedekatan fisik seperti itu.


"Nona, saya rasa tidak pantas bagi seorang wanita yang beretika untuk memaksa mencium laki laki yang sudah beristri? Bukankah begitu?" tanya Baby yang sudah ada di ambang pintu sambil melipat tangannya dengan suara yang dingin. Suasana ruangan Gustav yang dingin jadi tambah dingin karena perkataan Baby yang tampak menyindir dengan halus tapi menusuk.


"Sayang...." Gustav hanya diberi kode untuk diam oleh istrinya itu, kelihatannya Baby masih muda tapi aura menyeramkan itu bisa muncul seperti saat Valen sebagai mafia.


.


.


.


TBC


Hai raeders, maaf bab 225 dan 226 itu terbalik dan dilihatnya kurang nyaman padahal thor sudah ubah namun ya ternyata gak bisa.


Mengerikan juga nih baby?Gimana nasib adik kecilnya Gustav kalau Baby udah dalam model menyeramkan kayak gini?


See next episode besok ya, kalau banyak yang komen sampe 30 lngsung ta up deh.


Like, Gift dan vote jangan lupa. Koin yang banyak juga bikin auto update ya!!Happy Reading!!


 


 

__ADS_1


__ADS_2