
Jangan lupa untuk like dan memberikan gift juga support autor dengan memberikan vote. Makasih juga buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Oh ya jangan lupa mampir di cerita thor yang lain. Banyak yang sudah selesai dan bisa dibaca sampai ending!!
Happy reading, guys!!
***
" Misi penyusupan ini sangat berbahaya loh! Aku sendiri tidak bisa menjamin keselamatan masing-masing orang. Apalagi kalian itu benar-benar masih baru dalam dunia seperti ini. Bukannya aku melarang tapi apakah kalian siap menanggung resikonya masing-masing?" tanya Tuan wong dengan nada ragu-ragu. Ia sangat memikirkan keselamatan kedua teman barunya ini. Apalagi dengan Vallen yang masih memiliki anak kecil-kecil dan juga istri yang menjadi tanggungan.
" Aku akan izin dengan istriku agar bisa ikut kamu di dalam misi ini. Aku yakin istriku pasti akan mengijinkannya. Karena walaupun aku masih baru di dalam dunia hitam seperti ini, tapi aku tidak bisa membiarkan sahabatku sendiri yang sudah rela menampung keluargaku di rumahnya harus berjuang sendiri ketika menghadapi masalah." kata Vallen dengan suara tegas.
Ia juga yakin kalau Anindya akan mengizinkannya. Tentu saja dia akan bercerita kepada Anindia apa adanya dan memohon pengertian dari padanya karena ini menyangkut nyawa dari sahabatnya juga.
Bukankah Tuan wong sudah membantu mereka begitu rupa. Bahkan rela memberikan tempatnya, rumahnya, juga akses pribadinya, untuk menampung istri dan anak-anaknya serta ayahnya.
Bagi Tuan Wong yang hidup di dalam dunia hitam kesetiaan itu paling penting. Dia cukup terharu dengan apa yang dikatakan oleh Valen kepadanya. Yang artinya Vallen menganggap dirinya bukan lagi sebagai orang yang baru saja bertemu tapi dia sudah menganggap dirinya sebagai sahabat bahkan saudara.
Tuan Wong bahkan tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi karena apa yang diucapkan oleh Valen itu benar-benar menyentuh hatinya dan dia yakin apa yang diungkapkan oleh Vallen tadi adalah benar-benar tulus dari hatinya Yang Terdalam.
" Baiklah sekarang kamu bilang dulu dengan istrimu dan kita lihat respon dari istrimu Aku minta kalau memang Anindya tidak mengijinkan kamu untuk pergi kamu Janganlah Pergi kamu juga harus melindungi keluargamu istrimu ayahmu anak-anakmu." kata tuan wow sambil mendorong tubuh Vallen agar pergi ke kamar Anindya untuk meminta izin.
tapi sebelum dia bisa melangkah keluar dari ruangan itu Revan menyusulnya dan mengatakan,
__ADS_1
" Lebih baik kamu tinggal saja ditempat ini dan biarkan aku saja yang mengikuti Tuan wong kesana. Karena harus ada 1 orang orang yang berjaga-jaga di tempat ini dan dari ketiga orang yang dianggap mampu yaitu Tuan Wong, Aku Dan Kamu kupikir harus ada salah satu yang tinggal. Dan pilihanku jatuh pada kamu. Ingat!! Anin dan Ayah hanya sendirian." kata Revan sambil menekan nada suaranya pada 'kesendirian' Anin dan ayah.
Vallen lalu kemudian berpikir, begitu pula dengan Tuan wong setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Revan.
Mereka berdua jadi berpikir bahwa tidak mungkin kalau mereka bertiga pergi bersama-sama. Itu berarti sama saja mereka membiarkan markas disini akan kosong.
Akan lebih baik ada seorang yang berjaga di markas besar untuk memantau pasukan yang berangkat supaya tampuk kepemimpinan tidak hilang begitu saja. Dari sini Valen juga bisa membantu memimpin menggantikan tuan Wong.
" Yeah, aku tidak bisa tidak setuju dengan apa yang diungkapkan oleh Revan tadi. Sebenarnya aku juga tidak kepikiran sama sekali dengan kosongnya tampuk kepemimpinan di tempat ini. Aku juga terbiasa membiarkan kepala pengawal dan juga kepala pengembangan teknologi untuk memimpin hal-hal yang kelihatannya strategis. Tapi dengan adanya vallen-disini tentunya akan sangat banyak membantu." kata Tuan Wong memfinalkan keputusan bersama.itu.
Sebenarnya Vallen masih merasa tidak rela dengan keputusan yang diambil oleh Revan dan juga tuan Wong.
Bahkan dia juga bisa memantau pergerakan mereka dari tempat ini sehingga penyusup juga tidak bisa masuk ke arah markas besar mereka.
" Oke jadi semuanya sudah setuju ya! Kalau begitu aku dan Tuan Wong akan bersiap-siap untuk berangkat bersama dengan beberapa pengawal Tuan Wong yang mumpuni untuk melakukan tugas di sana. Sementara vallen memimpin pergerakan di sini termasuk memimpin dan memantau kepala pengembangan teknologi dan juga kepala pengawal yang berjaga di tempat ini. Bukankah begitu Tuan Wong?" kata Revan menyimpulkan keputusan yang sudah disetujui bertiga itu. satuan uang hanya bisa mengangguk dan Vallen pun memberikan persetujuan dengan mengangguk juga walaupun dengan sedikit lemah. Valen masih merasa tidak rela karena dia tidak bisa ikut di dalam petualangan itu. Itu membuat Revan pun menggodanya.
" Ayolah bro! Kamu tampak seperti ayam yang akan dijagal saja! Tugasmu ini juga penting!"
" Iya, kalian harus berjanji untuk hati hati." kata Valen kemudian sambil menatap kepergian kedua orang itu.
Tuan Wong bahkan sudah memberi pesan kepada kepala pengawal dan juga kepala pengembangan teknologi miliknya agar menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada Vallen saja.
__ADS_1
Jadi mereka harus menuruti perintah dari Vallen dan mengikuti apa saja yang menjadi pantauan Vallen. Singkat cerita mereka semua sudah pergi untuk melakukan penyusupan ke pulau pribadi milik Hunter Dead.
Memang rencananya Revan dan Tuan wong hanya memantau dari radius yang lebih jauh. Pasukan Katak milik Tentara Angkatan Laut juga sudah dipersiapkan berangkat bersama dua tim lainnya yaitu dari interpol dan juga anak buah dari komandan polisi Nawa.
Vallen yang saat ini berada di ruangan pengembangan teknologi terserang euforia yang cukup besar. Dia merasa gugup dan sedikit berkeringat dingin saat mengetahui rombongan Revan dan juga tuan wong sudah masuk ke koordinat yang ditentukan.
Memang sih jarak dari pulau pribadi milik Tuan Wong sampai ke pulau itu tidaklah jauh. Tapi sebenarnya ketiga tim baik dari interpol, pasukan katak dan juga anak buah komandan polisi Nawa sudah tiba bersamaan dengan tim milik Tuan Wong di koordinat yang sudah ditentukan masing-masing.
Mereka langsung melakukan apa yang menjadi tugasnya masing-masing dan mendengarkan suara Vallen yang memberi perintah beserta aba-aba ke arah manakah mereka harus melangkah untuk menghindari pasukan dari Hunter Dead yang juga berada di sana.
Tujuan mereka hanyalah menghancurkan Pulau itu beserta orang-orang yang ada disana karena ke semua orang yang ada di sana itu adalah anak buah dari Hunter Dead.
.
.
.
TBC
jangan cemas digantung, 1 episode bakalan tayang sehabis ini. Biar sah 2 episode. Jangan bilang dikit ya, sesuai standar semua nih, 1000an lebih kata.. Jangan lupa likenya.. soalnya readers suka lupa tuh kasi like apalagi gift sama vote.. 🤦🏻♀️🤦🏻♀️
__ADS_1