Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 135.


__ADS_3

Hai readers, i am back!! Jangan lupa untuk like, gift dan Vote ya. Kalau bisa sih sekalian di share kan supaya ceritanya bisa di ketahui oleh yang lain. Wk wkw kw , makasih  buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update.


Happy reading!!


***


" Aku sih lebih cenderung pada opsi kedua. Walaupun lebih lama waktunya yetapi menurut aku itu lebih aman. Untuk sementara Ayah biar di tempat sini dulu. kalau nanti memang kita tidak menemukan tempat persembunyian dari Paman bilang juga Alicia, maka kita bisa melakukan opsi yang pertama. Seperti rencana A dan juga rencana B." kata Vallen memutuskan. sedangkan Revan menyetujui Apa yang dipikirkan oleh Vallen. Ayah Willy hanya bisa pasrah saja dengan keputusan yang diberikan oleh Vallen dan menuruti apa yang menjadi keinginan anaknya itu.


" Baiklah kalau begitu aku akan langsung menghubungi tim IT untuk melakukan penyisiran titik GPS seperti koordinat yang aku berikan kepada mereka nanti. Sedangkan kalian silakan saja beristirahat sekarang dan aku juga akan beristirahat di tempat ini terlebih dahulu, nanti malam Tim IT akan aku bawa kemari supaya kita bisa berkumpul bersama-sama di sini. Kurasa tempat ini lebih aman dibandingkan di rumahku atau di tempat lain." kata Mister Wong menjelaskan.


" Katamu tempat ini ada blokir sinyal, dan tidak ada provider yang ada di sini kecuali telepon kabel di tempat kepala pengawal kamu. Bagaimana tim IT-mu bisa mencari titik koordinat yang kamu berikan nanti. Bukankah itu semua membutuhkan sinyal internet?" tanya Revan dengan kebingungan.


" Memang di sini memang ada alat untuk memblokir sinyal bahkan satelit pun tidak bisa menyelidiki aktivitas dunia maya yang terjadi di tempat ini. Tapi kami memiliki tempat khusus di bawah yang juga tidak bisa terdeteksi oleh satelit lain. Di sana kami memiliki peralatan peralatan yang modern dan komplit serta canggih. La menurutmu bagaimana CCTV di sini bisa berjalan dengan baik dengan tangkapan sinyal yang baik masuk ke dalam kamera pengawas dan juga monitor pengawas? Semuanya itu kan juga tetap membutuhkan internet? Tenang saja memang tempat ini terlihat sepi dan tidak ada apa-apanya tapi seperti aku katakan tadi semua peralatan canggih dan modern yang ada di tempat ini termasuk internet dan juga satelit pribadi yang khusus aku beli untuk kebutuhan menangkal hacker dari luar." kata Mr Wong dengan lagak sombong.

__ADS_1


Tiba-tiba seorang pengawal milik Mister Wong menghampiri dan berbisik sampai mereka tidak mendengar apa yang dikatakan oleh pengawal itu kepada Mister Wong. Setelah mendengar perkataan dari pengawalnya Mister Wong raut wajahnya sedikit berubah. Entah apa yang dikatakan oleh anak buahnya itu. Tentu saja ini menjadi kecurigaan bagi Vallen, Revan, dan ayah Willy.


" Ada mata mata di dalam kumpulan orang orangmu. Mungkin dialah yang mem bocorkan keberadaan kamu di panti." kata mr Wong dengan raut datar dan dingin. Tentu saja Mr Wong marah. Karena dirinya membawa seorang penghianat masuk ke dalam pulau pribadi yang tidak banyak orang yang tahu. Mister Wong pasti memiliki ketakutan kalau-kalau penghianat itu menceritakan bagaimana mereka masuk ke dalam tempat itu. Jadi Mister Wong harus menghabisi orang yang menjadi penghianat itu.


" Siapa yang berani berkhianat denganku?" tanya Revan marah, semua anggota pengawal dan juga yang bekerja bersama di rumah besar untuk Vallen dan juga Tuan Wili, adalah hasil dari analisa dan interview yang dilakukan oleh Revan. Oleh karena itu Revan merasa kebobolan karena ternyata di antara semua masih ada orang yang menjadi mata-mata untuk musuh mereka.


" Baby sitter!! Salah satu dari kedua perawat itulah yang menjadi mata-mata. Entahlah dia jadi mata-mata di pihak yang mana. ini harus diselidiki secara jelas. Dan kalau memang dia menjadi mata-mata dari pihak Hunter Dead, maka dia harus dilenyapkan. Untung saja aktivitas dia untuk memberikan informasi kepada orang luar terbatas dengan adanya blokir sinyal yang aku miliki. Orang-orang yang akan memberikan informasi kepada orang luar akan terlihat jelas di kamera pengawas dari kepala pengawal. Salah satu dari perawat tadi melakukan pengiriman informasi berupa foto dan juga kata-kata. Semua informasi yang dia ketik dan juga pengiriman foto langsung terdeteksi di komputer kita. penerimanya juga kita sudah tahu cuman karena belum terlalu jelas tanya didikannya maka kita belum tahu penerimanya itu hunter dead atau orang lain." jelas mr Wong lagi dengan nada geram.


Valen langsung bergegas ke kamar anak-anak yang berada di samping kamarnya yang tadi dia pilih. Di dalam kamar anak-anak itu dia melihat Anindya masih ada di sana beserta salah seorang perawat. Melihat hal itu dia langsung menyuruh pengawal Mr Wong yang mengikutinya untuk mengamankan perawat yang ada di sana dan segera menginvestigasi perawat yang ada di dalam kamar anaknya itu tadi.


Revan pun mengikuti jejak Vallen untuk mencari perawat yang sudah dia interview. Ketika melihat bahwa ada salah seorang perawat yang berada di kamar keponakannya dan sudah di bawa dengan paksa oleh pengawal dari Mister Wong dia langsung mencari perawat yang satunya lagi. Ternyata pengawal dari Mister Wong bertindak sigap mencari seorang perawat lagi yang ternyata masih ada di bawah. Mereka langsung dikirim masuk ke dalam ruangan di mana Vallen Revan Ayah Willy dan juga Mister Wong berdiskusi tadi, untuk diinterogasi.


Tindakan Vallen yang tergesa-gesa dan juga para pengawal yang mengambil paksa perawat yang biasa menjaga Liam dan Lios, membuat Anindya menjadi curiga. Kemudian dia bertanya kepada suaminya apa yang sebenarnya sedang terjadi?

__ADS_1


" Mas, ada apa sih? Kenapa perawat Liam kamu bawa? Apakah ada masalah?" tanya Anindya mencecar suaminya itu.


" Hmm, kamu jangan khawatir tapi untuk sementara ini kamu harus bisa mengurus kedua anak kita dulu. Rasa-rasanya Mas harus meneliti kembali orang-orang yang bekerja sama kita. Karena ternyata mereka juga bisa jadi mata-mata dari Hunter Dead atau juga dari Paman Bill." jelas Valen dengan nada Lirih, Dia tahu bahwa sekarang anak anaknya sedang tidur. Jadi agar tidak membangunkan anaknya maka dia berbicara dengan nada perlahan.


Anindya sangat terkejut dengan fakta yang ada di hadapannya. bahwa orang yang dipercaya untuk memegang anak-anaknya malah merupakan mata-mata dari musuh suaminya. Untung saja dia tidak serta merta meninggalkan anaknya. dia selalu memantau kegiatan dan apa yang dilakukan oleh perawat perawat yang turut membantu dirinya merawat kedua anak kembarnya itu.Tapi tak urung, dia juga khawatir. Dia bergegas memeriksa tubuh kedua anaknya mana tahu kalau terjadi sesuatu saat ia tidak melihat anaknya. Tapi Anindya sedikit bernafas lega saat melihat bahwa kondisi anak-anaknya baik-baik saja.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2