Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 127.


__ADS_3

Hai readers, i am back!! Jangan lupa untuk like, gift dan Vote ya. Kalau bisa sih sekalian di share kan supaya ceritanya bisa di ketahui oleh yang lain. Wk wkw kw , makasih  buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Happy reading!!


***


" Bagaimana ceritanya mereka tidak menjawab panggilan kita? Bukannya tadi masih terhubung ya?" cecar Revan dengan suara cemas yang tidak bisa dia sembunyikan, karena bagaimanapun ada ipar, keponakan, serta Ayah angkatnya di sana.


Dia sangat khawatir dengan perkembangan yang dia terima saat ini. Karena pengawal yang disuruhnya untuk menelepon pengawal Anindya hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan lemah tanda dia juga tidak bisa mengetahui kondisi temannya yang ada bersama sama dengan Anindya.


Revan memutuskan untuk masuk ke dalam tanpa menunggu Vallen. Ia merasa kalau ada sesuatu yang tidak beres di dalam hutan sana. Pikir Revan, paling Valen dan kawan kawan hanya terlambat 5 menit dari waktu dia datang.


Berarti kalau dia masuk ke dalam hutan, Valen masih bisa menyusulnya, jadi seandainya terjadi sesuatu di dalam hutan Valen bisa menolong kondisi Revan dan kawan-kawan.


Apalagi ternyata kalau Anindya masih ada di dalam hutan itu, Revan akan mempercepat usaha Anindya untuk bisa keluar dari hutan itu.


Kemudian Revan memerintahkan anak buahnya masuk ke dalam bersama-sama. Dia tidak menyadari bahwa ada sepasang mata yang sedang memperhatikan gerak-gerik Revan yang memasuki areal hutan dari sisi pemukiman Desa bagian utara itu.


Revan terjebak! Tiba-tiba kepalanya sudah diacungi senjata api oleh seseorang. Bukan saja Revan melainkan semua pengawal yang dia bawa juga ikut ditangkap.


Revan melirik ke arah orang orang yang menangkapnya. Kira kira ada 10 orang yang ada disitu. Semuanya memakai pakaian hijau tentara dan menggunakan topi berwarna hitam. wajahnya sangat asing mungkin bukan orang asli Indonesia, tapi memiliki darah Asia. Revan menduga bahwa orang-orang inilah pasukan pembunuh yang tadi sudah memporak-porandakan Desa bagian Selatan. Banyak sekali pengawal milik mereka yang jatuh melawan pasukan ini. Diperkirakan pasukan ini memiliki kekuatan yang sangat besar. Tidak bermasalah sama sekali kalau seandainya dia ditukar oleh Anindya dan anak-anak karena Revan tidak melihat kehadiran Anindya di sana. Revan berdoa supaya Anindya ternyata sudah lolos duluan.


" Siapa kalian?" tanya Revan dengan suara tegas.


" Bukan urusan kalian!! " kata orang yang Revan kira adalah pemimpin dari pasukan itu. Nada suaranya yang aneh membuat Revan berpikir bahwa orang itu pasti belum bisa memakai logat bahasa Indonesia yang benar. Kemungkinan orang itu berasal dari luar negeri tapi masih daerah Asia, karena wajahnya yang mirip sekali dengan orang Indonesia.


Tadi Revan sempat mendengar dari Vallen bahwa orang-orang ini mengincar ayah angkatnya. Mungkin Anindya sudah pergi dari sini karena mereka sama sekali tidak Revan temukan disini.

__ADS_1


" Lepaskan kami dan kami akan memberi kalian uang." pancing Revan dengan nada tegas.


Revan tahu bahwa pasukan ini diperkirakan adalah pasukan yang di sewa oleh Paman Vallen. Katanya sih bayarannya sangat besar karena memiliki kemampuan yang mumpuni dalam membunuh orang yang ditargetkan. Mungkin mereka merasa bahwa Revan bukanlah orang yang ditarget oleh bos-nya. tentunya paman Vallen hanya menargetkan orang-orang tertentu, bayaran untuk 1 orang target pastinya mahal.


" Leoaskan kami dan kami akan membayar kalian. Berapapun yang yang kalian minta!" pinta Revan lagi.


beberapa saat kemudian Revan mengganti pertanyaannya dengan bahasa Inggris mungkin itu akan lebih mudah untuk dimengerti oleh orang-orang tersebut. karena Revan yakin bahwa orang itu bukan orang Indonesia. lalu mereka menganggukan kepala dan mengatakan sesuatu di dalam bahasa Inggris kepada sesamanya.


" We want you to pay us 1 million dollars for each of you!"


( mereka meminta supaya Revan membayar kepada mereka senilai 1000000 dolar untuk 1 orang)


Revan harus segera menyetujui apa yang mereka minta karena ini menyangkut nyawa mereka. Bagi Vallen maupun Revan uang sejumlah itu sangat kecil untuk diberikan. Apalagi menggantikan nyawa orang-orang yang setia kepadanya. hari ini Revan hanya membawa 10 orang pengawal bersamanya. Kalau ditambah dengan dirinya berarti totalnya adalah 11 orang. Jadi kalau dikalikan berarti Revan harus menyediakan 11 juta dolar untuk menggantikan nyawa mereka. Revan langsung menyanggupinya dan berkata di dalam bahasa Inggris.


( Aku setuju dengan 10 juta dolar untuk semuanya. Bebaskan kita dan aku akan membawakan uang yang kamu butuhkan.)


Mereka rupanya kembali berunding dan langsung menyetujui transaksi yang mereka lakukan barusan. Revan tidak keberatan untuk memberikan 10 juta dolar asalkan mereka selamat.


" We will release you and your friend, if you get someone to bring the money with it. And i will need 10 million dollars in cash!"


( Kami akan melepaskan kamu dan teman-teman kamu itu apabila kamu mengirimkan seseorang untuk membawakan uang itu. Dan aku membutuhkan 10 juta dolar kontan!)


" I agree with that, can i phone someone to bring the money?" izin Revan lagi.


( Saya setuju dengan itu. Dapatkah saya menelpon seseorang untuk membawakan uang itu?)

__ADS_1


Tampak sekali kalau orang-orang yang tergabung dalam pasukan itu menyetujui keinginan Revan, langsung memberikan ponsel Revan yang tadinya sudah disita oleh mereka.


Tanpa berpikir panjang Revan langsung menelepon Valen dengan harapana bahwa Valen akan mengangkat teleponnya sekarang.


Namun rupanya ponsel Valen masih dalam kondisi off.


Revan tanpa berpikir lagi langsung menelepon kepala pengawal Erik bersama-sama dengan Vallen.


Teleponnya aktif dan dalam waktu singkat diangkat oleh kepala pengawal Erik. Revan langsung meminta kepada pengawal itu untuk menyerahkan ponselnya kepada Vallen, karena dia butuh berbicara dengan Vallen.


Setelah Valen menerima telepon dari Revan. Dia langsung menanyakan bagaimana dengan kabar dari Revan karena dia melihat bahwa Revan ada di dalam hutan.


Lalu Revan menceritakan secara singkat apa yang sedang terjadi di sana. paling segera meminta anak buahnya untuk menyiapkan dana sebesar 10 juta dolar untuk menebus Revan dan pengawal-pengawal nya.


Lalu Vallen juga menegaskan Revan untuk membayar lagi agar pasukan itu bisa berbalik membunuh pamannya sendiri dengan orang yang telah disewa oleh pamannya sendiri.


Revan menganggap bahwa itu adalah ide yang sangat bagus. Membunuh pamannya dengan anak buah yang telah di sewa oleh pamannya sendiri. Bagi Revan dan Vallen, uang bukanlah masalah. Mereka sudah geram dengan kelakuan Paman Vallen yang bernama Bill Weston. Mudah-mudahan Revan bisa melakukan negosiasi dengan pemimpin pasukan bayaran itu untuk bisa memutar balikkan keadaan.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2