Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
S2. Syarat buat Gustav part 2


__ADS_3

Hai guys, sebetulnya thor nunggu sampai likenya 200 baru up dulu, tapi ya udahlah, thor kasihan sama yang merasa tergantung ha ha ha, mudah mudahan kalian suka sama cerita Gustav Nana selanjutnya ya... dijamin tambah uwuuu.


Jangan lupa like, komennnnn yang banyak, trus kasi vote dan hadiah juga. Tenang semua komen aku baca, walau gak kubalas 1 per 1 tapi aku baca.. thank you yang sudah komen dan kulike juga kok. Thor menghargai semua komen kalian... muach muachh...happy reading!!


***


" Ehm lalu ibu mau saya belikan apa? Apa syarat saya bisa menjadi bagian dari keluarga ini? Apa syarat saya bisa mempersunting anak perempuan satu-satunya dikeluarga Weston ini? Saya benar-benar ingin serius menjadikan Wilhelmina sebagai satu-satunya istri yang sah dan menjadi ratu di keluarga Dimitri." kata-kata sedikit tidak sabar melihat Vallen dari tadi hanya kesannya mengganggu dirinya bercakap-cakap dengan ibu Anindya Bagaskara yang rupanya telah menjadi ratu di keluarga Weston ini sehingga keputusan dari ibu Anindya juga lebih penting, Karena tampaknya Ayah Valen mengikuti saja apa yang menjadi keinginan Ibu Anindya.


" Eh maaf ya nak Gustav, anggap aja ibu ini kudet, ibu gak tahu kamu dari keluarga siapa dan silsilahnya. Boleh cerita sama ibu?" tanya Anindya.


" Sayang, aku sudah menyelidikinya.." kata Valen dengan cepat, ia tidak ingin dikira Anin tidak bertanggung jawab karena tidak menyelidiki calon menantunya terlebih dahulu, Padahal tadi Tuan Wong dan juga Erik, sudah mengatakan asal-usul dan juga silsilah dari keluarga Gustav.


" Aku tahu, tapi aku ingin mendengarkan nya dari Gustav sendiri. Jadi nanti kamu bisa menilai apa yang dia katakan apakah sesuai dengan penyelidikan yang sudah kamu lakukan. Anggap saja ini sedikit ujian untuk Gustav, nanti kamu bisa lihat lolos atau tidak!" kata ibu Anindya dengan nada sabar.


Gustav sedikit berkeringat dingin, dia ragu apakah harus menceritakan tentang Ayah Billy atau tidak? Tapi sedari dulu kakek Dimitri selalu memberikan kepadanya nasehat, bahwa kejujuran itu lebih penting daripada segalanya! Apalagi sebuah hubungan tentunya harus didasari dengan sebuah kejujuran. Dan dirinya harus mengedepankan attitude yang baik di hadapan keluarga Weston. Jadi apakah nanti Gustav mengatakan sejujurnya kepada Anindya dan Vallen atau memilih untuk menyembunyikannya terlebih dahulu sampai dirinya menikahi Putri kesayangan mereka berdua?


***


Di luar ruangan kerja milik Vallen, semua orang lagi berharap-harap cemas, menantikan ketiga orang itu keluar dari ruangan kerja milik Ayah Vallen.

__ADS_1


Tentu saja yang lebih menantikan dengan hati berdebar-debar adalah Wilhelmina C Weston.


" Kenapa ayah dan ibu lama banget sih." tanya baby Ly dengan suara kesal karena melihat mereka bertiga bahkan belum kelihatan batang hidungnya sedari tadi. Padahal mereka bertiga itu sudah meninggalkan mereka semua itu sejak lama, kira-kira ada deh kalau 2 jam sampai 3 jam-an! Emang apa sih yang diomongin sampai lama banget gini?


" Kamu pikir ayah dan ibu sedang cari calon menantu apa sedang memilih gorengan? Tentu saja mereka pasti memiliki pertimbangan dan juga pertanyaan seputar kehidupan pribadi dan juga bisnis yang digeluti oleh calon suamimu itu. Kalau cuman milih gorengan pasti cepet! Kalau milih calon mantu ya tentunya ditanya, diterawang, dan juga diraba." kata Liam sambil diiringi dengan tawa bergemuruh dari Erik dan juga tuan Wong. Mereka lagi membayangkan kalau sampai Gustav ditanya, diterawang, dan juga diraba oleh Vallen, seperti slogan menilai uang asli.


" Gak lucu!!" kata Baby Ly sambil melirik sebal ke arah kakak kembar tertuanya itu.


" Lucu ah!! Nyatanya semua pada ketawa!" balas Liam dengan nada mengejek kepada adiknya itu. Dia tahu bahwa tentunya adik perempuannya itu berharap-harap cemas ingin segera tahu apakah lamaran diri Gustav diterima atau tidak oleh ibunya. Bagi adik perempuannya itu lebih mudah untuk membujuk Ayah Vallen daripada membujuk Ibu Anindya yang terkenal tegas walaupun kelihatannya lembut dan anggun.


" Tenang sajalah, kalau memang itu jodoh kamu pasti dia akan menjadi suami kamu juga. Lagian kamu ini masih kecil, mestinya kamu lebih mikirin bagaimana kamu nanti sekolah. Malah mikirin menikah muda!" kata Lios membela kembarannya.


" Sudahlah, Baby ! Jangan marah marah. Kamu kan tahu kalau ibu kamu itu penuh pertimbangan dan juga sangat menyayangi kamu jadi pasti dirinya ingin yang terbaik untuk anak perempuan satu-satunya." lerai Om Erik sambil memeluk baby Ly yang duduk di samping dirinya.


" Iya deh, om! Baby siapin minuman dan makanan buat om Wong dan juga om Erik dulu. Kasihan pasti belum makan kan?" kata Baby Ly sambil beranjak ke dapur.


" Nah ada gunanya juga pelarian kamu kali ini Dek! Kamu jadi peka terhadap perut kami-kami ini yang membutuhkan asupan makanan dan juga minuman segar sambil menemani kamu menunggu hasil keputusan dari ibu suri!" goda Liam dengan nada mengejek.


" Oh iya aku lupa kalau kemarin dia lari hanya untuk jadi pelayan di cafe hits Lembang dan juga untuk jadi asisten pribadi calon suaminya itu! Tapi benar juga katamu Kak sekarang adik perempuan kita ini sudah belajar jadi di pelayan yang baik untuk seluruh penghuni rumah ini." kata Lios sambil mengaminkan apa yang dikatakan oleh Kakak kembarnya itu.

__ADS_1


" Sayangnya aku hanya menyediakan makanan dan minuman untuk Om Erik dan juga Om Wong, Jadi silakan kamu (menunjuk ke wajah Liam) dan kamu (menunjuk ke wajah Lios) ngiler saja melihat makanan dan minuman yang akan aku sediakan buat om om tersayang ku ini." kata baby Ly sambil terus ke dapur tanpa memperdulikan godaan dari kakak kakak kembarnya.


Sehingga kakak kembarnya kembali tertawa melihat adik perempuannya yang merasa kesal karena kelakuan kakaknya ini. Di rumah ini baby Ly sering kesal dengan kelakuan dari kedua Kakak kembarnya yang tidak pernah putusnya punya ide untuk menggoda dan membuat dirinya kesal.


Bahkan terkadang dirinya merasa menjadi anak tiri dan bukannya menjadi anak bungsu, karena Ibu Anindya bahkan malah sering membela Kakak kembarnya dibandingkan membela dirinya.


Hanya Ayah Vallen sajalah yang bisa menjadi tempat sandaran buat dirinya agar terbebas dari gangguan kedua Kakak kembarnya itu. Namun karena seposesif itulah Ayah Vallen, sehingga kalau keluar rumah tetaplah baby Ly tidak bisa bebas. Bagi Ayah Valen kalau baby Ly mau pergi harus membawa paling tidak 10 pengawal pribadi agar tetap aman dan selamat.


Mungkin karena baby Ly tidak pernah merasakan kan apa yang pernah dirasakan oleh Anindya, maka dirinya menganggap bahwa apa yang dilakukan oleh ayahnya itu terlalu berlebihan.


.


.


.


TBC


#crazy up 2

__ADS_1


jangan lupa like, komen, vote dan juga sharenya ya.... muach💋


__ADS_2