Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 149.


__ADS_3

Jangan lupa untuk like dan memberikan gift juga support autor dengan memberikan vote. Makasih  juga buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Oh ya jangan lupa mampir di cerita thor yang lain. Banyak yang sudah selesai dan bisa dibaca sampai ending!!


Happy reading, guys!!


***


" Ya Bukan begitu maksud aku. Tentu saja Tuan wong bukan berkeinginan berhubungan badan dengan Alicia tapi lebih tepatnya adalah menyiksa badan Alicia sampai Alicia memohon-mohon supaya dirinya dibunuh. Karena Tuan Wong sudah berjanji sebelum menemukan Alicia itu, kalau sampai Alicia ketemu maka dia akan menyiksa sampai Alicia mohon-mohon supaya dirinya dibunuh daripada disiksa." kata Valen sambil bergidik ngeri dengan apa yang dilakukan oleh tuan Wong tadi.


Revan jadi turut merasa ngeri saat Vallen mengatakan bahwa Tuan Wong akan menyiksa Alicia sampai si Alicia ini memohon-mohon supaya dirinya dibunuh daripada disiksa. tentu yang akan dilakukan oleh Tuan Wong bukannya hanya sekedar menyiksa biasa tapi Revan juga penasaran sebetulnya apa yang akan dilakukan Tuan Wong yang sudah disaksikan oleh Vallen tadi sampai Vallen Malah keluar dan tidak berada di ruangan yang sama dengan Alicia dan Tuan Wong.


" Emang Apa yang dilakukan oleh Tuan Wong kepada Alicia yang menurut kamu itu menakutkan?" tanya Revan dengan nada penasaran karena kelihatannya Vallen sudah melihat kekejaman dari tuan Wong.


" Salah satu saja yang aku tahu tadi sebelum aku keluar dari ruangan adalah tuan wong menyuruh anak buahnya untuk mencabut semua kuku-kuku dari jari jemari tangan dan kaki milik Alicia. Tapi aku hanya sempat melihat mereka menarik kuku tangan saja. terus terang saja hatiku sedikit miris melihatnya." kata Vallen sambil bergidik ngeri. Revan jadi semakin penasaran selain di cabut kuku jari-jarinya terus apalagi yang kira-kira akan dilakukan oleh Tuan wong kepada Alicia?


" Kira kira apa yang akan dilakukan lagi selain mencabuti kuku milik Alicia ya?" tanya Revan dengan nada penasaran. Sontak Vallen merasa kesal dengan Revan. Kenapa dia harus bertanya ? Kalau ingin tahu mah tinggal lihat saja kesana saja. Bereskan?


Jadi Vallen tidak menjawab apa yang menjadi pertanyaan dari Revan. Dia malah sibuk melakukan panggilan kepada Erik. Dia juga ingin tahu sebenarnya apa yang sudah terjadi menurut pantauan Spyware milik Erick.


Dicuekin oleh Vallen bukannya membuat Revan menjadi mengerti dan peka tapi malah dia merasa kesal sendiri karena dianggap tidak ada oleh Vallen. Jadi dia meminta pengawal dari tuan Wong Untuk mengantarkan dirinya menuju ke ruangan eksekusi yang sedang dibuat untuk menyiksa Alicia. Padahal Vallen sendiri tadi merasa mual saat melihat penyiksaan Alicia yang dilakukan oleh anak buah Tuan Wong. Vallen yang melihat Revan malah meminta untuk diantar ke ruang penyiksaan Alicia hanya bisa tersenyum senyum saja karena dia tahu pasti bahwa Revan pasti tidak akan tahan melihat kondisi penyiksaan Alicia. Tapi Vallen hanya membiarkan Revan tanpa mencegah nya pergi ke ruangan penyiksaan Alicia.

__ADS_1


Sesampainya Revan diantar ke ruangan tempat penyiksaan Alicia tiba-tiba Tuan wong yang rupanya sudah puas melihat penyiksaan Alicia di hari pertama itu keluar dari pintu ruangan penyiksaan Alicia.


Saat bertemu dengan Revan dia terkejut dan bingung, sebenarnya Revan ingin apa? Lalu setelah Tuan wong mengetahui bahwa kedatangan Revan saat itu adalah untuk melihat penyiksaan terhadap Alicia maka Tuan Wong mempersilahkan Revan untuk masuk ke dalam. Dipikir oleh Tuan wong Revan itu sangat kuat untuk melihat hal-hal yang berbau kekerasan dan sadisme. Jadi dengan santai Tuan wong membuka pintu dan mempersilahkan Revan untuk melihat penyiksaan yang diberikan kepada Alicia.


Tapi ternyata setelah Revan melihat tubuh Alicia yang berlumuran darah gara-gara kuku dan sebagian kulitnya diambil oleh Tuan Wong, maka dia langsung muntah-muntah di tempat sehingga membuat Tuan Wong menjadi kaget.


Tuan Wong mengira bahwa Revan sakit atau masuk angin karena dia muntah-muntah seperti itu. Padahal sebetulnya Revan muntah karena dia melihat tindakan sadis anak buah Tuan wong itu dan juga bau darah yang anyir.


Tuan Wong yang tidak mengetahui tentang kejijikan Revan terhadap bau darah yang anyir dan juga tindakan sadis, tetap berpikir bahwa Revan itu masuk angin sehingga ia memerintahkan kepada anak buahnya untuk segera membersihkan muntahan Revan dan juga membawa Revan kembali ke pulau pribadi saja, supaya Revan bisa beristirahat dan meminum obat terlebih dahulu.


Revan menolak karena dirinya ingin segera mengeksekusi Paman Bill yang ternyata ada di markas pribadinya. Revan langsung cepat-cepat keluar dari ruangan penyiksaan itu dan segera naik untuk bertemu dengan Vallen.


Dia ingin mengutuki Vallen yang tidak menceritakan kepadanya bahwa kondisi Alicia itu begitu mengenaskan dan juga bau darah Itu sangat menjijikkan.


Padahal sebetulnya ini semua bukan kesalahan Vallen namun karena rasa ingin tahu yang dimiliki oleh Revan cukup besar yang membuatnya ingin melihat secara langsung bahwa Alicia itu benar-benar dieksekusi dan disiksa oleh Tuan wong sampai Alicia itu memohon-mohon supaya dirinya dibunuh daripada disiksa secara perlahan.


Setelah dia bertemu dengan Vallen, dan saat Vallen melihat wajahnya yang pucat dan Berkeringat dingin. Vallen langsung tahu bahwa Sebenarnya tadi Revan sudah membuat ulah di dalam ruang penyiksaan itu. dan sebenarnya Vallen ingin sekali tertawa terbahak-bahak melihat wajah Revan yang pucat itu, tapi dirinya tidak tega untuk mengejek Reva di depan Tuan Wong. lalu Revan berbisik Lirih ditelinga Vallen.


" Sialan kamu Bro! Kenapa kamu tidak bilang kalau kondisi Alicia begitu mengenaskan? Aku sampai muntah-muntah gara-gara melihat darah yang begitu banyak." fisik Revan kepada Vallen.

__ADS_1


" Lha kamu sudah main minta diantar kesana saja tanpa konsul kepadaku kok. Salah s iapa coba?" ganya Valen dengan suara kdsal.


" Eh kenaoa kalian bisik bisik?" putus Tuan wong yang merasa Curiga dengan gaya Vallen dan Revan yang berbisik-bisik itu.


" Kami sebenarnya ingin mengatakan sesuatu kepada tuan Wong!" kata Vallen mengalihkan perhatian Tuan Wong.


" Emang apa yang ingin kalian katakan kepadaku?" tanya Tuan wong dengan mengambil sikap Waspada.


" Pengawal kami yang disuruh membuntuti anak buah Alicia yang ada di rumah sakit menemukan bahwa anak buah Alicia itu kembali ke markas besar milik Paman Bill. Pantauan Spyware yang dipakai oleh Eric untuk memantau ruangan dalam disitu juga menangkap adanya orang yang mirip sekali dengan paman Bil." kata Vallen sambil melirik kearah Tuan wong untuk menilai Sebenarnya apa yang menjadi ekspresi dari tuan Wong. Tapi ternyata Vallen tidak bisa menebak Apa yang sebenarnya ada di dalam pemikiran Tuan Wong karena wajah Tuan Wong tetap saja datar dan dingin.


" Lalu?" tanya tuan Wong, yang sudah lama menunggu kelanjutan dari perkataan Vallen itu. Valen kemudian gelagapan dan menjawab lagi.


" Jadi perkataan Alicia itu bisa jadi benar! Dia tidak berbohong tentang hal ini." perkataan Vallen tadi membuat Tuan wong mengerti sebetulnya arah yang dituju oleh Vallen saat ini. Kemudian dia mendesah dengan sedikit kesal karena ternyata baik Vallen maupun Revan masih dapat dibodohi oleh Alicia maupun Paman Bil. Itulah kenapa mereka akan selalu kalah dengan pamannya itu karena pamannya itu lebih licik.


.


.


TBC

__ADS_1


wk wk gantung lagi... besok akan dilanjutkan kok. Jangan cemas. Thor selalu up 1 sampai 2 episode setiap hari.


Jangan lupa saja kalau likenya dan gift juga dinanti tiap hari. Vote ditunggu tiap minggu.


__ADS_2