
Gustav semakin lama semakin mendekati tubuh baby dan tiba tiba melemparkan kain tipis yang tadi ada di ranjang Baby Ly dan menutupkannya ke tubuh Baby, sehingga kain itu menutupi tubuh Baby yang dari tadi menggoda Gustav untuk memainkannya dalam tanda kutip, dan Gustav membuat kain itu membungkus tubuh Baby Ly bak kepompong.
" Pakai pakaian kamu dan segera turun. Aku akan tunggu kamu dibawah." kata Gustav sambil keluar dari kamar penuh cobaan tadi.
Tapi baby malah sedih karena Gustav tidak melanjutkan aksi penerkamannya tadi.
" Apa aku kurang menarik?" tanya baby sambil mengedikan bahunya dengan sedikit lemas.
Dasar baby masih muda dan manja, jadi dia malah ingin di apa apa in sama Guatav gitu? Bisa bisa Gustav digantung di tiang jemuran sama ayah Valen.
Begitupula Gustav yang sedang menenangkan detak jantungnya yang tidak beraturan akibat godaan syaiton, dan beruntungnya ia masih bisa menahan imronnya agar dirinya bisa sukses melangsungkan pernikahan bersama baby. Dirinya tidak mau kalau saat dirinya berbuat macam-macam dengan baby yang notabene adalah anak perempuan satu-satunya dari keluarga Weston maka dirinya akan didepak dan tidak boleh menikahi anak perempuan satu-satunya itu.
Sesampainya Gustav di ruang makan dia melihat Ibu mertuanya masih sibuk menyiapkan beberapa makanan kecil yang sengaja Dia masak sendiri untuk memberikan kepuasan kepada keluarganya saat berkumpul bersama.
" Eh baby mana? " tanya ibu mertuanya itu dengan nada heran, karena dirinya tidak melihat anak perempuan satu-satunya itu ikut turun bersama calon suaminya ini.
" Baby ternyata tadi masih mandi lagi karena katanya bajunya ketumpahan selai saat sarapan tadi dan karena dirinya masih lama maka Gustav memutuskan untuk makan dulu dibawah sambil menunggu baby selesai bersiap-siap." kata kusta sambil menarik tempat duduk lalu segera mengambil roti panggang dan selai yang sudah tersedia di sana. Sebenarnya bukannya Gustav belum makan di rumah namun dirinya hanya menghormati Ibu mertuanya itu maka dia hanya mengambil sehelai roti panggang dan juga membalur nya dengan selai coklat sebagai kudapan saja karena dirinya sebetulnya sudah kenyang.
" Astaga anak itu memang benar-benar ceroboh hanya makan roti dengan selai saja bisa jatuh ke mana-mana. padahal Kalian kan harus datang ke sana tepat di jam 11 kan? Sedangkan ini sudah jam berapa? mudah-mudahan saja kalian tidak akan terkena macet karena Jakarta Pusat itu kalau jam segini memang saat macet-macet nya." kata ibu Anindya mertuanya itu dengan menggeleng-gelengkan kepalanya karena mengingat tingkah laku anak perempuan satu-satunya itu yang masih manja dan juga belum bisa mengatur waktu dengan baik.
" Tenang saja Bu, tadi Gustav sudah menghubungi mereka dan mengatakan kalau seandainya macet mungkin akan nyampe di sana lebih dari jam 11, Jadi mereka juga sudah tahu kondisinya, apalagi ini juga masih jam 9. Masih Ada Waktu 2 jam untuk bisa sampai ke sana." kata Gustav sambil mengunyah makanannya dengan begitu Anggun berbeda sekali dengan tingkah anak perempuannya. Anindya jadi agak ragu untuk menikahkan anak perempuannya ini kepada Gustav dengan tingkah laku dan juga Perangai yang jauh berbeda seperti ini.
" Gustav Ibu ingin sedikit memberikan nasehat kepada kamu, kamu harus tahu bahwa anak perempuan ibu itu adalah anak bungsu dan juga anak yang benar-benar manja. Sedikit ceroboh dan juga ingin menang sendiri, jadi kamu harus bisa mengatur istri kamu itu dengan baik! Ingat bahwa kamu harus mengarahkan bukan memarahi, namun juga bukan melepaskan! Dia harus dididik dengan baik karena selama ini ayah Vallen memang terlalu memanjakan sehingga kelakuannya ya jadi seperti itulah!" kata ibu Anindya yang notabene adalah calon mertuanya itu dengan nada lembut namun memberi pengertian yang lebih dalam kepada calon menantunya itu. Dia tidak ingin ada masalah yang timbul nantinya saat Gustav bersama dengan baby.
__ADS_1
Gustav hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanda dia mengerti apa yang harus dilakukan terhadap baby Karena dia sudah tahu bahwa baby itu manja dan juga masih belum Mandiri. Tapi Gustav menyukai baby bukan karena perilaku dan juga wajahnya yang cantik, Gustav menyukai baby karena hanya Baby lah yang bisa menggetarkan hatinya. Bersama dengan Baby ada getaran getaran spesial yang tidak pernah Gustav rasakan saat bersama dengan wanita-wanita cantik lainnya.
Awalnya Ibu Anindya itu sama sekali belum bisa melepaskan kalau baby itu akan dinikahi oleh Gustav sejujurnya Anindya takut kalau Gustav nanti kecewa ketika melihat kelakuan dan sifat childish yang dimiliki oleh baby karena selama ini dirinya terlalu dimanjakan oleh ayah kandungnya itu. bahkan awalnya Anindya juga tidak terlalu respon dan inginnya baby menunda pernikahan nya terlebih dahulu, namun melihat kesungguhan dari Gustav dan juga pengalaman kehidupan Gustav yang berat, membuat Anindya itu berat untuk menolak Gustav.
Kemudian saat Gustav dan juga Ibu Anindya berbincang-bincang masalah pernak-pernik pernikahan yang akan dilaksanakan di akhir minggu ini, tiba-tiba baby datang dan tampak sudah siap untuk berangkat.
Gustav tampak Terpukau dengan wajah baby yang cantik walaupun tanpa pulasan make up yang yang tebal. Pada dasarnya baby adalah perpaduan dari kecantikan ibunya dan juga ketampanan ayahnya.
" Masss Gustav!!" teriak baby dengan suara yang lebih keras karena dari tadi Gustav hanya terdiam menatap baby entah sedang memikirkan apa karena dia hanya terdiam ketika ibu mertuanya dan baby memanggil namanya.
" Nak Gustav, Kamu sebenarnya sedang memikirkan apa sih sehingga dari tadi dipanggil sama Baby tidak mendengarkan?" tanya ibu mertuanya sambil tersenyum senyum simpul melihat wajah gustaf yang kemerahan karena malu mungkin dirinya sedang memikirkan sesuatu yang tidak ingin dibagikan kepada kedua ibu dan anak itu
" Ah tidak bu. Gustav pamit dulu karena Gustav takut kalau nanti terlambat sampai ke butik di mana kami fitting baju." kata Gustav dengan salah tingkah sambil berpamitan kepada Ibu mertuanya itu dan juga menarik tubuh calon istri kecilnya itu untuk segera mengikuti dirinya supaya mereka tidak terlambat sampai ke putik tujuan mereka.
Mereka berdua segera meninggalkan rumah besar Vallen menggunakan mobil yang dikendarai langsung oleh Gustav. Dan selama di perjalanan baby dan Gustav sama sekali tidak bertukar cakap karena kejadian tadi masih menyisakan rasa malu dari Gustav kepada calon istrinya itu.
" Mas, Kamu kenapa sih kok hanya diam saja? padahal biasanya kamu itu paling cerewet loh Mas!" kata baby yang sudah Jengah dengan kecanggungan dan juga perasaan diabaikan oleh Gustav.
" Gak apa sayang! Mas cuman sedikit berpikir tentang persiapan pernikahan ini dan jujur saja Mas sudah tidak sabar nyampe ke akhir minggu supaya Mas benar-benar bisa memiliki kamu seutuhnya!" kata Gustav dengan terang-terangan menunjukkan rasa kepemilikannya kepada baby.
" Maksudnya mas pingin kita segera nikah?" tanya Baby dengan polosnya. Duh, menggemaskan sekali gadis ini. Boleh gigit ga? pikir Gustav. Sabar sabar, Gustav ! Kamu Gigit dia sepuasnya saat kalian sudah sah sebagai suami istri, pikir hati Gustav yang lain.
" Mas, akmu banyak melamun. Melamunkan siapa sih?" rajuk baby kesal.
__ADS_1
" Melamunkan kamu lah sayang."
" Mesum."
" Nah kita nanti sore saja sudah sah, karena sehabis fitting, kita akan buat surat nikah di catatan sipil dulu. Supaya di hari H kita tak perlu repot lagi. Tinggal menunggu surat sah dari gereja di hari H." kata Gustav dengan ringan.
" Jadi maksud mas kita sudah bisa wik wik wik nanti malam?" tanya Baby Ly dengan tatapan horor.
Wk wk wk , menurut kalian baby senang apa takut? Komen ya yang banyak, jadi thor akan buat cerita sesuai pilihan terbanyak.
.
.
.
TBC
Guys, masuk acara promo dulu dengan buku baru yang sudah author bikin yaitu Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda
ayo kasih favorit, like, vote dan juga hadiah.
__ADS_1
Plis tolongin thor, itu cerita lagi dalam pantauan para editor, jadi tolong bantuannya ya....untuk memfavoritkan. mengelike dan juga memberikan vote serta memberi hadiah.