Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 35.


__ADS_3

" Jadi kamu itu CEO Mahkota Horeka?"


Ya alllaaahh, ternyata istrinya loading... pikir Valen dengan menepuk jidat.


" Jadi kamu yang menggolkan urusan kontrak Bagaskara dengan Mahkota?" tanya Anin dengan nada menyelidik.


Valen lemas, dia melihat wajah garang istrinya. Istrinya pasti marah ni!


" Anin, maksud mas cuman membantu." kata Vallen dengan nada ragu-ragu, dia takut kalau Ani meledak gara-gara kontraknya itu berhasil ia dapatkan karena dibantu dirinya.


" Pantas aja kamu dengan santai bilang aku harus begini dan begitu." sungut Anin dengan kesal.


" Tapi mas itu cuman..."


" Iya iya Anin tahu, jadi siapa saja yang tahu kalau kamu itu CEO MAHKOTA horeka itu siapa saja?" selidik Anin. Dia mencurigai sesuatu, Mengapa baru sekarang Valen mengatakan hal ini kepadanya. Kemungkinan ada orang lain yang sudah tahu lebih dahulu sehingga Vallen harus mau tidak mau menceritakan tentang hal ini. Supaya Anin tidak mengetahuinya dari orang lain.


" Kayaknya baru kamu yang tahu." kata Vallen dengan ragu-ragu, karena dia juga tahu pasti bahwa There mengetahui hal itu, sekalipun bukan dari mulutnya, melainkan There sudah menyewa detektif pribadi untuk menyelidiki tentang jati dirinya.


" Sungguh??" tanya Anin lagi dengan nada menyelidik karena ia menangkap nada ragu-ragu di jawaban Vallen.


" Ehm.. There mulai menyelidiki mas. Dan dia kayaknya dapat info tentang itu, jadi.."


" Jadi There nyariin kamu dan menye menye sama kamu karena dia sudah tahu?" pertanyaan ini lagi dengan tegas, dia juga merasakan keanehan Mengapa Tere jadi begitu manja pada Valen dan sangat ingin mendekati suaminya.


" Dia sewa detektip gitu loh, Nin" keringat dingin Vallen keluar karena Anin menginterogasi dirinya dengan nada yang sangat tegas.


" Bukan karena kamu yang kasih tahu?" selidik Anin lagi kepada suaminya.

__ADS_1


" Engga! Tidak, Karena tidak sedetikpun Mas ingin mendekati Tere. Karena menurut Mas apa yang ada dihadapan masih jauh lebih baik daripada ada orang lain yang di luar." kata Vallen sambil melancarkan rayuan kepada istrinya itu.


" Huh!! Pantas saja kamu berubah menjadi perayu dan penebar kata-kata romantis. Ternyata karena kamu punya kesalahan ya, Mas. Kamu kan tahu kalau aku tidak suka menerima bantuan dalam mendapatkan kontrak, nenek menyuruhku menerima bantuan dari Andrew aja aku tidak mau, .." Jelaskan Anin dengan menggebu-gebu.


" Tapi aku ini kan suami kamu, bukan seperti Andrew, dan terkadang aku merasa keluarga kamu itu kebangetan. Masa orang sudah bersuami masih saja dijodohkan dengan laki laki lain. Jadi mas memutuskan membantu kamu supaya kamu tidak lagi didekat dekatkan dengan laki laki lain." kata Valen menjelaskan asal muasal Kenapa dia membantu istrinya, Sebenarnya bukan karena dia tidak mempercayai kredibilitas istrinya tetapi lebih karena dia tidak mau kalau istrinya mendapatkan pertolongan dari laki-laki lain sehingga memberi peluang kepada laki-laki lain untuk mendekati istrinya.


" Jadi kamu cemburu sama Andrew, mas?"


" Gak levellah kalau cemburu sama Andrew. Gantengan aku kemana mana." kata Valen dengan nada datar, istrinya bahkan belum tahu bahwa kemarin baru saja dia hendak membangkrutkan usaha keluarga Andrew, kalau dia tidak segera meminta-minta kepada Vallen agar saling memaafkan dirinya. Untung istrinya tidak tahu tentang itu kalau tidak istrinya bisa gak suka hati karena istrinya itu sangat baik hati dan tidak pernah mau membalas kejahatan dengan kejahatan.


" Ha ha ha iyalah, emang gantengan kamu kok." kata Anin tak sadar sudah memuji suaminya itu.


" Jadi kamu juga suka sama kegantengan mas ya?" tanya Valen sedikit menggoda istrinya, membuat istrinya sadar bahwa baru saja dirinya udah membongkar rahasia bahwa dirinya juga secara sembunyi sembunyi menyukai ketampanan suaminya.


" Ahh, gak tau !! " kata Anin malu malu. Wajahnya sudah memerah karena tertangkap tangan mengagumi ketampanan suaminya.


" Aduh, ini sudah jam segini, aku mesti langsung berangkat." jerit Anin saat ia melirik ke jam yang melingkar di tangannya.


" Aku antar kamu, toh hari ini aku ga ada pekerjaan yang berarti." kata Vallen dengan nada tegas, Erik sudah memperingatkan dari awal bahwa Anin berpotensi akan diganggu oleh Tere sepupunya itu. Jadi menurut Vallen ini adalah tindakan melindungi istrinya dari pengganggu semacam Tere.


" Oke kita langsung berangkat aja soalnya kita akan Terlambat untuk berangkat rapat gabungan pertanggungjawaban, yang mesti aku hadiri." kata Anin smbil menyambar berkas dan tas laptopnya.


" Aku juga sudah siap kok! Yuk berangkat, nanti aku juga akan menunggumu, anggap aja aku asisten kamu disana." kata Valen dengan nada datar seperti biasanya.


" Apa??? Jadi asisten aku itu adalah seorang CEO dari mahkota horeka? Sebuah kehormatan sekali kalau asisten aku yang tampan ini adalah CEO.. padahal yang di asisten ni aja adalah hanya seorang direktur pelaksana dari Bagaskara grup yang level perusahaannya aja masih jauh di bawah mahkota horeka grup." sindir Anin dengan nada bercanda, sedang yang diajak bercanda wajahnya tetap datar dan flat.


" Jadi sekarang suaminya sudah diakui kalau tampan? " goda Valen pada istrinya.

__ADS_1


" Sudah terlambat, ayo segera berangkat." kata Anin sambil keluar dari pintu apartemen meninggalkan Vallen di belakang, sedangkan Valen yang ditinggalkan hanya bisa tersenyum simpul karena dia berhasil melihat wajah istrinya yang merona malu karena ketahuan kalau sudah memujinya tampan.


Valen mengikuti istrinya dalam diam, mereka berdua segera menuju ke parkiran bawah untuk segera berangkat menuju kantor Bagaskara grup.


Di dalam mobil pun mereka hanya diam dan tidak membahas masalah yang tadi berlalu, Anin pun hanya mengedarkan pandangannya keluar jendela dan menikmati pemandangan macet yang biasa mereka hadapi setiap hari di kota Jakarta ini.


Tak selang beberapa lama mereka sudah sampai di lobby kantor Bagaskara grup, memang apartemen Vallen yang terletak di bilangan Jakarta Pusat memudahkan mereka untuk sampai ke kantor dengan waktu yang relatif singkat, walaupun tetap saja kemacetan itu menjadi faktor utama mereka terlambat datang.


Sesampainya di kantor mereka sudah disambut oleh There yang bukannya mengajak bicara sepupunya yaitu Anin, malah dia berusaha menempel nempel dengan Valen, karena There sudah mengetahui identitas jati diri si Vallen bahwa Valen ini adalah pewaris tunggal dari Weston Group.


" Anin kamu hampir saja telat, kamu sudah ditunggu oleh dewan direksi." kata Tere dengan nada marah, dia kesal karena Vallen tidak memperhatikan dia sama sekali, malah kesannya Vallen menempeli Anin istrinya dengan ketat.


" Bukannya kamu juga wakil dari nenek, sementara nenek belum masuk, mestinya kamu mewakili nenek, dan bukan malah kamu ada disini." kata Anin dengan nada kesal karena dia melihat bahwa There selalu mendekati suaminya bahkan dengan tidak tahu malunya Dia memegang lengan suaminya itu, sekalipun Vallen yang jijik dengan kelakuan There langsung menepis tangan There yang melingkar di lengannya.


" Eh, jabatan aku itu lebih tinggi dari kamu jadi aku bebas melakukan apa saja, di sini aku mau ngomong ngomong dulu sama Mas Vallen, soalnya kemarin Mas Vallen mencari aku. Ya nggak aneh sih soalnya kan aku lebih cantik dari kamu, apalagi sekarang aku jomblo." kata There dengan tidak tahu malu.


" Maaf saya tidak pernah mencari seorang j*l*ng karena istri saya itu lebih cantik dari orang-orang di sekitar yang yang busuk kelakuannya. Lagian disini saya bekerja sebagai asisten dari direktur pelaksana. Jadi maaf saya juga harus masuk kedalam untuk mencatat apa-apa saja yang diperlukan oleh Bos saya itu, permisi!!" sahut Vallen dengan nada ketus, membuat Anin senang karena Valen membelanya.


.


.


.


TBC


hai readers thanks buat supportnya.

__ADS_1


Thor update setiap hari ya, jadi ditunggu aja, kalau seandainya ada waktu lebih thor bakalan update lagi... jangan lupa like dan komennya.. happy reading!


__ADS_2