
Hai Readers!!
Welcome backk.. hari ini diusahakan selesai session 1, Jangan lupa untuk like dan memberikan gift juga support autor dengan memberikan vote. Makasih juga buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Oh ya jangan lupa mampir di cerita thor yang lain. Banyak yang sudah selesai dan bisa dibaca sampai ending!!
Mampir di Rebirth: Pembalasan dendam tuan muda.. author by nophie. Up 1x ya, promotekan juga ya...
Happy reading, guys!!
***
Setelah mendapatkan lokasi tepatnya, tuan Wong bergegas menyuruh anak buahnya untuk menyelinap masuk, saat semuanya sedang ricuh dan tampak pamannya Valen pergi entah kemana. Karena menurut pemantauannya di alat penyadap yang dipakai Valen, pamannya itu tidak berada bersama sama dengan Valen.
2 pengawal yang disuruh masuk ke dalam markas besar milik pamannya Valen, ternyata dengan mudah bisa menemukan Vallen dan Erik yang berada di ruang makan. tidak ada satu orangpun pengawal yang berada di sana, bahkan pamannya Vallen pun tidak berada di sana. awalnya kedua pengawal ini merasa ragu Dan menganggap itu bisa jadi merupakan sebuah jebakan buat mereka. tetapi karena memang tidak ada kejanggalan lainnya, maka kedua pengawal itu memutuskan untuk mengikuti perintah dari atasannya agar membebaskan Vallen dan Erik secepatnya. setelah membawa keluar Vallen dan Eric tanpa ada perlawanan yang berarti, bukan berarti mereka terus santai dan tidak Waspada. bahkan kedua pengawal beserta Vallen dan Erik benar-benar waspada menilik ke arah sekeliling mereka. kedua pengawal itu selain membawa senjata mereka juga memberikan senjata cadangan mereka kepada Vallen dan Erik supaya bisa saling mem backing up satu sama lain dan saling melindungi satu sama lain. tapi seperti yang sudah dikatakan tadi, para pengawal dari pamannya Vallen benar-benar tidak ada di sana karena mungkin mereka masih sibuk menolong kawan-kawan mereka yang ada di di daerah-daerah vital yang dibom oleh Tuan wong tadi. Vallen dan Erik bergegas menghampiri Revan dan Tuan Wong. mereka saling berpelukan karena mereka sangat bahagia bisa lepas dari jeratan pamannya Vallen itu. Vallen dan Erik bahkan bisa keluar dari tempat itu dengan selamat tidak kurang satu apapun. Lalu setelah mereka mengungkapkan rasa bahagianya karena bisa bertemu lagi, Tuan wong memberikan sebuah alat pacu detonator bom kepada Vallen sambil menyeringai jahat.
" Aku memberikan kepadamu sebuah kehormatan untuk meledakkan markas besar milik pamanmu yang kemungkinan besar ada Billy di dalamnya." kata tuan wong sambil menunjukkan cara bagaimana mengaktifkan bom yang ditaruh di markas besar milik pamannya Vallen itu.
" Apa? Kamu sudah menaruh bom di rumah besar itu! Kamu memang sangat luar biasa!! Kamu sudah merancangkan sedemikian rupa untuk bisa membalaskan dendam kita bersama atas kematian orang-orang yang kita kasihi dan juga atas kecelakaan-kecelakaan yang ditimbulkan oleh Pamanku itu. Tapi bagaimana dengan pihak kepolisian? Apakah mereka tidak mengejar kita karena sudah membumihanguskan markas besar milik Pamanku itu?" tanya Vallen dengan ragu.
" Jangan takut! Aku sudah memberitahukan kepada komandan polisi Nawa bahwa kita memang harus melakukan hal ini untuk menyelamatkan kamu dan Erik yang sudah ditangkap oleh pamanmu itu. Dan mereka sedang dalam perjalanan menuju ke area sini. Jadi kamu harus bergegas meledakkan tempat dari paman mu itu supaya kamu bisa membalaskan dendam kita bersama! Revan juga sudah menyetujui hal ini dan Bahkan dia sangat antusias dengan itu. Bukankah begitu Revan?" tanya Tuan wong sambil menoleh kearah Revan yang hanya bisa mengangguk-anggukan kepalanya dan mengeluarkan senyuman Smirk ala Revan.
__ADS_1
" Baiklah kalau begitu aku tidak akan segan-segan lagi untuk melakukannya! Mari kita lakukan ini bersama-sama!" kata kalian sambil memegang tangan Revan dan juga tangan Tuan wong dan menaruhnya di atas tombol detonator bom itu, serta menekannya bebarengan.
Suara ledakan bom yang sangat dahsyat terdengar begitu keras di telinga mereka, karena jarak mereka dengan rumah besar itu sebenarnya tidak terlalu jauh hanya beberapa ratus meter saja.
Ledakan yang sangat dahsyat itu mengakibatkan mobil-mobil yang berada di dekat markas besar milik pamannya Vallen sirinenya berbunyi dengan keras.
Untung saja baik Revan Vallen dan juga tuan wong beserta seluruh pengawal-pengawal yang mereka bawa sudah bersembunyi ke tempat yang lebih aman walaupun jaraknya tidak terlalu jauh dari markas besar milik pamannya Vallen itu.
Selain sirine milik mobil-mobil yang terparkir apik di depan markas besar pamannya Vallen itu, mereka juga mendengar sirine mobil polisi yang mendekat tandanya komandan polisi Nawa sudah mengirimkan anak buahnya beserta dirinya sendiri untuk datang ke tempat itu.
Untung saja mereka bertiga tadi sudah sempat menyalakan detonator Bom untuk markas besar milik pamannya Valen itu.
Memang mereka belum tahu secara pasti bagaimana hasilnya, apakah mereka bisa membunuh pamannya Vallen yang berada di dalam markas besar itu dengan kekuatan bom yang meledak tadi.
Memang sih kebakaran hebat tetap terjadi di markas besar itu yang meluluhlantakkan setiap interior dan juga eksterior mewah yang menempel di sana.
Yang membuat mereka heran adalah tidak ada seorangpun yang keluar dari markas besar itu untuk menyelamatkan diri.
Jujur Vallen Revan dan juga tuan Wong merasa bahwa kemungkinan besar pamannya Vallen itu memiliki jalan keluar mereka masing-masing selain melalui pintu depan markas besar itu. Kalau memang itu uang terjadi berarti bisa jadi pamammya Vallen berhasil melarikan diri lagi.
Tapi ya sudahlah karena sudah terlanjur, paling tidak dia sudah berhasil menghabisi semua kekayaan yang dimiliki oleh pamannya dengan cara meledakkan semua markas besar dan juga fasilitas-fasilitas milik pamannya itu.
__ADS_1
" Semua tempat sudah kalian hancurkan begini. Lalu bagaimana cara kami mendapatkan jejak dari mereka?" tanya komandan polisi Nawa dengan menaik turunkan alisnya.
Tentu saja dia tahu bahwa ini semua kelakuan dari Tuan Wong, Revan dan juga Vallen yang ingin membalas dendam dengan pamannya itu.
Tapi dengan begini berarti dia tidak bisa menuntut dan mencari bukti-bukti atau rekam jejak dari Billy yang sudah melakukan banyak kejahatan di kepolisian.
Apalagi dengan kondisi yang seperti ini mereka tidak akan pernah bisa mencari jasad dari tuan Billy dan mengklaim bahwa Tuan Billy yang mereka cari sudah meninggal.
Komandan polisi Nawa hanya bisa menarik nafasnya dengan kesal karena melihat bahwa Ketiga orang di hadapannya itu bahkan tidak menunjukkan perasaan menyesal sama sekali telah membuat kekacauan sebesar ini.
Lagi-lagi pihak kepolisian hanya bisa menyisir kekacauan ini dan memberikan laporan kepada atasannya bahwa semuanya sudah hancur mina gara-gara kelakuan ketiga orang ini dengan dalih ingin menyelamatkan nyawa seorang tawanan.
.
.
.
TBC
Tinggal 1 ya gaesss!! And end season 1, lanjut season 2 nya santai kayak di pantai. Wkwkw, tapi tetep lanjut ya gengsss!!!
__ADS_1