
Di perjalanan ke rumah sakit, Gustav menerima telepon.
Drrtt drttt..
ID caller penelepon adalah mertuanya, ada apakah gerangan?
"Halo ayah, ada apa?" tanya Gustav dengan cepat.
"Gustav, istrimu ternyata hamil kembar, nak!"
Astaga ayah mertuanya ini ya!Gak tahu kalau dada dan jantung Gustav berdetak kencang seperti genderang mau perang, malah kayaknya kalau copot trus Gustav mau minta sama sapa?Tapi karena ini ayah mertuanya yang bertitah, tentu saja ia gak bisa marah dong. He he he..
"Ayah, maaf ya! Kayaknya Gustav juga sudah tahu itu, bukan bermaksud kurang ajar, tapi apakah ada hal yang lainnya yang menarik, sehingga ayah langsung menghubungi Gustav?" tanya Gustav dengan sopan namun dengan nada dingin karena posisinya saat ini masih meredam amarah akibat bertemu dengan Fely sehingga membuatnya masih sedikit kesal dibuatnya walaupun perkara itu sudah selesai, dan dia sudah melimpahkan itu semua kepada asisten pribadinya, yaitu Ken untuk mengurus sisa dari perkara tersebut.
"Tidak ada! Baby baik-baik saja dan juga anak yang ada di dalam kandungan baby juga baik-baik saja. Selain mau mengajarkan tentang kehamilan kembar baby, Saya hanya ingin menanyakan tentang bagaimana kelanjutan perkara yang sedang kamu urus bersama dengan keluarga Sunarto itu. Sudah selesaikah? Apa kamu juga sudah membereskan si Fely itu?" tanya Vallen yang seperti memiliki indra keenam bahwa menantunya itu sudah berhasil menyelesaikan masalah yang menghantui keluarga mereka beberapa waktu ke belakang ini.
"Sudah, bahkan tadi Gustav juga sudah membuat kesepakatan bahwa keluarga Sunarto akan pergi jauh dari tempat ini, dan sudah membuat kesepakatan juga bahwa Fely tidak bisa lagi mengganggu keberadaan baby dan juga keturunan Gustav nanti."
"Baguslah kalau begitu, karena memang itulah yang ayah pikirkan. Jangan melakukan hal-hal yang buruk ketika istrimu sedang hamil, dengan kamu melepaskan keluarga Sunarto sebetulnya kamu sudah membuat kebajikan untuk masa depan anak kembarmu nanti."
"Tentu, sebetulnya di dalam hati terdalam Gustav tidak rela dengan melepaskan begitu saja keluarga Sunarto yang sudah memporak-porandakan kenyamanan dan keamanan keluarga dusta akhir-akhir ini. Tapi karena memikirkan kondisi kehamilan baby dan juga anak Gustav yang ada di dalam kandungannya membuat mau tidak mau Gustav melakukan hal ini." katanya dengan nada malas.
" Hmm, ya sudah, emang kamunya udah sampai mana?"
" Otw yah! Hampir sampai kok." info Gustav dengan seegera.
" Oke .. ayah dan ibu tunggu disini, kamu ga usah cemas dengan kondisi istri kamu karena dengan ditangkapnya mereka dan masuk penjara membuat kondisinya lebih aman daripada sebelumnya. Hati-hati dan kami menunggu kedatanganmu di sini." katanya dengan lembut. Gustav menganggukkan kepalanya dan baru teringat bahwa Ayah mertuanya pasti tidak akan bisa melihat gerakannya itu jadi kemudian dia langsung berkata dengan singkat.
" Iya yah, aku tutup dulu teleponnya." sahut Gustav menanti ayah mertuanya terlebih dahulu yang menutup panggilan teleponnya baru nanti ia menutupnya.
Tak selang berapa lama setelah Ayah mertuanya menutup panggilan teleponnya Gustav kembali menerima telepon dari Ken, asisten pribadinya mengenai apa yang sudah asisten pribadinya itu lakukan dan kerjakan sehubungan dengan kasus keluarga Sunarto.
" Halo.." tanpa menunggu lama Gustav langsung menerima panggilan telepon dari asisten pribadinya itu.
" Bos, semuanya sudah beres dan nanti mereka akan langsung terbang ke luar negeri, karena semuanya udah saya atur sedemikian rupa supaya mereka tidak perlu menunggu lama di tempat ini dan langsung bisa tanpa harus mengurus apa-apa.."
" Bagus! Jangan lupa untuk mendokumentasikan semuanya dan Mintalah mereka untuk menandatangani surat perjanjian di mana mereka akan mendapatkan konsekuensinya apabila melanggar isi perjanjian tersebut." lanjut Gustav memberikan masukan kepada Ken, sehubungan dengan prosesi pemberangkatan Fely dan keluarganya yang difasilitasi oleh keluarga Dimitri dan sesudah itu pun ia akan tetap di pantau oleh orang orang dari keluarga Dimitri supaya tidak lagi mengganggu keberadaan Baby dan keluarga Gustav.
" Baik bos!"
Ken menutup panggilannya kepada Gustav, membuat Gustav semakin lega, satu persatu permasalahan dirinya selesai.
Dia tinggal mengurus masalah Baby dab kebradaan anak kembarnya yang tentunya membuat hatinya tambah bahagia.
Sehingga tak terasa, Gustav pun sampai ke rumah sakit di mana baby dan juga orang tua serta pengawal-pengawalnya masih berada di sana.
Setelah memarkirkan mobilnya, Gustav segera menemui istri dan mertuanya yang sedang menunggu pengambilan vitamin dan juga obat-obatan yang ditunjukkan untuk menguatkan janin yang ada di dalam kandungan baby saat ini.
__ADS_1
" Sayang, berarti pemeriksaannya sudah selesai ya?" tanya Gustav kepada baby istrinya yang sedang menunggu di dekat loket Apotek obat. Tampang dan ekspresinya seperti menyesal gitu, membuat Baby tak tega. Habisnya bagaimana? Sang ayah maksa untuk Baby masuk dengan segera, sedangkan sang suami emang belum datang, baru setelah semuanya selesai baru suaminya datang.
"Maaf ya sayang! Soalnya tadi ayah yang maksa masuk duluan, padahal maunya sih dianterin kamu... he he he. " bisik Baby tak enak hati sama suaminya karena sudah duluan periksa.
"Ga pa pa, daripada nanti ayah ngomel, ya baby?" bisik Gustav balik.
Baby hanya menganggukkan kepalanya tanda menyetujui apa yang dikatakan oleh suaminya itu, sambil nyengir kuda karena apa yang dikatakan suaminya itu benar adanya. Seakan ayah Valen itu yang berhak untuk melihat kandungan anaknya, huh! Sabar sabar...
"Tapi tenang papa, ini sudah kumintakan foto 4d -nya jadi papa bisa lihat walau tadi gak masuk ke ruangan periksa." katanya sambil menunjukan foto USG 4d yang tadi di print oleh mama Baby!
"Argh, si kembar kesayangan papa.."
"Huum, aku juga surprize ketika anak kita itu kembar, padahal pertamanya gak kelihatan, kata si dokter yang satu lebih kecil emang, mudah mudahan semuanya aman aman saja sampai kelahirannya kelak." doa baby yang segera diaminkan oleh Gustav.
" Wajahnya kira kira kayak siapa ya?" tanya Gustav sambil menatap print 4D yang ada di tangannya.
"Ya kayak kitalah sayang! Masa kayak siapa?" kata Baby dengan wajah cemberut, lalu suaminya hanya bisa mencubit pipi chubby istrinya dengan sayang.
Ayah Valen dan ibu menatap kemesraan dan keintiman Baby dan Gustav hanya bisa mengulas senyum manisnya dan bersyukur karena anak permpuannya itu bisa mendapatkan jodoh yang seimbang dan menyayangi anak perempuannya dan anak anaknya kelak.
Berawal dari sebuah dendam antara Valen dan Ayah angkat dari Gustav, tapi takdir jodohnya malah mendapatkan anak dari Valen yang adalah musuh bebuyutan dari Billy Weston, ayah angkat dari Gustav.
Walau pada awalnya dendam warisan dari Billy turun kepada Gustav namun berkat kakek Gustav membuat semuanya itu menjadi berubah.
Memang Dendam Tak Berujung itu tidak layak dipertahankan Hanyalah Cinta yang bisa menjadi pengikat segalanya.
Semoga mereka berdua, Gustav dan Baby happy ever after...
Hai readers, akhirnya end juga cerita ini, midah mudahan kalian puas...
Ups kalau mau tahu kelanjutan anak anak Baby, akan ada di extrapart...
Thank youuu!!
Ada cerita baru yaitu Suamiku kekasih mamaku.
spill bab:
"Letta, tapi kamu ini sudah ada 1 jam di dalam kamar mandi loh! Emang segitu sukanya ya berendam di dalam bath tube?" tanya Hans dengan nada sarkas.
Berendam di dalam bath tube gundulmu! Aku ini buka gaunnya aja belum, hish!Dasar laki laki gak peka banget! gerutu Letta yang hanya berani ia suarakan di dalam hati. Meski mama dan papa mertuanya baik sama dia, tapi ia juga ingat kalau papa mertuanya pernah mengancamnya akan memasukan kakek kesayangannya ke dalam penjara kalau ia tak mau jadi pengantin pengganti, dan bersanding dengan Hans, mantan papa tirinya, kekasih mamanya, huftttt!!Ya ampun Tuhan lalukan lah cobaaan ini dariku.
"Sebentar om, ehm kebelet!" jawaban macam apa itu coba?Tapi ia tak punya pilihan. Paling harga gaun ini 10 jtaan lah, jadi ia masih bisa membayarnya dengan uang tabungannya.
"Kebelet apa mampet? 1 jam di dalam kamar mandi, kalau kamu gak buka nih pintu sekarang, aku akan mendobraknya ya!" ancam Hans yang penasaran dengan apa yang dilakukan mantan anak tirinya itu, masa dia melakukan itu sendiri di dalam kamar mandi? Gak terima nih Hans jadinya. Ia juga menikah karena ingin menjajal pusakanya yang belum pernah di sah. Sekalipun ia pernah cium ciuman sama mama kandung dari istrinya namun ia tak pernah melakukan hal yang lebih jauh dari itu. Gini gini, Hans itu masih benar benar perjaka!Wk wkw..
"Astaga om, perempuan itu biasa kalau di kamar mandi lama!" sahut Letta kesal karena resleting dari gaunnya ini di belakang, sedari tadi ia bak ular yang meliuk liuk untuk bisa meraih resleting kecil yng ada di belakang tubuhnya. Ribetttt!!
__ADS_1
Sekali ia bisa meraihnya ia berusaha untuk menariknya turun kebawah dan kemudian suara yang keras berbunyi.
Breeettt!!
Keras banget bunyinya, sumpah. Lebih keras bunyinya dan mirip banget dengan suara kentut. Astaga!!
"Ya ampun Letta, kamu konstipasi? Sembelit? Kentut kamu luar biasa kerasnya!! Ha ha ha astaga kamu itu anak perempuan tapi super jorok." Hans yang biasanya tak pernah tertawa selepas ini, bisa bisanya tertawa begitu lebar, bahkan terbahak bahak sambil memegangi perutnya mendengar suara yang dianggapnya sebagai kentut istri kecilnya itu.
Wajah Letta di dalam kamar mandi benar benar seperti tomat busuk, selain ia takut karena gaun pengantinnya itu rusak dan sobek, ia juga malu karena suara robeknya gaun pengantinnya itu dianggap oleh suami nya yang sudah tua itu sebagai suara kentut!! Ingin sekali Letta mengumpat kasar, tapi ia takut kualat, karena bagaimana pun suaminya itu sudah tua dan layak dihormati sebagai orang yang lebih tua. Jadi dia ga berani mengumpat sama om Hans itu.
Sedangkan ia dengerin, kalau suami tuanya itu masih saja tertawa terbahak bahak karena merasa lucu dengan kejadian yang sebenarnya salah paham itu.
"Sudah, ayo buka pintunya, minum obat dan juga di balur minyak dulu, siapa tahu kamu masuk angin karena terlalu lama berendam di dalam bath tube," kata Hans sambil menyudahi tawanya karena ia bahkan sampai menagis gara gara istri kecilnya itu. Tapi tak urung ia juga kasihan dengan kondisi istri kecilnya itu. Ia juga gak mau kalau besok media memberitakan kalau istri seorang Hans Armando Javier masuk angin karena kelamaan berendam di bath tube. Lagi lagi Han berpikir kalau istrinya sedang asik berendam.
Ceklek!
Terpaksa Letta membuka pintu kamar mandinya dan memperlihatkan wajah lesu dan kuyu plus berkeringat, karena kecapean meliuk liuk di kamar mandi untuk menurunkan sebuah resleting sialan yang alhasil malah merobek gaun cantik itu, karena jahitan bagian resletingnya terlepas karena ditarik paksa oleh Letta.
Sedangkan di luar kamar mandi, Hans hanya bisa melongo dengan cengo karena melihat kalau ternyata istrinya bahkan belum melepas gaunnya walau sekarang gaun itu tampak jatuh di samping kanan dan kiri, tanda ada yang tak beres dengan gaun itu.
Hans tak banyak bicara langsung menarik istrinya yang tampak berkeringat dan pucat, make upnya semrawut karena luntur kena keringat yang sangat banyak.
"Astaga, Letta? Apa apaan kamu? Kamu bahkan belum melepas gaun pengantin kamu, lalu ngapain kamu di dalam kamar mandi segitu lamanya ?" tanya Hans yang cemas namun saking cemas dengan kondisi istri kecilnya ia menaikkan tone suaranya sehingga terlihat seperti ia sedang memarahi istrinya itu. Padahal ia hanya cemas melihat penampakan Letta yang bagaikan tikus kecebur minyak.
"Hu hu hu, mamaaaaa! Letta gak mau nikah!!Om Hans galakkkk!" ya ampun Hans memegang kepalanya yang tetiba pening karena ulah istri kecilnya di malam pertamanya. Masa bukannya istrinya itu menangis karena mahkotanya terengut oleh Hans, ini malah istrinya menangis karena merasa terzolimi?
"Oke oke, ehm kenapa istrinya mas Hans belum mengganti gaunnya?" tanya hans dengan nada lembut. Ia seperti membujuk dan merayu keponakan dari anak sepupunya yang pemen lolipopnya diambil paksa oleh anak lain sehingga nangis kejer.
Huft! Sabar Sabar Hans, ada hikmah di setiap persoalan, kalau gak ada hikmah ya berarti emang kamu sedang di cobain... wk wk wk
"Gak bisa buka gaunnya! Pas udah bisa buka eh malah sobek! Tapi gak pa pa nanti kerusakan bakalan Letta ganti kok om!" katanya dengan percaya diri. Padahal wajahnya sudah gak karuan karena berlepotan maskara yang luntur karena air mata sang gadis.
"Memangnya kamu tahu berapa harga gaun itu? "tanya Hans yang kesal dengan tingkah istri kecilnya dan berniat ingin mengerjainnya.
"Halah ya palingan 10 jutalah, aku ada uang segitu kok!" katanya sambil masih terisak isak kecil dan dengan polosnya membersihkan ingus dengan baju kaos yang dipakai oleh Hans, sehingga mata Hans membulat tak percaya melihat tingkah istri kecilnya yang malah terlihat sangat menggemaskan, berbeda dengan wanita yang pernah mendekatinya yang penuh kepalsuan. Mungkin karena mereka sudah dewasa kayak mamanya Letta juga jaim banget, mana mungkin melakukan hal yang seperti dilakukan sama Letta saat ini.
"Mana mungkin keluarga Javier membeli gaun harga segitu? Itu murah kok, Letta ! Kamu gak usah cemas. Itu cuman 3..."
"3 juta? Wah jadi aku gak terlalu menghabiskan tabungan aku. Nanti aku ganti deh om.." katanya dengan nada gembira, ia gak perlu mengeluarkan uang ganti rugi yang besar dan masih sisa 7 juta tabungannya dong ya.
"3 miliar, Letta ! Masa keluarga Hans beli gaun pengantin dengan taburan permata swarovski dari atas sampai bawah dan mutiara asli di bagian dada dengan harga 3 juta, kalau 3 juta itu permatanya dari pecahan beling. Emangnya kamu mau jadi pengantin apa main jaran eblek?" tanya Hans dengan gemas malihat kepolosan istri kecilnya.
"Astaga!!" Letta boleh pingsan gak saudara saudara? Darimana uangnyaaaa? Darimanaaa? (Suaranya kayak yang sekarang lagi viral di internet ya gaysssss...)
Hutangnya gak semakin sedikit, malah bertambah banyak!
Mamaaaaaaaaa.....hutangku tambah banyakkk!
__ADS_1
Lantas Letta menangis tambah keras membuat Hans kebingungan. Belum saja diperawanin, tapi tangisannya kayak sudah digituin suaminya.
Wk wk wk