Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 116.


__ADS_3

Hai readers, i am back!! Jangan lupa untuk like, gift dan Vote ya. Kalau bisa sih sekalian di share kan supaya ceritanya bisa di ketahui oleh yang lain. Wk wkw kw , makasih  buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Happy reading!!


***


" Hey Rik.. aku nggak nyangka ya kalau kamu teman lamaku malah mau menusuk aku dari belakang dan ingin menjebloskan Bill dan ingin membunuhnya, Sebenarnya kamu bekerja untuk pihak siapa?"


" Cuih!"


Erik meludah kan ludahnya beserta darah ke arah Alicia, Untung saja Alicia bisa menghindari ludah yang di dilemparkan kepadanya. tapi kemudian sebagai balasan Alicia menampakkan wajah Erik yang sudah ternoda darah.


" Dasar laki-laki tidak diuntung. padahal aku sudah baik hati memberikan kamu pekerjaan. dengan wajahmu yang jelek dan kelakuanmu yang seperti itu mana ada orang yang mau memberikan pekerjaan dengan gaji yang besar!! Atau jangan-jangan kamu sebenarnya adalah mata-mata dari musuh-musuh ku disana. Sekarang katakan kepada kami Sebenarnya kamu bekerja pada siapa?" tanya Alicia lagi dengan nada kesal.


" Aku sama sekali tidak ada sangkut paut dan hubungannya dengan kamu! Jadi untuk apa aku menjawab pertanyaanmu?" kata Erik sambil mengulur-ngulur waktu. dia tentu tahu bahwa sahabat-sahabatnya tidak mungkin meninggalkan dia dalam posisi seperti ini. Mereka juga pasti bisa mendengar setiap apa yang terjadi Disini. Mereka pasti sedang mencarikan bala bantuan untuk menolong mengeluarkan dia dari tempat ini dan juga menangkap Billy beserta antek-anteknya yang lain.


Itulah keyakinan yang dimiliki Erick saat ini. Jadi dia harus benar-benar bisa mengulur waktu supaya sahabat-sahabatnya itu bisa datang menolongnya sambil membawa bala bantuan yang banyak untuk meringkus dan menghaluskan tempat prostitusi yang sebenarnya sudah cukup meresahkan di tempat ini karena banyak sekali kasus-kasus perdagangan anak dibawah umur untuk dijadikan pelayanan ***** di tempat ini.


" Lalu Kenapa kamu hendak mengusik Bill yang notabene adalah orang yang ada di bawahku?" tanya Alicia dengan nada geram.


" Karena aku suka mengusik laki laki yang bisanya hanya mengambil milik orang lain, Bukannya kamu adalah salah satu dari wanita Mr. WF? Atau jangan-jangan mr. WF tidak tahu menahu tentang hubungan kalian ya?" kata Erik dengan nada mengejek.


Alicia dan Bill hanya saling menatap. Erik bisa menebak dengan tepat apa yang saat ini terjadi.


"Eh eh.. ternyata benar ya ! Ha ha ha ternyata perselingkuhan ya? Wah, gimana kalau aku bilang sama mr. WF sekarang?" cecar Erik dengan nada satir. Membuat Alicia kesal.

__ADS_1


Plakkkk!! Kembali lagi tangan Alicia menampar wajah Erik. Sampai membuat wajah Erik terbuang ke samping. Rasa ngilu dan sakitnya membuat gigi Erik pun ikut copot.


Erik meludahkan potongan gigi dan juga darah ke bawah. Erik luar biasa menderita karena harus menanggung rasa sakit akibat siksaan dari anak buah Alicia dan sudah Alicia sendiri.


Wajah dan tubuh Erik itu udah tidak lagi berbentuk, karena luka memar dan bengkak di sekujur tubuhnya. Tapi Erick masih memunculkan tawa sinisnya. Seakan apa yang dialami saat ini bukan hal yang besar.


Tiba-tiba anak buah dari Alicia yang menjaga di tempat prostitusi serta pintu gerbang menuju ke ruangan bawah tanah tergopoh-gopoh masuk ke dalam ruangan penyiksaan itu.


Ternyata tempat prostitusi dan juga areal tempat Alicia dan Erik berada saat ini sudah dikepung oleh geng Fox. Beberapa orang yang dipercaya sebagai asisten langsung dari Fox datang ke tempat itu. Alicia sempat terkejut dan juga tidak percaya dengan informasi yang diberikan oleh anak buahnya yang menjaga pintu depan. Masa Mr. Wong Fox datang kesitu?


" Aku akan keluar, kalian semua disini saja! " Kata Alicia dengan suara bergetar. Jangan bilang kalau Alicia tidak ketakutan karena Mr WF itu sangat kejam. Kalau sampai tahu tentang kondisi perselingkuhannya, dia bisa dibunuh dan sebelumnya disiksa.


" Tuan Wong datang!" sebelum Alicia keluar dari tempat persembunyiannya itu Mister Wong sudah masuk ke dalam. Nah kemudian Alicia semakin pucat karena dia ketakutan. Dia langsung mengambil posisi mendekati Mister Wong dan menyapanya dengan ramah.


" Lepaskan laki laki yang kalian ikat itu!" kata Mr WF dengan nada dingin. perkataan dari Bosnya itu membuat Alicia menjadi ketakutan. dia tahu Berarti ada seseorang di luar sana sudah memberikan informasi kepada Mister Wong bahwa dia melakukan perselingkuhan.


" Tuan!!"


" Diam kamu pelacur!! Urusan aku sama kamu belum selesai! kamu mempermalukanku!" kata Mister Wong dengan nada datar dan dingin. Alicia langsung mengkerut ketakutan, dia tahu kalau sebentar lagi nyawanya di ujung tanduk.


" Bawa orang yang sudah babak belur itu keluar dan carikan dokter sebelum dia dikembalikan ke keluarganya. Dan orang-orang yang sudah memukuli orang ini dengan babak belur, kalian bisa tunggu di sini sampai aku membereskan semuanya." lanjut Mister Wong dengan nada datar.


Mr Wong langsung bergegas pergi bersama dengan para asistennya sedangkan Alicia dan antek-anteknya hanya bisa diam, apa lagi Bill Weston, dia hanya diam dan tidak mengatakan apa-apa.

__ADS_1


Erik dibawa oleh anak buah dari Fox gang menuju ke atas entah apa yang akan Erik alami di sana.


Ternyata Revan dan Vallen sudah ada di sana. Berkat konsep butut itu Revan langsung menghubungi Mister Wong dia menceritakan tentang keburukan dari Alicia yang menjalin hubungan dengan orang yang dua kali lipat lebih tua dari dirinya, ternyata dia menghianati Mr Wong dengan berselingkuh.


" Aku sudah memberikan keluargamu kebebasan dengan menukarnya dengan informasi yang kamu berikan tadi." kata Mister Wong dengan nada tegas.


" Terima kasih mr Wong, kami akan sangat merasa bangga kalau next time kita bisa berhubungan secara perdagangan ataupun tentang hal yang lainnya. Jangan khawatir kalau mister Wong butuh bantuan dengan kita asal itu tidak melanggar hukum saya akan tetap membantu karena menghargai Mister Wong sebagai seorang saudara." kata Vallen dengan nada andalannya.


" Benar mister Wong, kami sangat berhutang budi dengan anda karena anda sudah menyelamatkan saudara saya." kata Revan dengan nada berterima kasih kepada Mister Wong.


" Saya kira itu adalah hubungan timbal balik, anda sudah memberikan informasi yang berharga bagi saya dan saya memberikan kepada anda keluarga anda yang berharga itu. Jadi anda tidak usah lagi sungkan masalah itu. jangan khawatir saya akan segera menyelesaikan masalah Alicia dan Bill itu."


" Kalau saya boleh meminta satu hal lagi. Saya akan bayar berapa pun asal anda bisa menghabisi Bill itu. Karena dia sudah membunuh ibu saya." kata Valen dengan nada geram.


Akankah Mr Wong mengabulkan permintaan Valen?


Besok ya!!


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2