Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
S2. Mencari petunjuk


__ADS_3

Perasaan Lios mengatakan bahwa Kakak kembarnya itu pasti menemukan sesuatu yang berkaitan dengan adik perempuan satu-satunya.


Ekspresi wajah yang menegang dan juga mengepal membuktikan bahwa Kakak kembarnya itu sudah menemukan sesuatu yang membuat dirinya sedikit marah. Mereka berdua bukannya tidak sayang kepada adik perempuan satu-satunya itu tapi dia juga sadar kalau kemanjaan dari ayah Vallen kepada adik perempuannya itu suatu saat akan menjadi bumerang bagi keluarga mereka sendiri.


Dan ternyata benar saja kejadian itu mengakibatkan adiknya tidak segan-segan untuk mengorbankan para pengawal setianya sampai sakit perut berjamaah seperti itu.


Liam langsung mengkode kepada Lios serta menyerahkan laptop miliknya untuk bertukar pikiran dengan adik kembarnya itu. Lios dengan santai mengambil laptop di tangan Kakak kembarnya itu dan melihat informasi yang sedang dicari oleh Kakak kembarnya.


Dia mendapati personal info dari seorang wanita yang menurutnya cukup cantik dan polos bernama Emma Watson. Lios menaik turunkan alisnya dan menatap Kak gambarnya dan berpikir bahwa Kakak kembarnya ini sedang mencari jodoh untuk dirinya.


Namun pemikirannya yang liar itu setelah terbuang gara-gara Kakak kembarnya itu menjitak jidatnya dengan cukup keras.


" Apa sih kak?" tanya Lios sambil mengusap-usap jidatnya yang sedikit benjol gara-gara diciptakan oleh Kakak kembarnya itu.


" Aku bukan cariin jodoh buat kamu ya. Itu aku mencari informasi tentang orang yang terdekat dengan adik perempuan kita satu-satunya dan itu adalah sahabat dari baby Ly!! Sahabat dekat!! Aku yakin Orang itulah yang membantu pelarian dari adik perempuan kita dan juga dia lah yang menyembunyikan adik perempuan kita entah dimana.


" Oke kita kesana sekarang!"

__ADS_1


" Gimana dengan ayah?" katanya Lios dengan kode mata yang menunjuk ke arah ayahnya yang sedang berbicara dengan Erik di dalam ponselnya.


" Jangan bilang dulu kepada ayah karena bisa jadi yang berbahaya mungkin keluarga Watson yang bisa akan dihabisi oleh ayah secara kejam. padahal bisa jadi yang memaksa Emang untuk melakukan hal itu adalah adik kamu. Kamu kan tahu kalau Adik kamu itu selain pemaksa, Dia juga manja luar biasa sehingga aku rasa Ide ini semua keluarnya dari Baby Ly. Aku sudah pernah bilang kepada ayah jangan terlalu memanjakan Gadis itu tapi hanya Ibu saja yang mau mendengar saran dari kita sedangkan Ayah tetap saja memanjakan anak perempuannya itu dengan gila-gilaan." keluh Kakak kembar nya dengan nada kesal.


Lios hanya menganggukan kepalanya tanda dia menyetujui oleh apa yang dipikirkan oleh Kakak kembarnya itu, dia melirik kearah ayahnya yang masih sibuk mengatur sesuatu untuk melakukan pencarian terhadap anak perempuan satu-satunya yang paling dimanjakan.


Lios hanya bisa mendengus dengan keras saat Ayahnya masih saja menyalahkan orang lain ketimbang menyalahkan anak perempuannya yang tidak pernah bersyukur bahwa dirinya sudah diberi kenikmatan tidak perlu melakukan apa-apa tapi mendapatkan banyak kemudahan di dalam kehidupannya.


Memang sudut pandang orang berbeda-beda, bagi kedua Kakak kembarnya itu hidup yang dimiliki oleh Nana adalah kehidupan yang enak.


Ketidaksinkronan dalam kehidupan mereka itu membuat sudut pandang mereka jadi berbeda juga.


" Kita langsung menunggu om Erik agar bisa melakukan pencarian secepatnya. Ayah Yakin kalau adik kamu itu sudah melarikan diri dari rumah." kata Vallen sambil mengepalkan tangannya dan meninju kemudi yang sedang dipegang yaitu.


" Tidak perlu Ayah melakukan tentang hal itu, karena kita sudah menemukan bahwa adik perempuan kita yang ayah paling sayang itu ternyata memang sudah melarikan diri dari rumah." kata Liam dengan nada datar dan dingin. Ayah Vallen sontak menengok ke arah anak laki-lakinya yang berada di kursi belakang.


" Jadi kalian sudah mendapatkan lokasi di mana adik perempuan mu berada?" tanya ayah Vallen dengan nada senang.

__ADS_1


" Ya belum lah, Yah! Kita harus benar-benar menelisik satu persatu jejaknya. Dia melompati tembok pagar depan kamarnya agar bisa keluar dari rumah besar. Sebenarnya mungkin dia menyasar pada pengawal-pengawal yang berada di seputaran tembok tempat dia akan melarikan diri. Dia mungkin sedikit salah perhitungan bahwa air yang ditaruh di tempat peristirahatan para pengawal itu bisa jadi diminum oleh pengawal-pengawal yang lainnya. Sehingga pada akhirnya yang terjadi adalah semua pengawal setia kita yang berjaga di depan maupun di arah samping termasuk di depan kamar adik perempuan kita itu akhirnya terkena obat pencahar berjamaah. Sebenarnya begini lho, yah!! Yang kita pikirkan saat ini adalah bagaimana dia bisa melarikan diri tanpa pertolongan orang lain. Itu sama sekali tidak mungkin terjadi, maka perkiraan kita pasti ada orang yang membantu pelariannya. Dan setelah aku cek di CCTV jalan, dia hanya masuk kedalam sebuah mobil yang kita tidak ketahui, karena nomor polisi dari mobil itu tidak ada. Tandanya mereka sudah mempersiapkan dengan benar-benar pelarian ini." kata Liam dengan nada datar, berusaha memaparkan semua yang ada di dalam pemikirannya. Namun dia belum mengarah kepada orang yang menolong adiknya melarikan diri.


" Laki-laki atau perempuan?" tanya ayah Vallen dengan nada dingin, dia berjanji siapapun laki-laki yang sudah membuat anak perempuannya itu memberontak seperti ini ini akan dihabisi dengan tangannya sendiri.


" Ayah kita lihat dulu! Bahkan dari pantauan CCTV saja kita tidak bisa melihat siapa orang yang ada di balik kemudi mobil itu. Bahkan aku yakin karena adik perempuanku itu juga sangat cerdik, dia tidak akan meninggalkan jejak seperti itu. Tadi aku sudah melihat mobil dan kacanya, terlihat banget kalau kacanya hitam, tanda orang yang ada didalam mobil itu tidak ingin identitasnya ketahuan. Bahkan aku yakin mobil itu sekarang Pasti sudah di tempat rongsokan." analisa dari Liam yang dipaparkan kepada ayah Vallen dengan detil.


Ayah Vallen hanya bisa mengeraskan rahangnya tanda dia kesal dengan kemungkinan bahwa dirinya masih belum bisa menemukan anak perempuan kesayangannya itu.


Lios hanya bisa mendesah sekali lagi mendengar pemaparan dari kakak kembarnya itu. Memang benar sih rasa-rasanya adik perempuannya itu memang sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Kemudian Lios teringat untuk mengecek pengeluaran adiknya itu melalui kartu ATM maupun credit card yang dimiliki oleh adik perempuan nya itu. Dengan laptop yang masih dia bawa, Lios segera melihat transaksi yang dilakukan oleh adik perempuannya lewat ATM maupun credit card. Tapi lagi lagi mereka harus kecewa karena ternyata history dari transaksi milik adik perempuannya itu tidak ada.


.


.


.


TbC

__ADS_1


__ADS_2