Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
S2. Syarat buat Gustav part 3


__ADS_3

Jangan lupa like, komennnnn yang banyak, trus kasi vote dan hadiah juga. Jangan cemas ya guys, semua komen aku baca, walau gak kubalas 1 per 1, dan thank you yang sudah komen dan kulike juga kok. Thor menghargai semua komen kalian... muach muachh...happy reading!!


***


Hebohnya makanan dan minuman yang disediakan oleh Nana, memang patut diacungi jempol. Karena ia benar benar menjamu semua orang yang ada di sana, termasuk asisten pribadi dari Gustav dan juga pengacara dari Gustav. Nana sama sekali tidak mengerti kenapa mereka bertiga masih asyik saja di dalam ruangan kerja dari Ayah Vallen. Emangnya persyaratan apa yang diajukan oleh ibunya sehingga Gustav mengalami kesulitan, dan harus menunggu lama banget untuk bisa lolos dari ruang kerja milik Ayah Vallen itu.


" Ada baiknya kamu Melarikan diri kemarin. paling tidak kamu memiliki skill menata meja dan menata menu dengan baik. Kakak juga tahu bahwa tidak mungkin kamu yang memasak semuanya ini, ini pasti kerjaannya koki di dapur. tapi paling tidak Kakak menghargai Kerja keras kamu untuk menyuruh nyuruh koki dan asistennya menyediakan kan makanan di atas meja ini." kata Liam sambil menikmati makanan yang sudah disediakan oleh para asisten rumah tangga di rumah besar itu.


Bahkan asisten pribadi dari Gustav dan juga pengacara gustaf duduk di teras rumah beserta para pengawalnya dan juga menikmati makanan yang sama yang disediakan oleh baby Ly kepada mereka melalui ART yang dikirim ke teras.


" Kakak lebih baik tidak usah cerewet dan makan saja apa yang disediakan!" kata baby Ly yang masih gugup karena ibunya lamaaaaaaa banget accnya. Serasa ngumpulin sinopsis ke editor lewat email tapi gak dijawab jawab padahal even akan berakhir, jadi deg deg an kan? (curhat🤭!)


" Ya udah kalau penasaran, kakak enggak saranin buat nguping di luar ruang kerja ayah loh!" kata Lios sambil sibuk makan namun ingin memberi adiknya clue, supaya adiknya nguping aja kalau penasaran.


" Kakak, adek itu sukanya jujur ya. Kayak gitu itu tidak baik! Jangan ngajarin adeknya yang tidak tidak. " kata Baby Ly yang pura pura menolak namun sebenarnya ingin melakukan apa yang disarankan oleh kakaknya itu. Yaitu nguping di depan pintu ruang kerja dari ayahnya. Baby Ly beringsut beranjak menuju ke depan pintu ruang kerja ayahnya.


" Lihat adek lu tuh.. katanya itu tidak baik, tapi sendirinya memang mau nguping di depan pintu ruang kerja ayah! Kok bisa ya Adik kamu itu berbuat seperti itu? Emang siapa sih orang tuanya?" tanya Liam dengan nada sarkas yang membuat Erik, Tuan wong ,dan juga adik kembarnya tertawa terbahak-bahak.


Baby Ly, yang sudah sampai di pintu ruang kerja Vallen segera menempelkan telinganya ke daun pintu ruangan tersebut, untuk sekedar mendengarkan percakapan orang-orang yang ada di dalam ruangan tersebut. tapi rupanya Ayah Vallen menyalakan pengedap suara cara sehingga baby Ly sama sekali tidak bisa mendengar suara apapun dari ruangan yang sudah kedap suara itu.


Naasnya, baby Ly yang masih saja kekeuh untuk mendengarkan suara dari dalam ruangan itu terpaksa harus terjatuh ke dada bidang seseorang gara-gara pintu ruangan itu dibuka dengan cepat oleh seseorang dari dalam.

__ADS_1


" Kamu ngapain ada di pintu, sayang?" tanya suara bariton yang sejak tadi ditunggu oleh baby Ly.


" Kalian lama sih, aku kan sudah lapar, yang lain juga sedang menikmati makanan.Emang bagaimana hasilnya?" tanya baby Ly dengan lirih sambil menoleh kebelakang, kepada laki laki tampan yang mencuri hatinya itu. Sedangkan ayah Valen dan ibunya bertampang datar saja sekeluarnya mereka dari dalam ruangan kerja mereka, membuat hati baby Ly kacau seketika. Bukan karena balon hijau yang meletus yang membuat hati baby Ly jadi kacau tapi ia menebak kalau rencana calon suaminya gagal total. Alamak, gak jadi nikah sama laki laki tampan nih, uhhh padahal ciumannya saja hotttt jeletot, pasti ehm yang lainnya juga hot ya.. baby Ly mengingat saat Gustav bertelanjang dada.


Gustav tidak menjawab dia hanya menatap baby Ly yang menatap dirinya sampai ngiler dan ngeces.


" Baby, ngapain kamu natap laki laki yang belum sah itu dengan tatapan seeprti itu? Jadi benar ya laporan ayah, kalau kamu sudah bertindak asusila ?" tanya ibu Anin sambil melotot. Siapa yang ngajarin baby Ly kayak gitu coba. Rasanya dia dan ayah Valen saja, tahan tidak belah duren dan tidak bermesum ria seperti itu diawal jumpa.. eh nikah! Apalagi di awal jumpa. Masih malu malu kucing.


" Enggak.. eh iya, cuman ciuman aja bu! Anak muda jaman sekarang bahkan udah french kiss lo.. ini cuman nempel doang!" kata baby Ly berkilah dengan ibunya.


" Eh bu, aku sudah menyuguhi para tamu dengan masakan lo. Aku sekarang sudah pintar dan juga sudah dewasa ya. Jadi gimana hasil meeting di dalam? " cecar baby Ly dengan nada riang.


Mereka bertiga hanya saling pandang. Namun tidak berkata apa apa bahkan tidak menjawab juga.


" Ibu.. baby penasaran."


" Nanti!" titah ibu suri keluar, baby Ly hanya bisa cemberut. Dirinya kesal, titah ibunya di rumah bak Ratu yang tidak bisa tergiyahkan, dan ia mencoba melobby ayahnya melalui tatapan mata. Namun ayahnya hanya diam dan tidak mengkode apa apa. Sedang Gustav saja hanya bisa diam dan menunduk, padahal biasanya dia tak terbantahkan.


Ck ck ck amazing banget nih ibu Anin. Padahal dia itu kelihatan lemah lembut tapi ketegasannya ajubillleeh.


*A few hours before*

__ADS_1


" Jadi bagaimana Gustav?" tanya Anindya yang melihat Gustav masih diam setelah di suruh menceritakan secara detail mengenai keluarga dan juga pribadi dirinya.


Setelah berdehem, Gustav memutuskan untuk bercerita dengan bahasa yang singkat, padat dan jelas.


" Umur saya tahun ini akan menjadi 31 tahun. Selama ini saya belum pernah pacaran dan menjalin hubungan dengan wanita, karena saya banyak belajar dan bekerja karena ingin membanggakan kakek yang selalu ada buat saya sejak bayi." jelas Gustav lalu menghela nafasnya. Menceritakan masa lalunya bukan hal yang mudah buat dirinya, apalagi dirinya bukan lahir di dalam pernikahan yang benar-benar terjadi sebelum dirinya lahir.


" Saya lahir dari rahim seorang ibu yang bernama Tiara Alexa Dimitri, anak perempuan satu satunya, dan merupakan pewaris tunggal dari keluarga Alexander noxa Dimitri, pengusaha pertambangan dan juga batu mulia dan beberapa bisnis lainnya. Ibu saya tidak pernah menikah dengan Antonio Wijaya, dari keluarga Wijaya Hadi, jadi saya adalah anak di luar pernikahan mereka, maka nama belakang saya adalah Dimitri, bukan Wijaya atau yang lainnya. Ayah saya kecelakaan sebelum dia tahu ada saya di rahim ibu saya. Sedangkan ibu saya meninggal setelah melahirkan saya. Walau sebelumnya ibu saya sempat menikah sebelum saya lahir. Dan ini yang saya tahu pasti membuat kalian akan shock mendengarnya.."


" Maksudnya?"


" Ayah tiri saya adalah Billy Weston..."


" Apaa????"


.


.


.


TBc

__ADS_1


Jari author udah lelah. Seharian memikirkan dan juga menuliskan cerita ini. Tolong hargai thor dengan mengirim like dan juga komen positif, terimakasih dan God bless you alll, vote dan hadiah juga dinantikan.


Kalau naik lagi diusahakan besok bisa 2 up lagi. Semangatttt!!!


__ADS_2