Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 78.


__ADS_3

Hai readers, hari ini hanya update satu kali karena penulisnya ada banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan di dunia nyata. Jangan lupa untuk tetap memberikan like, vote dan Gift ya.Ditunggu!! Happy Reading!!


***


" Gimana kalau dengan Pratama?" sontak kecemburuan Valen meningkat, mengingat nama itu, jangan jangan nama itu pernah singgah di hati istrinya seperti kata Pratama kemarin.


Benar saja ekspresi wajah Anin berubah. Valen jadi curiga. Apa benar Anin pernah suka sama Tama?


" Kak.Tama? Tahu darimana mas Valen sama Kak Tama?" tanya Anin dengan nada menyelidik.


" Apa kamu pernah berpacaran dengan Tama Tama itu?" tanya Valen balik tanpa menjawab pertanyaan Anin.


Anin memutar bola matanya dengan kesal karena pertanyaannya berbuah pertanyaan. Lalu Anindya menjawab dengan ketus.


" Mas, Kamu kan tahu sendiri kalau sejak dahulu memang aku tidak pernah pacaran dengan siapapun. Bahkan aku tidak pernah menyukai laki-laki dan memiliki debaran pada saat aku berhadapan laki-laki. Kamu itu laki laki pertama yang mengambil semua yang pertama dariku, ya cinta, ya first kiss dan juga keperawananku." Anindya sedikit kecewa kepada suaminya itu Anindya menganggap bahwa suaminya tidak mempercayai dirinya padahal bagi Anindya suaminya lah yang nomor satu.


" Ehm, bukan begitu soalnya rumor mengatakan.."


" Apa kamu lebih percaya dengan rumor yang ada di luar daripada percaya kepadaku?" Sirat mata penuh kekecewaan dari Anindya membuat Vallen merasa bersalah, Anindya yang tidak tahu-menahu apa yang sedang terjadi dan kenapa suaminya tiba-tiba menyinggung masalah Pratama laki-laki yang pernah tinggal dekat rumahnya itu.


"Maaf, aku tidak bermaksud begitu, sayang. Aku hanya ingin kita jujur tentang masa lalu kita. Aku hanya... cemburu dengan masa lalu kamu, dimana ada laki laki lain yang pernah dekat dan menyukai kamu.." Valen mengatakan apa yang ada di dalam isi hatinya itu dengan terbata-bata, di satu sisi dirinya tidak suka ada laki-laki lain yang menyukai istrinya dan di sisi lain dia juga merasa bersalah ketika wajah Anindya penuh dengan kekecewaan saat Anindya menganggap bahwa Vallen itu tidak mempercayai dirinya.


" Siapa yang menyukai aku? Kak Tama?" potong Anindya terkejut, matanya bahkan sampai membulat karena saking terkejutnya.Valen tambah bingung dengan reaksi yang ditunjukkan oleh Anindya.


Melihat kesalah tingkahan Valen, Anindya menjadi gusar Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Dan Apa kaitannya Valen dengan Pratama?


" Sekarang Mas ceritakan secara jujur kepada Anin sebetulnya apa yang sedang terjadi? Kenapa tiba-tiba Mas Vallen tidak ada hujan tidak ada angin menyinggung masalah Kak Tama?" tanya Anindya dengan tatapan menyelidik.

__ADS_1


Nah lo! Rasain tuh Vallen gara-gara kamu menyinggung-nyinggung satu nama, malah sekarang kamu harus menceritakan apa yang sedang terjadi kemarin. Padahal kejadian kemarin sudah ditutup tutupi dengan sempurna dan hanya diceritakan secara kulitnya saja malah sekarang Vallen harus menceritakannya secara detil karena ini menyangkut masalah laki laki yang bernama Pratama terkait erat dengan There, sepupu dari Anindya.


Pada akhirnya Valen harus menceritakan secara detil tentang apa yang kemarin terjadi saat Anindya tidak sadarkan diri dan Valen juga mengungkapkan apa yang dikatakan oleh kak Tama saat memprovokasi dirinya.


Anin menjadi kesal dengan kak Tama karena sudah membohongi suaminya yang pencemburu ini.


" Aku gak pernah mencintai siapapun kecuali suamiku yang pencemburu ini. Jadi kamu tidak perlu cemas karena istrimu ini sudah kebal terhadap rayuan laki laki lain." kata Anindya dengan jumawa, membuat Valen tertawa kesal dengan tingkah Anindya yang menggemaskan.


***


Mengingat kehamilan Anindya maka Vallen harus segera melakukan perombakan baru, dia harus segera membuat Anindya tidak bekerja sama sekali. Ia sangat takut kalau Anindya kenapa-kenapa mengingat kehamilannya ini ini sangat rentan apalagi dia mengandung bayi kembar.


Apakah Valen bekerjasama dengan Revan langsung mengadakan perombakan di Mahkota horeca Group.


Untuk itu Valen mengundang semua pemegang saham dan juga penanam modal, agar bisa melakukan rapat gabungan kembali.


Dan pagi ini adalah saat di mana rapat gabungan itu akan terjadi, Vallen sengaja melakukannya disaat Anindya belum keluar dari rumah sakit. Dia tahu kalau sampai Anindya sudah keluar dari rumah sakit, pasti Anindya kepingin banget balik untuk bekerja di Mahkota horeca grup. Kemungkinan Vallen akan menjadikan Anindya sebagai Presiden Direktur sekaligus owner. Karena ia akan menyerahkan saham terbesar yang dia miliki kepada Anindya. Dan Presdir kerjanya hanya memantau kinerja semua bawahannya. Sedangkan CEO biar dipegang Aldy yang mengurus harian perusahaan.


" Sayang, mas akan ke kantor dulu. Jangan nakal dan tetap di dalam kamar sampai mas kembali." pesan Valen dengan nada lembut kepada Anindya. Anin hanya bisa mengangguk saja saat Vallen meminta izin pada dirinya untuk berangkat ke kantor pagi itu, memang semua kegiatan Vallen berpusat di rumah sakit sementara Anindya ada di rumah sakit.


" Iya mas!"


" Tunggu mas balik dulu kalau kamu mau ke taman." peringat Valen lagi.


" Iya mas!" Anin pun mengangguk patuh saat Vallen mengatakan peringatannya lagi. Dan Vallen pun puas dengan jawaban Anindya, lalu ia mengecup kening istrinya itu dan segera berangkat ke kantor.


Aesampainya Vallen di kantor dia langsung masuk ke ruangan meeting di mana rapat pemegang saham dan juga investor di Mahkota horeka dihelat. Dia bahkan sudah melihat keluarga dari istrinya, om tante dari Anindya, dan juga para pemegang saham serta para investor di Mahkota horeca.

__ADS_1


Papa dan Mama Amin langsung saja terkejut karena melihat Vallen yang bertingkah berbeda daripada biasanya. di dalam pemikiran orang tua Anindya Vallen itu adalah menantu yang miskin dan hanya menjadi lintah bagi Anindya. tapi melihat bahwa semua orang yang ada di dalam ruangan itu mengangguk hormat kepada menantunya, Papa dan Mama Ani menjadi terkejut.


" Baik, kita mulai saja rapat pada pagi hari ini." kata Revan membuka rapat pagi itu.


Revan mengutarakan keinginan Vallen untuk memberikan semua saham yang dimilikinya kepada Anindya sebagai istrinya. Dia juga menginginkan bahwa Anindya menjadi presiden direktur di Mahkota horeca Group, dan menjadikan Aldi mantan asisten Kak Arka sebagai CEO yang baru.


Orang tua Anin yang mendengar hal itu menjadi kaget, mereka tidak menyangka bahwa menantu yang tidak berguna dan yang biasanya dihina oleh mereka itu ternyata adalah orang kaya yang memiliki saham terbesar di Mahkota horeka.


Mereka menoleh ke kanan dan ke kiri, Berharap ada orang lain lagi yang sama terkejutnya dengan mereka. tapi kenyataan menampar mereka berdua ketika melihat Dewa dan Anna pun tunduk dibawah kaki Vallen menantunya itu.


Karena duduknya berdampingan dengan Dewa Eka langsung menanyakan keingintahuannya kepada Dewa.


" Wa, kamu tidak kaget mendengar Vallen itu adalah orang kaya yang memiliki saham besar di Mahkota horeca?" bisiknya Lirih, tapi Dewa mendengar setiap ucapan dari kakak nya itu dan langsung menanggapinya dengan segera.


" Sudah tahu. Bahkan aku juga sudah tahu kalau menantumu itu adalah pewaris tunggal dari Weston Group." jelas Dewa dengan suara lirih juga. Tapi perkataan Dewa itu membuatnya sangat terkejut, sehingga dia berteriak..


" Apa?"


Dan kemudian Eka pingsan di tempat karena jantungnya tidak kuat menerima kabar yang begitu mengejutkan sehingga membuat rapat pemegang saham itu kacau karena na mertua Vallen pingsan.


.


.


.


TBC

__ADS_1


Yeayyy, hampir 1200 kata ya readers!! Tunggu kelanjutannya besok ya...


__ADS_2