Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 157.


__ADS_3

Jangan lupa untuk like dan memberikan gift juga support autor dengan memberikan vote. Makasih  juga buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Oh ya jangan lupa mampir di cerita thor yang lain. Banyak yang sudah selesai dan bisa dibaca sampai ending!!


Happy reading, guys!!


***


" Sekarang PR nya tinggal bagaimana kita bisa balik dari pulau laknat ini. Apa chipmu masih bekerja?" tanya salah seorang dari tim 1 sambil mengacungkan chip yang masih ia pegang.


Masih dengan langkah benar-benar perlahan polisi itu meraih chip yang diajukan kepadanya.


Lolisi itu mengotak-atik barang itu sebentar lalu mencobanya lagi. Ternyata chip itu masih menyala dan bisa digunakan untuk mengirimkan pesan kode morse kepada Tuan Wong dan anak buahnya.


Sebenarnya kedua orang dari tim satu itu juga bisa dan memahami kode morse cuman Memang dari awal mereka tidak tahu bagaimana cara mengoperasikan dan menyalakan chip itu.


" Bisa, chip ini masih bisa digunakan. Aku baru saja mengirumkan sinyal untuk dijemput." katanya masih dengan lemas namun sinar matanya begitu bergairah karena pada akhirnya mereka bertiga bisa pulang dengan selamat. Tentunya setiap misi ada yang dikorbankan dan mungkin pengorbanan mereka saat ini adalah kehilangan 1 dari teman terbaik mereka di tim 1.


Namun mereka patut bersyukur karena walaupun saat ini tubuh mereka sudah tidak berdaya dan lemas gara-gara terbentur oleh karang dan berdarah-darah akibat tertimpa bebatuan yang yang merupakan puing-puing dari markas besar Hunter Dead, namun setidaknya mereka masih hidup.


" Apakah mereka sudah merespon balik kode morse yang sudah kamu kirimkan tadi?" tanya mereka dengan pengharapan yang tinggi akan dijemput oleh rekan-rekannya dari tim 2, tim 3, dan juga dari anak buah Tuan Wong.

__ADS_1


" Sudah,mereka akan mengirimkan bala bantuan secepatnya. Akhirnya kita bertiga bisa pulang dengan selamat." kata polisi itu dengan nada yang sedikit terharu.


Dia juga sadar tadinya dia berada diambang hidup dan mati. Dia juga bersyukur karena teman-temannya tadi bisa selamat walaupun ada seseorang yang masih belum bisa ditemukan.


Ia percaya akan ada waktunya Tuaan wong dan juga pihak kepolisian serta interpol akan turun ke pulau ini untuk mencari di balik puing-puing yang berserakan di Pulau pribadi ini.


Karena biasanya interpol maupun kepolisian akan datang ke tempat kejadian perkara kembali untuk menyisir dan mencari barang bukti. Sekalipun sejujurnya mereka juga tidak yakin dengan menemukan barang bukti di Pulau pribadi itu karena seperti yang diketahui bom benat benar sudah meluluhlantakkan seluruh bagian dari pulau bahkan markas besar yang tampak gagah sebetulnya hancur tak berbentuk seperti kayu yang terbakar, hangus, hancur mengenaskan!


" Yah, dan sayangnya kita kehilangan salah seorang teman kita yang meninggal di Pulau pribadi itu tanpa kita bisa menemukan jasadnya. Kira-kira menurut kalian apakah dia bisa selamat? Karena aku merasa bahwa ada kemungkinan dia bisa selamat. Selain karena posisinya yang berada di utara pulau dan sebenarnya agak jauh dari markas. Apalagi setelah dia memasang bom kemungkinan dia masih punya waktu untuk lari menjauh dari titik ledak bom, walau mungkin dia tidak bisa mencapai bibir pantai paling tidak dia bisa lompat dari Karang seperti yang kita lakukan tadi." kata salah seorang dari tim 1 memberikan asumsi dan pemikirannya karena sejujurnya dia juga tidak rela kalau sampai temannya yang dari tim satu itu meninggal di sana tanpa bisa mereka temukan jasadnya.


Mereka bertiga hanya bisa menunduk dalam lamunan mereka masing-masing, setelah kejadian menegangkan dan penuh dengan perjuangan yang baru saja mereka alami, membuat mereka sadar bahwa hidup sangatlah berharga.


Sambil menunggu kedatangan kapal yang akan menolong mereka, mereka mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat itu.


Bahkan mereka saat ini berada di Karang karang bagian utara yang mengitari Pulau pribadi milik Hunter Dead.


Tiba tiba dalam penantian mereka itu, mereka, yang lebih tepatnya polisi itu melihat adanya sesuatu benda yang terlihat mengapung di perairan sekarang dan terkena deburan ombak yang membawa sesuatu itu menabrak ke arah Karang berulang-ulang kali.


Dia memicingkan mata untuk memastikan kan sebenarnya Benda apa yang terjatuh ke perairan itu yang terhantam deburan ombak menuju ke Karang.

__ADS_1


" Kalian lihat itu? Warna dan bentuknya seperti baju kalian ya? Apa itu jangan-jangan jasad teman kita yang kita cari-cari? Kemungkinan besar dia juga masih hidup! Bisa jadi kan?" kata polisi itu dengan nada antusias bahkan tubuhnya yang tadinya lemas karena sempat pingsan dan kemasukan air yang cukup banyak di paru-paru, menjadi bersemangat lagi.


Kedua temannya pun sama seperti dirinya, Mereka sangat antusias bisa menemukan tubuh dari temannya itu. Bagi mereka tidak apalah kalau misalkan temannya itu sampai tidak selamat paling tidak mereka membawa jasad temannya itu sehingga bisa dikuburkan dengan layak di tempat yang terhormat.


" Tapi jarak dari Karang sini ke situ cukup lumayan. selain itu kita juga mempertimbangkan arus air laut yang begitu kencang. kalian bisa lihat kan debu obatnya aja tinggi banget. kita punya 2 option sekarang. kita tunggu mereka yang akan menolong kita datang kemudian juga menyelamatkan teman kita di sana atau kau salah satu dari kita berenang sampai ke sana untuk menolong teman kita itu. bagaimana?" tanya salah satu orang dari tim 1.


Mereka berdua lantas menanggapi pemikiran dari salah seorang dari tim 1 itu bahwa mereka harus cepat menolong karena mereka tidak tahu dengan bagainana sebenarnya kondisi yang dialami oleh teman mereka yang terbentur terbentur karang itu. Bisa jadi kondisinya semakin parah mengingat sekarang itu sangat tajam. Lihatlah pak polisi tadu saja mengalami luka luka yang lumayan banyak karena terbentur karang.


" Lihat!!! Syukurlah karena bala bantuan sudah datang. Walau mereka hanya menggunakan kapal sekoci untuk menyelamatkan kita. Namun tetap saja itu bisa berfungsi untuk bisa menggapai ke lokasi tempat orang itu berada dan menyelamatkannya segera." kata polisi itu dengan raut wajah yang gembira. begitupula dengan kedua anggota tim 1, mereka juga turut berbahagia karena bisa selamat dan juga bisa menyelamatkan teman mereka yang sudah dikira mereka hilang dan meninggal di Pulau pribadi Hunter Dead. Eh tapi mereka kan belum tahu juga Apakah teman mereka yang akan mereka tolong itu selamat atau tidak?


" Hei heiiii... kami disini!!" seru mereka bertiga dengan bersemangat sambil Melambaikan tangannya kepada teman-teman mereka yang ada di tim 2 yang menjemput mereka sekarang. Mereka yang menjemput pun merasa bahagia karena bisa mendapati teman-teman mereka yang selamat.


Kapal sekoci itu adalah bagian dari kapal Tuan wong yang yang disuruh menyelamatkan teman-teman mereka. Sedangkan kapal selam yang dipakai oleh pasukan katak, tim2 dari Kepolisian, dan juga dari pihak interpol langsung dibawa oleh beberapa orang untuk segera pergi dari tempat itu. Jadi sisa orang di tim 2 dan tim 3 ikut dengan kapal yang memantau pergerakan mereka dari jauh yaitu kapal pribadi milik Tuan Wong.


.


.


.

__ADS_1


TBC


up kedua sehabis makan malam!! Mudah mudahan masih ada waktu🤭


__ADS_2