Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 11.


__ADS_3

Hari dimana, Valen akan memberikan kejutan untuk Anin pun


tiba. Anin belum tahu kalau Valen akan memberikan kepada dirinya acara lamaran


sekaligus kejutan yang romantiss demi menghadiahkan momen yang istimewa buat


istrinya.


Sore itu setelah Anin pulang dari kantor, Valen langsung


mengajaknya untuk makan di luar, dengan dalih karena Valen mendapatkan proyek


sehingga ia ingin mengajak Anin untuk merayakannya berdua.


Tentu saja setelah kedua orang tua Anin tahu kalau Valen


mengajak Anin keluar makan. Mereka menyindirnya dnegan kata kata penghinaan.


“Halah, baru dapat duit sedikit aja udah boros, gimana


mau kaya? Palingan Mantu miskin itu hanya mau ngajakin makan bakso aja, Nin!”


kata papa Anin dengan sarkas.


“Sudahlah pa! Anin mau berangkat dulu ya.” Pamit Anin


disusul dengan Valen yang langsung ditolak oleh mertua Anin.


“Jangan bawa mobil kantor!” peringat mama Anin dengan


mencemooh.


“Iya, kami akan naik ojek online aja.” Kata Anin dengan


nada kesal, padahal kan yang sebenarnya dapat fasilitas mobil kantor kan juga


dirinya, kenapa malah papa dan mamanya yang marah marah gak jelas.


“Ayo, Nin! Jemputan kita sudah datang.” Kata Valen


mengajak Anin untuk segera pergi, karena ia pun juga tidak mau naik mobil yang


di fasilitasi oleh keluarga Bagaskara, karena kalau cuman beli mobil yang merknya


beredar banyak di pasaran tentu sangat mudah bagi Valen sekarang, maka ia meminta Revan untuk mengirim supir dan juga


mobil untuk menjemput mereka.


Ternyata mobil yang datang adalah mobil yang kapan hari


mengantar Valen dan Anin, yaitu Rolls-Royce Cullinan, membuat mata mertuanya


melotot, darimana ada ojek online yang memakai mobil dengan bandrol harga puluhan miliar rupiah.


“Sebentar, Nin! Kok mobil yang menjemput kamu mobil mewah


sih? Apa jangan jangan Andrew yang datang?” tanya mama Anin penasaran.


“Loh! Yang pesen mobil ojek onlinenya itu mas Valen kok! “


kata Anin keheranan, masa Andrew mau jemput mereka, emang sekarang Andrew sudah


ganti status sebagai supir ojek online.


“Ayo Nin, kita berangkat sekarang!” kata Valen dengan


nada kesal, masa dipikir Andrew yang jemput, yang bener aja dong!


Mereka berdua pergi diiringi dengan tatapan tidak percaya


oleh kedua mertua Valen, mungkin kalau seandainya Valen mengaku sekarang kalau

__ADS_1


dirinya yang memiliki Weston grup, dijamin pasti mertuanya akan menganggap dirinya halu.


Sesampainya mereka disana, mereka langsung di sambut oleh


sekuriti yang berjaga di lobby. Mengingat pengalaman kedua temannya yang


kemarin dipecat oleh pak Afgan membuat mereka mengingat ingat tentang tuan muda


Valen yang harus mereka hormati dan jangan sampai salah perlakuan.


“Wah, mas! Sekuriti disini sopan sopan ya.” Kata Anin


yang kagum kalau sekuritinya melayani tanpa melihat mereka kaya atau miskin,


karena di pikiran Anin dirinya itu kan hanya orang biasa. Sedangkan Valen


hanya masang wajah datarnya seperti biasa.


Tiba tiba mereka bertemu dengan Andrew di lobby club


house Weston Resort. Tentu saja  Andrew  yang melihat Anin bersama Valen menampilkan senyum mengejeknya, karena ia menganggap Valen adalah orang miskin yang berani


beraninya masuk ke dalam Weston resort yang terkenal mahal bahkan tanpa membawa kartu akses.


“Loh Nin! Kamu juga disini? Sama siapa? Kamu emangnya


bawa kartu akses masuk ke tempat ini?” tanya Andrew dengan nada menghina karena


ia tahu biasanya tidak ada seorang pun yang diperbolehkan masuk tanpa tanda


pengenal berupa kartu akses, kecuali pemilik tempat ini yaitu Willy Weston.


“Oh aku kesini hanya bersama suami aku, ini Valen yang


ngajak aku kemari” katanya sambil menggandeng lengan Valen, yang saat ini mengenakan pakaian formal begitu juga dengan Anin yang menggunakan gaun yang tampak


anggun dan tentu saja Anin kelihatan tambah cantik dan seksi.


semacam ini?” tanya Andrew dengan nada mencemooh.


Sedangkan Valen yang dihina hanya menatap Andrew dengan


datar dan dingin, para sekuriti yang mendengar hanya bisa diam dan menunduk saja, mereka tidak mau kejadian yang menimpa temannya kemarin  terjadi lagi pada mereka. Mereka sudah tahu


siapakah Valen sebenarnya.


Andrew bisa sombong karena dirinya  pemegang kartu gold akses yang artinya anggota VVIP di resort itu, ia bahkan bisa memakai dan mengundang orang yang tidak memiliki akses sama sekali.


“Sudahlah Nin, kamu masuk saja bareng aku, soalnya hanya


orang tertentu saja yang bisa masuk kemari.” Katanya sambil melambai lambaikan kartu akses di depan wajah Valen, sedangkan Valen masih diam saja.


“ Oh gak usah repot repot, Ndrew! Kalau aku gak bisa


masuk ke dalam gak apa apa kok! Aku sama suami aku saja! Kamu masuk aja lebih


dahulu.” Kata Anin dengan santun, membuat Andrew semakin geram. Ia merasa Anin yang cantik tidak cocok dengan Valen yang miskin.


“Anin! Apa sih yang kamu lihat dari pria miskin macam


suami kamu itu.” Kata Andrew dengan nada sombong sambil menyerahkan kartu akses


goldnya kepada sekuriti, tapi yang mengagetkan Andrew adalah tidak ada satupun orang sekuriti yang berani  mengambil kartu akses yang dimiliki oleh Andrew.


“Pak Andrew, mas Valen adalah suami saya, jadi wajar


kalau saya memilih bersama dia.” Kata Anin dengan tegas. Membuat Valen menjadi


kagum dengan istrinya yang benar benar baik luar dalam, wajahnya yang cantik, tubuhnya


juga bagus ditambah hatinya yang super baik membuat Valen merasa tambah sayang.

__ADS_1


Valen memberi kode kepada para sekuriti untuk tidak


menerima kartu akses milik Andrew.


“Maaf pak Andrew, kartu anda tidak bisa dipakai lagi.” Kata


salah seorang sekuriti itu dengan nada hormat.


“Bagaimana bisa? Kan kartu akses ini  berlaku seumur hidup, asalkan aku membayar iurannya aku akan tetap bisa mamakainya kan?” tanya Andrew dengan raut wajah heran.


“Maaf pak, kartu ini sudah tidak bisa dipakai.” Kata sekuriti


itu dengan kukuh karena melihat kode dari Valen yang diberikan secara sembunyi sembunyi.


“Mana bisa? Coba kamu panggil manager atau sekalian GM


kalian pak Afgan untuk mengurus kartu akses saya.” Kata Andrew masih dengan gayanya yang sombong, ia merasa jatuh gengsi karena kartu aksesnya tidak berfungsi karena dilihat oleh Anin dan Valen yang tadi ia hina hina. Sedangkan Valen hanya bisa menunduk sambil tersenyum melihat


kebingungan Andrew.


Valen langsung menarik Anin untuk segera masuk, dan yang


membuat Andrew menjadi heran adalah ternyata Valen dan Anin malah diijinkan masuk


walau tanpa menunjukan kartu akses apapun. Ini jelas membuat Andrew protes keras.


“Eh kalian itu bagaimana sih? Mereka kok bisa masuk


sedangkan aku gak bisa masuk? Padahal mereka juga tidak pakai kartu akses.” Protes


Andrew dengan nada keras membuat pengunjung lain merasa terganggu. Tapi petugas sekuriti terselamatkan karena pak Afgan datang, dipanggil oleh kepala sekuriti.


“Ada apa ini?” tanya pak Afgan dengan nada ketus, karena


sebenarnya ia sedang sibuk saat dipanggil tadi.


Para sekur\iti langsung membisikan dan menjelaskan apa


yang terjadi dengan suara lirih, tentu saja pak Afgan yang tidak mau ambil


resiko melawan keinginan Valen.


“Maaf pak Andrew, kartu anda disuspend karena anda sudah


menyinggung atasan kami. Dan akan dikembalikan lagi kalau bapak sudah melakukan permohonan maaf dengan atasan kami.” Kata pak Afgan dengan nada hormat, ia juga tahu kalau Andrew termasuk jajaran orang kaya, jadi ia harus mengatakannya dengan santun


kalau tidak mau mendapatkan masalah juga.


“Apa? Siapa yang aku sudah singgung?” tanya Andrew dengan


tatapan heran, ia sambil mengingat ingat siapakah yang barusan sudah ia singgung.


“Bapak sudah menyinggung anak pemilik tempat ini.” Kata


Afgan menjelaskan dengan siapa Andrew bermasalah.


“Anak tuan Willy Weston? Siapa?” tanyanya masih dengan


raut heran.


“Pak Valendra Weston.”


“Hah???”


.


.


.


TBC

__ADS_1


Hai readers, ini up kedua ya di hari ini. Besok thor usahain bisa up 2 lagi yaaa, happy reading.


__ADS_2