Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
S2. Cafe Hits


__ADS_3

Sebuah sikutan dari Emma menyadarkan Nana yang masih dalam posisi terbengong melihat wajah tampan, yang sopan dan penuh kelemah lembutan caranya berbicara.


" Ehm.." Nana kembali kesadarannya setlah menerima sikutan dari sahabatnya itu yang mengkode bahwa mereka akan kehabisan waktu.


" Gimana nona? Apa yang harus kami lakukan supaya wajah cantik nona itu dihiasi senyum kembali?" desak Gustav yang ingin melihat senyum di wajah gadis cantik dihadapanya.


Tanpa melihat senyumnya saja, ada getar yang aneh yang belum pernah gustaf rasakan ketika berhadapan dengan wanita lain.


Gustav merasakan bahwa gadis ini memiliki Aura yang tidak biasa yang tidak pernah ditemukan di wanita-wanita cantik lainnya yang sering mendekati dirinya.


Matanya yang indah, alisnya yang tebal dan melengkung sempurna, wajahnya yang bulat telur halus seperti sutra yang licin, pipinya yang kemerahan merahan, bibir seksi si yang seperti jelly, semua yang ada di di dalam diri wanita itu mengundang hasrat laki-lakinya untuk sekedar mencicipi rasa manis yang ia yakini ada di wajah cantik itu.


Gustav memperkirakan umur dari wanita cantik yang ada di hadapannya itu, mungkin baru sekitar 19 atau 20 tahun tapi melihat wajah wanita itu menjadikan debar yang aneh di dalam jantung Gustav.


" Tidak usah!! Saya sudah kehabisan waktu. Ingat lain kali kalian harus hati-hati dalam menyetir mobil. Dasar! Menyusahkan saja." Kata Nana dengan mendongakkan wajahnya, tidak melirik ke arah Gustav lagi langsung berbalik ke arah mobilnya bersama dengan wanita yang satunya lagi itu.


" Nona! Tunggu.. saya tetap mau bertanggung jawab loh! Berikan no ponsel nona, saya akan mentransferkan secepat mungkin." kata Gustav yang sontak membuat asisten dan sopir pribadinya melongo karena terkejut.


Biasanya Tuan mudanya itu sangat dingin dan datar dalam menghadapi wanita-wanita yang ingin mendekatinya, tapi ini lucunya malah Gustav yang berkesan untuk mengejar wanita cantik yang judes dan juga galak, bahkan sampai rela menurunkan harga dirinya untuk bisa mendapatkan nomor ponsel wanita cantik yang kelihatan masih muda itu.


Tapi tubuh gadis itu sudah ditarik oleh temannya sehingga tidak lagi memiliki waktu untuk menoleh kearah Gustav lagi.


Gustav berusaha untuk mengejar akan tetapi teman gadis itu sudah men-starter mobilnya dan melajukan mobilnya dengan cepat meninggalkan Gustav yang hanya bisa terdiam melihat kepergian wanita yang diincarnya itu.


" Ken, kamu cari informasi tentang wanita tadi. Kita harus bisa mendapatkan nomor ponselnya dan data-data pribadinya." kata Gustav dengan nada Ketus dan datar kepada asistennya itu.

__ADS_1


Dan asistennya hanya bisa mengangguk anggukkan kepalanya tanda dia mengerti apa yang diminta oleh Tuan mudanya itu namun yang saat ini dia tidak mengerti adalah Kenapa Tuan mudanya begitu getol mencari data pribadi dari wanita galak tadi.


" Baik tuan! Apakah kita bisa melanjutkan perjalanan kita sekarang tuan?" tanya Ken dengan nada hormat.


Gustav sudah kembali dengan mode datar dan dingin nya seperti biasa. Sopir pribadi dan juga asistennya hanya bisa saling menatap melihat keanehan yang terjadi pada Tuan mudanya itu.


Sebagai orang yang lebih tua dan berpengalaman, sopir pribadinya sudah bisa menebak bahwa Tuan mudanya itu jatuh cinta pada pandangan pertama dengan wanita muda tadi. Tapi memang kesenjangan usia antara Gustav dan juga gadis muda itu akan menjadi masalah baru antara keduanya.


"Tuan apakah Tuan Muda ingin mampir ke cafe hits dulu untuk memantau pekerjaan para anak buah Tuan yang ada di sana? Serta sekalian melakukan makan siang di sana." kata Ken mengusulkan.


" Boleh saja! Kamu segera telepon ke Manager di cafe hits untuk mempersiapkan ruangan VIP yang biasa aku pakai. Ingat untuk memesan makanan kesukaan kakek karena aku ingin bernostalgia dengan makanan kesukaan kakek yang sering kita makan bersama." kata Gustav sambil menerawang jauh.


Sebenarnya Gustav sedang memikirkan hal lain, dia berpikir Kenapa kok dirinya bisa tertarik dengan gadis kecil seperti wanita yang tadi dia temui. Dia tidak pernah merasakan debar seperti ini ketika bersama dengan wanita cantik lainnya. Bahkan wajah tanpa make-up si gadis kecil tadi sudah membuatnya bisa melupakan kesedihan dari kematian kakeknya. Wajahnya tetap ayu, walau ia tidak memulasnya seperti wanita lain yang mendempul wajahnya sampai kayak tembok bercat kapur.


Sesampainya mereka di cafe hits milik dari Gustav itu. Mereka langsung bergegas menaiki tangga VIP di cafe hits itu.


Gustav sedikit heran karena dia melihat mobil dari wanita yang tadi tertabrak ada di parkiran cafe hits miliknya. Tetapi karena asisten dan supir pribadinya tidak menyadari adanya mobil itu di sana, jadi Gustav tidak membahasnya. Mereka bertiga langsung menuju ke tangga VIP room yang biasa dipakai oleh Gustav selama berada di cafe hits.


Setelah Ken mengantar Gustav, ia langsung mengajak manager untuk menemui Gustav sambil membawa berkas yang akan dia pertanggung jawabkan dihadapan Gustav.


Manajer dari Gustav rupanya membawa seluruh berkas dan juga biodata baru orang yang akan melamar menjadi pekerja di tempat cafe hits.


Walaupun Gustav jarang sekali datang ke cafe hits namun Gustav selalu memantau perkembangan dari Cafe hits melalui manajer dan juga orang-orang terdekatnya yang memantau langsung ke lokasi Cafe hits.


Jadi setiap ada penerimaan pegawai baru pun, Gustav pasti ikut menyeleksinya walau tidak terlalu ikut campur tangan terlalu dalam.

__ADS_1


" Tuan, makanan sedang disiapkan apakah Tuan Muda ingin langsung membicarakan masalah berkas dan juga penerimaan pegawai baru?" tanya Manager itu dengan nada hormat.


Gustav hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanda dia menyetujui untuk manajer menceritakan masalah masalah yang terjadi di di cafe hits juga untuk masalah penerimaan pegawai baru yang baru saja dia dengar .


Gustav tidak terlalu paham Mengapa manajer membuka lowongan penerimaan pegawai baru, Apakah kondisi di lapangan begitu ramai sehingga mereka membutuhkan orang baru guna menangani masalah intern Cafe.


" Jadi kami saat ini membuka lowongan untuk penerimaan pegawai baru dikarenakan Cafe itu semakin ramai dan juga membutuhkan seseorang lagi untuk menangani masalah Cafe supaya pelanggan tidak terlalu menunggu lama untuk penyajian ke meja pelanggan." kata manajer dengan tegas.


" Sudah ada kandidatnya?"


" Sudah ada yang melamar, tuan. Dan sudah saya terima, karena selain secara penampilan oke, pekerjaan juga cukup cekatan, karena baru saja pihak manajemen sudah mengetestnya." kata manajernya yang bernama Handry Susilo, seorang lajang yang memiliki dedikasi yang cukup tinggi juga.


" Owh oke tuh. Mana biodatanya? Laki laki atau perempuan?" tanya Gustav sambil mencari biodata anak baru. Ia berniat memanggilnya untuk interview. Mumpung dia di sana.


" Ini tuan!" kata sang manajer menyerahkan biodatanya.


.


.


.


TBC


Ha ha ha gantungggg..

__ADS_1


__ADS_2