
Keesokan harinya Erik, Revan dan Vallen bertemu di ruang kerja Vallen. mereka membicarakan tentang hasil kerja Vino sudah bertemu dengan There.
Vino juga sudah mengungkapkan kepada mereka berdua bahwa There tidak percaya dengan hasil investigasi yang dia berikan. Kemungkinan There akan mencari investigator lainnya jadi apa yang sudah mereka rancang kan supaya jadi diri Vallen tidak terungkap, mungkin akan mengalami sedikit kendala.
Tapi Erik juga sudah mengantisipasi dengan menanam banyak mata-mata untuk memata-matai tindak-tanduk dari nenek dan There, tapi kemungkinan lolos akan tetap ada.
" Sudahlah kalau seandainya jati diri tuan muda terungkap, Ya nggak apa-apalah kan memang itu kenyataannya!" kata Revan dengan suara santai, ya memang benar lah kalau seandainya Jati dirinya terungkap itu juga tidak akan memberi efek apa-apa kepada Vallen. Ya mungkin hanya akan lebih banyak orang yang ingin mendekati dia dengan motivasi tertentu.
" Oke jadi kita skip aja tentang masalah private investigator yang akan di sewa oleh nenek lagi. Mari kita membicarakan masalah Bagaimana kita bisa membuat nenek tersingkir dan bagaskara grup takluk di tangan Anindya Bagaskara, dan bagaimana caranya nenek itu bisa keluar dari Bagaskara grup bersama dengan There dan antek-anteknya yang lain." kata Vallen dengan suara dingin, dia masih mengingat dengan jelas Bagaimana kakek sampai di akhir hayatnya menjadi sakit dan susah gara-gara nenek yang merongrong kredibilitas kakek Bagaskara grup.
" kalian apakah pernah tahu bahwa nenek itu pernah melakukan perselingkuhan dan memanipulasi data serta korupsi di Bagaskara grup?" tanya Erik dengan senyum smirk yang menjengkelkan.
" Hah? Darimana kamu tahu tentang itu? Luar biasa banget!! Aku aja yang selama ini jadi menantu di keluarga itu dan menjadi cucu angkat kakek Arka tidak pernah tahu menahu. Aku hanya tahu kalau Kakek di akhir hayatnya nelangsa karena tingkah nenek dan There yang suka berfoya foya, padahal kondisi waktu itu sedang sulit." kata Vallen dengan nada berapi-api, dia selalu begitu, menjadi melankolis saat mengingat masa-masa terakhir bersama kakek Arka. Kakek Arka adalah seseorang yang menginspirasi dia bahwa kehidupan bersama keluarga adalah penting, maka saat dia dijodohkan dengan Anindya, dia langsung menerimanya, selain untuk membalas budi dari kakek Arka dia juga merasa kagum dan emang tertarik dengan Anindya yang menarik hatinya, seorang wanita yang rendah hati Walaupun cantik dan kaya.
__ADS_1
" Bagaimana kalau kita memunculkan tokoh antagonis yang selama ini dihindari oleh nenek Arka? barangkali setelah kita mengumpulkan tokoh ini mendengarkan menjadi sedikit berpikir kalau hendak melakukan segala sesuatu." usul Erik dengan senyum menjengkelkan yang masih belum hilang dari wajahnya, entah apa sebenarnya yang ada di dalam pikirannya. Revan dan Vallen saling menatap, tapi masih belum mengatakan apa apa.
" Maksud kamu adalah orang yang berselingkuh dengan nenek? Tapi jujur ini merupakan suatu kenyataan yang mengejutkan. Bayangkan saja bahwa nenek itu sudah tidak muda lagi, kok bisa-bisanya dia melakukan tindakan seperti itu?" tanya Revan dengan nada heran. Bagaimana seseorang tidak bertanya-tanya dengan heran karena umur nenek itu sudah 70 tahun. Masa orang dengan usia seperti itu Masih memikirkan hal-hal romantis seperti berselingkuh dengan orang lain.
" Ha ha ha maaf kalau aku bikin kalian jadi penasaran karena belum bercerita sesuatu tentang dasar dari perselingkuhan nenek dengan orang ini, kalau kalian mau tahu sebetulnya orang ini adalah orang terdekat dari kakek dan nenek, tepatnya dulu adalah sahabat kakek yang juga menyukai nenek, tapi karena kakek dan nenek itu juga produk perjodohan, jadilah kakek dan nenek menikah. Sebenarnya tidak ada masalah yang berarti sampai di suatu saat ketika kakek mengalami krisis di perusahaannya yang menolong, ya orang ini! Dan rupanya karena istri yang sudah meninggal, jadi dia bebas menjalin affair lagi bersama dengan nenek, dan itulah yang dilihat kakek di akhir hayatnya." jelas Erik sang investigator unggul.
" Gila!!! Sudah tua broo!!" gersah Valen dengan nada kesal.
" Ha ha ha kasih tak sampai judulnya! Ha ha ha.." Revan tertawa terbahak, entah kenpa malah membuat Valen menjadi tambah kesal dengan nenek.
" Apakah orang itu masih hidup sampai sekarang? Apakah nenek masih menjalin hubungan dengan dia? Siapa sebenarnya orang itu?" tanya Valen bertubi tubi.
" How if i want to keep my AS card? Aku nggak akan ceritain lebih dahulu siapa orang itu. Tadi aku bertanya sama kalian, gimana kalau aku memunculkan tokoh antagonis bagi nenek?" kata Erik dengan senyum smirk menjengkelkan andalannya. Revan dan Vallen dengan kompak memutar bola matanya karena kesal dengan Erik yang kesannya memutar-mutarkan mereka tidak langsung straight to the point.
__ADS_1
" Erik kamu jangan main-main, Jelaskan maksudmu dengan cepat, Aku sudah tidak punya banyak waktu untuk mendengarkan celotehan mu yang tidak penting. Sekarang kamu jelaskan apa yang menjadi maksud dan tujuan kamu mengumpulkan kami di sini. Tadi katamu ingin memunculkan tokoh antagonis bagi nenek. Lalu siapa tokoh yang kamu ceritakan itu? Dari tadi muter-muter aja." bentak Revan dengan kesal. Dia sangat tahu dengan kelakuan temannya ini, karena mereka sudah bersahabat dari sejak kecil. Erik itu adalah orang yang paling iseng sedunia. Terkadang dia sering memancing keributan karena keisengannya. Tapi saat ini dirinya sudah tidak memiliki waktu untuk meladeni tingkah iseng dari sahabatnya itu, masih banyak pekerjaan yang harus ditangani saat ini. Karena merasa bahwa informasi dari Erik nantinya bakal berguna bagi dirinya dan Weston Group, maka dia mau bersusah-susah hadir di situ.
" Ha ha ha tenang bro! Orang yang pernah bermain affair dengan nenek masih hidup. Dan yang lebih menarik adalah ternyata orang itu malah sekarang berbalik membenci Nyonya Arka. Penyebab kebencian orang itu terhadap Nyonya Arka adalah karena dia merasa bersalah atas kematian Kakek Arka. Jadi poin ini menunjukkan bahwa kita bisa memanfaatkan situasi Itu untuk menekan nenek." itulah sekelumit penjelasan dari Erik kepada Revan dan Vallen, Tapi jujur itu tambah membuat mereka lebih penasaran lagi. Dan seperti biasanya keisengan Erik lebih menonjol daripada segalanya, Jadi ia sengaja mengulur-ulur waktu supaya temannya tambah penasaran.
.
.
.
TBC
Reader juga penasaran kan? Karena author juga lagi iseng jadi penjelasan itu selesai sampai di sini dulu baru nanti dilanjut ke episode selanjutnya. tapi tenang saja hari ini episode yang selanjutnya udah keluar kok! Ini disebut plot twist, selalu ada kejutan!!
__ADS_1
Jangan lupa like dan spam komennya, happy reading!!