
Hai readers, i am back!! Jangan lupa untuk like, gift dan Vote ya. Kalau bisa sih sekalian di share kan supaya ceritanya bisa di ketahui oleh yang lain. Wk wkw kw , makasih buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Happy reading!!
***
" Kalau saya boleh meminta satu hal lagi. Saya akan bayar berapa pun asal anda bisa menghabisi Bill itu. Karena dia sudah membunuh ibu saya." kata Valen dengan nada geram.
Mr Wong hanya menatap Vallen dengan Tatapan yang datar Mungkin memang sudah karakternya dari sononya begitu atau memang dia sengaja menampilkan wajahnya yang dingin.
" Lebih baik kau urus saudaramu dulu dia lebih membutuhkan pertolongan saat ini. untuk masalah Bil, biarkan aku menyelesaikan masalah intern Bu dulu sebelum membawanya keluar. Aku harap kamu bisa memahami apa yang aku maksudkan saat ini." katanya masih dengan tatapan datar, bahkan Valen tidak bisa menebak apa yang saat ini dipikirkan oleh Mister Wong.
" Baiklah, aku selalu menunggu kabar baik dari kamu!" kata Vallen dengan suara menyerah dia tahu bahwa harga diri dari mr. Wong tercoreng gara-gara perbuatan dari Alicia dan juga Bill yang melakukan perselingkuhan di belakang dirinya. Bahkan ia mengetahui permasalahan ini dari orang lain.Ini lebih menyakiti harga dirinya. Kemungkinan Alicia dan juga Bill akan disiksa sampai memohon kepada mr Wong agar dibunuh saja.
Akan tetapi Valen tidak peduli dengan apa yang akan terjadi terhadap nasib Alicia dan juga Bill, mereka berdua sama-sama orang dari dunia hitam yang pekerjaannya selalu menyiksa dan menyengsarakan orang lain. Bahkan Vallen juga mendengar bahwa Alicia bahkan melakukan perdagangan terhadap wanita dan dan anak-anak.
dosa yang sudah tertumpuk banyak itu lebih baik dihabisi langsung oleh bosnya langsung yaitu mister Wong.
Tanpa berpamitan kepada Vallen dan juga yang lainnya, Mister Wong dan para ajudannya langsung kembali ke arah ruangan di mana Alicia dan Bill berada. Rupanya mister Wong tidak ingin membuang waktu itu untuk melakukan hal-hal yang mubazir. Mungkin malam ini juga Alicia dan Bil hanya tinggal nama.
Vallen menatap punggung mister Wong dan orang-orangnya yang segera berlalu dari hadapannya itu. Revan kemudian menepuk bahunya dengan keras mengingatkan bahwa mereka harus membawa Erik keluar dari tempat ini segera. Karena kondisi Erik yang babak belur itu sudah memprihatinkan. Revan sendiri Belum berani membawa Erik keluar karena belum adanya izin dari mister Wong. Tapi setelah apa yang diungkapkan oleh Mr wong tadi meyakinkan Revan untuk segera membawa Erik keluar dari tempat maksiat itu.
__ADS_1
" Ayo, kondisi sahabat itu sudah memprihatinkan sekali. Kalau kita menunggu lebih lama lagi maka mungkin nyawanya tidak akan tertolong." kata Revan sambil bergegas menyuruh para pengawalnya serta asisten Setia Erik untuk membawa Erik ke rumah sakit.
Tapi sebelum mereka keluar dari tempat maksiat itu tiba-tiba ada suara tembakan yang membuat kacau tempat itu. Valen, Revan dan Erik langsung dilindungi oleh pengawal yang mereka bawa. Mereka takut kalau seandainya Bos mereka itu akan terkena peluru nyasar yang memang tidak tahu siapa yang sedang menembakkannya.
Peluru yang berdesing itu benar-benar mengacau kan barikade pengawal-pengawal yang dibawa oleh Vallen. Tempat yang tadinya sudah kacau tambah tidak karuan karena peluru yang tidak tahu siapa yang menembakkannya itu.
Barikade yang dibuat oleh pengawal Erik dan juga Vallen itu segera mengeluarkan Vallen Revan dan Erik dari tempat itu, beruntung mereka juga memakai baju rompi anti peluru yang sengaja mereka bawa ketika mereka datang kemari. Tapi Revan Valen juga Erik dan tidak memakai rompi itu. Bahkan kondisinya Erik sudah tidak sadarkan diri dan dibopong oleh asisten pribadinya.
" Ayo cepat cepat, kita harus cepat keluar dari tempat ini!! Yang paling penting saat ini adalah mengeluarkan dan menyelamatkan Erik yang sudah dalam posisi tidak sadarkan diri!" teriak Revan sambil membantu asisten Erik untuk mengangkat tubuh sahabatnya itu agar cepat bisa keluar dari tempat itu. Sedangkan Vallen dan para pengawal yang membawa senjata api langsung menembak balik orang-orang yang tidak kasat mata itu.
Dikatakan tidak kasat mata karena orang-orang itu menembaki dari jarak yang cukup jauh tapi hampir mengenai mereka. Dan wajah orang yang menembaki Mereka pun tidak dapat mereka lihat.
Tanpa berpanjang kata Revan langsung membawa Erik dan asistennya masuk ke dalam mobil yang sudah mereka siapkan beserta sopir yang sudah berjaga-jaga di situ. Sedangkan para pengawal kembali bersama dengan Vallen masuk ke dalam untuk melihat apa yang terjadi di dalam, sehingga terjadi baku tembak.
Jujur Vallen tidak rela kalau seandainya pamannya bisa lolos kembali. Oleh karena itu dia harus bisa memastikan bahwa pamannya itu tidak akan bisa melarikan diri dari tempat Mister Wong.
Dia lebih ikhlas kalau mister Wong membunuh Paman Bill daripada Paman dilepas lagi dari penjagaan mereka dan tidak diketahui pergi ke mana. Seperti kejadian di waktu lampau, di mana dirinya dicelakai oleh Paman Bill dan ayahnya tidak bisa menemukan dimana Paman Bil berada.
Valen menyusun rencana dengan kode-kode yang diberikan kepada para pengawal yang dibawanya. Mereka membagi 2 pasukannya untuk meneliti apa yang sebenarnya terjadi dengan baku tembak itu.
__ADS_1
Karena setelah mereka mengantarkan Eric keluar dari tempat maksiat itu baku tembak itu berhenti. Dia takut kalau Mister Wong kalah dan dan orang-orang tadi yang ikut menembaki dirinya adalah pasukan yang dibawa oleh Paman Bill dan Alicia. Bukan tidak mungkin, karena mereka berdua itu adalah orang-orang dunia hitam yang memang memiliki pasukan tersendiri di luar kelompok geng Fox.
Vallen yang memimpin pengawal miliknya segera mengambil Sisi kiri dari tempat itu. Sedangkan kepala pasukan milik Erick membawa para pengawal milik Erick untuk menyisir sebelah kanan supaya mereka bisa tahu apa yang sedang terjadi.
Komunikasi mereka menggunakan ponsel yang sengaja dioprek oleh Erik untuk berbicara langsung tanpa menimbulkan kecurigaan dari pihak lawan, bahkan suara balasan dari pihak kedua itu masuk ke dalam headset yang sengaja mereka pakai agar Valen dan juga Revan bisa memberikan instruksi instruksi penting untuk para pengawal yang mereka bawa.
Valen menemukan jalan menuju ke arah tempat yang diduga adalah tempat penyiksaan orang-orang yang dianggap mengkhianati geng Fox. dari kejauhan mereka sudah mencium bau anyir dari darah yang kemungkinan ada di dalam ruangan tersebut.
Apa yang sedang terjadi sebetulnya ?
Apa Bill bisa melarikan diri?
next episode ya!!🤣
.
.
.
__ADS_1
TBC