
Hai readers, i am back!! Jangan lupa untuk like, gift dan Vote ya. Kalau bisa sih sekalian di share kan supaya ceritanya bisa di ketahui oleh yang lain. Wk wkw kw , makasih buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Happy reading!!
***
Valen menemukan jalan menuju ke arah tempat yang diduga adalah tempat penyiksaan orang-orang yang dianggap mengkhianati geng Fox. dari kejauhan mereka sudah mencium bau anyir dari darah yang kemungkinan ada di dalam ruangan tersebut.
Tapi anehnya mereka sama sekali tidak menemukan sesosok mayat satupun dari tempat tersebut. Valen merasa curiga bahwa ini adalah settingan yang entah dibuat oleh Paman Bill, Alicia atau malah mister Wong sendiri.
Valen bertemu dengan kepala pengawal milik Erick dari sisi seberangnya. Dengan menggunakan kode-kode Valen menyuruh kepala pengawal itu untuk hati-hati karena di sekitar situ bau darah tapi tidak ada mayat satupun.
Kepala pengawalnya Erik menganggukkan kepala tanda dia mengerti dengan kode yang diberikan oleh Vallen, dia dengan hati-hati menyuruh anak buahnya untuk memindai areal tempat itu apakah ada ada yang mencurigakan di sana.
Karena bentuk tempat penyiksaan itu seperti bunker, maka kepala pengawal itu tidak berani masuk terlebih dahulu sebelum adanya tanda-tanda ada yang mencurigakan. tiba-tiba mereka mendengar suara rintihan orang di dalam bunker.
Sontak kepala pengawal itu menoleh kearah Vallen untuk menanyakan bagaimana enaknya sekarang? tapi Vallen tetap menggelengkan kepalanya tanda dia tidak ingin memiliki resiko kehilangan baik dari pengawal miliknya ataupun pengawal milik Erik.
Tiba-tiba suara sirine milik kepolisian berbunyi. Tanda orang-orang dari kepolisian yang sudah dihubungi oleh Revan langsung menuju ke arah tempat maksiat itu. Kepala pengawal Erik menoleh kearah Vallen dan meminta persetujuan lagi kepada Vallen tentang penyelidikan bunker tersebut.
Vallen tetap menggelengkan kepalanya tanda dia tidak mau beresiko kehilangan orang-orang kepercayaannya. Vallen tetap ingin berada disini menunggu pihak kepolisian untuk menyelidiki tempat itu karena mereka merasa belum berpengalaman dalam hal mafia seperti ini. Mereka butuh bantuan dari pihak kepolisian untuk menyisir tempat itu agar benar-benar bisa menyelidiki apa yang sedang terjadi saat ini.
Vallen menyuruh salah satu anak buahnya untuk menemui Kepala polisi yang memang sudah mengenal akan Vallen. Sebenarnya pihak kepolisian melarang Valen untuk ikut campur dalam evakuasi Erik akan tetapi Vallen mengajukan diri sebagai volenteer agar bisa masuk ke geng Fox tanpa campur tangan dari pihak Kepolisian.
Sebenarnya pihak kepolisian sudah bersiaga di seputaran tempat itu jadi ketika Revan mengkode pihak kepolisian, saat dia sudah di dalam mobil untuk membawa Erik keluar ke rumah sakit, pihak kepolisian sudah bisa dengan cepat mendatangi tempat yang dimaksud.
__ADS_1
Kepala Polisi dan beberapa orang orang dari pihak kepolisian sudah mendatangi lokasi Vallen berada. Sedangkan sebagian yang lain mengamankan daerah di dalam tempat prostitusi yang kacau balau siapa tahu masih ada orang atau petunjuk yang bisa diselamatkan.
" Pak!" kata Valen menyapa Dengan hormat kepada kepala Polisi yang dia lihat memasuki areal mendekati bunker.
" Ada informasi apalagi dan kenapa kalian menunggu di daerah sini? Huh!! Bau darah, pekat banget!" kata Komandan Polisi Nawa sambil menutup hidungnya.
" Jadi tadi sempat terjadi baku tembak di tempat ini bahkan hampir saja melukai anak buahku. Kemudian kami menyusuri baku tembak itu asalnya dari mana, ternyata baku tembak itu mungkin terjadi di daerah ruang ini. Sedangkan menurut cerita orang yang kami pernah interogasi, kalau ruangan ini adalah ruang penyiksaan yang dipakai oleh Alicia kalau mengeksekusi musuh-musuhnya dan penghianat yang ada di dalam organisasinya. Oh ya! Sedangkan tadi sebetulnya kami juga mendengar ada rintihan kesakitan orang di dalam sana tapi karena jumlah kami sudah sedikit, kami tidak berani masuk kedalam sana kami menunggu pihak kepolisian untuk mengevakuasi di dalam bunker." jelas Vallen kepada komandan polisi yang mendengarkan ceritanya dengan benar.
Bahkan komandan itu mengangguk-anggukkan kepalanya tanda dia mengerti situasi yang saat ini dihadapi.
Lalu komandan polisi itu segera memerintahkan anak buahnya untuk meneliti apa yang ada di dalam bunker. Komandan itu langsung membagi pasukannya menjadi 2 kemudian salah satunya masuk dan yang lainnya menjadi back up.
Mereka dengan hati-hati pasukan pertama memasuki pintu ruangan bunker itu, lalu pasukan polisi yang menjadi back up berjaga-jaga dengan senjata yang siap.
Tadi menurut keterangan Vallen ada suara rintihan orang yang kesakitan berarti mungkin masih ada orang yang masih hidup di sana. Pasukan polisi yang pertama segera mengevakuasi mayat korban korban yang tertembak dan sudah mati.
Agar memudahkan mereka untuk mencari orang yang masih hidup di antara para mayat. Mereka mengeluarkan korban dan menaruhnya di sisi sebelah kanan pintu bunker tersebut.
Banyaknya darah yang tercurah disana membuat suasana menjadi sedikit mistis dan menakutkan. Apalagi bau darah yang pekat sekarang agak sedikit hilang diterpa angin yang ada di seputaran tempat terbuka itu.
Valen menutup hidungnya karena dia merasa mual melihat korban-korban yang ada di sana, dia meneliti dari semua korban yang sudah dikeluarkan oleh pihak kepolisian ternyata Paman Bill tidak ada di sana. Valen merasa curiga kemungkinan besar Paman bisa lolos, karena mungkin yang menembaki dari pasukan itu adalah anak buah dari Paman Bill. Valen juga tidak menemukan jasad milik Alicia di sana.
" Ndan, ada yang masih hidup di sini. dia berada di tumpukan paling bawah orang-orang yang berjas hitam." kata salah seorang Perwira kepolisian memberikan informasi kepada komandan polisi Nawa yang turut berdiri bersama-sama dengan Vallen dan pengawal-pengawal Vallen serta Erik.
__ADS_1
Valen menduga orang yang berjas hitam itu adalah anak buah dari Mister Wong. Jadi benar dugaannya bahwa yang menembaki adalah anak buah dari Paman Bill atau Alicia.
" Cepat kamu lihat siapa-siapa saja yang selamat dari tragedi baku tembak ini dan segera Kamu memanggil ambulance, agar korban yang ditemukan bisa langsung tertolong!!" perintah komandan polisi itu dengan tegas.
Setelah memberikan hormat kepada komandan polisi langsung saja perwira polisi itu menghubungi ambulans dan juga mengevakuasi korban korban yang selamat.
Sebetulnya mereka juga belum tahu ada berapakah korban yang masih bisa diselamatkan. Tapi mereka harus positive thinking dulu supaya mereka bisa menyelamatkan orang-orang yang masih selamat.
Korban yang masih hidup dibawa keluar ke arah pintu pagar sebelah kanan berseberangan dengan korban-korban yang sudah meninggal. Dan Vallen sangat terkejut karena salah satu dari korban selamat itu adalah Mister Wong sendiri.
Vallen tambah yakin kalau sebenarnya Paman Bill sudah lari dari tempat itu.
Lalu apakah benar Bill selamat? Lalu bagaimana.dengan Alicia? Siapa yang menembaki mr Wong?
Next episode ya🤣👉🏻👉🏻
.
.
.
TBC
__ADS_1