
Hai readers,
I am back!! Ini up thor yang kedua ya.. jadi gini ya dear readers 1 hari itu thor up 2 episode. Trus nunggu di review. Jadi tulis langsung up, gitu terus setiap hari. Kalau dikatakan thor pelit update, ya ga juga sih. Karena thor itu masih kerja di dunia nyata. Disini masih cuman hobby. Dan masih nulis di innov*l dan dream*.. bayangin jari thor yang semuanya jempol itu ngetik min 1100 kata per episode kali 2.. keriting loh itu jadinya shay🤣🤣🤣, belum lagi yang baca 50k yang ngelike cuman 1k berasa gimana gitu, tapi tenang thor pasti selesaikan sampai finish kecuali pindah lapak🤣🤣🤣. Yaudah segitu saja curhatan thor! Semangat yang sudah nge like, vote dan gift. I lope u all.. happy reading!!
***
Tatapan suaminya yang dingin membuat Anindya sedikit takut, biasanya suami memandangnya dengan tatapan memuja. Entah kenapa, Anin ingin menangis rasanya saat ditatap seperti itu oleh suaminya. Air matanya seperti tidak dapat dicegah keluar dari sudut matanya. Bahkan tiba tiba Anin sudah terisak isak. Hal ini membuat Valen menjadi bingung, bagaimana menenangkan istrinya yang tiba tiba menangis?
" Eh loh... ehh.. sayang.. loh.. kenapa kamu nangis?" tanya Valen kebingungan. Valen menepuk nepuk punggung istrinya yang masih nangis sesenggukan.
" Hua hua hua.." setelah ditepuk punggungnya oleh Vallen malah istrinya semakin menangis kencang.
" Leh kok malah lebih keras lagi nangisnya sih sayang.." kata Valen semakin kebingungan.
Valen memeluk istrinya dengan penuh sayang. Seakan lupa bahwa tadi dirinya sudah menatap istrinya dengan tatapan dingin yang membuat akhirnya istrinya yang mood-nya lagi swing akibat hormon kehamilannya semakin sedih dan menangis.
" Maaf!" kata Anin sambil menelusupkan wajahnya ke dada suaminya.
Valen melepaskan pelukannya pada istrinya dan menatap wajah istrinya yang penuh dengan air mata.
" Untuk apa kamu meminta maaf?" tanya Vallen dengan nada heran.
" Karena bikin kamu marah. Maaf ya mas! Aku juga ga tau, beberapa hari ini aku ini sensitif banget. Maaf mas... jangan marah." hati Valen mencelos karena tadi ia tidak memikirkan perasaan istrinya yang masih sensitif akibat kehamilannya.
" Hei, mas yang harusnya minta maaf. Mas masih kebawa sama karakter yang dingin dan datar, jadi saat tadi Mas kesel sama kamu gara-gara kamu minta kerja dan nggak mikirin kandunganmu yang masih lemah, mas spontan saja melakukan apa yang biasa mas lakukan. Mas minta maaf ya. Mas janji akan mikirin kamu dan anak anak kita lebih lagi." kata Valen sambil menciumi kepala istrinya dengan sayang. Anin merasa lega karena ternyta suaminya tidak marah dengan dirinya.
__ADS_1
" Iya mas. Maaf kalau aku kesannya maksain kerja. Kadang aku bosan di dalam kamar ini terus. .."
Valen lupa satu hal kalau istrinya sedang hamil. Orang hamil tidak boleh stress, tapi dikurung di dalam kamar ruangan rawat inap gini terus kan bagaikan burung dalam sangkar.
" Ya udah, kamu mau keluar jalan jalan di luar?" tanya Valen dengan nada lembut. Dia berusaha mengubah perangainya, lebih halus dan lembut kalau bersama dengan istrinya.
" Iya aku mau... aku mau mas!" kata Anin dengan antusias. Istrinya bak anak kecil yang dikasih permen, wk wk bahagianya sederhana. Valen lupa menjaga kebahagiaan istrinya selama kehamilan.
" Ayo.. aku ambilin kursi roda dulu supaya kamu bisa nyaman jalan jalannya tanpa harus kecapean." kata Valen sambil menyuruh anak buahnya untuk mengambil kursi roda yang ada di luar ruangan rawat inap Anindya.
" Tapi.." Sebenarnya ia maunya jalan saja, keseringan tidur dan tiduran membuat badannya sakit semua. Rencananya tadi dia ingin berjalan santai, tapi jelas keposesifan suaminya membuatnya tidak bisa bergerak bebas. Tapi ya sudah lumayan bisa menatap taman dan bertemu dengan orang orang di puar.
Wajah Anin yang sumringah membuat Valen turut senang. Kemarin kemarin dia lupa mengajak keluar istrinya karena masih trauma efek penculikan istrinya itu.
Anin ingin menolak tapi tubuh kekar suaminya sudah langsung menggendongnya, akhirnya Anin dengan pasrah menerima saja ketika suaminya menggendongnya dengan sayang. Anin malah dengan jahil mencium dada suaminya, dan mengelusnya dengan seduktif, membuat Valen kegelian. Dan sebagai laki laki normal dia pasti juga tergoda dengan apa yang dilakukan oleh istrinya.
" Sayang, jangan gitu." kata Valen ambigu setelah menaruh istrinya di kursi roda.
" Ha ha ha emang aku ngapain." goda Anin lagi.
" Udah, ayo kita jalan keluar saja. Kamu masih belum boleh begituan dulu. Jadi kamu jangan mancing mancing singa yang lagi puasa." kata Valen lagi.
" Lha kalau singanya mau, bisa dibantu kok!" kata Anin sambil mengerling nakal, membuat darah Valen berdesir kencang. Dibilangin Valen kan pria normal, masa kucing garong disuguhin ikan peda ditolak... ya itu berarti kucingnya bodoh lah!!😂
" Emang mau dibantu kayak gimana?" tanya Valen penasaran dengan bantuan yang akan ditawarkan istrinya.
__ADS_1
" Ya ada deh.. tapi di kamar mandi saja ya." kata Anin lagi lagi dengan nada manja. Nah lo, di kamar mandi mau ngapain coba? Bikin Valen semakin penasaran.
Valen berhenti bicara karena ia tidak ingin terpancing tapi mendorong kursi roda dengn pikiran yang melayang kemana mana. Sedang istrinya sibuk mengagumi taman yang indah di tengah tengah rumah sakit. Sudah lama rasanya Anin terkurung di sangkar emas. Emang ruangan VVIP itu layaknya hotel bintang 5, tapi dirinya bosan. Yang dia lihat hanya kasur dan bantal saja. Sampai Anin merasa wajahnya sudah kayak bantal.
Tentu saja mereka berdua diiringi oleh dua pengawal, walau mereka memgawalnya dari jarak aman, sehungga tuan dan nyonyanya itu tidak merasa diawasi terus menerus. Karena bagi Erik, keamanan mereka berdua itu adalah segalanya. Kalau kasus penculikan itu, emang Erik sengaja melengahkan penjagaan agar dalang dari semua kejahatan terhadap Anin segera tertangkap.
" Anin?" suara seorang laki laki memanggil istrinya, dan ketika Valen melihat siapa yang memanggil membuat Valen yang berdiri di belakang istrinya menjadi berang.
" Pengawal!" seru Valen dengan nada tinggi, padahal sebelum Valen memanggil kedua pengawal itu sudah langsung berlari menuju ke arah tuan dan nyonyanya itu.
" Siap bos!" kata pengawal itu dengan tegas dan sigap, membuat Anin jadi heran.
" Kenapa kalian bisa kecolongan ? Kedatangan orang kayak ini. Aku kan sudah bilang kalau ada orang ini datang harus langsung kalian tolak dan usir !" kata Valen dengan suara datar dan marah. Para pengawal langsung menganggukan kepalanya dan ingin segera mengusir orang yang memanggil nama nyonya bosnya itu.
" Mas, kenapa kok diusir?" tanya Anin dengan nada heran. Dia yang tidak tahu menahu dengan kejadian yang lalu membuatnya bingung kenapa harus mengusir orang yang menyapa dirinya.
.
.
.
TBc
wk wkw wk , gantung lagi. Thor ini bikin kesel deh!! Ha ha ha siapa sih orang yang nyapa Anin? Besok ya... jangan lupa like dan gift, vote juga ya!!! Thank youuuu
__ADS_1