
Jangan lupa untuk like dan memberikan gift juga support autor dengan memberikan vote. Makasih juga buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Oh ya jangan lupa mampir di cerita thor yang lain. Banyak yang sudah selesai dan bisa dibaca sampai ending!!
Mampir di Rebirth: Pembalasan tuan muda. Lagi up daily 2x sehari... promotekan juga ya...
Happy reading, guys!!
***
Setelah berbincang dengan tuan Wong, Valen langsung bergegas keluar dari ruangan pengembangan teknologi milik Tuan Wong, dan menyerahkan seluruh tampuk kepemimpinan kepada kepala pengawal Tuan wong dan juga kepada kepala pengembangan teknologi milik Tuan Wong.
Sebelum keluar Vallen sudah dibekali dengan Spy fly cam dan juga beberapa peralatan canggih lainnya, oleh kepala pengembangan teknologi milik Tuan Wong.
Dia juga menyelipkan beberapa alat penyadap di dalam baju Valen supaya nantinya setelah diaktifkan, anak buah Tuan wong yang berada di pusat pengembangan teknologi akan bisa memantau pergerakan dari Vallen.
Bukan cuma itu saja, Valen bahkan juga dibekali oleh beberapa bom Mini yang berdaya ledak tinggi agar ketika Vallen terdesak ataupun bermasalah dia bisa segera menanamkan bom yang bentuknya kecil ini supaya bisa membumihanguskan markas besar milik Bill.
Vallen bergegas mencari istrinya yaitu Anindya di dalam ruangan anak-anak. Dan mereka memang sedang berada di ruang anak. Valen ingin menceritakan apa yang harus dia lakukan dan risiko apa yang akan dia terima saat dia menjalankan misi ini.
Tentu saja dia berharap bahwa Anindia akan mengijinkan dirinya untuk bisa membasmi paman yaitu agar kehidupan keluarganya di masa depan akan baik-baik saja.
Dia teringat dengan kasus Di mana ibunya dibunuh kemudian ayahnya juga terkena kecelakaan bahkan dirinya pun sampai amnesia karena pamannya itu hendak membunuh dirinya.
Tentunya Vallen tidak ingin kalau Kejadian ini bisa menurun kepada anak-anaknya. Dia ingin kalau anak-anaknya itu bisa hidup berdampingan dengan Aman damai dan nyaman.
Setelah dia menemukan Anindya beserta kedua anaknya di dalam kamar, dia tidak langsung menyapa mereka. Dia memandangi kebersamaan Ketiga orang itu yang yang lagi asik bercanda. Dia sangat bahagia melihat kebersamaan mereka Maka dia ingin sekali membereskan pamannya itu supaya tidak ada lagi yang bisa mengganggu keharmonisan keluarga mereka.
__ADS_1
Dirinya memang masih menyimpan Ana di dalam penjara bawah tanah miliknya yang berada di markas besarnya sendiri. Tapi itu masalah gampang dia akan melenyapkan Ana alias Tere yang saat ini masih ada di dalam penjara bawah tanah nya. Untung saja dia bukan seperti Tuan wong yang begitu kejam menguliti Alicia sebelum membunuhnya dan memutilasi tubuhnya untuk diberikan kepada ikan-ikan laut perairan dalam yang dekat pulaunya itu.
Anindya juga tidak tahu bahwa Ana alias Terry masih hidup, mungkin Anindya mengira bahwa Terre itu sudah meninggal, karena kabar terakhir ketika itu menyamar menjadi Ana, Vallen sudah bersumpah akan membunuh orang yang sudah mengganggu keharmonisan keluarganya itu.
Tiba-tiba Anindya menyadari bahwa suaminya ada di dekat pintu dan menatap kebersamaan dirinya bersama kedua orang anaknya. Dengan malu-malu Anindya langsung mendatangi Vallen karena dikiranya Vallen akan beristirahat di kamar sebelah.
Dia langsung memanggil salah seorang pengawal dan juga Seorang perawat miliknya. Anindya langsung menghampiri Vallen dan mengajaknya keluar dan balik ke kamarnya sendiri, setelah pengawal dan juga perawat itu masuk ke dalam kamar anak-anak.
Vallen tanpa menolak langsung ikut arahan dari istrinya itu dan masuk ke dalam kamar mereka berdua yang sudah disediakan oleh tuan wong kepada mereka.
" Mukanya kok kayak ada sesuatu? Emang ada masalah apa?" tanya Anin dengan nada lembut.
Valen paling suka dengan istrinya. selain anggun sikapnya, dia juga selalu berkata-kata dengan nada lembut. Vallen hanya menggelengkan kepalanya karena istrinya itu berhasil menebak apa yang ada dalam pikirannya saat ini.
" Oke, apa mau kamu, mas?" tanya Anin yang sudah tahu kalau Valen sekarang lagi ada maunya.
" Banyak sih mauku!" kata Valen dengan kerlingan nakal membuat bola mata istrinya berputar karena kesal.
" Salah satunya ini.." katanya sambil menarik tubuh istrinya dan memeluknya dengan sayang.
Anin hanya bisa mengelus rambut suaminya karena tahu bahwa suaminya itu pasti punya masalah yang harus ditanggung saat ini.
" Sayang, sebentar ya lagi aku akan pergi untuk menemui pamanku di kota karena dia menyandera beberapa anak buah dari Erik dan juga anak buah dari keluarga Winston jadi mau tidak mau aku harus turun tangan untuk menyelamatkan mereka." penjelasan dari suaminya itu lagi lagi membuat hati Anindya menjadi Nelangsa.
Wajahnya tampak keruh dan dirinya sendiri tidak mampu membayangkan apa yang akan terjadi dengan suaminya saat suaminya itu mendatangi markas besar dari pamannya yang memang memiliki keinginan untuk membunuh semua keturunan dari Willy Weston.
__ADS_1
" Tidak bisa ditunda ya mas? Dan tidak ada pilihan lain ya?" tanya nya dengan nada sendu.
Wajahnya benar-benar terlihat sangat sedih karena dia harus berpisah dengan suaminya dan dia juga tahu semua resiko yang harus dihadapi soalnya suaminya Ini bakal Jauh Dari Dirinya. Bisa jadi suaminya ini yang akan menjadi korban dari seluruh drama penyanderaan dari paman suaminya ini.
" Kalau ada pilihan yang lain tentunya masakan memilih pilihan yang lebih baik lagi yaitu tidak meninggalkan kamu bersama anak-anak sendirian di sini." katanya sambil terus memeluk tubuh istrinya menghidu aroma dari tubuh istrinya itu. Karena aroma tubuh istrinya itu sudah menjadi candu Bagi dirinya.
" Yah, aku tahu, pasti ga ada pilihan lain." katanya dengan pasrah.
Valen berusaha menenangkan istrinya itu dengan memeluknya kencang supaya dia bisa menikmati saat-saat bersama dengan istrinya.
Mereka berdua kemudian tidak berkata apa-apa hanya menikmati kebersamaa mereka tanpa saling berhubungan intim.
" Aku mencintaimu. Oleh karena itu aku harus menyiapkan sebuah lingkungan dimana lingkungan itu benar-benar tidak ada seorangpun yang bisa mengganggu kalian, karena kalian adalah harta yang paling berharga buatku. Aku benar-benar ingin menciptakan sebuah lingkungan yang nyaman buat anak-anakku jangan seperti ayahnya yang selalu saja tidak bisa hidup enak dan aman karena dikejar-kejar oleh paman kandungnya sendiri karena hendak dibunuh supaya bisa mendapatkan warisannya. Itu merupakan sebuah hubungan yang sangat toxic di keluargaku, dan aku tidak ingin Lios dan juga Liam merasakan apa yang sudah aku rasakan." merayu istrinya itu agar istrinya rela saat dirinya harus pergi ke markas besar Paman yaitu untuk membebaskan para sandera.
.
.
.
TBC
sudah hampir tamat, jangan lupa support dengan like,vote dan.juga gift ya... makasih.
Bakal up 2 hari ini, biar cepet ganti Rebirth story: Prembalasan Tuan Muda.🤣
__ADS_1