Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
S2. Hukuman buat Baby Ly.


__ADS_3

" Mas, kamu gak apa apa?" bisik baby Ly kepada Gustav dengan suara lirih. Saat ini ia sedang berjalan bersama Gustav yang keluar dari kamar kerja milik ayah Valen. Memang suaranya sengaja dibuat selirih mungkin namun pendengaran Anindya Bagaskara tidak selemah itu jadi dia mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh anak perempuannya itu. Ini sama saja dengan menghina mereka berdua sebagai orang tua dari baby Ly, karena baby berasumsi bahwa calon suaminya dianiaya atau dicecar begitu rupa sehingga terjadi sesuatu kepada Gustav.


" Eh, baby .. Emangnya kami sebagai orang tua kamu itu ngapain sama Gustav sampai kamu berpikiran bahwa kami berdua menganiaya Mas Gustav mu itu?" tanya Anin dengan sarkas.


" He he he enggak bu!! Jangan marah marah nanti lekas tua." rayu baby Ly kepada ibu Anindya. dirinya tahu bahwa lebih mudah untuk merayu Ayah Vallen daripada untuk merayu Ibu Anindya Bagaskara. tapi baby masih berusaha untuk merayu ibunya sekalipun dengan kesempatan yang lebih kecil. Daripada kalau ibunya marah maka izin dari ayahnya pun bisa batal karena menurut persyarat yang diberikan kepada Ayahnya adalah Gustav harus bisa mendapatkan restu dari ibu Anindya sebagai ibu Suri di keluarga Weston.


" Gimana gak lekas tua, kelakuan anak perempuannya aja kayak gitu! Mana ada anak perempuan melarikan diri dari rumah? Bukankah semuanya sebenarnya bisa dibicarakan dengan baik-baik? Kalau kamu seperti ini terus, kami anggap kamu belum dewasa karena belum bisa menyikapi segala permasalahan yang datang kepadamu dengan cara yang dewasa! Karena menurut ibu yang kamu lakukan kemarin itu adalah tindakan kekanak-kanakan! Ibu tidak bisa memberikan izin kepada kamu untuk menikah atau memberikan izin kepada Gustav untuk menikahi kamu karena kelakuan kamu yang kami anggap masih kanak-kanak! Jadi setelah acara makan ini selesai, ibu harap Gustav bisa pulang ke rumahnya supaya kalian berdua bisa merenungkan apa yang harus kalian lakukan?" kata Anindya Bagaskara dengan suara tegas namun dengan nada yang lemah lembut dan anggun.


Bahkan Gustav saja terpesona dengan calon ibu mertuanya ini karena calon ibu mertuanya ini benar-benar bisa menyelesaikan permasalahan dengan begitu bijaksana. Tapi sejurus kemudian dia kasihan melihat wajah baby Ly yang tampak sedih karena harus berpisah dengan dirinya. Asumsi yang dipikirkan oleh Gustav adalah sedikit demi sedikit baby Ly sudah mulai mencintai dirinya.


Baby yang belum pernah mengalami rasa jatuh cinta pun berpikir pada pemikirannya yang mengatakan bahwa mungkin dirinya sudah mulai membuka hati untuk Gustav namun disisi lain dirinya juga tahu bahwa bukan hanya Ia mencintai Gustav tapi dia menginginkan untuk menikmati lagi terasa berciuman yang membuatnya ketagihan.

__ADS_1


" Sehabis makan kamu harus segera masuk ke dalam kamar, kamu harus merenungi kesalahan yang sudah kamu buat kemarin dengan pergi dari rumah tanpa izin dan juga melakukan tindakan tindakan asusila Yang tadi diceritakan oleh ayah Vallen kepada Ibu di dalam ruang kerja ayah." lanjut Ibu Anindya dengan tenang sambil menyiapkan makanan untuk suami tercintanya sedangkan Gustav hanya bisa diam dan meraih tangan baby yang kemudian dia genggam supaya baby tidak terlalu sedih dengan hukuman yang diberikan oleh ibunya itu.


Baby merasakan ketenangan yang diberikan melalui genggaman tangan calon suaminya itu entah jadi calon suami atau tidak ya? Karena Ibu Anindya kan belum memberikan Restu sekarang gamblang kepada Gustav untuk menikahi dirinya. Baby Ly kembali lesu saat mengingat bahwa ibunya masih marah dan tidak mau memberikan izin kepada Gustav untuk menikahi dirinya.


" Ibu, baby minta maaf. Emang baby kemarin bertindak kekanak-kanakan karena lari dari rumah. Sebenarnya baby hanya kesal karena Ayah memberikan pengawal yang begitu banyak bahkan kakak-kakak kembar baby pun menambah pengawal dengan pengawalan wanita supaya saat di kamar mandi pun baby tidak pernah bisa bebas." kata baby Ly memberikan penjelasan mengapa dirinya pergi dari rumah kemarin. Tapi alasan yang diberikan oleh baby tidak pernah akan bisa diterima oleh Anindya sebagai seorang ibu, dia mengerti betul Apa yang menjadi kekhawatiran dari suaminya dan juga kakak-kakak Kembar dari baby dan mereka melakukan semuanya itu hanya demi keselamatan dari adik kecilnya itu.


" Untuk alasan yang itu Ibu sudah pernah bilang berkali-kali. Jadi bagi ibu itu bukan sebuah alasan yang tepat untuk menjawab Kenapa kamu melarikan diri dari rumah dan membuat susah orang-orang yang ada di rumah termasuk Ayah Vallen dan juga Kakak kembar kamu. Mereka harus mencari kamu kesana kemari dan jangan lupakan betapa khawatir nya mereka saat mengetahui bahwa kamu tidak ada di rumah. Belum lagi dengan kelakuan kamu yang memberikan obat pencahar untuk pengawal-pengawal yang berjaga di depan pagar tempat kamu dan juga pagar depan rumah kita. Kamu tidak berpikir bahwa mereka sangat kesakitan gara-gara obat yang kamu berikan?" kata ibu Anindya dengan raut wajah serius menatap ke arah baby yang kemudian menundukkan kepalanya karena sadar dirinya telah berbuat salah yang begitu besar kepada seluruh keluarga dan juga pengawal-pengawal yang ada di rumahnya yang begitu Setia menjaga keamanan rumah besar keluarga Vallen.


Dirinya mungkin tidak bisa begitu menyalahkan calon istrinya itu, mengingat tekanan yang mungkin dirasakan oleh calon istrinya itu. Namun juga tidak bisa membenarkan Apa yang dilakukan oleh calon istrinya itu karena hampir saja menyakiti orang lain yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan dirinya.


" Kamu pasti sudah bosan dengan cerita ibu tentang bagaimana ketika ibu diculik saat hamil kembar waktu itu kan? Ayah dan kedua Kakak kembar kamu itu tidak ingin apa yang terjadi terhadap ibu juga terjadi kepada kamu. Mungkin kamu merasa bahwa kamu sudah memiliki ilmu beladiri yang cukup mumpuni untuk bisa mengalahkan orang orang yang menculik kamu tapi kalau itu mereka menculik nya dengan tangan kosong pikirkan bagaimana jika kamu diculik oleh orang menggunakan senjata api atau senjata tajam. Apakah kamu masih bisa menolong dirinya sendiri? Baby, Kamu mesti sadar untuk tahu bahwa narkoba itu berbahaya buat tubuh kamu tidak perlu kamu mencobanya! Begitupula dengan penculikan, lebih berhati-hati dan jauh lebih bijaksana daripada kamu harus merasakan terlebih dahulu penculikan seperti yang Ibu alami baru kamu tahu bahwa penculikan itu sangat tidak enak! Kamu pahamkan dengan penjelasan yang Ibu berikan ini? Kakak-kakak kamu juga Ayah kamu tidak akan pernah memikirkan hal lain selain keselamatan dan kenyamanan buat kamu." kata ibu Anindya dengan suara lembut karena dia ingin menanamkan kepada baby Ly bahwa apa yang dia lakukan itu salah.

__ADS_1


Seandainya dia merasa tidak nyaman bisa dibicarakan dengan ayah Vallen supaya penjagaannya tidak terlalu sampai masuk kedalam atau tidak terlihat gitu. Tapi baby tetap harus mendapatkan pengawalan penuh dari para pengawal. Mengingat bahwa ayah Vallen juga kedua Kakak kembarnya adalah orang yang juga berkecimpung di dunia Underground site, dimana itu adalah tempat Bagi kalangan dunia bawah tanah atau dunia per mafia an terselubung bergabung, sehingga pasti ada orang atau musuh yang tidak suka akan keluarga Weston. Dan kelemahan Weston adalah Anin dan Baby Ly.


.


.


.


TBC


hay readerssss, jangan lupa untuk terus like, vote dan juga klik hadiah serta komennnnnnn yang banyak. Favorit, share dan juga baca yaaa... ditunggu..

__ADS_1


Happy Reading!!


__ADS_2