Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 105.


__ADS_3

Hai readers, i am back!! Ini sambungannya langsung dilanjut lohhh!! Jangan lupa untuk like, gift dan Vote ya. Kalau bisa sih sekalian di share kan supaya ceritanya bisa di ketahui oleh yang lain. Wk wkw kw , makasih  buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Happy reading!!


***


"Dan kamu tahu kenapa aku merasa kacau? Karena dalang dari semuanya adalah paman ku. Dan semuanya karena apa? Karena harta warisan!!" kata Valen sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil tersedu.


Anin terkejut karena melihat suaminya menangis. Padahal saat dirinya ditindas di rumah keluarga Bagaskara, tidak sekalipun suaminya itu mengeluh ataupun menangisi kondisinya. Anin yakin perasaan suaminya saat ini hancur. Karena pamannya ingin merebut warisan yang seharusnya menjadi jatah Vallen, membuat ibunya meninggal, Vallen terkena kecelakaan kemudian Amnesia, dan ayahnya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan dirinya harus melakukan terapi untuk bisa berjalan seperti semula.


Anin tahu bahwa suaminya merasa terpukul karena dalang dari semua masalah yang dihadapi adalah Paman nya sendiri orang yang semestinya mengayomi dirinya.


Hanya Anin belum tahu kalau kekecewaan Vallen memuncak karena bukan hanya dirinya dan ayahnya yang menjadi sasaran dari paman tapi juga keturunannya sendiri, memang hal ini belum dia ceritakan kepada Anindya.


Anin memeluk tubuh telanjang suaminya dengan rasa sayang. Agar bisa meredakan sedihnya dan mengembalikan semangatnya.


" Bahkan dia ingin membunuh anak yang menjadi keturunanku dengan memberinya obat sehingga anak itu akan mengalami keterbelakangan mental dan meninggal karena obat itu... " lanjutnya lagi dengan rasa sedih yang tak bisa ia tahan.


Anin terkejut, betapa kejamnya paman Valen. Mereka tidak mengharapkan atas harta yang dimiliki oleh keluarga Weston, kalau seandainya Paman dari suaminya ini mau berterus terang pasti ayah mertuanya juga akan membagi kan dengan adiknya itu.


Anindya tidak habis pikir, karena Harta membuat Paman dari suaminya itu buta, tidak memikirkan Apakah itu saudara, atau bahkan tidak memikirkan bahwa itu adalah keponakannya sendiri. dengan kejam sudah membunuh ibu dari Vallen mencelakakan Ayah Vallen dan juga Vallen sendiri.


" Sshh, shh.. " Anindya hanya bisa menenangkan dan meredakan tangis dari Vallen dengan memeluk dan mengusap-usap punggung dari suaminya itu supaya suaminya lega.


Dan benar saja, tak lama kemudian tangisnya semakin lirih sehingga tidak terdengar lagi. Rupanya karena dia sudah kelelahan menghadapi semua permasalahan dan kesedihannya, Vallen akhirnya tertidur di dalam pelukan istrinya.


Dan saat Anindya melihat kalau suaminya sudah tertidur, dia langsung menaruh tubuh suaminya yang dari tadi dia peluk lalu menyelimutinya.

__ADS_1


Kemudian dia segera memakai baju karena dia tahu sebentar lagi anak anaknya akan bangun dan ia harus menyiapkan susu hasil perahan ASI miliknya. Karena bayinya kembar, di tidak mungkin menyusuinya langsung, soalnya anaknya kalau menjerit lapar selalu bersamaan. Jadi lebih baik kalau dia menyiapkannya di botol botol susu, sehingga mereka bisa merasa kenyang bersamaan juga.


Tapi resikonya ia harus berjaga supaya mereka tidak tersedak saat minum. Makanya Anin selalu kurang tidur. Tapi dia juga tahu kalau suaminya sedang bermasalah jadi dia tidak mungkin meninggalkan suaminya sendiri.


Benar saja, bayinya sudah mulai menggeliat geliat tak nyaman. Anin segera bertindak sebelum anak anaknya menjerit histeris dan menganggu tidur suaminya.


Anak kembarnya yang sudah mereka beri nama William Elkana Weston yang biasa dipanggil Liam dan William Ellios Weston yang biasa dipanggil Lios, menggeliat tanda sebentar lagi akan bangun. Anin segera menggendong Lios keluar dan membangunkan perawat untuk menjaga Lios sebentar dan mengecek diapernya.


Lalu Anin masuk kembali untuk mengambil Liam yang sudah memberikan tanda tandaa ingin bangun dan lapar karena bibirnyaa mengecap ngecap tanda dia haaus.


Anin membawa Liam juga keluar dari kamar daan menaruhnya di kamar anaak yaang memang disediakan Valen untuk kedua anaknya. Sehingga saat ia berduaan bersama Anin, suster bisa menjaga kedua anaknya.


Anin juga menyerahkan satu botol susu untuk diminum oleh Liam. Karena Valen tidak tanggung tanggung langsung menyewa 2 perawat jadi saat menyusui begini Anin hanya memeras susunya untuk persediaan anak anaknya.


" Bu, Tuan Lios sudah tidur lagi, mau ditaruh dikamar ibu? " Tanya salah seorang perawat sambil menggendong Lios yang sudah tertidur karena kekenyangan.


" Sudah Bu!" kata perawat itu dengan santun.


" Saya bawa saja ke kamar saya sekarang." katanya sambil menggendong Lios balik ke kamarnya.


Sedangkan Liam yang masih menghabiskan susu di dalam botol masih ada dalam timangan sang perawat. Perawat Lios membereskan botol penyedot ASI dan menyimpan stok ASI yang diperah ke dalam freezer ASI milik Anindya.


Walau memiliki kamar sendiri, dan 2 perawat yang menjaga, tapi Anin tidak mau menyerahkan perawatan anak anaknya ke tangan perawat. Dia tetap menjaganya sendiri. Kecuali memberi susu yang perlu barengan, Anin baru meminta bantuan kedua perawat itu.


Pada saat Anin keluar lagi setelah menaruh Lios yang tidur ke box bayii milik Lios, ternyata Liam juga sudah tertidur nyenyak dan sudah di tepuk tepuk oleh sang perawat agar bersendawa sendawa serta menyerahkan nya kepada Anin.

__ADS_1


Anin bersyukur karena kedua anak kembarnya itu sangat mudah untuk di atur. Tidak pernah rewel. Tidurnya gampang dan yang ia syukuri lagi adalah mereka tidak pernah sakit.


Dia menatap Liam yang ada di dalam gendongannya dengan senyum yang tersungging, wajah mungil Liam dan Lios memang berbeda. Karena mereka kembar tidak identik, Liam ini lebih mirip daddynya, semuanya merupakan fotocopy daddynya. Sedangkan Lios lebih ke perpaduan antara Anin dan Valen.


Setelah menyuruh kedua perawatnya istirahat, ia lalu menggendong Liam untuk masuk ke dalam kamarnya.


Dia membuka pintu kamarnya dengan hati hati dan menutupnya perlahan.


" Sayang?" suara bariton milik suaminya menyapa dirinya membuatnya ia sedikit terkejut karena pikirnya suaminya masih terlelap tidur. Rupaya bayi besarnya terbangun. Untungnya kedua bayi kecilnya sudah kembali tertidur. Berarti Anin tidak bisa langsung tidur setelah menaruh si Liam. Anin hanya bisa mendesah tapi ia menikmati mengurus keluarga kecilnya ini.


" Kamu terbangun?" tanya Anin dengan suara lirih.


" Kenyamananku hilang, tentu saja aku bangun." kata Valen dengan suara serak karena bangun tidur juga ternyata dia merajuk ditinggal istrinya.


" Kan mereka lapar, mas! " kata Anin dengan suara lembut. Lalu tak berapa lama ia mendengar perut suaminya berbunyi ribut, membuat Anin tertawa kecil melihat wajah merah suaminya, rupanya Valen lapar karena memang belum makan dari siang kemarin. Ia melewatkan makan malam gara gara kejadian kemarin.


" Makan dulu? Aku panaskan sebentar lauk malam kemarin ya mas? Katanya kamu mau makan di rumah besar." sindir Anin pada Valen tapi begitu melihat wajah mendung


suaminya ia menyesal mengingatkan suaminya kepada kejadian kemarin malam yang ingin ia lupakan.


.


.


.

__ADS_1


TBC


Mudah mudahan thor siang ini bisa up ya... doakan aja🤣


__ADS_2