
Hai hai Readersku sayang!!! Welcome back!!! Ini adalah update kedua di hari ini. Dijamin pasti puas kan karena author hari ini updatenya 2 kalii dan ceritanya makin mendelati ending. Eits!! Jangan lupa untuk tetap like, vote dan juga memberikan gift yang banyak, supaya autornya semakin bersemangat dalam mengupdate cerita. Oh ya sembari menunggu update-an cerita ini bisa cek karya-karya author yang lain.
Ditunggu like, share, vote dan giftnya. Happy reading!!
***
" Kalau memang dokter Prayogo sudah meneliti orang yang akan diajak bekerja sama untuk memberikan saran terbaik dalam menyembuhkan ayah, aku rasa itu tidak akan menjadi masalah. tapi kamu harus mengerti betul-betul data pribadi dari dokter serta suster yang akan membantu dalam kesembuhan ayah dan juga Anindya. Kamu sudah tahu kan kalau aku bakal memindahkan mereka ke panti asuhan Weston yang ada di daerah Sentul." kata Vallen men jelaskan kondisinya kepada dokter Prayogo. Tapi rupanya dokter Prayogo sedikit ketakutan, lingkungan dekat Panti Asuhan itu sangat sepi, dokter Prayogo takut kalau-kalau malah akan mudah bagi penyelundup untuk masuk ke area sana, dan dia berusaha kepada Vallen. tapi rupanya rencana Vallen beserta Erik ini sudah matang karena dia sedang memikirkan lokasi daerah tempat dimana Panti Asuhan itu berada adat sudah Ia kelilingi dengan orang-orangnya sehingga tidak akan ada penyusup yang bisa masuk.
" Dokter Prayogo tidak usah khawatir, aku sudah menanam orang-orang yang ada disana sehingga tidak akan ada orang yang bisa masuk dalam radius 20 km dari tempat Panti Asuhan itu berada, dan dokter Prayogo yang akan menjadi kepala dokter yang tinggal di sana untuk merawat kondisi ayah. Jadi suster dan dokter yang akan berjaga di sana benar-benar orang-orang pilihan yang sudah diteliti data-data pribadinya sehingga kita tidak akan sampai kecolongan." kata Vallen menjelaskan sambil di angguk-anggukin oleh Eric karena itu memang merupakan rencana dari Vallen dan juga Erik untuk menjaga keamanan di sekitar Panti Asuhan itu.
" Ya sudahlah, kalau masalah Aku kira, tidak akan ada masalah yang berarti karena kamu pasti sudah mempertimbangkan semuanya. Semoga badai cepat berlalu. Dan aku bisa membayangkan betapa bersukacita nya Ayah kamu kalau benar-benar dia sudah sadar dari komanya dan mendapati bahwa ia akan mendapatkan dua cucu sekaligus hari ini juga." kata dokter Prayogo sambil menggosok-gosokkan tangannya tanda dia sangat bersukacita dan excited menunggu kehadiran dua jagoan dari keturunan Weston.
" Apa aku bisa menjenguk ayah sekarang?" tanya Vallen dengan penuh harap. Tapi sinar harapan Vallen agak sedikit meredup ketika dokter Prayogo menggeleng-gelengkan kepalanya tanda dia tidak setuju kalau Vallen menengok ayahnya sekarang karena memang ayahnya saat ini sedang dalam observasi dokter Nugroho sehingga setelah dia berbicara dengan Vallen dia akan kembali masuk ke ruangan itu untuk memantau progres dan juga apa yang sudah dilakukan dokter Nugroho di dalam sana. Mereka memang tidak pernah khawatir dengan apa yang akan dilakukan dokter dan suster di sana karena pantauan CCTV selalu menyala 24 jam dan itu langsung dipantau oleh Kepala keamanan yang merupakan tangan kanan dari Erik.
Tapi akhirnya Valen mengangguk-anggukan kepalanya dengan senang karena dirinya sidah membayangkan bahwa ayahnya pasti merasa bersukacita karena dua jagoan ini memang sudah dinanti-nantikan oleh ayahnya sejak lama.
" Bapak Valen.. operasi caesar ibu Anindya akan segera dilaksanakan dan menurut permintaan Ibu Anindya, dia ingin agar Bapak ada di sampingnya." kata dokter yang akan membantu kelahiran dari dua jagoan Anin dan juga Vallen.
Valen tambah bersukacita karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan dua jagoan yang sudah dinanti-nantikan oleh nya. Dia segera masuk setelah mengkode dokter Prayogo dan juga Erik untuk segera melaksanakan rencananya.
***
__ADS_1
Valen, Erik dan Revan memgkamuflase semua orang. Karena mereka juga menghadirkan Papa dan mama Anindya disana beserta mbok Sitti yang yang akan membantu menjaga anak Valen. Valen memang tidak memberitahu mertuanya kalau Anin bakal melahirkan kembar.
" Valen... gimana dengan Anindya? " mama Anin mendesak menantunya yang baru saja masuk ke dalam ruang tunggu dimana mertua dari Vallen menantikan kelahiran cucunya, dengan wajah sedih dan airmata di wajahnya.
" Maaf ma... Anin... anin..." Valen melanjutkan dramanya dengan tangisan tanpa menjelaskan apa yang sedang terjadi dengan istrinya, tapi sebenarnya mertuanya mendengar bahwa ada suara tangisan bayi berarti mereka mengambil kesimpulan bahwa cucunya selamat namun anaknya tidak selamat, padahal Vallen belum menjelaskan apa-apa hanya karena wajahnya yang kusut dan tangisan Valen membuat mertuanya menyimpulkan seperti itu.
Mbok Siti langsung menutup wajahnya dengan sedih, dan dia juga menangisi majikannya itu. Memang Mbok Siti itu bukanlah orang yang diberi tahu tentang rencana Erik. Hanya Vallen dokter Prayogo, dokter yang membantu kelahiran dan suster yang akan menjaga mereka saja yang diberi tahu tentang hal ini.
Padahal di dalam sana dokter yang bertugas dan juga anak buah dari Erik segera mengevakuasi Anindya kedua bayi kembarnya dan juga Ayah Vallen melalui jalan belakang. didampingi dengan Erik dokter Prayogo dan juga beberapa suster yang sudah siap di sana. Anindya yang sudah dibersihkan dan sudah melakukan inisiasi dini kepada kedua anaknya juga langsung diberangkatkan tanpa dikawal oleh Vallen.
Revan pun dengan sigap sudah melakukan persiapan untuk pemakaman palsu dan juga mengabari pihak media serta memberi foto palsu peti kosong agar mereka di luar sana, yakin bahwa yang saat ini dibawa ke tempat persemayaman adalah Anindya dan juga Ayah Vallen.
Valen pun harus berakting secara Paripurna supaya orang-orang tidak mengetahui akan kejanggalan dari prosesi pemakaman palsu yang dilakukan oleh Vallen dan juga Erik.
Memang setelah mengetahui bahwa Valen adalah pewaris tunggal dari Weston Group, Papa dan Mama Anin sekarang tidak pernah lagi mengejek maupun merendahkan menantunya itu. Bahkan mereka terkesan takut saat berada bersama dengan Vallen karena Vallen yang sekarang berbeda dengan Vallen yang dulu.
Sebenarnya di sini ini ada kejanggalan tentang pemakaman yang dilakukan oleh Revan karena mereka tidak mengijinkan setiap pelayat maupun keluarga dekat untuk melihat jasad yang ada di dalam peti karena peti sudah langsung ditutup. Bahkan tidak ada lagi prosesi tutup peti yang biasa dilakukan menurut adat mereka. Mama dan papa Anin pun tidak diijinkan melihat jasad anaknya untuk yang terakhir kali.
Mungkin kesedihan akan kehilangan orang-orang yang dekat dan tersayang itu membuat mereka tidak lagi memikirkan hal itu, bahkan mama dan papa Anin hanya memikirkan cucu kesayangan mereka yang lahir tanpa adanya kasih sayang seorang ibu.
" Oh cucuku... kasihan kamu! Dimana sekarang cucu mama, Val? Mama kepingin lihat cucu mama." pinta mama Anin dengan mata yang sudah bengkak dan sembab.
__ADS_1
Valen sedikit gelagapan, karena Erik rupanya belum membawa bayi sewaan itu ke rumah sakit. Sedangkan tatapan mama mertuanya itu memohon padanya agar bisa melihat cucunya sekarang.
" Ehm.. itu ma, bayinya lagi diobservasi oleh dokter karena ehm.. karena bayinya membiru, ehm gitu. Jadi mama sabar ya, doakan dedek bisa kuat." kata Valen gelagapan. Untung Valen bisa menjawab tanpa menimbulkan kecurigaan mertuanya itu.
" Oalah, kasihan cucu kita, pa! " katanya sambil.memeluk papa Eka yang juga menangis dalam diam.
" Kamu harus carikan ibu susu buat anak akmu itu, Val! Tubuhnya biru mungkin karena perlu ASI. " kata mama Anin sambil masih sesenggukan. Valen yang masih bingung tambah bingung. Tapi ia harus tampil sesendu mungkin.
" Iya ma!"
Haiz, diiyain aja deh daripada semakin ribet! Emang rencana Erik selalu bikin ribet. Semoga dosa kebohongan ini ditaruh diatas Erik semua dah!! umpat Valen dalam hati.
.
.
.
TBC
wk wkw wk.. Erik, kasian deh kamyuu!!
__ADS_1
Erik: Lebih kasian kamu ah, thor. Udah dibelain begadang bikin cerita tapi ga di vote dan di gift.. apalagi di liike😭😭✌🏻
Author: *autolemparsandal.