
Hai readers, i am back!! Jangan lupa untuk like, gift dan Vote ya. Kalau bisa sih sekalian di share kan supaya ceritanya bisa di ketahui oleh yang lain. Wk wkw kw , makasih buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Happy reading!!
***
Tanpa berpanjang kata setelah mereka menelepon Vallen, dia langsung menghubungi kepala Pasukan Pengawal yang yang di sewa oleh Paman Billy itu dia langsung mengikuti asikan bahwa dirinya ingin membunuh seseorang dan bertanya berapakah dia harus membayar untuk bisa mendapatkan nyawa orang yang ditargetkan.
Lalu setelah mendiskusikan semuanya mereka bersedia untuk membunuh orang yang ditargetkan oleh Revan. Sejumlah bayaran mereka minta untuk membunuh orang yang sudah ditargetkan oleh Revan.
setelah melakukan perjanjian Revan langsung menunjukkan bukti foto agar mereka dapat segera mengeksekusi, tapi sebelum foto diserahkan kepada kepala pasukan itu tiba-tiba sekelompok Polisi datang untuk merebut orang-orang yang ada di sana. Revan langsung mencegah pihak kepolisian untuk menangkap kepala pasukan itu. karena Revan yakin kalau pun mereka ber baku tembak yang kalah adalah pihak Kepolisian. Revan bisa mengatakan seperti itu karena dia melihat perlengkapan yang dibawa oleh pasukan itu sangatlah modern dan komplit tidak seimbang dengan Kepala Kepolisian Yang hanya membawa senjata ak-47 dan revolver kuno. Sedangkan pasukan penembak bayaran itu senjatanya komplit dan modern.
Revan langsung meminta izin kepada para pasukan khusus itu untuk menemui polisi, menimbang bahwa Revan sudah berhasil berunding dan mencapai kata kesepakatan pihak kepolisian memang tidak menangkap mereka. Komandan polisi Nawa sudah mengetahui bahwa pasukan itu sangat hebat. Akan tetapi sebenarnya dia tidak tidak dapat begitu saja melepaskan masukan yang sudah memporak-porandakan Desa bagian selatan itu.
Revan juga mengingatkan kepada komandan polisi itu bahwa mereka kalah jumlah dan kepandaian dalam membunuh.
Bahkan Revan sudah memiliki deal khusus dengan pasukan bayaran itu maka pihak Kepolisian mengambil tindakan preventif untuk menyiagakan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi.
" Komandan, anda bisa memantau dulu. Kalau memang mereka menolak, bunuh saja langsung. Ingat siagakan penembak jitu anda." kata Revan dengan nada lirih.
Ia menyuruh anak buahnya melakukan hal yang sama.
Revan berbalik kepada kepala pasukan itu dan menyerahkan foto yang menjadi target pembunuh bayaran itu selanjutnya, di saat mereka melihat foto tersebut, mereka Langsung menolak dengan alasan bahwa melanggar kode etik.
Mengingat perjanjian dibatalkan, maka Revan langsung mengkode kepala Polisi dan juga bawahan bawahannya untuk langsung membunuh 10 orang pasukan khusus itu supaya mereka tidak bisa lari atau melakukan kejahatan kembali.
Beberapa penembak jitu yang disiagakan langsung menembak kepala mereka satu persatu sehingga 10 orang itu langsung meninggal di tempat. Karena kondisi mereka yang tidak siap. Untung dengan strategi Revan, ia bisa melumpuhkan pembunuh yang berbahaya.
Revan dan komandan polisi Nawa langsung bisa bernapas lega. mereka tahu betapa berbahayanya pasukan itu. beruntungnya Tadi mereka sempat bernegosiasi dengan Revan sehingga Revan tidak jadi dibunuh oleh mereka.
__ADS_1
Setelah pihak kepolisian memanggil ambulans dan mengevakuasi mayat mayat korban, Revan langsung memanggil Vallen yang ternyata sudah bersama Mister Wong datang yang ke dalam hutan untuk melihat orang-orang yang merupakan pasukan khusus Hunter Dead yang sangat disegani dan ditakuti.
Vallen menceritakan bahwa dirinya sudah berhasil menemukan Anindya anaknya dan juga ayahnya. setelah menyelamatkan mereka semua ke tempat yang lebih aman Vallen langsung menyusul bersama.mr Wong yang rupanya sudah memata-matai kejadian yang ada di dalam hutan. Dia memang tidak berani langsung ikut campur didalamnya karena ia juga mendengar deal deal yang dimaksud Revan melalui spy fly yang diterbangkan menggantikan drone.
Akan tetapi ketika dia mendengar suara tembakan, dia sadar bahwa mungkin perjanjian itu batal.
Dan sekarang sedang terjadi baku tembak. Spy fly yang dia terbangkan tadi berhasil menangkap beberapa gambar orang yang yang meninggal dan semuanya dari pihak musuh.
Vallen dan mister Wong bergegas menemui Revan untuk melihat mayat mayat yang ada sebelum mereka dievakuasi oleh kepolisian.
" Van, gimana dengan keadaan kamu?"
" I am fine, gimana dengan keponakan, ayah, dan juga Anin?" tanyanya dengan nada cemas.
" Anin berhasil sembunyi. Desa ini sudah lama ditinggalkan, hanya ada 1 kakek tua saja disini. Ia tinggal karena makam istrinya ada disini. Untung, berkat kecerdasan Anin dan si kakek tua itu, mereka selamat."
" Jangan senang dulu. Pamanmu masih belum tertangkap!" kata mr Wong dengan nada sinis. Ia masih kesal dengan mr Wong dan Alicia.
" Menurut kalian dimana mereka sembunyi?" tanya komndan polisi Nawa.
" Kunci semua perbatasan. Aku rasa mereka tidak akan jauh dari sini. Biarlah mereka merugi karena pembunuh yang mereka sewa mati semua." kata mr Wong yang masih kesal dengan Alicia pela**r sialan dan Bill Weston.
" Kami menemukan ini pak Komandan." kata seorang polisi yang bertugas untuk mengevakuasi korban.
Mereka menemukan sebuah berwarna hitam yang tidak terlalu besar bentuknya, tapi memang belum diselidiki oleh polisi yang menemukan tas itu. Jadi ia menyerahkan kepada komandan polisi Nawa untuk menyelidiki apa isi dari tas itu.
" Baiklah, aku akan memakai sarung tangan terlebih dahulu." kata komandan polisi dengan segera.
__ADS_1
Ia juga penasaran dengan isi di dalam tas hitam itu. Ternyata setelah dia membuka tas itu didalamnya terdapat beberapa jenis paspor yang kemudian juga uang tunai kartu-kartu kredit dan yang lebih unik adalah buku catatan yang menggunakan bahasa Inggris.
" Buku ?" ujarnya sambil mengeluarkan buku itu dan diacungkan ke hadapan Valen dan yang lainnya.
" Kayak semacam buku panduan sih." lanjut komandan Nawa dengan heran.
" Jangan jangan ada nama nama orang yang menyewa mereka.?" tanya Valen dengan suara rendah. Ia takut kalau ada yang tahu.
" Bisa jadi!" kata komandan Nawa denga cepat.
" Coba dibaca?" mr wong juga turut penasaran.
" Semuanya dalam.bentuk kode kode angka. Kita sih ga tau apa ini sebenarnya." kata komndan Polisi dengan nada heran dan bingung.
" Aku bisa menerjemahkan." kata mr Wong dengan nada yakin sambil meminta kepada komandan Polisi Nawa sambil mengacungkan tangannya.
" Pakai dulu sarung tangan kamu. Kalau kamu gak punya nih kukasih! Ini barang bukti. Bisa jadi ada sidik jarinya." kata komandan dengan nada sewot.
" Iya iya! Ini sudah kupakai. Sini mana?" kata mr Wong dengan cepat. Ia ingin tahu pergerakan pasukan itu.
.
.
.
TBC
__ADS_1