Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 59.


__ADS_3

Dokter Prayogo langsung mempersiapkan apa-apa saja yang dibutuhkan Anindya untuk segera membawa Anindya dengan mobil ambulans dari rumah sakit milik keluarga Vallen.


Anindya yang dari tadi hanya diam mulai merasa tidak nyaman dengan kepindahannya dari rumah ke rumah sakit, karena menurutnya Dia harus mengerjakan hal-hal di kantor. Seperti jatah rapat yang harus dihadiri dan pimpin jam 10 nanti.


Tapi tentu saja Valen tidak mengijinkan Anin untuk menghadiri rapat apapun bahkan tidak mengizinkan Anin untuk turun dari tempat tidurnya.


Bahkan anindya harus bersantai di atas tempat tidur tanpa melakukan apa-apa, jelas ini membuat Anindya menjadi bosan. Anindya yang sudah terbiasa untuk melakukan aktivitas dari bangun tidur sampai tidur lagi, Tentu saja Ini malah membuat dirinya menjadi semakin stres. wajahnya sudah ditekuk 1000 Ini malah membuat Valen menjadi gemas.


" Ini bibir apa minta dicium? Kok udah manyun aja?" tanya Valen sambil mencuri ciuman di bibir manis istrinya.


" Ish mas! Dokter Prayogo dan ayah kan masih di dalam kamu ini kok malah bertindak yang tidak tidak!" sungut Anin dengan wajah kesal.


" Biarin saja.. kita kan sah!"


" Kamu terima saja ya nak! Ayah dan Valen hanya kuatir dengan kamu. Wajah kamu saja sampai sekarang masih terlihat pucat.Apalgi kamu sedang mengandung cucu ayah. Terus terang saja ayah sangat senang tapi juga sangat kuatir kondisi kamu karena orang hamil itu benar-benar rentan. Kamu harus bisa menjaga kondisi tubuhmu dan harus menjaga asupan gizi karena yang makan saat ini bukan hanya dirimu saja tapi juga anak kamu yang ada di dalam kandungan." Jelas Ayah mertuanya itu dengan nada tenang dan juga penuh kasih sayang. Vallen saja kadang-kadang merasa cemburu dengan ayahnya karena ayahnya itu terlalu memperhatikan istrinya.


" Sayang nurut ya?" kata Vallen nada lemah lembut.


Akhirnya Anindya hanya bisa mengangguk saja memang dia juga masoh lemas dan merasa kepalanya pusing juga mual. Mungkin benar apa yang dikatakan oleh ayahnya saat ini dia tidak boleh egois dia juga harus memikirkan anak yang ada di dalam kandungannya. Anak yang ada di dalam kandungannya harus sehat dan kuat jadi dia merasa dia harus menuruti semua yang dikatakan oleh ayah dan juga Vallen.


Dokter Prayogo yang sudah selesai mempersiapkan segalanya lalu segera turun ke bawah menanti ambulans yang dikirim oleh Rumah Sakit milik keluarga Vallen.

__ADS_1


Tak lama kemudian dokter Prayogo masuk kembali ke kamar pribadi Vallen dan mengabarkan bahwa ambulans yang akan dipakai untuk membawa Anindya sudah tiba. Ambulans tidak akan mungkin lama karena yang order adalah orang yang memiliki rumah sakit itu.


Dokter Prayogo memimpin 2 orang laki-laki yang berseragam rumah sakit yang membawa brankar rumah sakit, salah seorang laki-laki itu segera ingin menggendong Anindya untuk menaikkan nya keatas brankar. Tapi tentu saja itu langsung dicegah oleh Vallen dia tidak mau istrinya digendong bahkan disentuh oleh laki-laki lain.


Vallen bersikap sangat posesif apalagi saat ini istrinya sedang mengandung anaknya. Lalu Vallen lah yang menaikkan Anindya ke atas brankar.


Setelah Anindya diatas brankar lalu ke-2 pegawai rumah sakit itu langsung membawa Anindya ke dalam ambulans diikuti oleh Valen. Dia menyuruh ayahnya untuk berangkat bersama dokter Prayogo, ayah mertua Anindya bahkan mengajak mbok Siti untuk ikut ke rumah sakit sambil membawa barang-barang keperluan pribadi milik Anindya dan juga Vallen.


Sesampainya ambulans itu ke rumah sakit, mereka sudah disambut oleh dokter Retno. Memang dokter Retno sudah ditelepon oleh dokter Prayogo untuk menangani masalah Anindya. Dokter Prayogo bahkan sudah mewanti-wanti dokter Retno untuk memberikan pelayanan yang terbaik juga obat-obatan yang terbaik karena yang ditangani saat ini adalah menantu kesayangan dari pemilik Rumah Sakit tempat mereka bekerja.


Anindya langsung dibawa ke ruangan rawat inap VIP, di sana peralatan rumah sakit yang seyogyanya dipakai untuk pemeriksaan kandungan sudah lengkap berada di ruangan itu.


USG 4 dimensi juga sudah tersedia di sana. Kelengkapan alat-alat untuk memeriksa kandungan Anindya dirasa sudah cukup mumpuni untuk mengecek apakah ada kelainan dan juga masalah dalam kandungan Anindya ini disebabkan karena pingsannya Anindya tadi dan juga lemahnya kondisi tubuh ibu hamil itu.


Salah seorang suster yang menjaga di dalam ruangan USG itu segera membantu Anindia mengangkat bajunya, kemudian mengoleskan gel di perutnya supaya dokter Retno bisa melihat dan mengukur usia kandungan dari Anindya.


Rasa dingin dari gel yang menjalar di perut membuat dia tersenyum geli. dokter Retno menggerak-gerakan alat di perut Anindya, gerakannya berputar juga terlihat seperti mencari sesuatu di perut rata Anindya. Tiba-tiba dokter Retno berkata dengan suara girang.


" Wah selamat ya bapak dan ibu, ada dua kantong bayi di dalam perut ibu Anindya, asumsi saya sementara adalah bayikalian kembar." ya ampun Anindya seperti orang yang bengong, dia benar benar tidak bisa berkata kata saking bahagianya. Sedangkan Valen terlihat lebih antusias menyambut kehamilan istrinya.


" Kalau jenis kelaminnya?"Valen langsung bertanya dengan mendetil.

__ADS_1


"Ha ha ha maaf pak, anak bapak masih terlalu kecil untuk dilihat sekarang. Bapak harus menunggu dengan sabar karena jenis kelamin bayi biasanya baru bisa dideteksi ketika usia kehamilan sudah mencapai empat bulan ke atas. Nah, pemeriksaan USG menjadi cara yang paling utama untuk mengetahui jenis kelamin bayi. Tapi karena usia kandungan ibu masih muda jadi belum bisa dilihat sekarang."


" Berarti usia anak anak saya berapa bulan dok?" tanyanya lagi.


" Nyonya kapan hari pertama haid anda?"


" Sekitar sebulanan lebih dok. Saya juga tidak.pernah menghapalkannya." kata Anin dengan ragu.


" Usia kehamilan dihitung sejak HPHT / Hari Pertama Haid Terakhir. Kalau perkiraan saya, kemungkinan usia kehamilan Anda sekitar 5-6 minggu dengan asumsi siklus menstruasi Anda 28-35 hari. Sesuai juga dengan gambar yang sudah saya lihat juga saya ukur besarnya dedek bayinya, tampak cocok dengan kisarannya" kata dokter Retno sambil menulis sesuatu di buku ibu dan bayi.


.


.


.


TBC


hai readersss..


Habis ini up lagi oke ga? Kalau oke lagsung like yang banyak... jangan lupa senin langsung vote yaaaa.

__ADS_1


Happy reading!!


__ADS_2