Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
S2. Pertemuan Keluarga 2


__ADS_3

Gustav berjalan di depan, diiringi oleh kedua orang yang menjadi asisten pribadi dari Gustav yaitu Ryu dan Ken.


Kemudian Ryu memimpin Gustav ke sebuah ruangan private VIP di mana keluarga Wijaya Hadi dan istrinya menunggu sambil berharap-harap cemas.


Sesampainya Gustav di dalam ruangan VIP itu dia saling bertukar pandang dengan sepasang suami istri paruh baya yang menatapnya dengan Tatapan yang tak terbaca, begitu pula dengan Gustav yang menatap mereka dengan tatapan datar dan dingin seakan tak tersentuh.


Berbeda dengan Gustav, oma Helen dan Opa Hadi bener-bener ingin sekali memeluk cucu yang belum pernah mereka kenal itu namun ketika melihat wajah Gustav yang datar dan dingin, oma Helen jadi ragu untuk memeluk cucu yang belum Dia pernah sentuh sama sekali dari semenjak Gustav bayi.


" Tuan muda, ini adalah Bapak Wijaya Hadi dan Ibu Helen Hadi. Mereka adalah ayah dan ibu dari ayah kandung tuan muda yang bernama Antonio Wijaya. Mereka sih biasa dipanggil sebagai Opa Hadi dan juga Oma Helen, tuan muda bisa memanggil mereka seperti itu." kata asisten pribadi dari kakek memperkenalkan pasangan suami istri paruh baya itu kepada Gustav. Dan Gustav hanya mengangguk saja kepada mereka memberi hormat serta berusaha sopan dengan menyalami kedua orang yang ada di hadapannya itu.


" Gustav Alexandro Dimitri." kata Gustav berusaha untuk beramah-tamah walau usahanya itu itu sedikit mengalami kendala karena dirinya tidak bisa memperlihatkan wajah yang ramah dihadapan kedua orang tua itu. Tapi setidaknya Gustav berusaha untuk tampil sebaik mungkin di hadapan kedua orang tua yang harusnya dia panggil kakek dan nenek.


Gustav berusaha untuk tampil sebaik mungkin dihadapan kedua orang tua yang harusnya dia panggil kakek dan nenek. Berbeda dengan saat dirinya bergabung bersama dengan Valentin juga Anindya, Entah kenapa dirinya merasa lebih klop dengan pasangan Vallen dan juga Anin dibandingkan dengan kedua orang tua dari ayah kandungnya itu.


Tapi memang Gustav memiliki kesulitan untuk berbaur dengan orang untuk pertama kali karena dirinya sudah terbiasa untuk hidup sendiri mungkin berbeda dengan ketika berhadapan dengan Anindya karena dia harus mempertahankan orang yang dicintainya supaya bisa dinikahi.


" Oh, panggillah kami opa Hadi dan oma Hellen. Duduklah di sebelah oma, sayang!" kata oma Hellen dengan nada sayang.

__ADS_1


Gustav sedikit melembut hatinya ketika mendengar kalimat yang diucapkan oleh Oma Helen. Entah kenapa Gustav sangat menyukai saat mendengar suara wanita yang lembut dan bijaksana seperti yang dia dengar dari Oma Helen dan juga Ibu mertuanya itu. Mungkin karena dirinya tidak pernah berinteraksi secara langsung baik menerima kasih sayang secara langsung dari seorang wanita yang bisa dipanggil nya seperti seorang ibu.


Maka dirinya akan sedikit membuka diri saat seorang wanita yang tua kemudian berbicara kepadanya dengan suara lembut dan juga penuh keanggunan seperti Ibu Anindya calon ibu mertuanya dan juga Oma Helen yang notabene adalah Ibu dari


Ayah kandungnya yang sudah meninggal bahkan sebelum dirinya lahir.


" Iya kemarilah Gustav! Opa sangat rindu dengan kamu! sewaktu Oppa mendengar cerita tentang kamu, Opa sebetulnya ingin sekali Langsung kembali ke Indonesia. Namun karena ada permasalahan di New Zealand, sehingga Opa tidak bisa langsung pulang karena terganjal permasalahan tersebut, tapi setelah Opa bertemu dengan kamu, Opa ingin memeluk kamu! boleh kan?" tanya Opa Hadi dengan nada penuh Kerinduan. Saat dirinya memandang Gustav, dia seperti melihat perpaduan antara Antonio dan Tiara. Tuhan Memang benar-benar adil dalam menciptakan Gustav. Ketampanan dari Antonio dan kecantikan Tiara berpadu menjadi satu sehingga Gustav memiliki keunikan dan perpaduan dari kedua orang itu.


" Bo boleh, ehm opa!" kata Gustav yang sedikit canggung gara-gara permintaan Dari Opa Hadi itu.


Dia tidak menyangka karena ketika dirinya melihat opa Hadi tampak Opa Hadi itu sedang menyelidiki dirinya, dan dalam pikiran negatif dari Gustav menganggap bahwa Opa Hadi tidak mempercayai perkataan kakek Dimitri bahwa dirinya adalah cucu kandung dari Wijaya Hadi.


" Ah Wajah kamu sangat mirip dengan ayahmu namun kamu juga memiliki bibir seperti Tiara, jadi menurut Opa kamu adalah perpaduan sempurna dari ayahmu yang tampan dan ibumu yang cantik." kata Opa Hadi dengan nada sendu bahkan dirinya tampak terharu karena melihat sosok anaknya ada di dalam tubuh Gustav.


Gustav yang menerima perlakuan begitu manis membuat ada sesuatu di dalam hatinya yang merasakan perasaan syahdu dan senang. Tapi tentu saja ia tidak memperlihatkan itu dengan begitu rupa. Bahkan ketika oma Helen ikut memeluk dirinya, rasa hatinya melayang.


Tidak buruk! Tidak buruk! Ternyata begini rasanya memiliki keluarga yang menyayangi.

__ADS_1


.


.


.


TBC


Ini up ke dua ya, jangan lupa untuk kasih like dan gift, juga vote serta favorit...


Sebelumnya thor mau kasih promo buku baru author nih... jangan lupa di FAVORITKAN, DI LIKE, DI GIFT DAN JUGA VOTE yessss!!❤❤❤



Jadi ini tentang tuan muda kaya tapi sejak masih kecil diculik dan jadikan anak angkat oleh keluarga yang hendak membalas dendam kepada keluarganya, bahkan sampai hati membunuhnya. Tapi keadilan Tuhan itu nyata, sehingga Alendra bangun tepat sekitar 1 tahun sebelum kejadian pembunuhan dirinya. Ia bisa membalikan hidupnya dari zero to hero. Membalaskan apa yang layak didapat oleh orang orang seperti keluarga angkat dan penculik dirinya.


Jangan lupa dibaca sambil menunggu update dari Gustav dan Nana...

__ADS_1


Happy reading!!


__ADS_2